BREAKING NEWS

Uniknya Indonesia

Taman Nasional

Sumatera Utara

Paket Wisata

Wisata Sejarah

Event more news

Latest Updates


9 Pulau-pulau yang keberadaannya masih jadi misteri

Pulau Misterius di Dunia - sahabat Nusapedia tahukah kamu terdapat 9 Pulau-pulau yang keberadaannya masih jadi misteri.Pulau tak berpenghuni sangat jarang ditemukan dewasa ini. Pertumbuhan manusia yang sangat cepat, membuat pulau dimanapun pasti ada penghuninya, tak peduli bagaimanapun susahnya transportasi atau kehidupan disana.

Pulau MisteriusSebelum diketahui karena kesendiriannya, pulau pulau ini menyimpan banyak misteri dan sejarah gelap yang mengerikan yang belum pernah anda ketahui.Keindahan pulau di film King Kong memang menjadi idola bagi banyak wisatawan dunia untuk menemukan pulau misterius dan tersembunyi yang masih menyimpan lanskap natural. Banyak orang pun mencari destinasi serupa untuk memuaskan liburan mereka.

Berapa jumlah pulau yang ada didunia ini? jawabannya banyak sekali. Karena jumlahnya yang terlalu banyak ini, beberapa pulau pernah diklaim ditemukan dan ditambahkan ke peta, tetapi pada kenyatannya pulau tersebut tidak jelas keberadaannya sama sekali didunia ini.

Baca Juga : 10 Tempat Misterius Di Indonesia

Dan sekarang kesalahan-kesalahan penambahan pulau yang pernah terjadi inilah yang akan Nusapedia rangkum Untuk anda,Silahkan disimak Berikut 9 Pulau-pulau yang keberadaannya masih jadi misteri versi NusaPedia.

Isle Of Demons

9 Pulau-pulau yang keberadaannya masih jadi misteri
Pada tahun 1542, Jean-Francois de Roberval, letnan jenderal New France (sekarang Kanada) meninggalkan pantai Prancis dengan tiga kapal. Ditengah perjalanan, Jean dan sepupunya, Marguerite de la Rocque, terdampar di sebuah pulau yang disebut Isle of Demons, yang konon terletak di Quirpon Island. Legenda mengatakan bahwa Isle of Demons dipenuhi dengan setan dan binatang yang menyerang orang yang berani menginjakkan kaki di tepiannya.

Alasan kenapa Jean bisa terdampar dipulau ini belum diketahui. Pelayan dan kekasih dari sepupu Jean meninggal dipulau ini tetapi sepupu Jean selamat dan sempat melahirkan bayi disana tetapi kemudian bayi itu akhirnya meninggal. Beruntung Sepupu Jean diselamatkan oleh nelayan tahun 1544. Ke absahan cerita ini masih menjadi misteri karena keberadaan pulau ini dihapus dari peta pada abad ke-17.

Crocker Land

9 Pulau-pulau yang keberadaannya masih jadi misteri
Pada tahun 1907, Peary yang sedang melakukan ekspedisi ke Artik mengklaim telah menemukan sebuah pulau baru di sekitar Greenland, 209 kilometer (130 mil) barat laut Cape Thomas Hubbard di Kanada Utara. dia lalu menamai pulau itu sebagai Crocker Land yang diambil dari nama George crocker yang telah mensponsori ekspedsi tersebut. Keberadaan pulau ini dipercaya oleh beberapa orang. Untuk membuktikan keberadaanya beberapa penjelajah pun mulai mencari pulau ini. Sampai sekarang lokasi pasti pulau ini belum diketahui dan pulau ini dianggap sebagai Atlantis.

DARI Tanjung Colgate di bagian paling ujung Amerika Utara bagian barat laut, Peary melihat apa yang tampaknya adalah puncak-puncak putih dari sebuah daratan di kejauhan. Ia menamainya Crocker Land, sesuai dengan nama salah seorang pendananya. Pasti para anggota ekspedisi yang menindaklanjuti penemuan ini sangat tergetar sewaktu mereka secara sekilas dapat melihat sebuah area di depan mereka yang dihiasi bukit, lembah, dan puncak-puncak yang diselimuti salju! Namun, tidak lama kemudian mereka sadar bahwa apa yang mereka lihat itu hanyalah fatamorgana Arktik. Gejala atmosferis optis ini telah menipu Peary, dan sekarang orang-orang ini menghabiskan waktu, tenaga, dan sumber daya untuk mengeksplorasi sesuatu yang tidak nyata.

Hy-Brasil

9 Pulau-pulau yang keberadaannya masih jadi misteri
Pulau Hy-Brasil ini adalah sebuah pulau yang diklaim berada disekitar lepas pantai Irlandia Utara, Pulau ini pertama kali muncul dipeta pada tahun 1325 - 1800 an. Beberapa orang eropa percaya kalau dipulau ini hidup peradaban yang maju sementara orang irlandia sendiri bilang kalau pulau ini ditutupi kabut tebal dan hanya terlihat sekali dalam tujuh tahun. Inggris pernah mengirimkan tiga ekspedisi untuk mecari keberadaan pulau ini tahun 1480 dan 1481 namun tidak menemukan pulau tersebut. 

Tetapi tahun 1497, diplomat spanyol mengklaim kalau salah satu ekspedisi Inggris telah menemukan pulau ini.Beberapa klaim yang mengatakan telah menemukan pulau ini juga terus bermunculan, pada tahun 1674 seorang kapten laut Skotlandia bernama John Nisbet mengaku melihat pulau tersebut saat berlayar dari perancis menuju irlandia.
Dia juga mengklaim kalau mereka tinggal sehari penuh dipulau ini bersama seorang kakek tua yang memberi emas yang tinggal disebuah kastil. Pada tahun 1872, Robert O'Flaherty dan T.J. Westropp juga mengaku melihat pulau ini dan berkunjung tiga kali bersama keluarganya, ia sempat mengaku kalau pulau ini sempat muncul dan lenyap.

Saint Brendan’s Island

9 Pulau-pulau yang keberadaannya masih jadi misteri
Menurut peta kuno yang beredar, Pulau Saint Brendan (atau Isle) ini berada disebelah barat kepulauan Canary dan sebelah selatan kepulauan Azores di Atlantik Utara.

