5 Hotel Nyaman di Makassar, Cuma Jalan Kaki ke Pantai Losari Mulai Rp200 Ribuan Dari NusaPedia
Lagi bingung cari destinasi wisata buat akhir pekan? Terbang ke Makassar bareng NusaPedia, yuk! Di sana, kamu bisa menikmati keindahan alam yang ditawarkan oleh Pantai Losari.
Terletak dekat pusat kota, Pantai Losari adalah trademark dari Makassar. Dengan panjang pantai mencapai satu kilometer lebih, Pantai Losari jadi tempat nongkrong yang asik buat menikmati sunset di sore hari.
Soal penginapan, nggak perlu khawatir. Lewat NusaPedia, kamu bisa cari hotel di Makassar, dekat Pantai Losari yang strategis dan juga nyaman. Saking dekatnya, kamu bisa berjalan kaki ke sana.
Nah, sebagai referensi, NusaPedia punya rekomendasi 5 hotel strategis di Makassar, cuma jalan kaki ke Pantai Losari mulai Rp200 ribuan. Penasaran? Cek di bawah ini, yuk!
1.AEROTEL SMILE MAKASSAR
Aerotel Makassar merupakan pilihan akomodasi ketika Anda mengunjungi Makassar. Baik untuk liburan atau perjalanan bisnis. Menyediakan 146 kamar yang nyaman dengan fasilitas modern, lounge, Ruang rapat (kapasitas 400 orang), Pusat Kesehatan, Sauna dan Spa. Hotel ini juga memiliki restoran yang terkenal yang menyajikan masakan Cina, Barat, dan Jepang, salah satu restoran terbaik di Makassar. Seluruh kamar tamu memiliki AC, TV, kulkas dan peralatan mandi. Wi-Fi dapat diakses di area umum hotel. Aerotel Smile Makassar menyediakan berbagai ruang pertemuan untuk mendukung kegiatan kamu. Buat bermalam di sini, kamu cukup merogoh kocek mulai dari Rp239,013* di NusaPedia
2.FAVEHOTEL LOSARI – MAKASSAR
Terletak di jalan Daeng Tompo No. 28, favehotel Losari merupakan hotel bintang dua yang sangat nyaman. Dibalut desain interior modern dan elegan, favehotel Daeng Tompo memiliki beragam fasilitas utama dalam kamar yang menarik. Seperti pendingin udara, TV, peralatan mandi serta jaringan internet nirkabel gratis. Semua bisa kamu nikmati dengan bujet mulai dari Rp277,200* di NusaPedia
favehotel Losari adalah hotel budget bergaya di daerah paling populer di Makassar. Kurang dari 5 menit berjalan kaki ke Pantai Losari, TransMall & Trans Studio, Fort Rotterdam dan pusat kuliner & kesenian. Buatlah pilihan yang pintar dan pesan kamar anda dengan nilai yang terjangkau. Tempat untuk memulai liburan anda di Makassar, kami menyediakan kolam renang dan Lime Café. Berjalan di sepanjang Pantai Losari untuk melihat pemandangan matahari terbenam, menikmati kuliner khas Makassar atau berjalan menikmati keindahan pantai. Untuk keperluan business, favehotel Losari memiliki tiga ruang pertemuan yang dapat diatur untuk menampung 300, 150 dan 40 orang di masing-masing ruang. Untuk pertemuan skala kecil, kami dapat membagi ruang sesuai dengan kebutuhan anda. Kami akan membantu anda untuk mempersiapkan rapat bisnis, perayaan ulang tahun atau pertemuan keluarga anda.
3.IBIS MAKASSAR CITY CENTER
Berjarak 5 menit berjalan kaki dari Pantai Losari dan 9 menit berkendara dari Trans Studio Makassar, Ibis Makassar City Center menawarkan hunian modern dengan kamar-kamar yang nyaman. Setiap kamarnya dilengkapi AC, TV kabel layar datar, ketel listrik dan area duduk yang cukup luas. Kamar mandi dalam dengan fasilitas shower, pengering rambut dan perlengkapan mandi gratis, juga disediakan untuk menambah kenyamanan Anda saat menginap. Tidak ketinggalan akses internet gratis di seluruh areanya. Hotel Ibis Makassar City Center turut melengkapi fasilitasnya dengan teras dan taman. Kamu bisa bermalam di sini dengan bujet mulai dari Rp315,000* di NusaPedia
4.LOSARI BEACH HOTEL
Berlokasi di Pantai Losari yang menjadi kebanggaan Makassar, Losari Beach Hotel adalah akomodasi yang ideal untuk perjalanan wisata maupun bisnis kamu. Kamar-kamar ber-AC Losari Beach Hotel juga ditunjang fasilitas TV dengan saluran internasional, area duduk dengan sofa, minibar serta kamar mandi pribadi dengan perlengkapannya. Panorama indah Pantai Losari bisa dinikmati dari kamarmu. Layanan pijat dan akses internet di lobi bisa kamu nikmati selama menginap. Kedai kopi dan layanan kamar beroperasi selama 24 jam untuk menunjang aktivitas. Kamu bisa bermalam di sini dengan bujet mulai dari Rp421,451* di NusaPedia
5.HOTEL ARYADUTA MAKASAR
Hotel Aryaduta Makassar berlokasi di tepi Pantai Losari yang semarak dan menawarkan kolam renang outdoor serta pusat kebugaran. Kamu juga dapat memanjakan diri dengan ragam perawatan spa usai lelah beraktivitas. Seluruh kamar di Hotel Aryaduta Makassar dilengkapi akses internet berkecepatan tinggi, fasilitas pembuat teh/kopi dan kamar mandi en suite dengan bathtub atau shower. Perlengkapan mandi juga tersedia gratis. Semua bisa kamu nikmati dengan bujet mulai dari Rp681,404* di NusaPedia
Burung Tokhtor Sumatera : Terancam Punah Menanti Di Jalur Konservasi
Burung Tokhtor Sumatera atau dalam bahasa latinnya (Carpococcyx viridis) yang terancam punah ditangkap kamera untuk pertama kalinya di kawasan Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) Sumatra Utara melalui jaringan 120 kamera perangkap di kawasan
taman nasional. Diketahui hanya dari delapan spesimen, spesies ini
pernah dianggap punah dan baru ditemukan kembali pada tahun 1997. Dengan
perkiraan populasi hanya 50-249 individu dewasa, penampakan ini
menggarisbawahi pentingnya keanekaragaman hayati dan konservasi di kawasanTaman Nasional Batang Gadis (TNBG).
Burung Tokhtor Sumatera merupakan burung penghuni permukaan tanah dengan
ukuran tubuh yang besar mencapai 60 cm. Kaki dan paruh berwarna hijau.
Mahkota hitam, sedangkan mantel, bagian atas, leher samping, penutup
sayap dan penutup sayap tengah berwarna hijau pudar. Bagian bawah tubuh
berwarna coklat dengan palang coklat kehijauan luas.
Burung Tokhtor Sumatera (carpoccocyx viridis) ( Sumber Gambar : fabosoul.com )
Hingga kini burung endemik Sumatera ini
termasuk dalam 18 burung paling langka di Indonesia. Burung Tokhtor Sumatera didaftar sebagai satwa “Critically Endangered” (Kritis) yakni
status konservasi dengan keterancaman paling tinggi. Diduga populasinya
tidak mencapai 300 ekor.
