BREAKING NEWS

Uniknya Indonesia

Taman Nasional

Sumatera Utara

Paket Wisata

Wisata Sejarah

Event more news

Latest Updates


Berkunjung Ke Batubara,Belum Lengkap Bila Tidak Mengunjungi 10 Lokasi Wisata Ini

Batubara merupakan kabupaten di Provinsi Sumatera Utara yang baru terbentuk pada 8 Desember 2006, hasil pemekaran dari Kabupaten Asahan. Dengan sebagian wilayah berada di tepi pantai Selat Malaka, kabupaten yang beribukota di Kota Limapuluh ini memiliki cukup banyak objek pariwisata, mulai dari wisata alam, wisata pantai, wisata sejarah juga wisata edukasi.

Bagi Anda yang tertarik untuk menjelajah Kabupaten Batubara,berikut rekomendasi 10 tempat wisata di Batubara yang menggoda untuk dikunjungi.

Danau Laut Tador

Sumber: Instagram @faridats
Berlokasi di area HGU Kebun Laut Tador, Kecamatan Sei Suka, Danau laut Tador memiliki luas sekitar 8 hektar dengan dikelilingi pepohonan yang menjadi bagian dari kawasan konservasi. Sehingga dapat dibayangkan, betapa teduh, asri dan alaminya suasana di sekitar danau.

Pengunjung yang datang ke sini tidak hanya dapat menikmati keindahan pemandangan yang ada di sekeliling danau, atau memancing dan berperahu menyusuri kawsasan perairan danau lalu singgah di pulau kecil yang ada di tengahnya, tapi juga dapat melihat beberapa jenis flora langka yang usianya sudah ratusan tahun

Pantai Bunga

Sumber: Instagram @dawisiwi
Sunset pada saat senja menjadi suguhan utama dari Pantai Bunga, disamping keindahan lainnya yang dihadirkan lewat pepohonan di kawasan pantai serta pasirnya yang berwarna putih bersih. Pasir yang ada di Pantai Bunga inilah yang konon dulu pernah dijual ke Singapura untuk reklamasi pulau buatan di negara tetangga tersebut.


Bagi mereka yang ingin menikmati indahnya alam sambil duduk di tepi pantai, tersedia gubuk-gubuk sederhana berbentuk panggung yang dapat disewa dari penduduk. Jika ingin mengarungi kawasan perairan, nelayan-nelayan juga telah menyiapkan sampan dengan harga sewa yang cukup terjangkau. Sayangnya pantai ini kurang nyaman untuk dipakai mandi karena airnya yang keruh disertai banyaknya pasir yang tercampur air saat disapu oleh ombak.

Pantai Jono

Sumber: Instagram @iman_tramp

Pantai yang juga akrab dengan sebutan Pantai Perjuangan ini merupakan pantai terluas di Pulau Sumatera. Karena itu cukup menarik untuk digunakan berbagai aktifitas seperti bermain layang-layang, sepak bola dan volley pantai, serta aktifitas yang lain.

Pemandangan yang ditawarkan pantai ini juga sangat menawan. Tidak heran jika saat hari libur, pengunjung yang memadati kawasan pantai bisa lebih dari 2000 orang. Mereka tidak hanya datang dari daerah sekitar, tapi juga dari luar kota, bahkan ada juga wisatawan yang datang dari Singapura dan Malaysia.

Pantai Jono cukup mudah untuk dijangkau karena meski jaraknya dengan pusat kota Batubara sejauh 117 km namun banyak sarana transportasi umum yang trayeknya melintasi kawasan pantai ini.

Lokasinya juga cukup dekat dengan perkampungan penduduk sehingga berbagai fasilitas yang dibutuhkan wisatawan, semua tersedia, termasuk penginapan bagi mereka yang ingin bermalam di tepi pantai.

Pantai Datuk

Sumber: Google
Berlokasi di Desa Kuala Indah, Kecamatan Sei Suka, Pantai Datuk merupakan tempat yang tepat untuk melepas penat sembari memandang indahnya laut lepas. Di pinggir pantai ini juga dihiasi dengan pepohonan, sehingga suasana yang dihadirkan pun terasa rindang, sejuk dan segar.