Pulau ini dinamai sesuai dengan nama seorang biarawan irlandia yang menemukannya tahun 512 M. Tidak hanya menemukan pulau ini, Saint Brendan dan 14 biarawan lain bahkan tinggal disana selama 2 minggu. Bahkan seorang biarawan bernama Barino menggambarkan kondisi pulau ini yang ditutupi pengunungan, hutan, dan bunga.Beberapa tahun berlalu, beberapa ekspedisi dilakukan untuk memastikan keberadaan pulau ini tapi semua ekspedisi tersebut sia-sia. 

Bahkan seorang sejarawan spanyol menggambarkan pulau ini sebagai pulau yang hilang pada abad ke-13. Yang membingungkan adalah, ekspedisi lain yang dilakukan tahun 1400 mengaku telah menemukan pulau ini tetapi ekspedisi tersebut tidak bisa mendarat karena cuaca buruk. Pulau ini terus dicari keberadaannya sampai abad ke-18 dan akhirnya, dengan segala hasil yang ada, para ahli sepakat kalau pulau ini sebenernya tidak ada.Setelah puluhan tahun berselang, baru baru ini sebuah situs yang bernama Journal of the Bizarre mengatakan kalau pulau ini benar-benar ada, tetapi lokasinya sudah terendam dan sekarang berada dibawah laut.

Sandy Island

9 Pulau-pulau yang keberadaannya masih jadi misteri
Menurut rumor yang beredar, pulau Sandy ini adalah sebuah pulau berada diantara Australia dan New Zealand dan pertama kali ditemukan oleh kapal perburuan paus milik Inggris yang bernama Velocity pada tahun 1876. Setelah ditemukan oleh kapal Inggris, pulau ini masuk kedalam peta Inggris pada tahun 1908. Setelah itu, beberapa tahun setelahnya, beberapa ekspedisi dilakukan untuk menemukan lokasi pasti pulau ini tapi ternyata pulau ini tetap tidak ditemukan dan akhirnya dihapus dari beberapa peta tahun 1970-an.

Pada 14-15 September 1774, Kapten James Cook memetakan "Sandy I." berkelok-kelok antara garis lintang 19 ° -20 ° S dan garis bujur 163 ° 50'-164 ° 15 'E dari ujung Kaledonia Baru. Peta terkait, berjudul "Bagan Penemuan yang dibuat di Samudera Pasifik Selatan", diterbitkan pada tahun 1776. [4] Penggambaran tersebut merupakan bagian dari karang Grand Terre yang ada yang membungkus Kaledonia Baru, dengan koordinat wilayah yang pada umumnya sama dengan jarak tempuh 20 mil, terlepas dari penggunaan perhitungan mati oleh Cook.

[5]Kapal perburuan paus, Velocity, melaporkan pulau fiktif tersebut pada tahun 1876, seperti yang tercatat di berbagai peta abad ke-19, termasuk peta Jerman tahun 1881 dan grafik Admiralty Inggris 1895. Setelah kembali dari pelayaran di Pasifik, master Velocity melaporkan dua fitur yang tidak biasa. Yang pertama adalah serangkaian "heavy breaker", yang kedua beberapa "Sandy Islets", atau Sandy Island. Keduanya kemudian muncul di sebuah direktori maritim Australia untuk tahun 1879. Catat pulau-pulau kecil itu terbentang utara dan selatan "di sepanjang garis meridian 159 ° 57 'E" dan "antara tanggal 19 ° 7 dan 19 ° 20' S".

Sampai penampilan "Sandy I." pada tahun 1876-79, tanah atau terumbu karang terdekat berada di Kepulauan Chesterfield 100 kilometer (62 mil) ke barat di Dataran Tinggi Bellona. Pada saat grafik dibuat, praktik standar untuk semua bahaya navigasi potensial dicantumkan di tangga lagu semacam itu sebagai tindakan pencegahan.

Dulu, secara geografi, pulau sandy ini masuk kedalam wilayah kekuasaan Prancis, tetapi prancis justru tidak mengetahui keberadaan pulau tersebut. Beberapa waktu terakhir ilmuwan dari University of Sidney melakukan penelitian terhadap keberadaan pulau ini dan mengumumkan kalau ternyata yang dilihat oleh awak kapal Velocity waktu itu adalah sebuah sebuah bongkahan terapung yang terbentuk oleh aktivitas vulkanik.

Buss Island

Pulau-pulau yang keberadaannya masih jadi misteri
Pulau itu dinamai sesuai jenis kapal yang menemukannya: Emmanuel adalah sebuah bus, sebuah kapal penangkap ikan herring kecil atau dua tiang. Sementara kapal itu berlayar tepat di sebelah selatan Greenland, Kapten Emmanuel, James Newton, melihat sebuah pulau ", penuh dengan hutan, Terlepas dari kenyataan bahwa kapal tersebut tidak pernah diperhatikan oleh kapal manapun. Berlayar secara teratur di daerah tersebut, hanya ada sedikit keraguan tentang keberadaan pulau itu, dan segera ditambahkan ke peta baru.

Sementara penemuannya tidak memicu kegilaan eksplorasi baru - orang Eropa sibuk mendirikan perusahaan perdagangan di seluruh dunia seperti Perusahaan Hindia Timur pada saat itu - pelaut Arktik seperti Henry Hudson, yang sedang mencari Northwest Passage, mengamati dengan cermat laut sebagai mereka mendekati lokasi yang dilaporkan di pulau itu, berharap bisa melihat dan mungkin bahkan menjelajahinya. Tidak sampai Kapten Zachariah Gillam dan Nonsuch berlayar ke Teluk Hudson pada tahun 1668 bahwa pulau itu terlihat lagi, hampir satu abad setelah penemuan aslinya.
Pulau Buss adalah salah satu pulau lain yang keberadaannya diragukan yang terletak antara Irlandia dan pulau Frisland. Pulau ini ditemukan oleh Martin Frobisher. Setelahnya, tahun 1671, seorang kapten bernama Thomas Shepard mengaku telah mengunjungi dan memetakan pulau buss ini. Tapi sebuah ekspedi tahun 1818 mengungkapkan bahwa lokasi pulau ini tidak ada dan diduga pulau ini sudah tenggelam, akhirnya di abad ke-19 keberadaan pulau ini dihapuskan dari peta.