Burung Tokhtor Sumatera dalam bahasa
Inggris dikenal sebagai Sumatran Ground-cuckoo, Sumatran Ground Cuckoo
dan mempunyai nama latin Carpococcyx viridis. Burung ini merupakan satu
dari tiga spesies Tokhtor yang ada di dunia selain Tokhtor Kalimantan
(Carpococcyx radiceus) yang endemik Kalimantan dan Coral-billed
Ground-cuckoo (Carpococcyx renauldi) yang terdapat di Thailand dan
Vietnam. Dulunya, Tokhtor Sumatera dan Tokhtor Kalimantan dianggap satu
spesies yang dinamai Tokhtor Sunda.
Mengenal Burung Tokhtor Sumatera : Sang Pengelana Sepi Hutan Taman Nasional Batang Gadis
Burung Tokhtor Sumatera (carpoccocyx viridis)
Burung Tokhtor Sumatera dalam bahasa
Inggris dikenal sebagai Sumatran Ground-cuckoo, Sumatran Ground Cuckoo
dan mempunyai nama latin Carpococcyx viridis. Burung ini merupakan satu
dari tiga spesies Tokhtor yang ada di dunia selain Tokhtor Kalimantan
(Carpococcyx radiceus) yang endemik Kalimantan dan Coral-billed
Ground-cuckoo (Carpococcyx renauldi) yang terdapat di Thailand dan
Vietnam. Dulunya, Tokhtor Sumatera dan Tokhtor Kalimantan dianggap satu
spesies yang dinamai Tokhtor Sunda.
Burung Tokhtor Sumatera merupakan burung
penghuni permukaan tanah dengan ukuran tubuh yang besar mencapai 60 cm.
Kaki dan paruh berwarna hijau. Mahkota hitam, sedangkan mantel, bagian
atas, leher samping, penutup sayap dan penutup sayap tengah berwarna
hijau pudar. Bagian bawah tubuh berwarna coklat dengan palang coklat
kehijauan luas. Sayap dan ekor hitam kehijauan mengilap. Tenggorokan
bawah dan dada bawah hijau pudar, bagian bawah sisanya bungalan kayu
manis, sisi tubuh kemerahan. Kulit sekitar mata berwarna hijau, lila dan
biru.
Burung Tokhtor Sumatera hidup di
permukaan tanah dan memakan vertebrata kecil dan invertebrata besar.
Burung endemik Sumatera yang sangat langka dan terancam punah ini
termasuk binatang pemalu.
Burung Tokhtor Sumatera atau Sumatran
Ground Cuckoo (Carpococcyx viridis) merupakan binatang yang langka.
Burung endemik Sumatera ini termasuk dalam 18 burung paling langka di
Indonesia. Sejak terdiskripsikan pada 1916, burung ini tidak pernah
terlihat sekalipun hingga pada November 1997 di Taman Nasional Bukit
Barisan, seekor Tokhtor Sumatera berhasil difoto untuk pertama kalinya.
Burung Tokhtor Sumatera Tertangkap Kamera Pengamatan (Sumber Gambar : ksdae.menlhk.go.id )
Burung ini terdokumentasi kedua kalinya
lewat kamera trap di Taman Nasional Kerinci Seblat pada Tahun 2006. Baru
pada Januari 2007, tim survei satwa liar dari Wildlife Coservation
Society-Indonesia Program (WCS-IP) berhasil menangkap spesies burung
Tokhtor Sumatera hidup. Inipun setelah burung tersebut terperangkap
jeratan untuk menjebak Ayam Hutan.
Populasi burung Tokhtor Sumatera
(Carpococcyx viridis) diperkirakan hanya antara 50-250 ekor saja. Dengan
habitat (daerah persebaran) seluas 26.000 km persegi di Pegunungan
Barisan, Sumatera. Burung endemik yang langka ini mendiami hutan
pegunungan rendah dengan ketinggian antara 800-1000 meter dpl.
Pernah Dianggap Punah, Burung Ini ditangkap kamera untuk pertama kalinya di kawasan Taman Nasional Batang Gadis
Penampakan Burung Tokhtor Sumatera Tertangkap Kamera Trap ( Sumber Gambar : mongabay.co.id )
Burung tokhtor sumatra (Carpococcyx viridis) yang terancam punah ditangkap kamera untuk pertama kalinya di kawasan Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) Sumatra Utara melalui jaringan 120 kamera perangkap di kawasan
taman nasional. Diketahui hanya dari delapan spesimen, spesies ini
pernah dianggap punah dan baru ditemukan kembali pada tahun 1997. Dengan
perkiraan populasi hanya 50-249 individu dewasa, penampakan ini
menggarisbawahi pentingnya keanekaragaman hayati dan konservasi dikawasan Taman Nasional Batang Gadis (TNBG).
Penelitian dilakukan oleh Balai TNBG, yang merupakan bagian dari jaringan Tropical Ecology Assessment and Monitoring
(TEAM) telah mengidentifikasi dan mencatat setidaknya 37 spesies yang
tinggal di kawasan tersebut dan menangkap 6 spesies yang terancam punah
di kamera: trenggiling sunda, macan tutul sumatra, harimau sumatra,
burung tokhtor sumatra, tapir dan anjing liar asiatic. Spesies endemik
kuau kerdil sumatra dan sempidan sumatra juga terekam.
Sumber Video : Forest Cam - Ragam Satwa di Hutan Tapanuli Sumatera Utara Indonesia (INDOFLASHLIGHT)
Habis gelap terbitlah terang, mungkin
peribahasa ini layak untuk diungkapkan, sejak diresmikan pada tahun 2004
dan dibentuk tahun 2007, Tokhtor Sumatera muncul di kawasan Taman
Nasional Batang Gadis dan terjebak kamera trap untuk harimau sumatera
yang dipasang petugas Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) pada tahun 2016.
Paul van Nimwegen, dari Conservation International Indonesia bekerjasama
dengan Balai Taman Nasional Batang Gadis mengidentifikasi burung yang
terjebak pada kamera trap tersebut.
Dari hasil identifikasi, disimpulkan
bahwa burung yang terjebak di dalam kamera trap adalah burung Tokhtor
Sumatera yang selama ini dianggap punah. Muncul dan terjebaknya burung
Tokhtor Sumatera dikawasan Taman Nasional Batang Gadis menjadi satu
titik terang di dunia burung. karena sebelumnya, dunia burung mengalami
kegelapan dikarenakan keberadaan burung jenis Tokhtor Sumatera yang
dianggap telah punah. Dan hal ini, burung Tokhtor yang selama ini
dianggap punah terbantahkan dengan hasil temuan dari kamera trap.
Belum banyak yang diketahui tentang
burung Tokhtor Sumatera. Namun, ini merupakan awal yang baik untuk
menindaklanjuti akan keberadaan Burung Tokhtor Sumatera ini dengan
melakukan penelitian di kawasan Taman Nasional Batang Gadis. Kedepannya,
burung Tokhtor Sumatera menjadi koleksi kekayaan keanekaraman satwa
yang harus dilestarikan di Taman Nasional Batang Gadis.