Selain menikmati indahnya pemandangan laut, wisatawan yang berkunjung ke Pantai Datuk juga dapat melihat peninggalan bersejarah berupa dua buah meriam kuna, serta sebuah perahu yang diketemukan di dasar laut yang umurnya sudah berabad-abad. Desain atau bentuk dari perahu tersebut memadukan antara bentuk perahu kuna khas Melayu dengan tekhnologi eropa, sehingga terbilang modern pada jamannya.

Pulau Salah Namo

Sumber: Instagram @officialbatubarakita

Awalnya nama pulau ini sama dengan nama organ intim kaum perempuan, sehingga kalau ada orang yang bertanya tentang nama pulau tersebut pada kaum perempuan, mereka akan menjawabnya dengan “Pulau Salah Namo” atau Pulau Salah Nama. Akhirnya, pulau itupun lebih dikenal dengan nama Pulau Salah Namo.

Mengunjungi Pulau Salah Nama, dapat menaiki perahu bermotor dari dermaga Tanjung Tiram. Waktu tempuh dari dermaga menuju pulau tersebut lebih kurang memakan waktu satu jam. Soal transportasi tidak perlu khwatir, karena ada boat nelayan, yang senantiasa selalu setia menanti para penumpangnya di dermaga Pelabuhan Tanjung Tiram. Selama di perjalanan Anda bisa menikmati pemandangan laut luas yang membentang. Sampan-sampan nelayan pun terlihat hilir mudik untuk mencari tangkapan ikan.

Terlepas dari namanya, pulau ini memiliki keindahan yang siap memanjakan mata Anda. Berbekal peralatan snorkeling, Anda bisa menyusuri air laut yang jernih, sambil melihat ikan dan terumbu karang cantik. Selain itu bagi yang hobi memancing, Anda bisa merasakan sensasi menangkap ikan di Pulau Salah Nama.

Baca Juga : Paket Wisata Pulau Berhala


Pulau ini memiliki keunikan tersendiri yakni banyaknya bebatuan berwarna merah yang mengelilingi kawasan pulau. Hamparan pasir putih dan rindang pepohonan menjadi daya tarik yang luar biasa dari Pulau Salah Namo, begitu juga dengan alam bawah lautnya yang dihiasi terumbu karang.

Tidak heran jika Kabupaten Batubara menjadikan pulau ini sebagai salah satu ikon pariwisata serta melengkapinya dengan berbagai fasilitas termasuk membangun penginapan di kawasan pulau serta gencar mempromosikannya.

Pulau Pandang

Sumber: Instagram @ilhamlubis

Satu lagi surga bagi penggemar diving dan snorkeling yang ada di Batubara adalah Pulau Pandang yang berada di Selat Malaka, tepatnya di sebelah Utara wilayah kecamatan Tanjung  Tiram. Tidak hanya alam bawah lautnya saja yang memukau, tapi juga pantainya yang berpasir putih yang dihiasi rindangnya pepohonan.


Baca Juga : Paket Wisata Pulau Pandang


Keindahan dari Pulau Pandang membuat banyak perusahaan  Tour & Travel yang menjual khusus paket wisata Pulau Pandang atau menggabungkannya paket wisata pulau ini dengan beberapa objek wisata yang lain. Pemerintah Kabupaten Batubara juga serius mengelola pulau ini, salah satunya dengan menyediakan penginapan bagi para wisatawan berupa bungalow serta memanfaatkan mess  navigasi Dinas Perhubungan.

PT. Inalum

Sumber: Instagram @inalum

Inalum merupakan kependekan dari Indonesia Asahan Aluminium, salah satu perusahaan BUMN yang bergerak di bidang peleburan aluminium. Perusahaan ini berdiri pada 6 Januari 1976 dan ditetapkan sebagai BUMN pada 23 April 2014.

Perusahaan yang menjadi kebanggaan masyarakat Batubara ini memberi kesempatan bagi siapapun yang ingin melakukan eduwisata atau widyawisata untuk mengetahui seluk beluk dan proses peleburan aluminium.

Hanya saja untuk dapat berkunjung ke PT Inalum harus dilakukan perkelompok dan terlebih dahulu meminta ijin pada perusahaan. Jika sudah memperoleh ijin, kelompok widyawisata nantinya akan ditemani oleh guide yang disediakan oleh perusahaan. Pemandu wisata  tersebut akan mengajak pengunjung berkeliling ke beberapa lokasi sambil menjelaskan dengan detail seluk beluk peleburan aluminium.