Dougherty Island

http://www.nusapedia.com/2018/03/pulau-misterius-di-dunia.html
Nama pulau ini diambil dari nama seorang kapten kapal bernama Doughtery yang menemukan pulau ini di selatan samudra pasifik dalam perjalanan dari selandia baru ke kanada tahun 1841. Namun pada tanggal 11 Agustus 1931, ekspedi gabungan antara ingris, Australia, dan selandia baru yang berlayar dan melewati lokasi pulau Dougherty tidak menemukan keberadaan pulau tersebut dan akhirnya keberadaan pulau ini dihapus dari peta Inggris tahun 1937.

Dougherty adalah nama pulau hantu yang diyakini berada di ujung selatan Samudera Pasifik, kira-kira setengah jalan antara Cape Horn dan Selandia Baru. Nama ini dinamai untuk Captain Dougherty dari James Stewart, seorang whaler Inggris, yang pada tahun 1841 melaporkan menemukannya pada suhu 59 ° 20'S 120 ° 20'W. 

Dia menggambarkannya sepanjang 5-6 mil dengan tebing tinggi ke timur laut, dan tertutup salju. Penemuan Dougherty dikonfirmasi oleh Kapten Keates dari Louise pada tahun 1860, memberikan koordinatnya sebagai 59 ° 20'S 120 ° 18'W, dan oleh Kapten Stannard dari Cingalese pada tahun 1886, memberikan lokasi tersebut sebagai 59 ° 21 119 ° 7 'W. 

Namun, eksplorasi menyeluruh daerah tersebut pada akhir abad 19 dan awal abad ke-20 menetapkan bahwa pulau tersebut tidak ada. Kapten Davis dari Nimrod menyarankan bahwa penjelasan yang paling mungkin adalah bahwa Dougherty, Keates, dan Stannard semua tertipu oleh bank kabut atau gunung es (tidak ada, setelah semua, mengaku benar-benar mendarat di pulau itu): "Saya cenderung untuk berpikir Dougherty Pulau telah meleleh. "

Emerald Island

Pulau-pulau yang keberadaannya masih jadi misteri
Pada tahun 1821, Kapten Nockells melihat sebuah pulau di selatan Pulau Macquarie dekat dengan Antartika dan menamai pulau ini sebagai pulau Emerald sesuai dengan nama kapalnya. Keberadaan pulau ini penuh misteri karena beberapa pelaut mengklaim telah melihat pulau ini dan beberapa lain tidak menemukan apapun dilokasi pulau seharusnya berada. 

Opini opini pun beredar terkait keberadaan pulau ini, beberapa pelaut bilang kalau pulau ini bergunung-gunung dengan tebing curam, sementara yang lain bilang kalau pulau ini penuh hutan hijau, sementara yang lain bilang kalau pulau ini penuh dengan bebatuan sehingga gak ada tempat cocok buat mendarat. HMNZS Pukaki dari Royal New Zealand Navy juga mengklaim melihat pulau ini pada bulan April 1949. tetapi setelah dilihat dari jarak dekat, kru kapal menemukan kalau pulau yang mereka lihat ternyata cuma awan yang tampak berada di atas air.

Frisland

http://www.nusapedia.com/2018/03/pulau-misterius-di-dunia.html
Tahun 1558, Nicolo Zeno mengklaim kalau dua leluhurnya, Antonio dan Nicolo menemukan sebuah pulau bernama Frisland tahun 1380. Pulau ini diklaim terletak di selatan Islandia dekat dngan amerika utara. Informasi ini sempat diragukan karena nenek moyang Zeno diduga menemukan pulau ini sebelum columbus datang ke Amerika Utara. pulau ini sempat muncul dipeta sampai abad ke-19 sebelum akhirnya dihapus karena dianggap tipuan.Pada tahun 1989 lalu, seorang ahli Filologi yang mempelajri tulisan sejarah, mengklaim bahwa Zeno mengatakan hal yang sebenernya dan nenek moyangnya benar benar mencapai amerika utara sebelum columbus datang.

awalnya mungkin merujuk ke Islandia, namun setelah peta Zeno (1558) menempatkannya sebagai pulau yang benar-benar terpisah di selatan (atau kadang-kadang ke barat daya) di Islandia, tampak seperti itu di peta untuk 100 tahun ke depan. Keberadaannya diberi mata uang dalam peta manuskrip tahun 1560-an oleh keluarga Maggiolo Genoa dan diterima oleh Gerardus Mercator dan Jodocus Hondius. Beberapa peta awal oleh Willem Blaeu, seperti peta Eropa 1617-nya, hilangkan, namun muncul kembali di peta dunia 1630-nya sebagai salah satu dari banyak pulau yang dipamerkan di pantai timur Labrador yang kemudian diyakini terbentang hingga beberapa ratus mil dari Skotlandia Ini juga muncul di peta dunia tahun 1652 oleh Visscher, sebagian besar disalin dari Blaeu. Peta Vincenzo Coronelli 1693 menempatkannya di dekat Greenland.

Berwisata Di Bekasi : Jangan Lewatkan Mengunjungi 5 Destinasi Wisata ini

wisata Bekasi - Kota Bekasi merupakan salah satu kota yang terdapat di provinsi Jawa Barat, Indonesia. Nama Kota Bekasi berasal dari kata bagasasi yang artinya sama dengan candrabaga yang tertulis di dalam Prasasti Tugu era Kerajaan Tarumanegara, yaitu nama sungai yang melewati kota ini. 

Wisata Bekasi
Kota ini merupakan bagian dari megapolitan Jabodetabek dan menjadi kota satelit dengan jumlah penduduk terbanyak se-Indonesia. Saat ini Kota Bekasi berkembang menjadi tempat tinggal kaum urban dan sentra industri.Kota Bekasi juga dijuluki sebagai Kota Patriot dan/ Kota Pejuang.

Jumlah Penduduk Kota Bekasi saat ini lebih dari 2,2 juta jiwa yang tersebar di 12 kecamatan, yaitu Kecamatan Pondok Gede, Jati Sampurna, Jati Asih, Bantar Gebang, Bekasi Timur, Rawa Lumbu, Bekasi Selatan, Bekasi Barat, Medan Satria, Bekasi Utara, Mustika Jaya, Pondok Melati.[3]Dari total luas wilayahnya, lebih dari 50% sudah menjadi kawasan efektif perkotaan dengan 90% kawasan perumahan, 4% kawasan industri, 3% kawasan perdagangan, dan sisanya untuk bangunan lainnya.

