BREAKING NEWS

Paket Wisata Bukit Lawang 2 Hari 1 Malam 2019


Bukit Lawang ( Sumber Gambar : gobatak.com)

Paket Wisata Bukit Lawang - NusaPedia - Paket Wisata Bukit Lawang merupakan tempat wisata alam di kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Tempat yang terkenal dengan arus sungainya yang deras dan jernih dan tempat pengamatan Orang utan Sumatera semi-liar di kawasan hutan lindung Taman Nasional Gunung Leuser.

Bukit Lawang merupakan bagian kecil dari Taman Nasional Gunung Leuser yang diliputi oleh hutan lebat khas hujan tropis adalah kawasan pelestarian alam Indonesia yang merupakan bagian dari Pegunungan Bukit Barisan yang membentang sepanjang pulau Sumatera.

Orangutan Sumatra (Pongo abelii) adalah salah satu dari dua spesies orangutan di Indonesia dan hanya dapat ditemukan di pulau Sumatera yaitu di kawasan Bukit Lawang,Bukan lagi menjadi  sebagai pusat rehabilitasi Orang Utan, hutan di Bukit Lawang juga menjadi tempat konservasi dan pelestarian beberapa jenis flora dan fauna yang dilindungi. Di hutan Bukit Lawang teradapat beberapa hewan yang dilindungi seperti gajah, badak dan harimau. Serta flora yang sangat terkenal ada di hutan ini yakni bunga bangkai (Rafflesia Arnoldi) berdiameter lebih kurang tiga meter.

Bukit Lawang Bagian Kecil Dari Warisan Dunia Bernama Taman Nasional Gunung Leuser

Taman Nasional Gunung Leuser

Nama Taman Nasional Gunung Leuser diambil dari gunung berapi yang berdiri gagah di tengah wilayah taman nasional, yaitu Gunung Leuser yang berketinggian 3119 meter menjulang tinggi di sisi tenggara Aceh. Terbentang seluas 1 juta hektar lebih di Propinsi Aceh dan Sumatra Utara, membuat Taman Nasional Gunung Leuser memiliki beraneka macam vegetasi, meliputi hutan hujan pegunungan, hutan rawa, hutan lumut sampai hutan bakau di area pantai.

Faktor ini juga membuat Taman Nasional Gunung Leuser kaya akan berbagai jenis flora dan fauna, bahkan menjadi tempat berlindung sebagian termasuk satwa yang telah dinyatakan punah. Ada orangutan, badak, gajah, beruang madu, harimau, ajag, siamang dan rusa sambar. Termasuk beberapa jenis ular berbisa, buaya dan ikan jurung, spesies satwa air endemik yang panjangnya bisa mencapai 1 meter dan hidup di Sungai Alas yang mengalir membelah Taman Nasional Gunung Leuser.

Aneka satwa dan jenis tumbuhan yang hidup di satu tempat bukanlah sebuah fenomena alam yang bisa ditemui di sembarang tempat. Inilah yang menginspirasi UNESCO untuk menobatkan Taman Nasional Gunung Leuser sebagai salah satu Situs Warisan Dunia di Asia tahun 2004.

Sejarah Pembentukan Taman Nasional Gunung Leuser

Peta Administrasi Taman Nasional Gunung Leuser ( Sumber Gambar : http://musbir.blogspot.com )

Penetapan kawasan konservasi merupakan implementasi strategi konservasi ekosistem dan strategi konservasi in-situ yang diarahkan sebagai fungsi pokok perlindungan/suaka dan pelestarian alam. Amanat tentang kawasan konservasi baik Kawasan Suaka Alam (KSA) dan Kawasan Pelestarian Alam (KPA) dijelaskan dalam UU No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya, UU No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, dan Peraturan Pemerintah No. 68 Tahun 1998 tentang KSA dan KPA. Salah satu contoh bentuk kawasan konservasi adalah taman nasional.