Kampung Songket

Sumber: Google
Kabupaten Batubara juga dikenal dengan produk songketnya yang memiliki motif khas dan menarik serta menjadi identitas masyarakat Melayu Batubara. Keindahan kain songket Batubara tersebut mendorong pemerintah untuk mendaftarkannya ke UNESCO sebagai warisan budaya Indonesia.

Itu sebabnya, berkunjung ke Batubara serasa belum lengkap sebelum melihat proses pembuatan songket serta membelinya untuk dijadikan oleh-oleh.
Untuk dapat melihat proses pembuatan kain songket, wisatawan dapat menuju ke Desa Kampung Panjang, Kecamatan Limapuluh.

Di desa ini, masyarakat utamanya kaum perempuan banyak yang berprofesi sebagai pengrajin kain songket. Sebagian dari mereka bekerja di rumah-rumah produksi, sebagian lainnya membuaat kain songket di rumah masing-masing.

Mereka akan dengan senang hati menerima kedatangan para wisatawan untuk melihat aktifitas mereka saat mengoperasikan mesin tenun. Apalagi jika wisatawan tersebut tidak hanya melihat-lihat, melainkan juga membeli kain yang mereka produksi. Harga dari kain songket yang mereka hasilkan bervariasi, mulai dari Rp.500.000 – Rp. 3 juta.

Istana Niat Lima Laras

Sumber: Google
Bagi penggemar wisata sejarah, wajib berkunjung ke Istana Niat Lima Laras yang berada di Desa Lima Laras, Kecamatan Tanjung Tiram.  Istana ini dibangun oleh Datuk Muhammad Yoeda pada tahun 1907 – 1912 dengan menghabiskan dana sekitar 150.000 gulden. Para pekerjanya selain diambil dari masyarakat sekitar juga mendatangkan tenaga ahli dari negeri China.

Istana yang masih berdiri kokoh meski usianya sudah lebih dari satu abad ini menempati area seluas 102 x 98 meter2 berbentuk persegi panjang dan terdiri atas 4 lantai. Terdapat empat anjungan di setiap penjuru mata angin dengan arsitektur bergaya melayu pada bagian atap dan kisi-kisinya. Sedang ornamen pada dinding-dindingnya, dipengaruhi oleh gaya China.

Selain menikmati keindahan dari arsitektur bangunan istana, pengunjung yang datang kesini juga dapat melihat benda-benda bersejarah peninggalan kerajaan Lima Laras, seperti benda-benda pusaka berupa senjata tajam semacam pedang dan tombak, tempayan berukir naga, berbagai macam benda pecah belah abad lampau, serta yang lain.

Singapore Land Waterpark

Sumber: Instagram @singaporelandwaterpark
Sumber: Instagram @singaporelandwaterpark
Inilah wahana wisata air terbesar di Sumatera Utara yang beralamat di JL. Lintas Sumatera Km.141, Kecamatan Sei Balai. Seperti halnya waterpark-waterpark yang lain, berbagai wahana seru dapat dijumpai di sini seperti Kids Pool, Family Slide, Body Slide, Racing Slide, Super Bowl, Lazy Rivcr atau Kolam Arus dan Wave Pool atau kolam ombak.

Selain berbagai wahana permainan air yang seru, sejumlah fasilitas juga sudah disiapkan bagi wisatawan yang berkunjung seperti tempat persewaan ban, loker, gazebo, kamar ganti, shower outdoor, mushollah serta klinik.

7 Suku Pedalaman di Indonesia yang Tak Terjamah Modernisasi

Indonesia merupakan negara multikultural yang menjadi tempat tinggal bagi ratusan suku dan etnis yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Selain beberapa suku besar di Indonesia seperti Suku Jawa, Suku Melayu, dan Suku Batak ternyata masih banyak suku-suku lain yang masih terisolir dan belum tersentuh oleh modernisasi.

Suku-suku yang masih terisolir tersebut bukannya tidak diperhatikan oleh pemerintah, namun mereka sendiri yang menolak pengaruh dari luar. Mereka begitu gigih mempertahankan tradisi leluhur dari pengaruh modernisasi agar tidak tergerus perkembangan zaman.

Berikut telah disajikan tujuh suku pedalaman di Indonesia yang tak terjamah moderniasasi.