Namun dibalik padatnya penduduk di kota tersebut,ternyata bekasi menyimpan keindahan alamnya,Wilayah Kota Bekasi dialiri 3 (tiga) sungai utama yaitu Sungai Cakung, Sungai Bekasi dan Sungai Sunter, beserta anak-anak sungainya. Sungai Bekasi mempunyai hulu di Sungai Cikeas yang berasal dari gunung pada ketinggian kurang lebih 1.500 meter dari permukaan air.

Tidak hanya itu,berikut 5 Destinasi Wisata yang dapat kamu kunjungi saat berada di bekasi.

1.Hutan Bakau Muara Gembong

Hutan Bakau Muara Gembong

Anda juga dapat berjalan-jalan ke hutan bakau di Kecamatan Muara Gembong. Sesuai namanya, di lokasi ini pepohonan bakau tumbuh di sepanjang 17 kilometer area hutan.Berjarak 70 kilometer dari pusat kota, hutan bakau yang pernah mengalami kerusakan karena digunakan sebagai tambak nelayan ini telah berangsur membaik.

Kini, Anda tak hanya bisa berfoto di hutan ini, tetapi juga belajar tentang hutan bakau. Untuk menjelajahi hutan, bisa keliling naik sampan."Banyak wisatawan yang sudah ke sini dan kaget, kalau ada hutan mangrove seluas dan selebat ini di Jawa Barat. Apalagi, kita juga mengenalkan cara budi daya mangrove dari cara menanam dan bagaimana merawatnya," kata Ucie, pendiri Muara Gembongku, komunitas pencinta lingkungan dari Muara Gembong yang peduli akan kelestarian hutan bakau.

Bila tertarik mengunjungi hutan bakau ini ditemani Muara Gembongku, bisa membayar Rp70 ribu per orang, termasuk menjelajahi hutan naik sampan dan bakar ikan. Anda juga akan diajak ke Desa Pantai Bahagia untuk melihat sisi lain hutan bakau sekaligus menyaksikan lutung Jawa.

2.Gedung Juang 45

Museum Juang 45 Bekasi
Untuk yang tertarik wisata sejarah, bisa datang ke Gedung Juang 45. Gedung yang berada di Jalan Sultan Hasanudin, Tambun Selatan, ini merupakan tempat bagi para pahlawan dahulu mempertahankan negara ini dari penjajah Belanda.

Di sebelahnya, ada Museum Bekasi yang berisi peninggalan pusaka seperti keris, plakat tembaga, foto prasasti Tarumanegara, bebatuan, serta foto-foto bersejarah sejak zaman penjajahan dahulu, seperti foto suasana Desa Kebalen, foto serah terima APWI di Stasiun Bekasi, dan foto Stasiun Kranji zaman dahulu.

Gedung tersebut telah menjadi saksi bisu perjuangan rakyat Bekasi menghadapi penjajah. Dulunya, gedung tersebut menjadi markas bagi pejuang khususnya pada masa mempertahankan kemerdekaan RI.etelah Jepang berhasil menduduki Hindia-Belanda (sebutan Indonesia pada zaman kolonial) gedung tersebut dijadikan sebagai tempat untuk menunjang keperluan perang seperti menyimpan perlengkapan senjata. Setelah Indonesia merdeka gedung tinggi kemudian ditempati oleh pejuang Indonesia. "Pertama gedung tinggi ini ditempati oleh Batalion 5, Resimen 6, Brigade 3 Divisi Siliwangi, laskar rakyat, Hisbullah, dan lain-lain,

3.Situ Cibeureum

Situ Cibeureum
Sepintas kawasan wisata alam Situ Cibeureum di Tambun Selatan ini terlihat seperti danau yang tenang dengan panorama alam yang eksotis di kala senja. Namun, dibalik keindahan alam yang dimiliki di tempat wisata yang berlokasi di kawasan perumahan Grand Wisata ini menyimpan kisah cerita legenda masyarakat yang menarik.

Namun, bukan kisah legendanya yang menarik perhatian Direktori Wisata Indonesia berkunjung ke Situ Cibeureum ini tapi sisi keindahan alam yang disajikan di setiap sisi sudut wilayah yang bisa dinikmati dari balik lensa kamera. Bahkan bagi para pecinta komunitas photographer, kawasan ini menjadi obyek photo yang sempurna untuk melakukan kegiatan hunting foto di alam terbuka yang menjanjikan pemandangan unik dan indah.

beberapa komunitas remaja sering menjadikan kawasan ini sebagai tempat ajang santai dan bersilturahmi. Bahkan beberapa komunitas yang kami temukan di lokasi yang diprakarsai oleh pemuda-pemuda kreatif di sekitar Tambun, Bekasi sengaja singgah untuk mempromosikan kawasan ini untuk memperkenalkan obyek wisata alam di Kabupaten Bekasi yang satu ini ke dunia melalui aktivitas komunitas mereka di internet.

4.Curug Parigi 

Curug Parigi
Curug Parigi merupakan salah satu objek wisata yang bisa Anda kunjungi ketika ke Bekasi. Berlokasi di dekat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang, kehadiran beberapa curug, termasuk Parigi membuat area tersebut tak lagi hanya dikenal sebagai wilayah penuh sampah.Lokasi Curug Parigi atau ada juga yang menyebutnya dengan nama Air Terjun Bantargebang ini terletak di perbatasan antara Bekasi dan Bogor, tepatnya di Desa Cikiwul, Kecamatan Bantar Gebang.

Air terjun ini terbentuk akibat patahan Sungai Cileungsi.Orang bilang air terjun ini bak Air Terjun Niagara, versi jauh lebih kecil. Tingginya diperkirakan hanya dua meter.Untuk bermain air di Curug Parigi, sebaiknya datang pada musim kemarau. Bila musim hujan datang, debit air makin tinggi. Agar bisa menikmati air terjun ini dengan nyaman, pilih waktu pagi atau sore hari.Selain Curug Parigi, masih ada objek wisata lain di Bekasi, seperti Go! Wet Waterpark di Grand Wisata Bekasi.

Terdapat berbagai wahana seperti seluncur spiral raksasa, lorong, ember air raksasa, kolam ombak, seluncur dari ketinggian 12 meter, dan kolam arus yang menenangkan untuk bermalas-malasan.

5.Klenteng Hok Lay Kiong

Klenteng Hok Lay Kiong
wisata Klenteng Hok Lay Kiong di Margahayu Bekasi Jawa Barat adalah salah satu tempat wisata yang berada di desa margahayu, kabupaten bekasi, provinsi jawa barat, negara indonesia.  wisata Klenteng Hok Lay Kiong di Margahayu Bekasi Jawa Barat adalah tempat wisata yang ramai dengan wisatawan pada hari biasa maupun hari liburan. Tempat ini sangat indah dan bisa memberikan sensasi yang berbeda dengan aktivitas kita sehari hari.

Klenteng didirikan abad ke-18 M, dan hingga sekarang tetap digunakan sebagai tempat peribadatan oleh masyarakat Cina yang ada di daerah Kota Bekasi. Klenteng sejak dibangun sampai sekarang masih dimanfaatkan sebagai rumah ibadah masyarakat Cina secara terus-menerus, yang dalam ilmu arkeologi dikenal istilah live monument. Lingkungan klenteng terletak di daerah pemukiman yang relatif padat dengan batas-batasnya di sebelah utara Jalan Kenari, sebelah selatan, barat dan timurnya  rumah penduduk. Klenteng memiliki luas areal ± 700 m² dan bangunan klenteng sendiri luasnya 650 m²,  dan dikelola oleh Yayasan Tri Dharma.

Bangunan Klenteng Hok Lay Kiong Kota Bekasi, telah banyak mengalami perubahan maupun pengembangan, hal ini sesuai dengan perkembangan zaman. Namun pintu masuk utama tetap dipertahankan dan belum pernah diganti, dengan warna cat sesuai aslinya. Di bagian atas, samping kanan dan kiri pintu masuk utama terlihat papan bertulis. Selain itu ada hiasan yang menggambarkan perjalanan Hian Thian Siang Te mulai dari bertapa, mempelajari dan mendalami ajaran Tao dari ajaran Lou Tze.

Uniknya masjid-masjid di Indonesia bertema "oriental"

Ternyata masih ada yang belum mengetahui bahwa etnis Tionghoa yang minoritas di Indonesia memiliki peran besar dalam penyebaran agama Islam di Indonesia. Orang-orang Arab Handramaut, Persia, dan Gujarat memang menyebarkan agama Islam di Indonesia, namun tidak hanya mereka, imigran etnis Tionghoa juga menyebarkan agama Islam di Indonesia. Berikut sejarah singkatnya.

Di masa lalu, China dan Arab telah memiliki hubungan dagang. Pedagang yang berasal dari Arab dan China saling menjajakan hasil negaranya untuk dijual ke negara lain melalui dua jalur perdagangan utama dunia waktu itu jalur sutera dan jalur keramik. Jalur sutera yaitu membawa barang dagangan melalui jalur darat. Disebut jalur sutera karena sebagian besar barang dagangan yang diangkut melalui jalur darat adalah kain sutera. Jalur keramik yaitu membawa barang dagangan melalui laut. Disebut dengan jalur keramik karena memang barang-barang yang diangkut sebagian besar berupa keramik.

Baca : Berwisata Saat Imlek : Ini 5 Ide Unik Rayakan Imlek di Indonesia

Sekitar abad ke 15 imigran China Muslim yang sebagian besar berasal dari Guang Dong dan Fujian, mendarat di Nusantara (Indonesia). Mereka tinggal di Indonesia dengan mata pencaharian pedagang, pertanian, dan pertukangan. Pada masa inilah para imigran China (Tionghoa) muslim menyebarkan ajaran agama Islam. Beberapa daerah tujuan imigran China (Tionghoa) muslim adalah Sambas, Lasem, Palembang, Banten, Jepara, Tuban, Gresik, dan Surabaya.

Pada tahun 1405 sampai 1433, rombongan muhibah Laksamana Cheng Ho yang beragama Islam beberapa kali singgah di Indonesia. Anak buah laksamana Cheng Ho terdiri atas berbagai pemeluk agama, termasuk agama Islam. Saat singgah di Indonesia terutama di Sumatera dan Jawa mereka juga menyebarkan ajaran agama Islam. Jadi nampak jelas peran etnis Tionghoa sebagai salah satu penyebar agama Islam di Indonesia.

Untuk melihat dan mengingat penyebaran agama islam oleh masyarakat tionghoa pada masa silam..ayo kita napak tilas melihat Uniknya masjid-masjid di Indonesia bertema "oriental" di indonesia

Masjid Masjid Cheng Ho Surabaya

Masjid Cheng Ho Surabaya adalah Masjid bernuansa Muslim Tionghoa yang berlokasi di Jalan Gading, Ketabang, Genteng, Surabaya atau 1.000 m utara Gedung Balaikota Surabaya. Masjid ini didirikan atas prakarsa para sespuh, penasehat, pengurus PITI, dan pengurus Yayasan Haji Muhammad Cheng Ho Indonesia Jawa Timur serta tokoh masyarakat Tionghoa di Surabaya. Pembangunan masjid ini diawali dengan peletakan batu pertama 15 Oktober 2001 bertepatan dengan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Sedangkan pembangunannya baru dilaksanakan 10 Maret 2002 dan baru diresmikan pada 13 Oktober 2002.

Masjid Cheng Ho, atau juga dikenal dengan nama Masjid Muhammad Cheng Ho Surabaya, ialah bangunan masjid yang menyerupai kelenteng (rumah ibadah umat Tri Dharma). Gedung ini terletak di areal komplek gedung serba guna PITI (Pembina Imam Tauhid Islam) Jawa Timur Jalan Gading No.2 (Belakang Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa), Surabaya. Masjid ini didominasi warna merah, hijau, dan kuning.


Ornamennya kental nuansa Tiongkok lama. Pintu masuknya menyerupai bentuk pagoda, terdapat juga relief naga dan patung singa dari lilin dengan lafaz Allah dalam huruf Arab di puncak pagoda. Di sisi kiri bangunan terdapat sebuah beduk sebagai pelengkap bangunan masjid. Selain Surabaya, di Palembang juga telah ada masjid serupa dengan nama Masjid Cheng Ho Palembang atau Masjid Al Islam Muhammad Cheng Hoo Sriwijaya Palembang dan di Banyuwangi dengan nama Masjid Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi.