Secara yuridis formal keberadaan TNGL untuk pertama kali dituangkan dalam Pengumuman Menteri Pertanian No. 811/Kpts/Um/II/1980 tanggal 6 Maret 1980 tentang peresmian 5 (lima) TN di Indonesia, yaitu; TN. Gunung Leuser, TN. Ujung Kulon, TN. Gede Pangrango, TN. Baluran, dan TN. Komodo. Berdasarkan Pengumuman Menteri Pertanian tersebut, ditunjuk luas TN. Gunung Leuser adalah 792.675 ha. Pengumuman Menteri Pertanian tersebut ditindaklanjuti dengan Surat Direktorat Jenderal Kehutanan No. 719/Dj/VII/1/80 tanggal 7 Maret 1980 yang ditujukan kepada Sub Balai KPA Gunung Leuser dengan isi penting yaitu pemberian status kewenangan pengelolaan TNGL kepada Sub Balai KPA Gunung Leuser. Sebagai dasar legalitas dalam rangkaian proses pengukuhan kawasan hutan telah dikeluarkan Keputusan Menteri Kehutanan No. 276/Kpts-II/1997 tentang Penunjukan TNGL seluas 1.094.692 hektar yang terletak di Provinsi Daerah Istimewa Aceh (sekarang Provinsi Aceh) dan Provinsi Sumatera Utara.

Maps Taman Nasional Gunung Leuser ( Sumber Gambar : akbarasia )

Merujuk pada Undang-Undang No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Peraturan Pemerintah No. 44 Tahun 2004 dan Peraturan Menteri Kehutanan No. 41 Tahun 2008 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pengelolaan Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam, maka pengelolaan TNGL harus didasarkan atas perencanaan jangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek dengan mengakomodasikan aspirasi Publik serta pelibatkan para pihak dan pakar untuk menjaring pendapat berbagai sektor dan disiplin ilmu untuk pengkayaan materi. Pengelolaan TNGL didesain untuk mampu memberikan manfaat ekologi, ekonomi, sosial, dan budaya secara optimal dan menjamin legitimasi keberadaannya secara jangka panjang dengan semangat perubahan demokratis, transparan dan bertanggung-gugat (accountable), serta tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

Mengapa Kamu Harus Menjelajahi Bukit Lawang..?? 

Orang Utan Sumatera ( Sumber Gambar : langkatpedia.com )

Pada saat ini Bukit Lawang bukan sebagai pusat rehabilitasi Orang Utan, kini Bukit Lawang menjadi Pos Pengamatan Orang Utan Sumatera.hutan di Bukit Lawang juga menjadi tempat konservasi dan pelestarian beberapa jenis flora dan fauna yang dilindungi. Di hutan Bukit Lawang teradapat beberapa hewan yang dilindungi seperti gajah, badak dan harimau. Serta flora yang sangat terkenal ada di hutan ini yakni bunga bangkai (Rafflesia Arnoldi) berdiameter lebih kurang tiga meter.

Orangutan, sang pemelihara hutan, adalah satwa asli Indonesia. Orangutan Sumatera (Pongo abelii) adalah jenis orangutan yang paling terancam di antara dua spesies orangutan yang ada di Indonesia. Dibandingkan dengan 'saudaranya' di Borneo, Orangutan Sumatera mempunyai perbedaan dalam hal fisik maupun perilaku. Spesies yang saat ini hanya bisa ditemukan di provinsi-provinsi bagian utara dan tengah Sumatera ini kehilangan habitat alaminya dengan cepat karena pembukaan hutan untuk perkebunan dan pemukiman serta pembalakan liar.

