BREAKING NEWS

Uniknya Indonesia

Taman Nasional

Sumatera Utara

Paket Wisata

Wisata Sejarah

Event more news

Latest Updates


5 Tempat Wisata Kuliner di Singapore yang Tidak Boleh Kamu Lewatkan!

Wisata Kuliner di Singapore - NusaPedia - Wisata Kuliner di Singapore Selain tempat-tempat wisatanya yang menarik, Singapore ternyata juga menawarkan wisata kuliner yang tidak boleh kamu lewatkan. Terlebih lagi, karena warga Singapore terdiri dari berbagai suku bangsa, di sini kamu bisa menemukan berbagai macam restoran yang menyediakan makanan khas dari berbagai daerah, mulai dari Melayu, Chinese, Timur Tengah, hingga Barat. Nah, jika Kamu berkunjung ke Singapore, berikut adalah beberapa tempat wisata kuliner yang bisa Kamu kunjungi!  

SINGAPORE GOURMET BUS
Tempat Wisata Kuliner di Singapore

Jika Kamu ingin mencoba sensasi makan yang unik saat berkunjung ke Singapore, di Singapore Gourmet Bus inilah tempatnya. Di sini, Kamu bisa menikmati hidangan di dalam sebuah bus yang berjalan keliling kota. Selain unik, gaya penyajian restoran ini pun sangat elegan. Kamu akan dimanjakan dengan suasana ala fine dining lengkap dengan gourmet food dan pelayan yang siap melayani Kamu seperti di hotel berbintang. 

Tempat Wisata Kuliner di Singapore

Beroperasi mulai dari hari Senin sampai Sabu pukul 13.00 sampai 14.30 untuk makan siang dan pukul 19.30 sampai 21.30 untuk makan malam, bus ini akan membawa Kamu berkeliling melewati Singapore Flyer, Merlion Park, Esplane, National Gallery Singapore, hingga Marina Bay Sands. Untuk merasakan keseruannya, Kamu perlu merogoh kocek yang cukup dalam, yakni 57 SGD untuk makan siang dan 87 SGD untuk makan malam. 

328 KANTONG LAKSA

Tempat Wisata Kuliner di Singapore

328 Kantong Laksa adalah salah satu tempat yang bisa Kamu kunjungi jika ingin mecicipi Laksa Singapura. Karena kelezatan laksanya, kedai yang berlokasi di East Coast Road ini disebut-sebut sebagai laksa paling enak di Singapura dan sudah menjadi destinasi wisata kuliner wajib bagi para traveler.

Tak hanya enak, laksa yang dijual di tempat ini pun terbilang murah. Untuk menikmati seporsi kecil laksa, Kamu cukup menyiapkan uang sebesar 5 SGD. Sementara, jika ingin laksa dalam porsi besar, harganya hanya 7 SGD. Dalam semangkuk laksanya, Kamu bisa menikmati mie yang lembut bercampur kuah santan dan beberapa lauk seperti bakso, ikan, kerang, serta udang.

HAJJAH MAIMUNAH

Tempat Wisata Kuliner di Singapore

Jika ingin menikmati masakan Indonesia dan Melayu saat berkunjung ke Singapore, datang saja Restoran Hajjah Maimunah. Di restoran ini, Kamu bisa menikmati berbagai macam makanan khas Indonesia seperti rendang, Ayam Bakar Sunda, semur tahu, semur telur, dan masih banyak lagi lainnya. Puas menikmati makanan berat, Kamu pun bisa mencicipi jajanan tradisional seperti kue lapis, onde, onde, serta klepon. 

Tempat Wisata Kuliner di Singapore

Beroperasi mulai dari Hari Selasa sampai Minggu pukul 08.00 sampai 20.00, ada dua lokasi yang bisa Kamu datangi untuk merasakan kelezatan hidangan Hajjah Maimunah, yakni di Jalan Pisang 11 Singapura dan Joo Chiat Road 20 Singapore.

MAKANSUTRA GLUTTONS BAY

Tempat Wisata Kuliner di Singapore
Tempat wisata kuliner yang satu ini sangat pas dikunjungi saat sore hari. Sambil menyantap hidangan yang lezat, Kamu akan disuguhi dengan suasana sore yang indah lengkap dengan pemandangan Marina Bay Sands dan Singapore Flyer di kejauhan.

Beroperasi mulai dari pukul 5 sore hingga 1 dini hari, tempat ini menghadirkan berbagai gerai makanan yang bisa Kamu kunjungi, mulai dari Redhill Rong Guang BBQ Seafood, Thai Yummy Food, Old Satay Club Mee Goreng, Alhambra Padang Satay, dan masih banyak lagi lainnya. Untuk menuju ke sana, Kamu bisa naik MRT dan turun di Stasiun MRT City Hall yang ada di jalur North South Line dan East West Line.

Setelah itu, Kamu tinggal berjalan ke arah Esplanade Theatre dan mengikuti petunjung untuk keluar Raffles Avenue. Nah, Makansutra Gluttons Bay ini berada di sebelah Esplanade Theatre.

LA PA SAT FESTIVAL MARKET

Tempat Wisata Kuliner di Singapore

Tempat Wisata Kuliner di Singapore ini awalnya merupakan sebuah pasar yang bernama Pasar Telor Ayer. Namun setelah direnovasi pada tahun 2014, Pasar Telor Ayer beralih fungsi menjadi pusat kuliner Singapore yang diberi nama La Pa Sat Festival Market

Tempat Wisata Kuliner di Singapore
Sebagai salah satu tempat wisata kuliner yang terkenal dengan menu-menu halalnya, La Pa Sat Festival Market sangat bersungguh-sungguh dalam menyajikan makanan halal bagi para traveler muslim. Bahkan, tempat mencuci piring pun dipisahkan antara piring bekas makanan yang halal dan non halal. Menariknya lagi, tempat ini juga buka selama 24 jam. 