Mengenal Wilayah Hidup Burung Tokhtor Sumatera
Taman Nasional Batang Gadis
Kawasan Taman
Nasional Batang Gadis (TNBG), yang diresmikan pada tahun 2004, terletak di jajaran
pegunungan Bukit Barisan sebelah utara, sebagai bentang perwakilan tipe
ekosistem Sumatra. Dikenal sebagai habitat tapir terpadat di Asia
Tenggara dan salah satu rumah harimau sumatera yang langka. TNBG
memiliki luas lebih dari 70.000 hektar dan terletak pada kisaran
ketinggian 300 sampai 2.145 mdpl dengan titik tertingginya di puncak
gunung Sorik Merapi. Secara administratif merupakan taman nasional ke 42
dari 52 taman nasional di Indonesia.
Kawasan ini berlokasi di Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatra
Utara di wilayah 10 kecamatan dan 32 desa, dinamai menurut sungai utama
yang mengalir melalui Madina – Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Gadis.
DAS ini merupakan sumber irigasi untuk sekitar 40.000 hektar sawah dan
menyediakan air bersih bagi lebih dari 400.000 penduduk (sumber: BPS, Madina dalam Angka, 2016).
Kawasan ini dikelilingi hutan lindung, hutan produksi terbatas, dan
hutan produksi tetap, sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Kehutanan
Nomor 3973/Menhut-VII/ KUH/2014.
Melalui program Kemitraan Bentang Alam Berkelanjutan (dikenal dengan SLP – Sustainable Landscapes Partnership),
CI Indonesia telah mendukung pengelolaan kawasan TNBG dalam menjaga,
melestarikan, dan melindungi kawasan penting ini, melalui
penandatanganan Memorandum Saling Pengertian pada tanggal 8 Oktober
2014. Pekerjaan kamera perangkap adalah bagian dari dari peningkatan
pengelolaan yang efektif dari kawasan ini.
Burung Tokhtor Sumatera Menanti Untuk Di konservasi
Burung Tokhtor Sumatera : Terancam Punah Menanti Di Jalur Konservasi
Burung tokhtor Sumatra adalah adalah salah satu dari tiga spesies cuckoo
di dunia, bersama dengan burung tokhtor kalimantan (Carpococcyx
radiceus) dan coral-billed ground cuckoo (Carpococcyx renauldi) yang
ditemukan di Thailand dan Vietnam. IUCN Red List mengelompokkan spesies
tersebut secara kritis terancam punah, dengan kecenderungan populasi
menurun. Burung tokhtor sumatra merupakan endemik di Sumatera, dan
sebagian besar tinggal di sepanjang Pegunungan Bukit Barisan.
Melalui program Kemitraan Bentang Alam Berkelanjutan (dikenal dengan SLP - Sustainable Landscapes Partnership),
CI Indonesia telah mendukung pengelolaan kawasan TNBG dalam menjaga,
melestarikan, dan melindungi kawasan penting ini, melalui
penandatanganan Memorandum Saling Pengertian pada tanggal 8 Oktober
2014. Pekerjaan kamera perangkap adalah bagian dari dari peningkatan
pengelolaan yang efektif dari kawasan ini.
Melalui program Kemitraan Bentang Alam Berkelanjutan (dikenal dengan SLP - Sustainable Landscapes Partnership),
CI Indonesia telah mendukung pengelolaan kawasan TNBG dalam menjaga,
melestarikan, dan melindungi kawasan penting ini, melalui
penandatanganan Memorandum Saling Pengertian pada tanggal 8 Oktober
2014. Pekerjaan kamera perangkap adalah bagian dari dari peningkatan
pengelolaan yang efektif dari kawasan ini.
Simon Badcock, SeniorTechnical Terrestrial Adviser,
CI Indonesia, menjelaskan, "kamera perangkap merupakan komponen penting
dari pekerjaan kami di Batang Gadis. Misalnya, sebelum penampakan
burung tokhtor sumatra ini, tidak ada indikasi bahwa spesies yang
terancam punah ini ada di dalam kawasan taman nasional. Melalui kerja
sama dengan jaringan TEAM, ditambah dengan jaringan kamera perangkap
mereka yang luas, kami dapat menentukan strategi yang efektif untuk
mengelola kawasan taman nasional dan merekomendasikan tindakan
perlindungan yang tepat. "
Orangutan Tapanuli : Mengenal dan Menyelamatkan Mereka Dari Ambang Kepunahan
Orangutan Tapanuli atau dalam bahasa latinya Pongo tapanuliensisThe newest Orangutan spesies found.
“Orangutan Tapanuli” ditemukan sejak sekitar akhir 1990-an oleh para
ilmuwan. Kelompok kera besar di selatan Danau Toba ini memiliki
karateristik dan cirikhas berbeda, dan hanya berada di daerah Batang
Toru, Tapanuli, Sumatera Utara.
Sejak saat informasi mengenai “Orangutan Tapanuli” ini didengar, maka pola kehidupan orangutan di Batang Toru
tersebut selalu dipantau dan diteliti oleh beberapa ilmuwan, baik dari
dalam dan juga ilmuwan dari luar negeri.
Penelitian terbaru telah menemukan bahwa
mereka secara genetik, morfologis dan ekologis berbeda dari orangutan di
Ekosistem Leuser yang berada di utara Sumatera dan Aceh.
Menariknya, Orangutan Tapanuli yang ada
di Batang Toru di pulau Sumatera justru bukan seperti orangutan Sumatera
di Ekosistem Leuser di utara Sumatera dan Aceh, namun lebih justru
terkait dekat dengan kerabat orangutan Borneo di Kalimantan!
Berawal dari kerjasama antara Universitas Nasional, Institut Pertanian Bogor, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, University of Zurich Switzerland, Yayasan Ekosistim Lestari (Sumatran Otangutan Conservation Programme) dan Yayasan Orangutan Sumatera Lestari (Orangutan Information Center) mengenai konservasi Orangutan Sumatera selama delapan tahun.
Tim peneliti di bidang genetika, berhasil
mengungkapkan adanya keunikan dari populasi orangutan Sumatera yang
berhabitat di Ekosistim Batang Toru (Nater et al. 2011; 2012; 2015).
Sumber Gambar : batangtoru.org
Spesies baru ini hanya ditemukan di
Ekosistim Batang Toru, yang meliputi hutan dataran tinggi yang tersebar
di tiga kabupaten Tapanuli, Sumatera Utara, Indonesia.
Hidup di ketinggian habitat 900-1100 mdpl, orangutan Batang Toru mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang
berbeda yang tidak pernah terlihat sebelumnya dalam diet kera besar ini.Selain itu, penggunaan alat, sejauh ini
hanya ditemukan di populasi padat orangutan di hutan rawa dataran
rendah, namun kali ini juga telah ditemukan terjadi di Batang Toru.
Mengenal Orangutan Tapanuli
Sumber Gambar : batangtoru.org
Keberadaan sekelompok orang utan di daerah ini pertama kali
dilaporkan pada 1939. Namun orang utan Batang Toru belum ditemukan
hingga 1997, dan kemudian dikonfirmasi pada 2003. Para peneliti mulai meneliti lebih lanjut untuk melihat apakah kelompok orang utan yang terisolasi ini benar-benar suatu spesies unik.