Terdapat 13 kantong populasi orangutan di Pulau Sumatera. Dari jumlah tersebut, kemungkinan hanya tiga kantong populasi yang memiliki sekitar 500 individu dan tujuh kantong populasi terdiri dari 250 lebih individu. Enam dari tujuh populasi tersebut diperkirakan akan kehilangan 10-15% habitat mereka akibat penebangan hutan sehingga populasi ini akan berkurang dengan cepat. Menurut IUCN, selama 75 tahun terakhir, populasi Orangutan Sumatera telah mengalami penurunan sebanyak 80%. Dalam IUCN Red List, Orangutan Sumatera dikategorikan Kritis (Critically Endangered).

Orang Utan Sumatera ( Sumber Gambar : discoveryourindonesia.com )


Orangutan Sumatera mempunyai kantung pipi yang panjang pada orangutan jantan. Panjang tubuhnya sekitar 1,25 meter sampai 1,5 meter. Berat orangutan dewasa betina sekitar 30-50 kilogram, sedangkan yang jantan sekitar 50-90 kilogram. Bulu-bulunya berwarna coklat kemerahan.
  
Saat ini hampir semua orangutan sumatera hanya ditemukan di Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Aceh, dengan Danau Toba sebagai batas paling selatan sebarannya. Populasi orangutan terbesar di Sumatera dijumpai di Leuser Barat (2.508 individu) dan Leuser Timur (1.052 individu), serta Rawa Singkil (1.500 individu). Populasi lain yang diperkirakan potensial untuk bertahan dalam jangka panjang terdapat di Batang Toru. Diperkirakan jumlah total populasi orangutan sumatera kini tinggal 6000 ekor.

Menurunnya populasi orangutan di alam akibat rusaknya hutan dataran rendah yang menjadi habitat utama orangutan dan perburuan liar untuk diperdagangkan. Morfologi orangutan yang mirip sekali dengan manusia dan terlihat lucu ketika masih kecil, membuat orangutan menjadi salah satu favorit primata yang diperdagangkan secara ilegal.

Orangutan adalah satwa dilindungi yang tidak boleh diperdagangkan dan dipelihara sebagai satwa peliharaan (pet animal). Menurut UU nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam hayati dan Ekosistemnya, pelaku perdagangan orangutan bisa dikenakan sanksi hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp 100 juta. Namun meskipun sudah dilindungi, perdagangan orangutan masih terjadi. Rendahnya kesadaran masyarakat dan lemahnya penegakan hukum menjadi pemicu masih maraknya perdagangan orangutan.

Mengapa Harus Paket Wisata Bukit Lawang


 ( Sumber Video : Lestari

Paket Wisata Bukit Lawang akan menyuguhkan perjalanan untuk menapaki keindahan hutan lebat sumatera utara.Bukit Lawang Merupakan pintu masuk untuk menjelajahi keindahan taman nasional gunung leuser.Sebelum Sahabat NusaPedia Di Ajak Untuk menapaki Keindahan Bukit Lawang Ada Baiknya Sahabat NusaPedia Kami Ajak Mengenai Potensi Wisata Bukit Lawang.

Hampir seluruh kawasan Paket Wisata Bukit Lawang ditutupi oleh lebatnya hutan Dipterocarpaceae dengan beberapa sungai dan air terjun. Terdapat tumbuhan langka dan khas yaitu daun payung raksasa (Johannesteijsmannia altifrons), bunga raflesia (Rafflesia atjehensis dan R. micropylora) serta Rhizanthes zippelnii yang merupakan bunga terbesar dengan diameter 1,5 meter. Selain itu, terdapat tumbuhan yang unik yaitu ara atau tumbuhan pencekik.
Pada Saat Mengikuti Paket Wisata Bukit Lawang Anda Dapat Melihat Dan Berinteraksi Bersama Satwa langka dan dilindungi yang terdapat di Paket Wisata Bukit Lawang antara lain mawas/orangutan (Pongo abelii), siamang (Hylobates syndactylus syndactylus), gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis sumatrensis), harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), kambing hutan (Capricornis sumatraensis), rangkong (Buceros bicornis), rusa sambar (Cervus unicolor), dan kucing hutan (Prionailurus bengalensis sumatrana).
Paket Wisata Bukit Lawang Yang Merupakan Termasuk Kedalam Taman Nasional Gunung Leuser merupakan salah satu yang ditetapkan oleh UNESCO sebagai Cagar Biosfir. Berdasarkan kerjasama Indonesia-Malaysia, juga ditetapkan sebagai “Sister Park” dengan Taman Negara National Park di Malaysia.