Untuk menuju ke sana, Kamu bisa naik MRT dan turun di Stasiun Raffles Place. Dari sana, Kamu tinggal berjalan sekitar lima menit hingga sampai di La Pa Sat Festival Market.Bagaimana sahabat NusaPedia,bila kamu mengunjungi singapore belum lengkap sebelum kamu mengunjungi Wisata Kuliner di Singapore

Museum Affandi : Mengenang Sang Maestro Seni Lukis Indonesia

Museum Affandi - NusaPedia - Museum Affandi - Sahabat NusaPedia, Jogja dikenal sebagai daerah yang kental akan seni dan budaya. Tak hanya kesenian tradisional, seiring berjalannya waktu Jogja juga diperkaya dengan berbagai macam kesenian modern seperti seni rupa, tari hingga seni lukis. Jika kamu menyukai seni lukis, ketika berkunjung ke Jogja maka kamu harus menyempatkan diri untuk mampir ke Museum Affandi.
Museum Affandi

Museum Affandi

terletak pada Jalan Laksda Adisucipto No 167, Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Provinsi Yogyakarta. Museum ini juga sangat mudah dicapai wisatawan, hanya berjarak sekitar 5 kilometer dari pusat Kota Jogja atau kurang lebih 10 menit perjalanan. Lokasinya terletak disebelah barat dari Sungai Gajah Wong serta tak jauh dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

Museum Affandi ini menawarkan sisi lain dari wisata Jogja. Dengan berkunjung ke Museum Affandi, wisatawan akan dibawa untuk mengenang sosok maestro seni lukis Indonesia yang tenar hingga ke seluruh pelosok dunia. Tempat wisata ini tak hanya menawarkan keindahan karya semata, namun juga edukasi bagi setipa wisatawan yang mengunjunginya. 

Sejarah Museum Affandi

Museum Affandi
Affandi lahir di Cirebon pada tahun 1907 putra dari R. Koesoema yang berprofesi sebagai mantri ukur di pabrik gula. Sepanjang hidupnya Affandi mendikasikan diri sebagai seorang pelulis yang menganut aliran ekspresionisme atau abstrak. Sang maestro lukis dikenal sangat identik dengan sarung serta pipa cerutu yang selalu menembel dibibirnya. 

Semasa hidup tak kurang dari 2000 karya lukisan telah ia hasilkan. Banyak perhargaan bergengsi yang telah Affandi peroleh dari berbagai negara, seperti Doktor Honoris Causa dari University of Singapore, Dag Hammarskjold, International Peace Prize (Florence, Italia), Grand Maestro (Florence, Italia) dan masih banyak lagi.

Museum Affandi dibangun pada lahan seluas kurang lebih 3,5 hektar yang terdiri dari 4 galeri serta bangunan-bangunan pendukung lainnya. Disamping museum, terdapat bangunan unik dengan 2 lantai. Bangunan tersebut dulu merupakan rumah tinggal bagi Affandi beserta keluarganya. Atap dari rumah ini berbentuk seperti daun pisang yang kini beralih fungsi menjadi Café Loteng. 

Pembangunan Museum Affandi sendiri dimulai dengan Galeri I yang didesain sendiri oleh sang maestro. Galeri I dibangun dengan biaya hasil dari penjualan karya-karyanya. Pembangunan Galeri I selesai pada tahun 1962 lalu diresmikan oleh Prof. Ida Bagus Mantra yang ketika itu menjabat sebagai Direktur Kebudayaan Umum pada tahun 1974. 

Dalam pembangunan Galeri II, Affandi mendapat sokongan dana dari Pemerintah Indonesia. Hal tersebut bermula ketika Presiden Soeharto berkunjung ke museum tersebut. Pembangunan dimulai pada tahun 1987 serta diresmikan 9 Juni 1988 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kala itu Prof. Dr. Fuad Hasan. 

Sedangan Galeri III dibangun dengan Yayasan Affandi yang pembangunannya dimulai pada tahun 1999. Pada Mei 2000, Galeri III diresmikan oleh Gubernur Yogyakarta yaitu Sri Sultan Hamengkubuwono ke 10. Pembangunan Galeri IV terjadi pada tahun 2002 dengan tujuan untuk memamerkan lukisan-lukisan karya dari anggota keluarga Affandi.

Pesona Museum Affandi

Museum Affandi
Setibanya dilokasi museum, wisatawan akan disambut pepohonan rindang yang terdapat disekitar lahan parkir museum. Di museum ini, wisatawan akan disajikan tak kurang dari 300 lukisan hasi karya Affandi yang masih tersimpan rapi.

Tak hanya itu, wisatawan juga dapat menemukan lukisan dari pelukis-pelukis terkenal Indonesia yang jumlahnya kurang lebih 700 lukisan. Lukisan-lukisan tersebut merupakan karya dari Popo Iskandar, Basuki Abdullah, Hendra Gunawan, Barli, Sudjojono, dan Muchtar Apin.

Selain lukisan, pengunjung juga bisa melihat barang-barang pribadi yang pernah digunakan oleh Affandi. Barang-barang tersebut ditata secara apik, guna mengenang sang maestro lukis Indonesia. Di museum ini terdapat mobil, alat komunikasi, sepeda milik Affandi serta cerutu yang selalu menempel di bibir sang maestro pun terpajang di Museum Affandi.