Atas dasar bukti genetik, para peneliti telah menyimpulkan bahwa mereka memang
berbeda dari dua spesies orang utan yang sudah diketahui sebelumnya: Pongo abelii (orang utan Sumatra) dari utara lebih jauh di Sumatra, dan Pongo pygmaeus (orang utan Borneo) dari Borneo.
Orangutan Tapanuli atau Orang utan Batang Toru memiliki campuran ciri khas yang aneh.
Pejantan dewasa memiliki bantalan pipi yang menyerupai orang utan
Borneo, tapi perawakan mereka yang langsing lebih mirip dengan orang
utan Sumatra.Warna rambut mereka lebih cokelat muda dibandingkan spesies Borneo,
dan populasi Batang Toru juga membuat teriakan yang lebih panjang
dibandingkan orang utan lainnya.
Memastikan
Untuk memastikan sepenuhnya, peneliti membutuhkan perbandingan yang lebih
akurat mengenai dimensi tubuh mereka, atau “morfologi”. Baru pada 2013
kerangka pejantan dewasa tersedia, tapi sejak itu salah satu dari peneliti telah menghimpun sekitar 500 tengkorak dari dua spesies lainnya,
dikumpulkan dari 21 institusi, demi mendapatkan perbandingan yang
akurat.
Sumber Gambar : conservation.org
Analisis harus dilakukan pada tahap perkembangan yang sama pada
tengkorak orang utan dewasa, karena mereka terus tumbuh bahkan setelah
dewasa. Para peneliti menemukan 33 tengkorak pejantan liar yang cocok untuk
perbandingan. Dari 39 karakteristik penilaian berbeda untuk tengkorak
Batang Toru, 24 Diantaranya berada di luar rentang tipikal orang utan
Sumatra Utara dan Borneo.
Secara keseluruhan, pejantan Batang Toru memiliki tengkorak lebih kecil,
tapi taring yang lebih besar. Dengan menggabungkan sumber bukti
genetik, vokal, dan morfologi, kami dengan percaya diri menyimpulkan
bahwa populasi orang utan Batang Toru adalah spesies yang baru
ditemukan—dan yang masa depannya sudah berada dalam ancaman.
Sebenarnya sudah diketahui sejak lama bahwa di hutan sebelah selatan
danau Toba hidup Orang utan. Orang menganggapnya sebagai bagian dari
jenis Orang utan Sumatra. Namun pemeriksaan genom, morfologi dan tingkah
laku menunjukkan bahwa Orang utan Tapanuli lebih dekat hubungan
spesiesnya dengan Orang utan Borneo daripada Orang utan Sumatra, yang
hidup hanya beberapa ratus kilometer jaraknya.
Di jurnal Current Biology
para ilmuwan atas hasil analisanya berpendapat bahwa Orang utan
Tapanuli jauh lebih dekat hubungan keturunannya dengan Orang utan Borneo
(Pongo pygmeus) daripada Orang utan Sumatra (Pongo abelii). Keturunan
Orang utan Borneo dan Orang utan Sumatra berpisah saat 3,4 juta tahun
yang lalu. Baru saat 670.000 tahun yang lalu Orang utan Tapanuli
memisahkan diri dari Orang utan Borneo. Pada saat itu pulau Sumatra dan
Kalimantan bersatu dan karena rendahnya permukaan laut tidak terpisah.
Menyelamatkan Orang Utan Tapanuli Dari Ambang Kepunahan
Sumber Gambar : kbr.id
Sebagian
besar Orang Utan Tapanuli hidup di ketinggian di atas 850 mdpl (meter
di atas permukaan laut). Menurut Koordinator Riset Camp Mayang Yayasan
Ekosistem Lestari/Sumatran Orang Utan Conservation Programme
(YEL/SOCP), Sheila Kharismadewi Silitonga, orang utan ini sangat jarang
turun ke tanah. Biasanya mereka berlompatan dari satu batang pohon ke
batang lainnya di ketinggian 10-30 meter.
Sayangnya kini jumlah Orang Utan Tapanuli hanya sekitar 800 ekor dan hanya ada (endemik) di hutan Batang Toru. Menurut International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN), orang utan ini adalah jenis kera besar yang paling terancam punah di dunia, bahkan melebihi Gorilla Gunung di Afrika.
Sumber Gambar : KemenLHK
Penemuan orang utan ketiga pada abad ke-21 memberikan kita sebuah
pemahaman bahwa kera besar memiliki keberagaman lebih banyak daripada
yang kita ketahui, membuatnya lebih penting lagi untuk melestarikan
berbagai kelompok ini.
Tanpa dukungan kuat dan partisipasi dari komunitas di sekitar
habitatnya, masa depan orang utan Tapanuli akan menjadi tidak pasti.
Pemerintah, peneliti, dan institusi konservasi harus membuat usaha
kolaboratif yang kuat untuk memastikan bahwa orang utan ketiga ini bisa
bertahan lama setelah ditemukan.
Fakta-fakta singkat tentang Pongo tapanuliensis dan tempat tinggalnya:
Orangutan Tapanuli Sumber Gambar : Kemenlhk
Tersisa kurang dari 800 individu;
Masih ditemukan hanya di Ekosistem Batang Toru di ketiga kabupaten Tapanuli;
Ekosistem
Batang Toru seluas 150.000 hektar, namun wilayah yang didiami oleh
orang Orangutan Tapanuli kurang dari 110.000 hektar (1.100 km2);
Sekitar 85% dari wilayah bersebaran status Hutan Lindung; 15% hutan primer masih status Areal Penggunaan Lain;
Sebagian besar sisa habitatnya berada di atas 850 m.
Populasi
Orangutan Tapanuli terpecah ke dalam dua kawasan utama (blok barat dan
timur) oleh lembah patahan Sumatera, dan juga ada populasi kecil di
Cagar Alam Sibual-buali di sebelah tengara blok barat;
Penyambungan
kembali ketiga populasi Orangutan Tapanuli akan sangat penting untuk
pelestarian dan untuk menghindari kawin silang (inbreeding);
Orangutan
Tapanuli sangat lambat berkembangbiak dan betina punya anak pertama di
umur 15 tahun, dengan jarak antar melahirkan anak sekitar 8 atau 9
tahun. Mereka hidup sampai umur 50-60 tahun;
Dite
Mengapa Orangutan Tapanuli dipisahkan dari jenis orangutan yang lain?
Perbedaan genetika adalah alasan pertama untuk menjadikan Orangutan
Tapanuli sebagai spesies tersendiri. Ternyata pemisahan genetika dari
Orangutan Sumatera terjadi sekitar 3,38 juta tahun silam, sedangkan
pemisahan dari Orangutan Kalimantan terjadi sekitar 670.000 tahun yang
lalu.