Sumber Gambar : Paul Hilton

Paket Wisata Bukit Lawang Dan Taman Nasional Gunung Leuser Menyandang Gelar Taman Nasional Tertua di Indonesia.Bentuk ekosistemnya yang unik yang terdiri dari tipe ekosistem hutan pantai dan hutan hujan tropika daratan rendah sampai pegunungan membuat Taman Nasional Gunung Leuser sangat cocok sebagai habitat satwa langka dan endemik di dunia, seperti orangutan sumatera (Pongo abelii), gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus), badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis), harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae), dan beruang madu (Helarctos malayanus). Satwa-satwa langka tersebut merupakan satwa kunci yang harus dilindungi untuk menjaga keseimbangan ekosistem hutan di sekitar Taman Nasional Gunung Leuser. Satwa-satwa tersebut juga berperan aktif dalam menyebarkan vegetasi yang ada di hutan sepanjang wilayah jelajahnya.
Bukit Lawang dan Taman Nasional Gunung Leuser merupakan salah satu laboratorium alam terbesar di dunia yang memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, baik jenis flora maupun faunanya.


Selain sebagai surganya satwa langka dan endemik di dunia, Taman Nasional Gunung Leuser juga sebagai surga bagi para peneliti lokal dan mancanegara karena tingkat biodiversitasnya nomor 2 terbesar di dunia setelah hutan Amazon di Brazil. Para peneliti bisa melakukan riset tentang satwa langka,flora langka seperti bunga raflesia (Rafflesia atjehensis), keragaman genetis (plasma nutfah), dan tentang habitat serta ekosistemnya secara menyeluruh. Selain sebagai laboratorium alam, Taman Nasional Gunung Leuser juga bermanfaat sebagai ekowisata (wisata berbasis ekologis) dan penyangga kehidupan.

Potensi Wisata Bukit Lawang Dan Taman Nasional Gunung Leuser yang sangat besar harus dikelola dengan baik sehingga kawasan konservasinya tetap terlindungi dan bisa bermanfaat untuk kelangsungan hidup umat manusia di dunia karena Gunung Leuser merupakan paru-paru dunia. Gunung Leuser yang ada di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser merupakan salah satu penyuplai oksigen terbanyak bagi makhluk hidup selain organisme autotrof (yang bisa membuat makanan sendiri), baik hewan, manusia maupun organisme heterotrof (yang tidak bisa membuat makanan sendiri) lainnya. Oleh karena itu, Taman Nasional Gunung Leuser harus sama-sama kita lindungi untuk kualitas hidup yang lebih baik. Salam lestari.


Paket Wisata Bukit Lawang Hari Pertama


HARI 01: KNO AIRPORT – CITY TOUR MEDAN – BUKIT LAWANG (X/L/D)



 Video Source : waroenk surveyor

Peserta Wisata  Bukit Lawang Tiba di Kualanamu International Airport. Setelah clearance di imigrasi Kemudian Sahabat NusaPedia bertemu dengan pemandu wisata kami.Peserta Tour Wisata Bukit Lawang akan di ajak untuk city tour di Di Kota Medan sahabat NusaPedia akan mengunjungi Istana Maimoon (istana milik Kesultanan Deli, dibangun pada tahun 1888 oleh Raja Sultan Makmun Al Rasyid-).