1. Suku Korowai (Papua)


(Instagram/@dimas_fe_brian)
Suku Korowai merupakan suku terasing yang tinggal di pedalaman hutan Papua. Jika sebagian suku-suku di Papua sudah mengenal pakaian, Suku Korawai sama sekali tidak mengenal pakaian bahkan koteka sekalipun. Suku Korowai hidup di atas pohon pada ketinggian 50-100 meter dari permukaan tanah.

Baca Juga : Rumah Pohon Suku Korowai : Menapaki Sisi Lain Keindahan Alam Indonesia

 

2. Suku Anak Dalam (Jambi)

(Instagram/@taujambi)
Terdapat satu suku di Provinsi Jambi yang masih belum tersentuh oleh pekembangan zaman. Suku Anak Dalam atau Suku Kubu hidup nomaden di wilayah pedalaman hutan di Jambi.

Disebutkan bahwa Suku Anak Dalam masih belum mengenal agama, mereka menyembah arwah dari leluhur yang telah meninggal.

3. Suku Mentawai (Sumatera Barat)


(Instagram/@goisok_kataik)
Suku Mentawai merupakan salah satu suku kuno yang mendiami wilayah Sumatera Barat dan Utara. Masih menjadi perdebatan dikalangan peneliti mengenai asal-usul Suku Mentawai. Sebagian berpandapat bahwa Suku Mentawai berasal dari Bangsa Polinesia, sebagian lagi berpendapat suku ini berasal dari Proto Melayu atau Melayu Tua.

4.Suku Samin (Blora-Pati-Bojonegoro)

(Instagram/@fubuki_aida)

Suku Samin merupakan suku pedalaman yang hidup di sekitar Pegunungan Kendeng. Suku Samin tersebar di wilayah Blora, Pati, dan sebagian Bojonegoro. Penolakan Suku Samin terhadap modernisasi bermula dari sikap pendahulunya yakni Samin Surosinteko yang menentang kapitalisme dari Pemerintahan Hindia Belanda yang merugikan masyakat Suku Samin.

5.Suku Mante (Aceh)

(Tribunews.com)

Tidak ada catatan pasti mengenai keberadaan Suku Mante di Indonesia. Bahkan Suku Mante dianggap sebagai sebuah legenda oleh masyarakat setempat. Suku Mante hidup jauh di pedalaman hutan Aceh dengan ciri fisik yang khas yaitu ukuran tubuhnya yang kecil sehingga disebut sebagai orang kerdil.

6.Suku Baduy (Banten)

(Instagram/@wisatasukubaduy)

Suku Baduy atau juga dikenal Suku Kanekes merupakan masyarakat asli dari Banten. Meskipun bertempat tinggal tak jauh dari pusat perekonomian dan bisnis Indonesia, Suku Baduy lebih memilih untuk mengasingkan diri dan tidak menerima modernisasi maupun pengaruh lain dari luar. Masyarakat Suku Baduy hidup secara mandiri di sekitar Pegunungan Kendeng dengan menggantungkan hidup pada alam.

7. Suku Kajang (Sulawesi Selatan)

(Instagram/@ethnicvibes.id)

Suku Kajang hidup di pedalaman Sulawesi Selatan, identik dengan pakaian serba hitam. Suku ini cukup ditakuti oleh masyarakat lokal karena dipercaya memiliki kekuatan magis yang dahsyat.

Baca Artikel :  Tana Toa Kajang : Mengenal Sang Penjaga kelestarian Hutan Bulukumba


Meskipun demikian sebagian kelompok dari Suku Kajang sudah mulai membuka diri dengan perkembangan zaman.

Pengunggah Daftar Menu Tulisan Tangan Maskapai Garuda Dipanggil Polisi

Sumber Gambar : Msn.com

VIVA – Rius Vernandes dan  Elwiyana Monica mendapatkan surat panggilan dari  Kepolisian Resor Bandara Soekarno Hatta. Hal itu setelah, mereka membagikan foto menu penerbangan kelas bisnis maskapai Garuda Indonesia.
Surat panggilan kepolisian tersebut diposting pada akun Instagram milik @rius.vernandes. Pada akun itu terdapat pula keterangan dia meminta dukungan kepada para followers-nya.

'Guys, gw sama elwi dapat panggilan dari polisi mengenai masalah ini. Kami dilaporkan atas dugaan melakukan tindak pidana pencemaran nama baik. Gw yakin kalian tau kalau gw TIDAK ADA maksud sama sekali untuk mencemarkan nama baik siapapun," tulis dia
Dia minta dukungan dari siapa pun, terutama dari teman-teman influencer. "Gw harap kalian bisa bantu share dan support gw dalam masalah ini karena gw gak mau di masa depan ketika kita review sesuatu dengan apa adanya, ketika kita memberikan kritisi yang membangun, kita bisa di pidana," tulis dia lagi.
Dia menyebutkan akan menghormati segala peraturan hukum. "Gw sama sekali tidak merasa mencemarkan nama baik. Gw tidak takut. Tapi tidak adakah cara yang lebih kekeluargaan dalam menyelesaikan masalah ini?" tulis dia.

Kapolres Bandara Soekarno Hatta, Komisaris Besar Polisi Victor Togi Tambunan membenarkan ada pemanggilan kepada keduanya. Menurut dia, para terlapor saat ini masih berstatus saksi akan melakukan proses pemeriksaan.
"Betul, ada pemanggilan itu. Saat ini dalam proses mengundang atau memanggil terlapor yang masih berstatus sebagai saksi dan kita akan mendengar keterangan mereka pada Rabu mendatang," katanya saat dikonfirmasi VIVA, Selasa, 16 Juli 2019.

Sumber Berita : https://www.viva.co.id/berita/nasional/1166210-pengunggah-daftar-menu-tulisan-tangan-maskapai-garuda-dipanggil-polisi

Jaminan Keselamatan Konsumen di Sektor Wisata Masih Rendah, Tour Operator Wajib Pahami Hal ini

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menuturkan bahwa jaminan keselamatan dan kenyamanan konsumen Indonesia di sektor pariwisata masih sangat rendah. Mengingat bahwa Indonesia merupakan negeri tropis dengan kondisi alam yang tidak bisa ditebak, konsumen dalam hal ini wisatawan butuh sebuah jaminan atas keselamatannya jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Download Infografik

Penyedia jasa layanan wisata seperti tour operator memiliki kewajiban dan tanggungjawab untuk menjaga keselamatan konsumen selama kegiatan wisata berlangsung. Secara garis besar terdapat enam hal yang harus menjadi prioritas bagi tour operator agar keselamatan konsumen dapat terjamin dengan baik.

1. Keamanan Umum

Keamanan umum merupakan prosedur dan sistem yang secara umum dapat diandalkan untuk menjaga keamanan dan keselamatan konsumen. Elemen dari keamanan umum meliputi penerangan yang memadai, penyediaan papan petunjuk, pengadaan toilet, dan transportasi yang layak.

2. Kemanan Data Pribadi

Kemanan data pribadi seperti alamat email, nomor telepon, alamat rumah, serta nama dan status anggota keluaga harus mendapatkan jaminan keamanan dari pihak tour operator. Data pribadi yang jatuh ke tangan orang yang salah dapat dimanfaatkan untuk kepentingan yang dapat merugikan konsumen.

3. Perlindungan dari Bencana

Indonesia adalah negara tropis dimana kondisi alam hingga cuaca tidak bisa dipredisi. Berbagai kejadian alam berupa bencana seperti tsunami, gempa bumi, angin tornado, dan banjir bandang dapat datang kapan saja. Sudah seharusnya tour operator memiliki prosedur baku terhadap hal-hal paling buruk yang dapat menimpa konsumennya.

4. Asuransi

Wajib hukumnya bagi tour operator untuk memberikan asuransi kepada konsumennya yang akan mengadakan perjalanan wisata ke suatu destinasi wisata tertentu.

5. Informasi yang Akurat dan Andal

Konsumen memiliki hak untuk mengetahui informasi yang akurat dan andal mengenai langkah serta prosedur kedaruratan yang perlu dilakukan saat terjadi hal-hal tidak diinginkan saat sedang melakukan kegiatan wisata.

6. Perlindungan dan Bantuan Hukum

Pihak tour operator ada baiknya menyediakan perlindungan dan bantuan hukum bagi konsumennya untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya berbagai masalah hukum yang bisa saja terjadi.
Bagi anda yang sedang merintis bisnis tour travel bergabunglah bersama kali di Phinemo Marketplace. Kami menyediakan wadah bagi anda untuk mempromosikan semua produk-produk anda secara gratis tanpa pungutan biaya sepeserpun

Lihat Artikel Versi Pdf