 Masjid Lautze di Jakarta

Berdiri di antara padatnya deretan ruko Jalan Lautze, Sawah Besar, Jakarta Pusat, bangunan ini terbilang sangat eye catching. Siapa sangka, bangunan dengan dominasi warna merah dan kuning ini adalah sebuah masjid tanpa kubah.

Masjid Lautze memiliki keunikan tersendiri. Sekilas, bangunan ini memiliki karakteristik menyerupai klenteng. Lampion berukuran sedang menyambut mereka saat akan memasuki masjid yang diresmikian pada 1994 tersebut. 
Hiasan bergaya Tionghoa menjadi "teman" muslim yang beribadah di sini. Memasuki bagian dalam masjid, deretan kaligrafi Arab dan Tionghoa bersanding "akrab" di dinding.

Haji karim Oei, menjadi tokoh paling berpengaruh atas berdirinya Masjid Lautze pada 9 April 1991, dan diresmikan pada 4 Februari 1994 oleh Presiden BJ Habibie.



Asal kata "Lautze" sendiri adalah tokoh muslim Tionghoa yang memeluk Islam pada 1930an. Tak heran jika pada masjid ini dititipkan harapan sebagai tempat untuk syiar Islam warga keturunan Tionghoa.

 Masjid Lautze 2 di Bandung

Kota Bandung memiliki bangunan masjid berarsitektur khas Tionghoa, yakni Masjid Lautze II Bandung. Hadirnya masjid ini memberikan kontribusi yang besar terhadap warga sekitarnya, keberadaan masjid tersebut merupakan representasi dan bukti eksistensi warga muslim Tionghoa di kota Bandung. 

Pada awalnya mesjid ini didirikan seorang mualaf Tionghoa bernama Oei Tjeng Hien atau biasa dikenal dengan nama Haji Karim Oei mendirikan Lautze sebagai wadah informasi bagi etnis Tionghoa. Yayasan Karim Oei-lah mendirikan Masjid Lautze di daerah Pecinan Jakarta pada 1991. Sadar penyebaran informasi tak hanya bisa di satu tempat, dia pun mendirikan di kota lainnya yang tak lain adalah Bandung pada tahun 1997.

Masjid ini sempat  mengalami renovasi hasil tangan arsitek Institut Teknologi Bandung. Hasilnya yang sangat menarik dengan didominasi warna merah yang terdapat pada interior dan eksterior pada masjid yang kemudian dipadukan dengan beberapa ornamen seperti lampu, tangga, dan partisi yang diukir ala ornamen-ornamen Cina. Uniknya lagi masjid ini seperti sebuah bangunan toko berukuran 7 x 6 meter yang bergambar kubah layaknya masjid dengan tembok yang hampir seluruhnya berwarna merah. Itulah Masjid Lautze II Bandung, sebuah masjid yang dibangun pada 1997.


Mungkin jika kamu lihat  masjid ini cenderung tertutup karena situasinya yang berada di pinggir jalan utama. Jangan salah hal ini dilakukan untuk menghindari kebisingan dan debu yang mudah masuk, jadi pintunya ditutup.  Tapi jangan salah pikir ya! Ketika kamu masuk orang-orang yang berada disana sangat welcome kok!

 Masjid Jami' Tan Kok Liong bogor

Masjid Jami' Tan Kok Liong mulai dibangun pada 2005 dengan dana 2 Milyar Rupiah Ide awalnya muncul dalam kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Cina tahun 2004. Dalam kunjungan tersebut, Presiden Yudhoyono berusaha meyakinkan pengusaha Cina supaya bersedia menanamkan modalnya di Indonesia. Anton Medan, yang hanya melihat acara tersebut di televisi, tergerak untuk menunjukkan kepada pengusaha Cina bahwa komunitas Tionghoa di Indonesia diakui dan dilindungi pemerintah.

Bermodal keuntungan usaha percetakan dan sablon bagi peserta Pemilu 2004, Anton mulai mendesain bentuk masjid bergaya klenteng. Dia mendesain sendiri tanpa jasa arsitek atau desainer interior. Untuk mewujudkannya, Anton berburu VCD bentuk-bentuk istana di Cina ke Pluit. Dari berbagai bentuk itu akhirnya terpilih tiga istana: Istana Dinasti Ching, Ming, dan Han. Pilihan jatuh pada istana Dinasti Ching, yang mendekati kemiripan dengan desain masjid di Indonesia



Rancang bangun masjid Jami’ Tan Kok Liong ini di buat sendiri oleh pembangun dan pemiliknya, Anton Medan. Bangunan berlantai tiga berukuran 16 x 20m ini memang lebih menyerupai kelenteng dibandingkan sebuah masjid. Bangunan yang menjulang tinggi itu didominasi warna merah menyala. Ornamen naga menghiasi semua sudut atapnya yang berjenjang tiga. Lantai dasarnya digunakan untuk kantor pesantren, lantai satu dan dua untuk shalat. Kubah masjidnya berukuran kecil  berada di atap depan lantai dasar. Berbeda dengan masjid pada umumnya yang berkubah besar dan berada di puncak atap utama.

 Masjid KHM Bedjo Darmoleksono

MASJID KH. M. BEDJO DARMOLEKSONO adalah masjid yang cukup besar dengan kombinasi warna hijau dan merah, seperti bangunan-bangunan Tiongkok yang terletak persis di depan RS UMM. Ini juga merupakan salah satu fasilitas bangunan yang dimiliki Universitas Muhammadiyah Malang. Bangunan masjid bertingkat yang besar, menarik, dan dengan dilengkapi fasilitas berupa kamar mandi dan area parkir yang luas ini sangat nyaman sekali dan sejuk untuk menjalankan aktivitas keagamaan di sana.

Masjid bernuansa Tiongkok yang satu ini benar benar istimewa, karena dibangun bukan oleh komunitas Muslim Tionghoa Indonesia tapi justru dibangun oleh Universitas Muhammadiyah Malang. Ketika Universitas Muhammadiyah Malang berencana membangun sebuah Rumah Sakit lengkap dengan fasilitas Masjid, Rektorat UMM memutuskan untuk memprioritaskan pembangunan masjid agar segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar, dan setelah beberapa kali berganti design ahirnya diputuskan untuk membangun sebuah masjid dengan arsitektur Tiongkok.