Adapun perbedaan fisik antara Orangutan Tapanuli dan kedua jenis yang lain:
Tengkorak dan tulang rahang Orangutan Tapanuli lebih halus daripada Orangutan Sumatera dan Orangutan Kalimantan;
Bulunya lebih tebal dan keriting;
Orangutan
Tapanuli jantan memiliki kumis dan jenggot yang menonjol dengan
bantalan pipi berbentuk datar yang dipenuhi oleh rambut halus berwarna
pirang;
Mereka berbeda dengan fosil orangutan (berasal dari jaman Pleistosen akhir) berdasarkan ukuran gigi geraham;
Panggilan jarak jauh (long call) jantan dewasa Orangutan Tapanuli berbeda dengan panggilan dari kedua jenis orangutan lain;
Orangutan Tapanuli memakan jenis tumbuhan yang belum pernah tercatat sebagai jenis pakan, termasuk biji Aturmangan (Casuarinaceae), buah Sampinur Tali/Bunga (Podocarpaceae) dan Agatis (Araucariaceae).
tapkan sebagai jenis baru berdasarkan penelitian genetika, morfologi dan perilaku yang unik;
Jenis kera besar yang terlangka dan terancam di dunia [lebih langka dibanding gorilla gunung di Afrika];
Orangutan Tapanuli akan dimasukkan ke dalam daftar spesies “sangat terancam
punah” (Critically Endangered) berdasarkan daftar merah IUCN.
Paket Wisata Bukit Lawang - NusaPedia - Paket Wisata Bukit Lawang merupakan tempat wisata alam di kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat,
Provinsi Sumatera Utara. Tempat yang terkenal dengan arus sungainya yang
deras dan jernih dan tempat pengamatan Orang utan Sumatera semi-liar di
kawasan hutan lindung Taman Nasional Gunung Leuser.
Bukit Lawang merupakan bagian kecil dari Taman Nasional Gunung Leuser yang diliputi oleh hutan lebat khas hujan
tropis adalah kawasan pelestarian alam Indonesia yang merupakan bagian
dari Pegunungan Bukit Barisan yang membentang sepanjang pulau Sumatera.
Orangutan Sumatra (Pongo abelii) adalah salah satu dari dua spesies
orangutan di Indonesia dan hanya dapat ditemukan di pulau Sumatera yaitu di kawasan Bukit Lawang,Bukan lagi menjadi sebagai pusat rehabilitasi Orang Utan, hutan di Bukit Lawang juga menjadi tempat konservasi dan pelestarian beberapa jenis flora dan fauna yang dilindungi. Di hutan Bukit Lawang teradapat beberapa hewan yang dilindungi seperti gajah, badak dan harimau. Serta flora yang sangat terkenal ada di hutan ini yakni bunga bangkai (Rafflesia Arnoldi) berdiameter lebih kurang tiga meter.
Bukit Lawang Bagian Kecil Dari Warisan Dunia Bernama Taman Nasional Gunung Leuser
Taman Nasional Gunung Leuser
Nama Taman Nasional Gunung Leuser diambil dari gunung berapi yang
berdiri gagah di tengah wilayah taman nasional, yaitu Gunung Leuser yang
berketinggian 3119 meter menjulang tinggi di sisi tenggara Aceh.
Terbentang seluas 1 juta hektar lebih di Propinsi Aceh dan Sumatra
Utara, membuat Taman Nasional Gunung Leuser memiliki beraneka macam
vegetasi, meliputi hutan hujan pegunungan, hutan rawa, hutan lumut
sampai hutan bakau di area pantai.
Faktor ini juga membuat Taman Nasional Gunung Leuser kaya akan
berbagai jenis flora dan fauna, bahkan menjadi tempat berlindung
sebagian termasuk satwa yang telah dinyatakan punah. Ada orangutan,
badak, gajah, beruang madu, harimau, ajag, siamang dan rusa sambar.
Termasuk beberapa jenis ular berbisa, buaya dan ikan jurung, spesies
satwa air endemik yang panjangnya bisa mencapai 1 meter dan hidup di
Sungai Alas yang mengalir membelah Taman Nasional Gunung Leuser.
Aneka satwa dan jenis tumbuhan yang hidup di satu tempat bukanlah sebuah
fenomena alam yang bisa ditemui di sembarang tempat. Inilah yang
menginspirasi UNESCO untuk menobatkan Taman Nasional Gunung Leuser
sebagai salah satu Situs Warisan Dunia di Asia tahun 2004.
Sejarah Pembentukan Taman Nasional Gunung Leuser
Peta Administrasi Taman Nasional Gunung Leuser ( Sumber Gambar : https://musbir.blogspot.com )
Penetapan kawasan konservasi merupakan implementasi strategi konservasi
ekosistem dan strategi konservasi in-situ yang diarahkan sebagai fungsi
pokok perlindungan/suaka dan pelestarian alam. Amanat tentang kawasan
konservasi baik Kawasan Suaka Alam (KSA) dan Kawasan Pelestarian Alam
(KPA) dijelaskan dalam UU No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya
Alam Hayati dan Ekosistemnya, UU No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan,
dan Peraturan Pemerintah No. 68 Tahun 1998 tentang KSA dan KPA. Salah
satu contoh bentuk kawasan konservasi adalah taman nasional.
Secara yuridis formal keberadaan TNGL
untuk pertama kali dituangkan dalam Pengumuman Menteri Pertanian No.
811/Kpts/Um/II/1980 tanggal 6 Maret 1980 tentang peresmian 5 (lima) TN
di Indonesia, yaitu; TN. Gunung Leuser, TN. Ujung Kulon, TN. Gede
Pangrango, TN. Baluran, dan TN. Komodo. Berdasarkan Pengumuman Menteri
Pertanian tersebut, ditunjuk luas TN. Gunung Leuser adalah 792.675 ha.
Pengumuman Menteri Pertanian tersebut ditindaklanjuti dengan Surat
Direktorat Jenderal Kehutanan No. 719/Dj/VII/1/80 tanggal 7 Maret 1980
yang ditujukan kepada Sub Balai KPA Gunung Leuser dengan isi penting
yaitu pemberian status kewenangan pengelolaan TNGL kepada Sub Balai KPA
Gunung Leuser. Sebagai dasar legalitas dalam rangkaian proses
pengukuhan kawasan hutan telah dikeluarkan Keputusan Menteri Kehutanan
No. 276/Kpts-II/1997 tentang Penunjukan TNGL seluas 1.094.692 hektar
yang terletak di Provinsi Daerah Istimewa Aceh (sekarang Provinsi Aceh)
dan Provinsi Sumatera Utara.
Maps Taman Nasional Gunung Leuser ( Sumber Gambar : akbarasia )
Merujuk pada Undang-Undang No. 25 Tahun
2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Peraturan
Pemerintah No. 44 Tahun 2004 dan Peraturan Menteri Kehutanan No. 41
Tahun 2008 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pengelolaan Kawasan Suaka
Alam dan Kawasan Pelestarian Alam, maka pengelolaan TNGL harus
didasarkan atas perencanaan jangka panjang, jangka menengah, dan jangka
pendek dengan mengakomodasikan aspirasi Publik serta pelibatkan para
pihak dan pakar untuk menjaring pendapat berbagai sektor dan disiplin
ilmu untuk pengkayaan materi. Pengelolaan TNGL didesain untuk mampu
memberikan manfaat ekologi, ekonomi, sosial, dan budaya secara optimal
dan menjamin legitimasi keberadaannya secara jangka panjang dengan
semangat perubahan demokratis, transparan dan bertanggung-gugat
(accountable), serta tata kelola pemerintahan yang baik (good
governance).
Mengapa Kamu Harus Menjelajahi Bukit Lawang..??
Orang Utan Sumatera ( Sumber Gambar : langkatpedia.com )
Pada saat ini Bukit Lawang bukan sebagai pusat rehabilitasi Orang Utan, kini Bukit Lawangmenjadi Pos Pengamatan Orang Utan Sumatera.hutan di Bukit Lawang
juga menjadi tempat konservasi dan pelestarian beberapa jenis flora dan
fauna yang dilindungi. Di hutan Bukit Lawang teradapat beberapa hewan
yang dilindungi seperti gajah, badak dan harimau. Serta flora yang
sangat terkenal ada di hutan ini yakni bunga bangkai (Rafflesia Arnoldi)
berdiameter lebih kurang tiga meter.
Orangutan, sang pemelihara hutan, adalah satwa asli Indonesia. Orangutan Sumatera (Pongo abelii)
adalah jenis orangutan yang paling terancam di antara dua spesies
orangutan yang ada di Indonesia. Dibandingkan dengan 'saudaranya' di
Borneo, Orangutan Sumatera mempunyai perbedaan dalam hal fisik maupun
perilaku. Spesies yang saat ini hanya bisa ditemukan di
provinsi-provinsi bagian utara dan tengah Sumatera ini kehilangan
habitat alaminya dengan cepat karena pembukaan hutan untuk perkebunan
dan pemukiman serta pembalakan liar.
Terdapat 13 kantong populasi orangutan di Pulau Sumatera. Dari jumlah
tersebut, kemungkinan hanya tiga kantong populasi yang memiliki sekitar
500 individu dan tujuh kantong populasi terdiri dari 250 lebih individu.
Enam dari tujuh populasi tersebut diperkirakan akan kehilangan 10-15%
habitat mereka akibat penebangan hutan sehingga populasi ini akan
berkurang dengan cepat. Menurut IUCN, selama 75 tahun terakhir, populasi
Orangutan Sumatera telah mengalami penurunan sebanyak 80%. Dalam IUCN
Red List, Orangutan Sumatera dikategorikan Kritis (Critically Endangered).
Orang Utan Sumatera ( Sumber Gambar : discoveryourindonesia.com )
Orangutan Sumatera mempunyai kantung pipi yang panjang pada orangutan
jantan. Panjang tubuhnya sekitar 1,25 meter sampai 1,5 meter. Berat
orangutan dewasa betina sekitar 30-50 kilogram, sedangkan yang jantan
sekitar 50-90 kilogram. Bulu-bulunya berwarna coklat kemerahan.
Saat ini hampir semua orangutan sumatera hanya ditemukan di Provinsi
Sumatera Utara dan Provinsi Aceh, dengan Danau Toba sebagai batas paling
selatan sebarannya. Populasi orangutan terbesar di Sumatera dijumpai di
Leuser Barat (2.508 individu) dan Leuser Timur (1.052 individu), serta
Rawa Singkil (1.500 individu). Populasi lain yang diperkirakan potensial
untuk bertahan dalam jangka panjang terdapat di Batang Toru.
Diperkirakan jumlah total populasi orangutan sumatera kini tinggal 6000
ekor.
Menurunnya populasi orangutan di alam akibat rusaknya hutan dataran
rendah yang menjadi habitat utama orangutan dan perburuan liar untuk
diperdagangkan. Morfologi orangutan yang mirip sekali dengan manusia dan
terlihat lucu ketika masih kecil, membuat orangutan menjadi salah satu
favorit primata yang diperdagangkan secara ilegal.
Orangutan adalah satwa dilindungi yang tidak boleh diperdagangkan dan dipelihara sebagai satwa peliharaan (pet animal).
Menurut UU nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam
hayati dan Ekosistemnya, pelaku perdagangan orangutan bisa dikenakan
sanksi hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp 100 juta. Namun meskipun
sudah dilindungi, perdagangan orangutan masih terjadi. Rendahnya
kesadaran masyarakat dan lemahnya penegakan hukum menjadi pemicu masih
maraknya perdagangan orangutan.
Paket Wisata Bukit Lawang akan menyuguhkan perjalanan untuk menapaki keindahan hutan lebat sumatera utara.Bukit Lawang Merupakan pintu masuk untuk menjelajahi keindahan taman nasional gunung leuser.Sebelum Sahabat NusaPedia Di Ajak Untuk menapaki Keindahan Bukit Lawang Ada Baiknya Sahabat NusaPedia Kami Ajak Mengenai Potensi Wisata Bukit Lawang.
Hampir seluruh kawasan Paket Wisata Bukit Lawang
ditutupi oleh lebatnya hutan Dipterocarpaceae dengan beberapa
sungai dan air terjun. Terdapat tumbuhan langka dan khas yaitu
daun payung raksasa (Johannesteijsmannia altifrons), bunga raflesia (Rafflesia atjehensis dan R. micropylora) serta Rhizanthes zippelnii yang
merupakan bunga terbesar dengan diameter 1,5 meter. Selain
itu, terdapat tumbuhan yang unik yaitu ara atau tumbuhan
pencekik.
Pada Saat Mengikuti Paket Wisata Bukit Lawang Anda Dapat Melihat Dan Berinteraksi Bersama Satwa langka dan dilindungi yang terdapat di Paket Wisata Bukit Lawang antara lain mawas/orangutan (Pongo abelii), siamang (Hylobates syndactylus syndactylus), gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis sumatrensis), harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), kambing hutan (Capricornis sumatraensis), rangkong (Buceros bicornis), rusa sambar (Cervus unicolor), dan kucing hutan (Prionailurus bengalensis sumatrana).
Paket Wisata Bukit Lawang Yang Merupakan Termasuk Kedalam Taman Nasional Gunung Leuser merupakan
salah satu yang ditetapkan oleh UNESCO sebagai Cagar Biosfir.
Berdasarkan kerjasama Indonesia-Malaysia, juga ditetapkan
sebagai “Sister Park” dengan Taman Negara National Park di
Malaysia.
Sumber Gambar : Paul Hilton
Paket Wisata Bukit Lawang Dan Taman Nasional Gunung Leuser Menyandang Gelar Taman Nasional Tertua di Indonesia.Bentuk
ekosistemnya yang unik yang terdiri dari tipe ekosistem hutan pantai
dan hutan hujan tropika daratan rendah sampai pegunungan membuat Taman
Nasional Gunung Leuser sangat cocok sebagai habitat satwa langka dan
endemik di dunia, seperti orangutan sumatera (Pongo abelii), gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus), badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis), harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae), dan beruang madu (Helarctos malayanus).
Satwa-satwa langka tersebut merupakan satwa kunci yang harus
dilindungi untuk menjaga keseimbangan ekosistem hutan di sekitar Taman
Nasional Gunung Leuser. Satwa-satwa tersebut juga berperan aktif dalam
menyebarkan vegetasi yang ada di hutan sepanjang wilayah jelajahnya.
Bukit Lawang dan Taman Nasional Gunung Leuser merupakan salah satu laboratorium alam
terbesar di dunia yang memiliki keanekaragaman hayati yang sangat
tinggi, baik jenis flora maupun faunanya.