Anda juga memiliki kesempatan untuk pergi membeli sovenir atau buah tangan khas lokal seperti Bika Ambon, Lapis Legit, Bolu Gulung atau menikmati makan durian segar di toko-toko durian tentunya dengan biaya sahabat NusaPedia sendiri.Makan Siang Di Restoran Lokal.Usai Makan Siang Perjalanan Di Lanjutkan Menuju Wisata Bukit Lawang.Waktu Perjalan Normal Dapat Di Tempuh Kurang Lebih (3 jam). 
Check In ke hotel di Bukit Lawang dan tinggal di kamar yang nyaman Acara Paket Wisata Bukit Lawang - Paket Wisata Bukit Lawang bebas setelah makan malam

Paket Wisata Bukit Lawang Hari Kedua

HARI 02: HOTEL - JUNGLE TRACK PENGAMATAN ORANG UTAN – MEDAN - KUALA NAMU INTERNATIONAL AIRPORT

Orang Utan Sumatera ( Sumber Gambar www.globeslice.com )

Paket Wisata Bukit Lawang Mulai 08:30 Setelah sarapan Pagi, Kemudian Sahabat NusaPedia akan memulai Perjalan Menjelajahi hutan tropis khas sumatera.Ini akan menjadi pengalaman yang fantastis untuk menonton Orang Utan berkeliaran bebas. 

Pada awalnya Bukit Lawang merupakan pusat rehabilitasi orangutan. Namun seiring dengan perkembangannya, daerah ini berkembang menjadi Pusat Pengamatan Orangutan Sumatra atau Viewing Centre.  

Saat ini pemberian makan orang utan oleh pengunjung paket wisata bukit lawang sudah tidak di perkenankan lagi, Kuswandono mengatakan (Kepala Bidang Teknis Taman Nasional Gunung Leuser), orangutan di Bukit Lawang bukan asli lokasi ini, tetapi hasil sitaan dan direhabilitasi serta dilepasliarkan di sana.

Konsep rehabilitasi saat ini berubah, yakni, rehabilitasi di luar kawasan konservasi atau taman nasional, setelah “lulus sekolah hutan,” termasuk bisa mencari pakan sendiri, barulah dilepasliarkan. Jadi, jelas, kala orangutan lepasliar di Bukit Lawang, tidak boleh ada pemberian pakan oleh manusia.
Kuswandono mengatakan, tahun-tahun awal pelepasliaran ada anggaran pemberian pakan bagi orangutan Sumatera translokasi di ekowisata Bukit Lawang. Alasannya, saat itu status masih semi liar. Sejak awal 2015, BBTNGL sama sekali tak menganggarkan dan membuat aturan menghentikan pemberian makanan bagi satwa di TNGL. Orangutan sudah lulus sekolah dan dinyatakan liar.  Mereka dinilai bisa mencari makanan sendiri.  Pakan di Bukit Lawang, cukup banyak.

Untuk itu, katanya, BBNTGL akan memberikan batas waktu pada forum pemandu dan travel agen untuk menyetop pemberian pakan.

Konsep rehabilitasi saat ini berubah, yakni, rehabilitasi di luar kawasan konservasi atau taman nasional, setelah “lulus sekolah hutan,” termasuk bisa mencari pakan sendiri, barulah dilepasliarkan. Jadi, jelas, kala orangutan lepasliar di Bukit Lawang, tidak boleh ada pemberian pakan oleh manusia.

setelah mengamati orang utan kamu dapat menikmati udara pegunungan yang segar, bermain air sungai yang mengalir jernih dari Gunung Leuser, serta menikmati petualangan di dalam hutan untuk mencari keberadaan Orang Utan. Daya tarik dari Bukit Lawang inilah yang membuat banyak wisatawan mancanegara yang datang ke Sumatera Utara, untuk melihat langsung keberadaan lebih 35.000 Orang Utan, dan spesies lain seperti monyet, harimau, babi hutan, burung, yang hidup liar di dalam hutan yang seluas 2 juta hektar lebih.
Tepat Pukul 14:00 Paket Wisata Bukit Lawang check out hotel di bukit lawang dan peserta tour Paket Wisata Bukit Lawang kembali ke medan dan di antar ke bandara kualanamu international Airport.