Bangunan museum didominasi dengan warna hijau, dengan desain yang sangat unik. Disebelah museum terdapat bangunan yang dulu merupakan rumah tinggal keluarga Affandi. Bangunan tersebut kini beralih fungsi menjadi Café Loteng yang dapat dikunjungi wisatawan.
Museum Affandi sendiri secara garis besar terbagi dalam 4 galeri, berikut galeri-galeri yang terdapat di museum tersebut.

Galeri I

Museum Affandi
Galeri I ini letaknya tak jauh dari tempat parkir Museum Affandi. Di Galeri I wisatawan akan disajikan dengan lukisan-lukisan hasil karya sang maestro dari awal hingga akhir karirnya sebagai seorang pelukis. Lukisan-lukisan tersebut tertata rapi di dinding-dinding galeri. Wisatawan juga dapat bertanya kepada pemandu mengenai lukisan-lukisan tersebut.

Selain itu, di Galeri I pengunjung akan menemukan barang-barang pribadi Affandi yang digunakan ketika masih hidup. Barang tersebut berupa mobil sedan Mitsubishi Gallant, sepeda, kuas, sarung dengan motif kotak-kotak yang sering digunakan Affandi, kliping, foto-foto kenangan, serta pipa cerutu. Wisatawan juga dapat membaca penjelasan yang tertulis di bawah barang-barang tersebut dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

Galeri II

Museum Affandi
Ketika pengunjung berjalan dari Galeri I ke Galeri II, akan terlihat makam diantara kedua galeri tersebut. Makam ini adalah makam dari Affandi yang letaknya bersebelahan dengan sang istri, Maryati. Pada Galeri II ini, wisatawan akan disuguhkan dengan lukisan-lukisan yang tak kalah menariknya dari Galeri I.

Di Galeri II Museum Affandi, dikhususkan untuk lukisan karya pelukis Indonesia selain miliki Affandi. Wisatawan akan disuguhkan banyaknya lukisan yang berjejer dengan rapi. Lukisan-lukisan ini adalah hasil karya dari Popo Iskandar, Basuki Abdullah, Hendra Gunawan, Barli, Sudjojono, Muchtar Apin dan masih banyak lagi.

Hasil karya dua buah patung potret diri yang terbuat dari tanah liat dan semen, serta sebuah reproduksi patung karyanya berupa potret diri bersama putrinya, Kartika, yang aslinya menjadi koleksi Taman Siswa Jakarta.

Sebuah mobil Colt Gallant tahun 1976 adalah mobil kesayangan semasa hidupnya yang telah dimodifikasi sehingga menyerupai bentuk ikan yang terpajang di dalam ruangan ini pula. Selain itu terdapat sepedanya dan sejumlah reproduksi di atas kanvas dan kertas.

Galeri III

Museum Affandi
Bangunan dari Galeri III ini terdiri dari 3 lantai yang memiliki fungsi berbeda. Lantai pertama merupakan tempat untuk memamerkan karya lukis dari keluarga Affandi. Konsep dari Galeri III ini terbilang lebih modern jika dibandingkan dengan Galeri I dan II. Galeri III juga merupakan tempat bagi anak-anak yang ingin belajar untuk melukis. 

Lantai kedua bangunan digunakan sebagai tempat perawatan lukisan, sedangkan lantai bawah tanah digunakan untuk tempat penyimpanan lukisan. Tak jauh dari Galeri III, wisatawan dapat menuju ke Galeri IV yang merupakan tempat untuk pameran lukisan Didit yang merupakan cucu Affandi.
Tak jauh dari Galeri III, terdapat sebuah bangunan menara yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Dari menara yang berbentuk seperti gardu pandang ini, wisatawan dapat melihat pemandangan Kota Jogja dari ketinggian. Selain itu, pengunjung juga bisa menikmati Sungai Gajah Wong serta Museum Affandi secara keseluruhan.

Fasilitas Museum Affandi

Museum Affandi
Fasilitas yang tersedia di Museum Affandi terbilang sangat lengkap. Terdapat lahan parkir cukup luas, toilet, cafe, kantin, perpustakaan seni dan budaya dan mushola yang dapat digunakan wisatawan untuk beribadah. 

Pengunjung dapat bersantai sejenak dengan menikmati softdrink di Café Loteng yang sudah termasuk biaya masuk Museum. Wisatawan juga bisa membeli souvenir di toko yang letaknya tak jauh dari Museum Affandi. Di toko souvenir tersebut tersedia berbagai macam souvenir seperti kaos affandi, lukisan reproduksi, serta buku-buku yang berkaitan dengan sang maestro lukis. 

Wisatawan juga dapat meminta pengelola untuk diputarkan film tentang cara Affandi melukis dengan berbagai media dan alat yang berbeda. Belajar melukis di sanggar museum juga dapat menjadi pilihan menarik bagi wisatawan.

Berkunjung ke Museum Affandi memang memberikan pengalaman berbeda. Berikut kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan pengunjung di museum.

Menikmati Karya Lukisan

Berkunjung ke Museum Affandi, kamu akan disuguhkan dengan lukisan-lukisan dari pelukis terkenal Indonesia. Tak hanya lukisan karya Affandi, kamu juga bisa menikmati lukisan dari pelukis lainnya. Kurang lebih di museum ini terdapat 1000 lukisan yang bisa kamu lihat.Lukisan-lukisan tersebut memiliki nilai seni yang cukup tinggi, serta bersejarah. Kamu dapat melihat lukisan dengan berbagai macam aliran di museum ini. Tak hanya lukisan, kamu juga bisa melihat berbagai barang pribadi Affandi yang digunakan ketika beliau masih hidup. Seperti sarung, sendal, sepeda, mobil dan cerutu.

Belajar Melukis

Jika kamu ingin belajar melukis secara professional, kamu bisa mendaftar di Sanggar Gajah Wong yang terdapat di dalam Museum Affandi. Di sanggar ini kamu akan dibimbing oleh mentor yang telah berpengalaman serta ahli dalam melukis. Mentor di Sanggar Gajah Wong dipimping langsung oleh Ibu Kartika Affandi yang merupakan anak kandung dari Affandi. 

Dengan mendaftar sebagai anggota sanggar, kamu akan diberi fasilitas seperti bebas masuk ke museum, bebas masuk ke perpustakaan, serta mengikuti pameran lukis. Terdapat kelas yang dibuka untuk anak-anak hingga dewasa. Jika kamu tak memiliki banyak waktu, kamu dapat mengikuti Exploration Class yang diadakan pada setiap hari sabtu pukul 14.00 – 17.00 WIB.

Bersantai di Café Loteng

Setelah lelah berjalan menyusuri Museum Affandi, kamu dapat bersantai di Café Loteng yang letaknya tak jauh dari museum. Cafe ini menawarkan suasan yang asri dan nyaman, kamu dapat duduk di kursi yang terbuat dari kayu dan ban bekas.
Sambil bersantai kamu dapat menikmati softdrink segar untuk melepas dahaga usai berkeliling di museum. Softdrink tersebut dapat dinikmati secara gratis, dengan menukarkan voucher yang didapat ketika membeli tiket masuk museum.

Melihat Pemandangan Dari Gardu Pandang

Kamu juga bisa menikmati pemandangan Kota Jogja dari gardu pandang yang terdapat di kompleks Museum Affandi. Dari gardu ini akan tersaji panorama Sungai Gajah Wong serta pemandangan Jogja dari ketinggian. Tak hanya itu, kamu juga bisa melihat kompleks museum dengan arsitektur unik dari atas gardu pandang.

Hunting Foto

Kamu juga bisa mengabadikan momen ketika berkunjung ke museum bersejarah ini. Terdapat berbagai objek yang bisa kamu bidik untuk menghasilkan foto yang berkesan. Kamu bisa memotret lukisan, patung, serta barang-barang pribadi milik Affandi. Namun pengunjung dilarang memotret lukisan secara close up.

Jam Buka Museum Affandi

Museum Affandi dibuka untuk umum mulai hari Senin hingga Sabtu pukul 09.00 – 16.00 WIB. Hari minggu atau hari libur nasional tutup, namun jika kamu ingin berkunjung ke museum dengan rombongan pada hari libur, kamu dapat menghubungi pengelola museum terlebih dahulu.

Harga Tiket Masuk Museum Affandi

  • Wisatawan Lokal Rp. 25.000,- per orang
  • Wisatawan Asing Rp. 50.000,- per orang
  • Anak-anak Rp. 10.000,- per orang
  • Membawa Kamera Digital Rp. 20.000,-
  • Membawa Kamera Mobile (HP) Rp. 10.000,-

Peta Lokasi Museum Affandi

Tips Berwisata ke Museum Affandi

  • Dilarang bagi pengunjung untuk menyentuh barang yang dipajang di museum.
  • Pengunjung tidak diperkenankan membawa makanan dan minuman di dalam galeri.
  • Tidak boleh memotret lukisan secara close up.
  • Dilarang memotret dengan menggunakan lampu flash.
  • Selalu jaga kebersihan museum.

Vending Machine, Musuh Utama First Time Traveller Ke Jepang

Sebuah air mineral yang dijual melalui vending machine harganya bisa mencapai ¥120, sementara di toko hanya berkisar ¥80-100. Kalikan saja dengan 3 botol perhari, maka selisihnya bisa mencapai ¥60-120. Lumayan, bukan? Tapi jika selisihnya betul-betul sebesar itu, lantas apa yang membuat vending machine tetap diminati terutama oleh traveller (dan juga penduduk setempat)? Berikut beberapa alasannya:

Vending machine everywhere!

https://www.nusapedia.com/2018/04/vending-machine-musuh-utama-first-time.html
Ya, benar! Populasi vending machine di Jepang memang luar biasa banyaknya. Wikipedia bahkan menyebut Jepang sebagai negara dengan jumlah vending machine tertinggi per-kapita. Berbeda dengan di Indonesia yang mungkin hanya terdapat di 1-2 mesin dalam satu lokasi. Di Bandung saya hanya sempat menemukan 1-2 tempat yang memiliki vending machine (dan sepertinya juga nggak bertahan lama), sementara di Bandara Soekarno-Hatta jumlah vending machine pun tak banyak. Sementara di Jepang, vending machine bisa terdapat dimana pun. 

Di pusat perbelanjaan, stasiun, bandara, toilet umum, tempat parkir, bahkan hingga di jalan yang sepi dilalui oleh pengunjung. Keberadaan vending machine yang ada dimana-mana itu secara tak langsung akan menarik perhatian wisatawan, bahkan yang sering melihat mesin penjual otomatis tersebut.

Jarak antara vending machine yang satu dan lainnya cukup berdekatan

https://www.nusapedia.com/2018/04/vending-machine-musuh-utama-first-time.html
Selain mudah ditemukan dimana pun, jarak antara satu vending machine dengan mesin lainnya kadang bisa sangat berdekatan. Sebagai contoh, sewaktu menginap di daerah Kitashinagawa, di depan mansion terdapat sebuah vending machine yang menjual minuman ringan. Supermarket di sebelah mansion juga memiliki vending machine. Lapangan parkir yang hanya berjarak beberapa langkah dari mansion memiliki beberapa vending machine sekaligus. 

Belum lagi dengan vending machine yang terdapat di bagian jalan lainnya, sehingga dalam radius 50 meter saja mungkin sudah mencapai lebih dari 10 vending machine.Lain halnya dengan di pusat keramaian seperti stasiun, bandara, maupun tempat wisata. Tak jarang vending machine terlihat bergerombol di satu tempat, alias berderet berdampingan. Terkadang barang yang ditawarkan pun bervariasi antara mesin satu dengan lainnya, sehingga otomatis menarik perhatian siapa saja yang melintas. Apa yang terjadi setelah perhatian tertarik? Kemungkinan besar akan berlanjut ke mengeluarkan uang receh dan akhirnya belanja.

Semua bisa dibeli lewat vending machine

https://www.nusapedia.com/2018/04/vending-machine-musuh-utama-first-time.html
Di Jepang, bukan hanya minuman yang bisa dibeli lewat vending machine,tapi hampir semua hal yang bisa dibayangkan.Berikut sebagian vending machine unik yang terdapat di Jepang:Minuman, Makanan, Rokok, Permen, Minuman Beralkohol Vending machine jenis ini termasuk paling mudah ditemui dimanapun. Jenis mesinnya pun bervariasi, mulai dari mesin biasa hingga touch screen. Uniknya, di beberapa kota terdapat vending machine yang menyajikan aneka makanan hangat (seperti kentang goreng) dan juga minuman alkohol berbentuk botol kaca. Mie cup serta potato chips juga bisa dibeli via vending machine lho.

Merchandise

Perlu gantungan kunci? Atau bahkan jimat kuil? Vending machine yang menjual aneka merchandise juga mudah ditemukan dimanapun, bahkan dalam kuil sekalipun.

Es krim dan es lainnya

Beli es krim di vending machine? Sudah biasa. Namun bagaimana dengan es batu? Tinggal masukkan uang, dan es batu pun siap digunakan.Sayur, Buah, Telur, Beras Petani dan peternak ayam pun tak ingin ketinggalan jaman. Aneka sayuran hingga telur pun bisa dibeli di mesin penjual otomatis. 

Vending machine yang menjual pisang bahkan dapat ditemukan di Shibuya, berdampingan dengan tempat sampah yang disediakan khusus.Vending Machine, Musuh Utama First Time Traveller Ke JepangTelur dalam vending machine 

Bunga

Perlu bunga untuk hadiah maupun sekedar ingin merayu seseorang, tapi malas bernegosiasi dengan tukang bunga? Mampir saja ke vending machine yang menjual buket bunga aneka ukuran.Smart CarOke, mesin ini memang tidak akan mengeluarkan mobil. 

https://www.nusapedia.com/2018/04/vending-machine-musuh-utama-first-time.html
Tapi jika Anda tergoda ingin mengetahui spesifikasi dari mobil ini, vending machine menyediakan beragam brosur dan juga stiker yang bisa dibaca-baca.Benda unik lainnyaDasi, payung, baterai, mainan anak, sepatu, celana dalam, hingga berbagai majalah dan keperluan dewasa juga bisa dibeli di vending machine. Bahkan kepiting hidup dan asuransi pun bisa dibeli viavending machine. Dan masih banyak jenis vending machine lainnya yang bisa ditemukan di Jepang.PraktisYa, membeli di vending machine jelas menjadi solusi praktis bagi wisatawan. 

Terlebih jika merasa tak memiliki kemampuan ber-cas cis cus dalam bahasa Jepang. Bandingkan jika membeli di supermarket. Setidaknya Anda harus berkomunikasi dengan kasir dan menghitung jumlah total maupun kembalian yang akan diterima. Apalagi jika berbelanja di pasar tradisional, harus melalui proses tawar menawar yang membutuhkan skill bahasa cukup mumpuni. Lain halnya dengan vending machine. Cukup dengan memasukkan sejumlah koin, barang yang diinginkan bisa langsung dibeli. 

Enaknya sih karena vending machine di Jepang juga menyediakan uang kembalian. Jadi berapapun uang yang Anda keluarkan, uang kembalian pasti akan tersedia.Efek psikologis dari perbedaan nominal Dan inilah rahasia mengapa vending machine bisa begitu diminati oleh wisatawan asing, khususnya wisatawan Indonesia (maksudnya saya sih, haha). Tak lain dan tak bukan karena adanya perbedaan nominal antara rupiah dan yen. 

Contohnya begini: di Bandara Soekarno Hatta terminal 2 ada vending machine yang menjual beragam minuman, dan juga coklat. Walau saya tergila-gila dengan vending machine, namun dompet sulit diajak berkompromi dengan kedua mesin tersebut. Kenapa? Karena saya harus mengeluarkan mulai dari Rp.5000 hingga Rp.10000 untuk membeli 1 item saja. 

Berbeda dengan di Jepang, sebotol Milk Tea merk Kirin ukuran 500 ml via vending machine harganya berkisar di ¥150 atau setara dengan Rp. 19200 (untuk kurs ¥1 = Rp.128). Harganya sebetulnya jauh lebih mahal, namun nominal ¥150 yang notabene adalah uang receh atau koin membuat nominal tersebut rasanya nggak seberapa. Ujung-ujungnya, recehan demi recehan terus mengalir ke mesin-mesin tersebut dan voila, tiba-tiba saya kehabisan uang untuk membeli tiket kereta (yang juga menggunakan uang receh).Jadi tak salah kan jika menurut saya vending machine wajib menjadi musuh bagi first time traveller, khususnya budget traveller?

9 Pulau-pulau yang keberadaannya masih jadi misteri

Pulau Misterius di Dunia - sahabat Nusapedia tahukah kamu terdapat 9 Pulau-pulau yang keberadaannya masih jadi misteri.Pulau tak berpenghuni sangat jarang ditemukan dewasa ini. Pertumbuhan manusia yang sangat cepat, membuat pulau dimanapun pasti ada penghuninya, tak peduli bagaimanapun susahnya transportasi atau kehidupan disana.

Pulau MisteriusSebelum diketahui karena kesendiriannya, pulau pulau ini menyimpan banyak misteri dan sejarah gelap yang mengerikan yang belum pernah anda ketahui.Keindahan pulau di film King Kong memang menjadi idola bagi banyak wisatawan dunia untuk menemukan pulau misterius dan tersembunyi yang masih menyimpan lanskap natural. Banyak orang pun mencari destinasi serupa untuk memuaskan liburan mereka.

Berapa jumlah pulau yang ada didunia ini? jawabannya banyak sekali. Karena jumlahnya yang terlalu banyak ini, beberapa pulau pernah diklaim ditemukan dan ditambahkan ke peta, tetapi pada kenyatannya pulau tersebut tidak jelas keberadaannya sama sekali didunia ini.

Baca Juga : 10 Tempat Misterius Di Indonesia

Dan sekarang kesalahan-kesalahan penambahan pulau yang pernah terjadi inilah yang akan Nusapedia rangkum Untuk anda,Silahkan disimak Berikut 9 Pulau-pulau yang keberadaannya masih jadi misteri versi NusaPedia.

Isle Of Demons

9 Pulau-pulau yang keberadaannya masih jadi misteri
Pada tahun 1542, Jean-Francois de Roberval, letnan jenderal New France (sekarang Kanada) meninggalkan pantai Prancis dengan tiga kapal. Ditengah perjalanan, Jean dan sepupunya, Marguerite de la Rocque, terdampar di sebuah pulau yang disebut Isle of Demons, yang konon terletak di Quirpon Island. Legenda mengatakan bahwa Isle of Demons dipenuhi dengan setan dan binatang yang menyerang orang yang berani menginjakkan kaki di tepiannya.

Alasan kenapa Jean bisa terdampar dipulau ini belum diketahui. Pelayan dan kekasih dari sepupu Jean meninggal dipulau ini tetapi sepupu Jean selamat dan sempat melahirkan bayi disana tetapi kemudian bayi itu akhirnya meninggal. Beruntung Sepupu Jean diselamatkan oleh nelayan tahun 1544. Ke absahan cerita ini masih menjadi misteri karena keberadaan pulau ini dihapus dari peta pada abad ke-17.

Crocker Land

9 Pulau-pulau yang keberadaannya masih jadi misteri
Pada tahun 1907, Peary yang sedang melakukan ekspedisi ke Artik mengklaim telah menemukan sebuah pulau baru di sekitar Greenland, 209 kilometer (130 mil) barat laut Cape Thomas Hubbard di Kanada Utara. dia lalu menamai pulau itu sebagai Crocker Land yang diambil dari nama George crocker yang telah mensponsori ekspedsi tersebut. Keberadaan pulau ini dipercaya oleh beberapa orang. Untuk membuktikan keberadaanya beberapa penjelajah pun mulai mencari pulau ini. Sampai sekarang lokasi pasti pulau ini belum diketahui dan pulau ini dianggap sebagai Atlantis.

DARI Tanjung Colgate di bagian paling ujung Amerika Utara bagian barat laut, Peary melihat apa yang tampaknya adalah puncak-puncak putih dari sebuah daratan di kejauhan. Ia menamainya Crocker Land, sesuai dengan nama salah seorang pendananya. Pasti para anggota ekspedisi yang menindaklanjuti penemuan ini sangat tergetar sewaktu mereka secara sekilas dapat melihat sebuah area di depan mereka yang dihiasi bukit, lembah, dan puncak-puncak yang diselimuti salju! Namun, tidak lama kemudian mereka sadar bahwa apa yang mereka lihat itu hanyalah fatamorgana Arktik. Gejala atmosferis optis ini telah menipu Peary, dan sekarang orang-orang ini menghabiskan waktu, tenaga, dan sumber daya untuk mengeksplorasi sesuatu yang tidak nyata.

Hy-Brasil

9 Pulau-pulau yang keberadaannya masih jadi misteri
Pulau Hy-Brasil ini adalah sebuah pulau yang diklaim berada disekitar lepas pantai Irlandia Utara, Pulau ini pertama kali muncul dipeta pada tahun 1325 - 1800 an. Beberapa orang eropa percaya kalau dipulau ini hidup peradaban yang maju sementara orang irlandia sendiri bilang kalau pulau ini ditutupi kabut tebal dan hanya terlihat sekali dalam tujuh tahun. Inggris pernah mengirimkan tiga ekspedisi untuk mecari keberadaan pulau ini tahun 1480 dan 1481 namun tidak menemukan pulau tersebut. 

Tetapi tahun 1497, diplomat spanyol mengklaim kalau salah satu ekspedisi Inggris telah menemukan pulau ini.Beberapa klaim yang mengatakan telah menemukan pulau ini juga terus bermunculan, pada tahun 1674 seorang kapten laut Skotlandia bernama John Nisbet mengaku melihat pulau tersebut saat berlayar dari perancis menuju irlandia.
Dia juga mengklaim kalau mereka tinggal sehari penuh dipulau ini bersama seorang kakek tua yang memberi emas yang tinggal disebuah kastil. Pada tahun 1872, Robert O'Flaherty dan T.J. Westropp juga mengaku melihat pulau ini dan berkunjung tiga kali bersama keluarganya, ia sempat mengaku kalau pulau ini sempat muncul dan lenyap.

Saint Brendan’s Island

9 Pulau-pulau yang keberadaannya masih jadi misteri
Menurut peta kuno yang beredar, Pulau Saint Brendan (atau Isle) ini berada disebelah barat kepulauan Canary dan sebelah selatan kepulauan Azores di Atlantik Utara.

Pulau ini dinamai sesuai dengan nama seorang biarawan irlandia yang menemukannya tahun 512 M. Tidak hanya menemukan pulau ini, Saint Brendan dan 14 biarawan lain bahkan tinggal disana selama 2 minggu. Bahkan seorang biarawan bernama Barino menggambarkan kondisi pulau ini yang ditutupi pengunungan, hutan, dan bunga.Beberapa tahun berlalu, beberapa ekspedisi dilakukan untuk memastikan keberadaan pulau ini tapi semua ekspedisi tersebut sia-sia. 

Bahkan seorang sejarawan spanyol menggambarkan pulau ini sebagai pulau yang hilang pada abad ke-13. Yang membingungkan adalah, ekspedisi lain yang dilakukan tahun 1400 mengaku telah menemukan pulau ini tetapi ekspedisi tersebut tidak bisa mendarat karena cuaca buruk. Pulau ini terus dicari keberadaannya sampai abad ke-18 dan akhirnya, dengan segala hasil yang ada, para ahli sepakat kalau pulau ini sebenernya tidak ada.Setelah puluhan tahun berselang, baru baru ini sebuah situs yang bernama Journal of the Bizarre mengatakan kalau pulau ini benar-benar ada, tetapi lokasinya sudah terendam dan sekarang berada dibawah laut.

Sandy Island

9 Pulau-pulau yang keberadaannya masih jadi misteri
Menurut rumor yang beredar, pulau Sandy ini adalah sebuah pulau berada diantara Australia dan New Zealand dan pertama kali ditemukan oleh kapal perburuan paus milik Inggris yang bernama Velocity pada tahun 1876. Setelah ditemukan oleh kapal Inggris, pulau ini masuk kedalam peta Inggris pada tahun 1908. Setelah itu, beberapa tahun setelahnya, beberapa ekspedisi dilakukan untuk menemukan lokasi pasti pulau ini tapi ternyata pulau ini tetap tidak ditemukan dan akhirnya dihapus dari beberapa peta tahun 1970-an.

Pada 14-15 September 1774, Kapten James Cook memetakan "Sandy I." berkelok-kelok antara garis lintang 19 ° -20 ° S dan garis bujur 163 ° 50'-164 ° 15 'E dari ujung Kaledonia Baru. Peta terkait, berjudul "Bagan Penemuan yang dibuat di Samudera Pasifik Selatan", diterbitkan pada tahun 1776. [4] Penggambaran tersebut merupakan bagian dari karang Grand Terre yang ada yang membungkus Kaledonia Baru, dengan koordinat wilayah yang pada umumnya sama dengan jarak tempuh 20 mil, terlepas dari penggunaan perhitungan mati oleh Cook.

[5]Kapal perburuan paus, Velocity, melaporkan pulau fiktif tersebut pada tahun 1876, seperti yang tercatat di berbagai peta abad ke-19, termasuk peta Jerman tahun 1881 dan grafik Admiralty Inggris 1895. Setelah kembali dari pelayaran di Pasifik, master Velocity melaporkan dua fitur yang tidak biasa. Yang pertama adalah serangkaian "heavy breaker", yang kedua beberapa "Sandy Islets", atau Sandy Island. Keduanya kemudian muncul di sebuah direktori maritim Australia untuk tahun 1879. Catat pulau-pulau kecil itu terbentang utara dan selatan "di sepanjang garis meridian 159 ° 57 'E" dan "antara tanggal 19 ° 7 dan 19 ° 20' S".

Sampai penampilan "Sandy I." pada tahun 1876-79, tanah atau terumbu karang terdekat berada di Kepulauan Chesterfield 100 kilometer (62 mil) ke barat di Dataran Tinggi Bellona. Pada saat grafik dibuat, praktik standar untuk semua bahaya navigasi potensial dicantumkan di tangga lagu semacam itu sebagai tindakan pencegahan.

Dulu, secara geografi, pulau sandy ini masuk kedalam wilayah kekuasaan Prancis, tetapi prancis justru tidak mengetahui keberadaan pulau tersebut. Beberapa waktu terakhir ilmuwan dari University of Sidney melakukan penelitian terhadap keberadaan pulau ini dan mengumumkan kalau ternyata yang dilihat oleh awak kapal Velocity waktu itu adalah sebuah sebuah bongkahan terapung yang terbentuk oleh aktivitas vulkanik.

Buss Island

Pulau-pulau yang keberadaannya masih jadi misteri
Pulau itu dinamai sesuai jenis kapal yang menemukannya: Emmanuel adalah sebuah bus, sebuah kapal penangkap ikan herring kecil atau dua tiang. Sementara kapal itu berlayar tepat di sebelah selatan Greenland, Kapten Emmanuel, James Newton, melihat sebuah pulau ", penuh dengan hutan, Terlepas dari kenyataan bahwa kapal tersebut tidak pernah diperhatikan oleh kapal manapun. Berlayar secara teratur di daerah tersebut, hanya ada sedikit keraguan tentang keberadaan pulau itu, dan segera ditambahkan ke peta baru.

Sementara penemuannya tidak memicu kegilaan eksplorasi baru - orang Eropa sibuk mendirikan perusahaan perdagangan di seluruh dunia seperti Perusahaan Hindia Timur pada saat itu - pelaut Arktik seperti Henry Hudson, yang sedang mencari Northwest Passage, mengamati dengan cermat laut sebagai mereka mendekati lokasi yang dilaporkan di pulau itu, berharap bisa melihat dan mungkin bahkan menjelajahinya. Tidak sampai Kapten Zachariah Gillam dan Nonsuch berlayar ke Teluk Hudson pada tahun 1668 bahwa pulau itu terlihat lagi, hampir satu abad setelah penemuan aslinya.
Pulau Buss adalah salah satu pulau lain yang keberadaannya diragukan yang terletak antara Irlandia dan pulau Frisland. Pulau ini ditemukan oleh Martin Frobisher. Setelahnya, tahun 1671, seorang kapten bernama Thomas Shepard mengaku telah mengunjungi dan memetakan pulau buss ini. Tapi sebuah ekspedi tahun 1818 mengungkapkan bahwa lokasi pulau ini tidak ada dan diduga pulau ini sudah tenggelam, akhirnya di abad ke-19 keberadaan pulau ini dihapuskan dari peta.

Dougherty Island

http://www.nusapedia.com/2018/03/pulau-misterius-di-dunia.html
Nama pulau ini diambil dari nama seorang kapten kapal bernama Doughtery yang menemukan pulau ini di selatan samudra pasifik dalam perjalanan dari selandia baru ke kanada tahun 1841. Namun pada tanggal 11 Agustus 1931, ekspedi gabungan antara ingris, Australia, dan selandia baru yang berlayar dan melewati lokasi pulau Dougherty tidak menemukan keberadaan pulau tersebut dan akhirnya keberadaan pulau ini dihapus dari peta Inggris tahun 1937.

Dougherty adalah nama pulau hantu yang diyakini berada di ujung selatan Samudera Pasifik, kira-kira setengah jalan antara Cape Horn dan Selandia Baru. Nama ini dinamai untuk Captain Dougherty dari James Stewart, seorang whaler Inggris, yang pada tahun 1841 melaporkan menemukannya pada suhu 59 ° 20'S 120 ° 20'W. 

Dia menggambarkannya sepanjang 5-6 mil dengan tebing tinggi ke timur laut, dan tertutup salju. Penemuan Dougherty dikonfirmasi oleh Kapten Keates dari Louise pada tahun 1860, memberikan koordinatnya sebagai 59 ° 20'S 120 ° 18'W, dan oleh Kapten Stannard dari Cingalese pada tahun 1886, memberikan lokasi tersebut sebagai 59 ° 21 119 ° 7 'W. 

Namun, eksplorasi menyeluruh daerah tersebut pada akhir abad 19 dan awal abad ke-20 menetapkan bahwa pulau tersebut tidak ada. Kapten Davis dari Nimrod menyarankan bahwa penjelasan yang paling mungkin adalah bahwa Dougherty, Keates, dan Stannard semua tertipu oleh bank kabut atau gunung es (tidak ada, setelah semua, mengaku benar-benar mendarat di pulau itu): "Saya cenderung untuk berpikir Dougherty Pulau telah meleleh. "

Emerald Island

Pulau-pulau yang keberadaannya masih jadi misteri
Pada tahun 1821, Kapten Nockells melihat sebuah pulau di selatan Pulau Macquarie dekat dengan Antartika dan menamai pulau ini sebagai pulau Emerald sesuai dengan nama kapalnya. Keberadaan pulau ini penuh misteri karena beberapa pelaut mengklaim telah melihat pulau ini dan beberapa lain tidak menemukan apapun dilokasi pulau seharusnya berada. 

Opini opini pun beredar terkait keberadaan pulau ini, beberapa pelaut bilang kalau pulau ini bergunung-gunung dengan tebing curam, sementara yang lain bilang kalau pulau ini penuh hutan hijau, sementara yang lain bilang kalau pulau ini penuh dengan bebatuan sehingga gak ada tempat cocok buat mendarat. HMNZS Pukaki dari Royal New Zealand Navy juga mengklaim melihat pulau ini pada bulan April 1949. tetapi setelah dilihat dari jarak dekat, kru kapal menemukan kalau pulau yang mereka lihat ternyata cuma awan yang tampak berada di atas air.

Frisland

http://www.nusapedia.com/2018/03/pulau-misterius-di-dunia.html
Tahun 1558, Nicolo Zeno mengklaim kalau dua leluhurnya, Antonio dan Nicolo menemukan sebuah pulau bernama Frisland tahun 1380. Pulau ini diklaim terletak di selatan Islandia dekat dngan amerika utara. Informasi ini sempat diragukan karena nenek moyang Zeno diduga menemukan pulau ini sebelum columbus datang ke Amerika Utara. pulau ini sempat muncul dipeta sampai abad ke-19 sebelum akhirnya dihapus karena dianggap tipuan.Pada tahun 1989 lalu, seorang ahli Filologi yang mempelajri tulisan sejarah, mengklaim bahwa Zeno mengatakan hal yang sebenernya dan nenek moyangnya benar benar mencapai amerika utara sebelum columbus datang.

awalnya mungkin merujuk ke Islandia, namun setelah peta Zeno (1558) menempatkannya sebagai pulau yang benar-benar terpisah di selatan (atau kadang-kadang ke barat daya) di Islandia, tampak seperti itu di peta untuk 100 tahun ke depan. Keberadaannya diberi mata uang dalam peta manuskrip tahun 1560-an oleh keluarga Maggiolo Genoa dan diterima oleh Gerardus Mercator dan Jodocus Hondius. Beberapa peta awal oleh Willem Blaeu, seperti peta Eropa 1617-nya, hilangkan, namun muncul kembali di peta dunia 1630-nya sebagai salah satu dari banyak pulau yang dipamerkan di pantai timur Labrador yang kemudian diyakini terbentang hingga beberapa ratus mil dari Skotlandia Ini juga muncul di peta dunia tahun 1652 oleh Visscher, sebagian besar disalin dari Blaeu. Peta Vincenzo Coronelli 1693 menempatkannya di dekat Greenland.