Selain sebagai surganya satwa langka dan endemik di dunia, Taman Nasional Gunung Leuser
juga sebagai surga bagi para peneliti lokal dan mancanegara karena
tingkat biodiversitasnya nomor 2 terbesar di dunia setelah hutan Amazon
di Brazil. Para peneliti bisa melakukan riset tentang satwa
langka,flora langka seperti bunga raflesia (Rafflesia atjehensis),
keragaman genetis (plasma nutfah), dan tentang habitat serta
ekosistemnya secara menyeluruh. Selain sebagai laboratorium alam, Taman Nasional Gunung Leuser juga bermanfaat sebagai ekowisata (wisata berbasis ekologis) dan penyangga kehidupan.
Potensi Wisata Bukit Lawang Dan Taman Nasional Gunung Leuser
yang sangat besar harus dikelola dengan baik sehingga kawasan
konservasinya tetap terlindungi dan bisa bermanfaat untuk kelangsungan
hidup umat manusia di dunia karena Gunung Leuser merupakan paru-paru
dunia. Gunung Leuser yang ada di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser
merupakan salah satu penyuplai oksigen terbanyak bagi makhluk hidup
selain organisme autotrof (yang bisa membuat makanan sendiri), baik
hewan, manusia maupun organisme heterotrof (yang tidak bisa membuat
makanan sendiri) lainnya. Oleh karena itu, Taman Nasional Gunung Leuser harus sama-sama kita lindungi untuk kualitas hidup yang lebih baik. Salam lestari.
Paket Wisata Bukit Lawang Hari Pertama
HARI 01: KNO AIRPORT – CITY TOUR MEDAN – BUKIT LAWANG (X/L/D)
Peserta Wisata Bukit Lawang Tiba di Kualanamu International Airport. Setelah clearance di imigrasi Kemudian Sahabat NusaPedia
bertemu dengan pemandu wisata kami.Peserta Tour Wisata Bukit Lawang akan di ajak untuk city tour di Di Kota Medan sahabat NusaPedia akan mengunjungi Istana Maimoon (istana milik Kesultanan Deli, dibangun pada tahun 1888 oleh Raja Sultan Makmun Al Rasyid-).
Anda juga memiliki kesempatan untuk pergi membeli sovenir atau buah
tangan khas lokal seperti Bika Ambon, Lapis Legit, Bolu Gulung atau
menikmati makan durian segar di toko-toko durian tentunya dengan biaya
sahabat NusaPedia
sendiri.Makan Siang Di Restoran Lokal.Usai Makan Siang Perjalanan Di
Lanjutkan Menuju Wisata Bukit Lawang.Waktu Perjalan Normal Dapat Di
Tempuh Kurang Lebih (3 jam).
HARI 02: HOTEL - JUNGLE TRACK PENGAMATAN ORANG UTAN – MEDAN - KUALA NAMU INTERNATIONAL AIRPORT
Orang Utan Sumatera ( Sumber Gambar www.globeslice.com )
Paket Wisata Bukit Lawang Mulai 08:30 Setelah sarapan Pagi, Kemudian Sahabat NusaPedia
akan memulai Perjalan Menjelajahi hutan tropis khas sumatera.Ini akan menjadi pengalaman yang fantastis untuk menonton Orang
Utan berkeliaran bebas.
Pada awalnya Bukit Lawang merupakan pusat rehabilitasi orangutan. Namun
seiring dengan perkembangannya, daerah ini berkembang menjadi Pusat
Pengamatan Orangutan Sumatra atau Viewing Centre.
Saat ini pemberian makan orang utan oleh pengunjung paket wisata bukit lawang sudah tidak di perkenankan lagi, Kuswandono mengatakan (Kepala Bidang Teknis Taman Nasional Gunung Leuser), orangutan di Bukit Lawang bukan asli lokasi
ini, tetapi hasil sitaan dan direhabilitasi serta dilepasliarkan di
sana.
Konsep rehabilitasi saat ini berubah, yakni, rehabilitasi di luar
kawasan konservasi atau taman nasional, setelah “lulus sekolah hutan,”
termasuk bisa mencari pakan sendiri, barulah dilepasliarkan. Jadi,
jelas, kala orangutan lepasliar di Bukit Lawang, tidak boleh ada
pemberian pakan oleh manusia.
Kuswandono mengatakan, tahun-tahun awal pelepasliaran ada anggaran
pemberian pakan bagi orangutan Sumatera translokasi di ekowisata Bukit
Lawang. Alasannya, saat itu status masih semi liar. Sejak awal 2015,
BBTNGL sama sekali tak menganggarkan dan membuat aturan menghentikan
pemberian makanan bagi satwa di TNGL. Orangutan sudah lulus sekolah dan
dinyatakan liar. Mereka dinilai bisa mencari makanan sendiri. Pakan di
Bukit Lawang, cukup banyak.
Untuk itu, katanya, BBNTGL akan memberikan batas waktu pada forum pemandu dan travel agen untuk menyetop pemberian pakan.
Konsep rehabilitasi saat ini berubah, yakni, rehabilitasi di luar
kawasan konservasi atau taman nasional, setelah “lulus sekolah hutan,”
termasuk bisa mencari pakan sendiri, barulah dilepasliarkan. Jadi,
jelas, kala orangutan lepasliar di Bukit Lawang, tidak boleh ada
pemberian pakan oleh manusia.
setelah mengamati orang utan kamu dapat menikmati udara pegunungan yang segar, bermain air sungai yang mengalir
jernih dari Gunung Leuser, serta menikmati petualangan di dalam hutan
untuk mencari keberadaan Orang Utan. Daya tarik dari Bukit Lawang inilah
yang membuat banyak wisatawan mancanegara yang datang ke Sumatera
Utara, untuk melihat langsung keberadaan lebih 35.000 Orang Utan, dan
spesies lain seperti monyet, harimau, babi hutan, burung, yang hidup
liar di dalam hutan yang seluas 2 juta hektar lebih.
Tepat Pukul 14:00 Paket Wisata Bukit Lawang check out hotel di bukit lawang dan peserta tour Paket Wisata Bukit Lawang kembali ke medan dan di antar ke bandara kualanamu international Airport.
Harga Paket Wisata Bukit Lawang
Rp.500.000/Orang
Minimal Keberangkatan 2 Orang
Harga Paket Wisata Bukit Lawang
Termasuk :
Transportasi mobil/bus pariwisata full AC selama tour sesuai jumlah peserta tour (Avanza, Innova, New Xenia, APV, Kia Travello, Isuzu Elf atau Bus).
Donasi 10 % Untuk Kelestarian Orang Utan dan Hutan Taman Nasional Gunung Leuser , Melalui Kantor Taman Nasional Gunung Leuser Resort Bukit Lawang
Pemandu wisata (guide) untuk GIT, dan Driver merangkap pemandu untuk FIT.
Mineral water di dalam mobil/bus
Bahan Bakar Minyak ( BBM )
Harga Tidak Termasuk :
Tiket pesawat PP, airport tax dan porlep
Hotel Di Bukit Lawang
Makan Pagi,Makan Siang,Makan Malam Di Tanggung Oleh Peserta Tour
Optional Tour (tour tambahan di luar paket)
Jungle Track 3 Jam Untuk Pengamatan Orang Utan Rp.300.000/Orang
Tips untuk Guide & Driver
Pengeluaran pribadi lainnya seperti shopping atau pembelian
barang-barang untuk kebutuhan pribadi, mini bar, laundry, room service,
telephone dan lain-lain.
Travel Insurance
Jungle Tracking : Rp.1.200.000/Orang/Hari
Extra Bed Rp.80.000/Pax
Airport tax domestik
Penambahan / Perpanjangan tinggal
Airport Tax International
Tipping porter dan pengeluaran pribadi
Tipping untuk local guide dan supir
PPN 10 %
Ketentuan Paket Paket Wisata Bukit Lawang
Konfirmasi terakhir dan jadwal perjalanan akan dibagikan 2 (dua) hari sebelum keberangkatan
Tempat wisata bisa dirubah tanpa pemberitahuan sebelumnya
Harga dapat berubah sewaktu-waktu dengan atau tanpa pemberitahuan terlebih dahulu
Tidak ada pengembalian uang untuk layanan yang tidak digunakan
Tidak tersedia sarapan pagi untuk anak NO BED
Harga ANAK hanya berlaku untuk peserta yang berusia antara 02-11 tahun
Susunan acara dapat berubah, jika kondisi/keadaan tidak memungkinkan
Check-in / check-out hotel dilakukan sendiri
Harga untuk 1 orang dalam 1 kamar akan dikenakan harga single
Anak dibawah usia 18 tahun tidak bisa melakukan perjalanan sendiri/tanpa ditemani orang dewasa
Tidak ada pengembalian uang untuk PAKET PERJALANAN yang DIBATALKAN atau DIUBAH atas permintaan customer
Paket hanya berlaku untuk Warga Negara Indonesia (WNI)
Catatan Paket Wisata Bukit Lawang
Harga ini tidak berlaku pada masa high season seperti Hari Raya Idul
Fitri, Natal, Tahun Baru, Imlek dan hari libur umum di mana hotel
tidak memberlakukan harga kontrak.
Harga ini bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih
dahulu. Harga aktual adalah harga yang disepakati pada saat konfirmasi.
NusaPedia Tour And Travel
Jln.Denai/Perjuangan No.5a
Sumatera Utara - Medan Denai -Medan- Indonesia
Phone
Office :
Mobile Marketing/WA : 081290006070 For International Call +6281290006070
5 Hotel di Bawah Rp500 Ribu, Cukup Jalan Kaki ke Pantai Kuta, Bali Dari NusaPedia
Liburan ke Bali, jangan lupa mampir ke Pantai Kuta. Nah, biar nggak jalan jauh, cari hotelnya di NusaPedia, ya!
Sebagai salah satu ikon keindahan alam
khas Pulau Dewata, Bali memang jadi destinasi favorit wisatawan, baik
lokal maupun mancanegara. Di sini, kamu nggak cuma bisa bermain air atau sunbathing, tetapi juga memandang momen Golden Sunset yang terkenal itu.
Soal penginapan, nggak perlu khawatir. Lewat NusaPedia, kamu bisa cari hotel dekat Pantai Kuta, Bali yang strategis dan nyaman. Bahkan, kamu hanya perlu berjalan kaki ke Pantai Kuta dari lokasi hotel tersebut, lho.
Nah, penasaran? Sebagai referensinya, NusaPedia punya rekomendasi 5 hotel strategis di Bali, cuma jalan kaki ke
Pantai Kuta di bawah Rp500 ribu. Simak, yuk!
1. Dekuta Boutique Hotel
Dekuta Boutique Hotel menjanjikan pengalaman tak terlupakan selama
liburan anda di Bali. Hanya 2 menit berjalan kaki menuju Pantai Kuta
serta 15 menit berjalan kaki dari pusat Kuta, Dekuta Boutique Hotel
merupakan pilihan ideal bagi traveler yang mencari akomodasi praktis
tanpa menyampingkan kenyamanan. Seluruh 53 kamar di Dekuta Boutique
Hotel memiliki tempat tidur premium berukuran King hingga jaringan
internet nirkabel gratis. Restoran hotel beroperasi sejak pukul 7 pagi
hingga 11 malam sehingga anda tidak perlu pusing memikirkan pilihan
makan. Kamu bisa bermalam di sini dengan bujet mulai dari Rp354,330* di NusaPedia
2. Hotel Zia Bali Kuta
Berlokasi di jalan Ciung Wanara No. 17, Kuta, Hotel Zia Bali Kuta
merupakan hunian nyaman bagi para pelancong Pulau Dewata. Mudah diakses
dari berbagai lokasi wisata, Hotel Zia Bali Kuta hadir dengan konsep
klasik dan elegan. Mulai dengan bujet Rp384,794* di Pegipegi,
Hotel Zia Bali Kuta menawarkan ragam fasilitas menarik seperti AC, LCD
TV, kamar mandi dengan shower hingga kolam renang eksklusif.
3. Agung Putra Bali Hotels & Apartments
Agung Putra Hotel & Apartments merupakan hotel bintang tiga yang terletak strategis di jantung kuta, dekat dengan pantai. Berlokasi di jalan Popies Lane 1, hotel ini menawarkan penginapan yang nyaman dan strategis. Agung Putra Hotel & Apartments menyelipkan berbagai fasilitas dan pelayanan terbaik, termasuk kolam renang eksklusif di dalamnya. Dengan bujet mulai dari Rp432,002* di Pegipegi, nikmati kamar lengkap dengan AC, LCD TV, kamar mandi nyaman, hingga Wi-Fi buat beraktivitas.
4. Maharani Beach Hotel
Maharani Beach Hotel Bali merupakan hotel berbintang tiga yang terletak
dekat dengan Pantai Kuta, tepatnya di Jalan Pantai Kuta Corner Poppies
1. Hotel bergaya modern dengan sedikit sentuhan etnik ini menawarkan 70
kamar. Masing-masing kamar memiliki fasilitas seperti kamar mandi
bershower, peralatan mandi, AC, TV siaran satelit, kulkas, trouser
press, dan kotak penyimpanan barang. Koneksi internet tersedia di setiap
kamar, rental PC bahkan disediakan bagi tamu hotel yang ingin mengakses
internet dengan nyaman. Buat bermalam di sini, kamu cukup merogoh kocek
mulai dari Rp449,215* di NusaPedia
5. Royal Singosari Kuta
Royal Singosari Kuta merupakan alternatif yang tepat. Lokasinya yang
strategis, memudahkan kamu pergi ke mana saja. Ingin ke pantai, kamu
cukup berjalan kaki sekitar 10-15 menit. Akomodasi ini menyediakan
kamar-kamar yang nyaman untuk kamu menghabiskan liburan. Setiap kamarnya
dilengkapi AC, TV layar datar, minibar, brankas, dan ketel listrik.
Nggak ketinggalan kamar mandi pribadi meliputi jubah mandi, bath tub air
panas, dan pengering rambut. Selama menginap, kamu akan dimanjakan
dengan berbagai fasilitas pendukung seperti rooftop bar, Padma Lounge,
dan Padma Restaurant. Buat bermalam di sini, kamu cukup merogoh kocek
mulai dari Rp489,329* diNusaPedia