Rektor UMM Dr. Muhadjir Effendy, MAP memberi nama masjid itu dengan nama Masjid KH M. Bedjo Darmoleksono, Nama seorang tokoh pelopor Muhammadiyah di Malang. Pada saat artikel ini dibuat masjid ini belum genap berumur sebulan dan Lantai satu masjid ini sementara waktu masih digunakan sebagai kantor Pengelola Rumah Sakit. 


Dipilihnya arsitektur Tiongkok dengan tiga lapis atap masjid, menandakan bahwa UMM bersifat terbuka, plural dan bisa belajar dari mana saja, termasuk ke negeri China. Tiga lapis atap yang mirip masjid Muhammad Cheng Ho Pasuruan itu, menandakan kekuatan Iman, Islam dan Ihsan.Masjid Kyai Bedjo memiliki struktur bangunan yang khas. Gaya arsitekturnya meniru gaya Tionghoa, yang mengingatkan kita pada bentuk bangunan masjid Muhammad Cheng Ho di Pasuruan. Filosofi yang hendak dibangun dari bentuk bangunan itu, diambil dari anjuran Islam untuk mencari ilmu hingga ke negeri Cina. Dengan demikian, siapapun yang melihat dan berkunjung di masjid itu diharapkan bisa terinspirasi hadis nabi ‘tuntutan ilmu sampai ke Cina.

 Masjid Al Imtizaj Bandung

Al Imtizaj adalah masjid dengan arsitek budaya tionghoa sehingga dapat disebut Kelenteng Berkubah karena dalam bangunan gapura yang berbentuk kelenteng tetapi di atasnya dibuat kubah yang biasanya menjadi lambang atau icon dari bangunan-bangunan masjid di Indonesia pada umumnya. Setelah melewati gapura yang indah, pengunjung akan langsung menemukan pintu mesjid dengan menuruni anak tangga terlebih dahulu.

Kesejukan akan sangat terasa setelah berada didalam mesjid dan wangi cat kayu pun masih terasa karena bangunan lebih didominasi oleh bahan kayu, “maklumlah, kan mesjid ini masih baru jadi bau cat nya pun masih tercium” ujar irwan sembari tersenyum. Dua tiang besar berwarna merah, seakan menambah kesan kekokohan bangunan china di jaman dulu. Masjid Al-Imtizaj dibangun dimaksudkan untuk memperkaya seni masjid dengan budaya tiongkok dalam meningkatkan khasanah pembauran etnis tionghoa Islam dengan umat Islam lainnya. “Mesjid ini sangat terbuka untuk siapa saja, mau pribumi ataupun tionghoa kita sama muslim siapa saja bisa beribadah di mesjid ini” tandasnya.

Awal sejarah pembangunan masjid ini berawal dari keinginan Bapak HR. Nuriana (mantan gubernur jawa barat ) untuk membangun suatu Masjid bagi kaum saudara baru (muallaf) khususnya bagi saudara etnis tionghoa, karena perhatian serta pelayanan bagi saudara muda tersebut dirasa masih kurang. Rencana ini telah lama hingga beliau (HR. Nuriana) mencari tempat-tempat yang layak untuk dibangunkan sebuah masjid dengan budaya tionghoa tersebut. Dan setelah ditemukan gedung yang cocok untuk di bangun masjid, dilaksanakanlah Pertemuan dan survey awal dan itu dilakukan sampai  beberapa kali hingga disepakati suatu tempat bekas generator listrik. Mulailah survey oleh team arsitek/teknis untuk memastikan kelayakan serta draft desain dari masjid yang akan dibagun.



Tim arsitek tersebut dikomandani oleh Ir. Danny Swardhani MBA, yang merupakan arsitek dari banyak masjid termasuk Masjid Atta’awun Puncak Bogor yang merupakan salah satu Monumen Kebersamaan Masyarakat Jawa Barat. Dalam waktu yang cukup singkat, awal bulan puasa 1429 H draft desain masjid oleh tim Bapak Ir. Danny Swardhani, MBA telah selesai dengan thema masjid kelenteng berkubah. Setelah pembangunan selesai lalu masjid tersebut diresmikan pada hari jumat (6/8) oleh Bapak HR.Nuriana dengan nama Masjid AL Imtizaj.

Berwisata Saat Imlek : Ini 5 Ide Unik Rayakan Imlek di Indonesia

Tidak terasa Imlek 2018 tinggal menghitung hari. Imlek adalah tahun baru Cina yang dirayakan besar-besaran oleh warga keturunan Tionghoa di berbagai sudut dunia, tak terkecuali di Indonesia.Tahun baru Imlek 2018 rasanya akan lebih istimewa jika kamu bisa merasakan tahun baru Imlek di Jepang atau menyaksikan langsung tahun baru Imlek di Singapura.

Wisata Imlek

Perayaan Imlek

Sejak tahun 2002 ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional oleh Presiden Megawati Soekarnoputri, setelah dua tahun sebelumnya ditetapkan sebagai Hari Libur Fakultatif oleh Presiden KH.Abdurrahman Wahid. Jauh sebelumnya, pada tahun 1946, Presiden Republik Indonesia Pertama, Ir.Sukarno, telah menetap 4 (empat) Hari Libur Fakultatif bagi masyarakat Tionghoa yang waktu itu mayoritas masih beragama Khonghucu, yakni : Tahun Baru Imlek, Qing Ming (Ceng Beng), Hari Lahir Nabi Kongcu (Kongzi, Confucius) dan Hari Wafat Nabi Kongcu.

Ada tiga sistem perhitungan kalender yang setidaknya kita kenal, yakni : solar, lunar dan lunisolar. Kalender solar atau matahari, didasari orbit bumi mengelilingi matahari selama ± 365,25 hari per tahun. Contohnya Kalender Masehi, Kalender Lunar atau bulan, didasari orbit bulan mengelilingi bumi selama ± 29,5 hari per bulan, atau 354 hari per tahun. Contohnya Kalender Hijriyah atau Islam. Itulah sebabnya 1 Muharram, Idul Fitri atau yang lainnya, selalu jatuh maju 11 hari di banding tahun sebelumnya.

Kalender Imlek, perhitungan hari per bulannya didasarkan pada edar bulan mengelilingi bumi, namun selisih 11,25 dengan sistem solar selama 19 tahun (19 x 11,25 hari, identik dengan 7 bulan) dikoreksi dengan menyisipkan 7 kali bulan ke-13 selama kurun waktu tersebut. Itulah sebabnya awal tahun penanggalan Imlek tidak maju terus seperti terjadi pada Kalender Hijriyah, namun selalu dalam kisaran 21 januari-19 Februari.

Ada banyak kegiatan khas Imlek yang bisa kamu nikmati sembari berlibur ke luar negeri.Nah, buat kamu yang menghabiskan liburan bersama di Tanah Air, ada beberapa ide liburan tahun baru Imlek tanpa mengurangi rasa kemeriahannya, meski tidak ke luar negeri. Berikut lima ide merayakan liburan tahun baru Imlek 2018 yang bisa kamu lakukan.

1. Wisata Kuliner Pecinan

Wisata Imlek
Libur tahun baru Imlek 2018 kali ini kebetulan jatuh pada Jumat. Artinya, kamu bisa memiliki waktu liburan panjang long weekend. Untuk menggali rasa, sebetulnya ada banyak tempat wisata kuliner Pecinan yang bisa kamu coba dan nikmati bersama keluarga.Di daerah Jakarta, kamu bisa mendatangi kawasan Pasar Petak Sembilan, Glodok. 

Namun, bagi kamu yang muslim ada baiknya bertanya terlebih dahulu makanan yang hendak dibeli terutama kehalalannya.Salah satu yang paling legendaris misalnya kunjungi saja Kopi Es Tak Kie yang kerap hadir pula dalam beberapa acara pameran kuliner di Ibu kota. Selain kopinya yang khas, kamu juga bisa mencicipi Pia Lao Beijing yang diolah tanpa menggunakan bahan pengawet sama sekali.

2. Wisata Sejarah Bangunan Tua

Wisata Imlek
Salah satu yang paling identik dengan kawasan Pecinan di beberapa sudut kota, baik di Indonesia maupun di luar negeri, adalah keberadaan kelenteng yang menjadi tempat ibadah warga keturunan Tionghoa.Umumnya, kawasan kelenteng tidak berada jauh dari pasar. Sudah lumrah pula bila terdapat pasar, maka akan semakin mudah mencari kuliner khas di kawasan Pecinan. Selain itu, juga terdapat beberapa bangunan yang memiliki arsitektur unik khas Tionghoa, termasuk ornamen-ornamen yang menghiasinya.

Sejarah Ru Jiao atau agama Khonghucu erat berhimpitan dengan sejarah bangsa Tionghoa. Dan ini terjadi dalam kurun waktu lama, tak terputus selama 5000 tahun lebih lamanya. Tak heran meski pun kini agama orang Tionghoa sudah beraneka ragam, tapi budaya dan sebagian tingkah lakunya terpengaruh kuat dengan Ru Jiao atau agama Khonghucu. Maka konsekuensinya, segala sesuatu yang dulu menjadi ranah agama, lama-lama diterima dan menjadi budaya yang mempengaruhi perilaku social orang per orang, diturunkan turun-menurun oleh orang tua. Salah satunya yang terkait dengan Tahun Baru Imlek.

Hal yang sama menimpa masyarakat atau bangsa Jepang, Korea, Mongolia, Manchuria dan Vietnam. Meski bukan orang Tionghoa, karena terpengaruh ajaran agama Khonghucu, mereka juga merayakan Tahun Baru Imlek meski dengan nama berbeda. Oleh karena tidaklah tepat bila Imlek disebut sebagai hari raya budaya atau etnis. Apalagi Indonesia Imlek juga dirayakan oleh suku-suku lainnya, yang kebetulan menganut agama Khonghucu. Lagi pula, Xia Yu, sang pendiri Dinasti Xia, dinasti yang pertama kali menggunakan Kalender Imlek, sejatinya berasal dari etnis proto Melayu, nenek moyang bangsa Indonesia.

3.Wisata Religi

Wisata Imlek
Kelenteng menjadi salah satu wisata religi yang bisa dikunjungi oleh wisatawan. Pada saat Imlek, warga Tionghoa biasanya datang berbondong-bondong ke kelenteng untuk mendapatkan berkah agar umur panjang dan rezeki selama satu tahun ke depan.

Sejak tahun 2002 Tahun Baru Imlek ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional oleh Presiden Megawati Soekarnoputri, setelah dua tahun sebelumnya ditetapkan sebagai Hari Libur Fakultatif oleh Presiden KH.Abdurrahman Wahid. Jauh sebelumnya, pada tahun 1946, Presiden Republik Indonesia Pertama, Ir.Sukarno, telah menetap 4 (empat) Hari Libur Fakultatif bagi masyarakat Tionghoa yang waktu itu mayoritas masih beragama Khonghucu, yakni : Tahun Baru Imlek, Qing Ming (Ceng Beng), Hari Lahir Nabi Kongcu (Kongzi, Confucius) dan Hari Wafat Nabi Kongcu. 

4.Nonton Barongsai

Wisata Imlek
Kegiatan yang sangat identik dengan tahun baru Imlek 2018, tak lain dan tak bukan adalah pertunjukan Liong dan Barongsai.Beberapa atraksi Barongsai kerap kali ditampilkan di beberapa pusat perbelanjaan.

Sedangkan di kawasan Pecinan, biasanya diselenggarakan pawai dengan mengarak Naga Liong dan Barongsai secara bersamaan.Yang menarik adalah interaksi anak-anak dengan Barongsai. Untuk mendapatkan keberuntungan warga keturunan Tionghoa pun membagi-bagikan angpau.

5.Liburan Bersama Keluarga

Wisata Imlek
Sejak tahun baru Imlek ditetapkan sebagai hari libur, perayaannya semakin meriah, tak seperti merayakan pergantian tahun baru Masehi. Tahun baru Imlek kali ini memasuki tahun Anjing Tanah. Warga percaya bahwa pada tahun baru Anjing Tanah menjadi saat yang tepat untuk memulai usaha bisnis atau mencari tempat tinggal hunian rumah.

Nah, untuk bisa merasakan langsung kemeriahan menyambut tahun baru Sincia 2018, tak ada salahnya membawa keluarga bersama untuk liburan pada saat libur Imlek 2018.Kegiatan liburan bisa diisi dengan wisata kuliner, wisata sejarah sampai dengan wisata belanja. Tak sedikit toko yang memberikan promo Imlek menarik dengan diskon yang tidak sedikit.