Harga Paket Wisata Bukit Lawang

Rp.500.000/Orang

Minimal Keberangkatan 2 Orang

Harga Paket Wisata Bukit Lawang

Termasuk :

  1. Transportasi mobil/bus pariwisata full AC selama tour sesuai jumlah peserta tour (Avanza, Innova, New Xenia, APV, Kia Travello, Isuzu Elf atau Bus).
  2. Donasi 10 % Untuk Kelestarian Orang Utan dan Hutan Taman Nasional Gunung Leuser , Melalui Kantor Taman Nasional Gunung Leuser Resort Bukit Lawang

  3. Pemandu wisata (guide) untuk GIT, dan Driver merangkap pemandu untuk FIT.
  4. Mineral water di dalam mobil/bus 
  5. Bahan Bakar Minyak ( BBM )

Harga Tidak Termasuk :

  1. Tiket pesawat PP, airport tax dan porlep
  2. Hotel Di Bukit Lawang
  3. Makan Pagi,Makan Siang,Makan Malam Di Tanggung Oleh Peserta Tour
  4. Optional Tour (tour tambahan di luar paket) 
  5. Jungle Track 3 Jam Untuk Pengamatan Orang Utan Rp.300.000/Orang
  6. Tips untuk Guide & Driver 
  7. Pengeluaran pribadi lainnya seperti shopping atau pembelian barang-barang untuk kebutuhan pribadi, mini bar, laundry, room service, telephone dan lain-lain. 
  8. Travel Insurance
  9. Jungle Tracking : Rp.1.200.000/Orang/Hari
  10. Extra Bed Rp.80.000/Pax
  11. Airport tax domestik
  12. Penambahan / Perpanjangan tinggal
  13. Airport Tax International
  14. Tipping porter dan pengeluaran pribadi
  15. Tipping untuk local guide dan supir
  16. PPN 10 %

Ketentuan Paket Paket Wisata Bukit Lawang

  1. Konfirmasi terakhir dan jadwal perjalanan akan dibagikan 2 (dua) hari sebelum keberangkatan
  2. Tempat wisata bisa dirubah tanpa pemberitahuan sebelumnya
  3. Harga dapat berubah sewaktu-waktu dengan atau tanpa pemberitahuan terlebih dahulu
  4. Tidak ada pengembalian uang untuk layanan yang tidak digunakan
  5. Tidak tersedia sarapan pagi untuk anak NO BED
  6. Harga ANAK hanya berlaku untuk peserta yang berusia antara 02-11 tahun
  7. Susunan acara dapat berubah, jika kondisi/keadaan tidak memungkinkan
  8. Check-in / check-out hotel dilakukan sendiri
  9. Harga untuk 1 orang dalam 1 kamar akan dikenakan harga single
  10. Anak dibawah usia 18 tahun tidak bisa melakukan perjalanan sendiri/tanpa ditemani orang dewasa
  11. Tidak ada pengembalian uang untuk PAKET PERJALANAN yang DIBATALKAN atau DIUBAH atas permintaan customer
  12. Paket hanya berlaku untuk Warga Negara Indonesia (WNI)

Catatan Paket Wisata Bukit Lawang

  1. Harga ini tidak berlaku pada masa high season seperti Hari Raya Idul Fitri, Natal, Tahun Baru, Imlek dan hari libur umum di mana hotel tidak memberlakukan harga kontrak.  
  2. Harga ini bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Harga aktual adalah harga yang disepakati pada saat konfirmasi.

NusaPedia Tour And Travel

Jln.Denai/Perjuangan No.5a

Sumatera Utara - Medan Denai -Medan- Indonesia

Phone
Office :
Mobile Marketing/WA : 081290006070 
For International Call +6281290006070
Email : marketing@nusapedia.com

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg