BREAKING NEWS
Showing posts with label Taman Nasional. Show all posts
Showing posts with label Taman Nasional. Show all posts

Taman Nasional Terbaik di Indonesia yang Menanti untuk Kamu Kunjungi

Taman Nasional adalah kawasan pelestarian alam yang memiliki ekosistem yang asli. Selain itu, Taman Nasional ini juga dikelola dengan system zonasi yang dapat dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata dan juga rekreasi.

Taman Nasional
Konsep awal Taman Nasional dimulai di Amerika Serikat, tepatnya saat pemerintah Amerika menetapkan yellowstone sebagai kawasan yang dilindungi. Tapi tetap boleh dikunjungi oleh penduduk untuk melakukan rekreasi. Karena itu, menurut IUCN, Taman Nasional diklasifikasikan ke kawasan konservasi kategori II, yang masih memungkinkan aktivitas manusia di dalamnya.

Meskipun memiliki karakteristik dan persyaratan yang identik. Setiap negara punya kebijakan tersendiri untuk menetapkan sebuah kawasan sebagai taman nasional. Taman Nasional di Indonesia didasarkan pada UU No.5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati

Indonesia memiliki banyak destinasi wisata yang tentunya menarik untuk kamu kunjungi. Selain pantai, gunung, Indonesia juga rupanya memiliki banyak Taman Nasional yang menanti untuk kamu sambangi.

Nah, apakah kamu penasaran dan ingin segera menjelajahi taman-taman nasional yang terdapat di Indonesia? Pada kesempatan kali ini, kita akan membahasnya dalam Taman Nasional terbaik di Indonesia yang menanti untuk kamu kunjungi. Adapun daftar ini dibuat secara acak dan tidak berurutan.

Taman Nasional Wakatobi

Taman Nasional Terbaik di Indonesia
Inilah dia salah satu taman nasional cantik di Indonesia. Ya, taman nasional ini adalah Taman Nasional Wakatobi yang terletak di Sulawesi Tenggara. Total area taman nasional ini adalah sekitar 1,39 juta hektar. Di dalam taman nasional ini terdapat keanekaragaman hayati laut, skala dan kondisi karang. Selain itu, taman nasional ini juga menempati salah satu posisi tertinggi dari konservasi laut di Indonesia.Kawasan Taman Nasional Wakatobi ini memang terkenal sangat kaya dengan koral. 

Sebab, di taman nasional ini terdapat setidaknya 750 spesies koral dari 850 spesies koral yang ada di seluruh dunia.Konfigurasi kedalamannya bervariasi mulai dari datar sampai melandai ke laut dan di beberapa daerah perairan terdapat yang bertubir curam. Bagian terdalam perairannya mencapai 1.044 meter.Taman Nasional Wakatobi sendiri memiliki sekitar 25 gugusan terumbu karang yang menjadikannya sebagai habitat ideal bagi berbagai jenis biota laut. 

Berbagai biota laut senang untuk tinggal di Wakatobi karena memiliki nilai konservasi dan juga estetika yang tinggi.Berbagai aktivitas yang dapat kamu lakukan di taman nasional ini adalah diving, snorkeling, berenang dan memancing. Ya, ketika kamu memiliki kesempatan untuk mengunjungi Sulawesi Tenggara sebaiknya kamu juga menyempatkan waktumu untuk mengunjungi Taman Nasional Wakatobi ini.

Taman Nasional Pulau Komodo

Taman Nasional Terbaik di Indonesia
Inilah dia salah satu taman nasional yang menjadi kebanggaan warga Indonesia. Taman nasional ini adalah Taman Nasional Pulau Komodo.Taman nasional ini terletak pada perbatasan Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Taman nasional ini didirikan pada tahun 1980 yang berfungsi untuk menjaga dan melestarikan komodo, spesies kadal terbesar di dunia.Nah, pada tahun 1991, taman nasional ini menjadi salah satu situs warisan dunia oleh UNESCO. 

Taman Nasional Komodo memiliki luas 173.300 ha meliputi wilayah daratan dan lautan dengan lima pulau utama yakni Pulau Komodo, Padar, Rinca, Gili Motang, Nusa Kode dan juga pulau-pulau kecil lainnya.Nah, Taman Nasional Pulau Komodo ini terletak di kawasan Wallacea Indonesia. Kawasan Wallacea terbentuk dari pertemuan dua benua yang membentuk deretan unik kepulauan bergunung api, dan terdiri atas campuran burung serta hewan dari kedua benua Autralia dan Asia.

Selain itu, kamu juga dapat menyaksikan setidaknya 254 spesies tumbuhan yang berasal dari Asia dan Australia di Taman Nasional Komodo. Selain itu, juga terdapat 58 jenis binatang dan 128 jenis burung. Perpaduan berbagai vegetasi di Taman Nasional Komodo memberikan lingkungan yang baik bagi berbagai jenis binatang dalam kawasan ini.Nah, jika kamu memiliki kesempatan untuk mengunjungi Nusa Tenggara Barat, sebaiknya kamu tidak melewati kesempatan untuk mengunjungi Pulau Komodo ini. 

Waktu terbaik untuk mengunjungi Taman Nasional Pulau Komodo adalah dari bulan Maret hingga Juni atau dari bulan Oktober hingga Desember.Selain dapat menikmati keindahan yang ditawarkan oleh Pulau Komodo, kamu juga dapat mencoba untuk menantang adrenalinmu sendiri ketika kamu mengunjungi taman nasional ini. Ya, dengan mengunjungi taman nasional ini kamu juga dapat mengetahui apakah kamu cukup berani untuk berhadapan langsung dengan komodo atau tidak.

Taman Nasional Tanjung Puting

Taman Nasional Terbaik di Indonesia
Taman Nasional Tanjung Puting adalah sebuah taman nasional yang terletak di semenanjung barat daya Provinsi Kalimantan Tengah. Taman Nasional Tanjung Puting ini terletak di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin, Provinsi Kalimantan Tengah. Luas keseluruhan taman nasional ini mencapai 415.040 hektar.Lokasi rehabilitasi orangutan terletak di Tanjung Harapan, Pondok Tanggui dan Camp Leakey. Di tempat ini kamu dapat menemukan orang utan asli Kalimantan dengan bulu kemerahan dan tanpa ekor. 

Menyenangkan sekali, bukan?Dengan singgah sejenak di tempat ini, kamu dapat merasa lebih peduli dan menyayangi satwa-satwa langka yang sedang berjuang di pusat rehabilitasi ini. Nah, di Taman Nasional Tanjung Puting ini kamu juga dapat menyaksikan orang utan yang hidup langsung di habitatnya sehingga kawasan ini masih tergolong alami.Sebaiknya kamu menghindari kunjungan ke taman nasional pada bulan Juli hingga Agustus. 

Hal ini karena waktu-waktu tersebut merupakan high season sehingga harga diprediksi pengunjung taman nasional ini akan membludak dan semakin banyak.Salah satu tips terbaik yang dapat kamu lakukan jika ingin mengunjungi taman nasional ini adalah selalu membawa lotion anti nyamuk agar kamu dapat tetap merasa nyaman ketika menjelajahi taman nasional ini.

Taman Nasional Way Kambas

Taman Nasional Terbaik di Indonesia
Taman Nasional Way Kambas adalah taman nasional yang berfungsi sebagai pusat perlindungan gajah. Taman nasional ini terletak di Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur, Indonesia.Gajah yang menjadi pusat perhatian di taman nasional ini adalah Gajah Sumatera. Taman Nasional Way Kambas ini memiliki luas sekitar 125.621 hektar. Nah, selain itu taman nasional ini juga merupakan ekosistem hutan dataran rendah yang terdiri dari hutan rawa air tawar, padang alang-alang, dan hutan pantai.

Di kawasan ini, kamu dapat menyaksikan sebuah pusat latihan gajah yang telah didirikan sejak tahun 1985. Yang menarik adalah hingga saat ini kawasan ini telah melatih dan menjinakkan sekitar 200 gajah. Wah, keren sekali bukan?Jika kamu ingin mengunjungi taman nasional ini, kamu dapat mengunjunginya pada bulan Juli hingga September. Selain itu, di taman nasional ini juga terdapat Lembaga Khusus yang berguna untuk menjaga badak agar tidak punah.

Taman Nasional Kepulauan Seribu

Taman Nasional Terbaik di Indonesia
Inilah dia salah satu taman nasional yang terletak di Jakarta. Ya, taman nasional ini merupakan Taman Nasional Kepulauan Seribu. Di kawasan ini terdapat setidaknya sekitar 78 pulau besar atau kecil yang tingginya tidak lebih dari 3 mdpl. Pulau ini sendiri merupakan kumpulan dari gugusan karang.Nah, di taman nasional ini kamu dapat menemukan lebih dari 54 jenis kerang keras atau lunak, 2 jenis kima, 3 kelompok ganggang, 6 jenis rumput laut, 144 jenis ikan, dan 17 jenis burung pantai. 

Yang paling menyenangkan dari tempat ini adalah kamu dapat menemukan tempat peneluran penyu sisik dan penyu hijau yang tergolong langka.Nah, waktu terbaik untuk mengunjungi taman nasional ini adalah pada waktu bulan Maret hingga Mei. Yang paling menyenangkan adalah taman ini terletak tidak begitu jauh dari pusat kota Jakarta, yaitu sekitar 45 kilometer.

Taman Nasional Teluk Cendrawasih

Taman Nasional Terbaik di Indonesia
Inilah dia salah satu taman nasional cantik yang sebaiknya kamu kunjungi. Taman nasional Teluk cendrawasih ini adalah Taman Nasional Teluk Cendrawasih yang terletak di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua.Jika kamu berminat untuk berenang di taman nasional ini, bukan tidak mungkin kamu dapat mendapatkan foto keren sedang berfoto dengan hiu paus. Taman nasional ini memiliki luas area yang mencapai lebih dari 1 juta hektar.

Dengan luas yang besar tersebut, taman nasional ini telah mencakup ekosistem terumbu karang, mangrove, pantai dan hutan tropis. Nah, di taman nasional yang memiliki perairan yang sangat luas ini terdapat 209 jenis ikan, beberapa jenis penyu, duyung, lumba-lumba, paus hingga hiu.Di tempat ini, kamu juga dapat menemukan goa alam peninggalan zaman purba, sumber air panas di Pulau Misowaar, dan tempat-tempat bersejarah lainnya. 

Jika kamu ingin mengunjungi Taman nasional Teluk cendrawasih ini, kamu dapat mengunjunginya pada waktu terbaik, yaitu sekitar bulan Mei hingga Oktober setiap tahunnya.Nah, itulah dia pembahasan mengenai taman nasional terbaik di Indonesia yang menanti untuk kamu kunjungi. Semoga artikel ini dapat membantumu untuk mengeksplor banyak taman nasional cantik di Indonesia.

Taman Nasional Ujung Kulon

Taman Nasional Terbaik di Indonesia
Taman Nasional Ujung Kulon adalah sebuah taman nasional yang terletak di bagian ujung Pulau Jawa bagian barat. Taman ini memiliki luas sekitar 122.956 hektar.Taman nasional ini termasuk salah satu taman nasional di Indonesia yang diresmikan paling awal. Selain itu, taman ini juga mendapatkan penghargaan sebagai salah satu situs warisan dunia oleh UNESCO pada tahun 1991.Tempat ini menjadi habitat asli sekaligus perlindungan bagi badak jawa yang saat ini sudah tinggal puluhan ekor tersisa. Ketika mengunjungi taman nasional ini, kamu akan pertama kali bertemu dengan Pulau Peucang.

Ya, Pulau Peucang merupakan pulau pertama yang akan ditemui oleh para wisatawan yang hendak berkunjung ke Taman Nasional Ujung Kulon ini. Di Pulau Peucang ini kamu dapat menemukan pantai berpasir putih yang indah dan menanti untuk kamu sambangi.Terdapat banyak tempat-tempat di taman nasional ini yang dapat kamu kunjungi dan memiliki banyak pemandangan yang cantik. 

Tempat-tempat tersebut adalah sungai dengan jeramnya, air terjun, pantai pasir putih, sumber air panas, taman laut dan peninggalan budaya atau sejarah.Selain itu, di pantai ini kamu juga dapat menemukan banyak babi dan monyet yang hidup secara liar. Hal ini menandakan bahwa kawasan ini masih alami. Nah, jika kamu ingin mengunjungi taman nasional ini, kamu dapat mengunjunginya pada bulan April hingga September karena waktu tersebut adalah waktu terbaik.

Taman Nasional Baluran

Taman Nasional Terbaik di Indonesia
Ini dia salah satu taman nasional di Banyuwangi yang terlalu sayang untuk kamu lewatkan. Kamu menyangka sedang berada di Afrika? Bukan, ini adalah Taman Nasional Baluran di Banyuwangi.Tempat ini adalah hamparan savanna terluas di Pulau Jawa. Ketika kamu berhasil menyempatkan diri untuk berkunjung ke Taman Nasional Baluran ini, kamu dapat menyaksikan pemandangan alam indah yang memukau.

Kamu akan dapat melihat pemandangan berupa ratusan rusa liar berlarian menuju kubangan air. Selain itu, kamu juga dapat menyaksikan merak jantan melebarkan ekornya guna menarik perhatian sang betina. Kamu juga dapat melihat puluhan kerbau yang gagah dan lain-lain.Pemandangan yang ditawarkan oleh Taman Nasional Baluran memang sangat indah dan menarik perhatian. Biaya yang harus kamu keluarkan untuk memasuki Taman Nasional Baluran adalah sekitar Rp 6.000,00 per mobil dan Rp 2.500,00 per orang.Di tempat ini, kamu dapat melakukan kegiatan penelitian, pengamatan dan atraksi satwa serta berkunjung ke Pantai Bama. 

Kawasan ini terletak di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur.Luas taman nasional ini mencapai sekitar 25.000 hektar. Di sana juga terdapat Gunung Baluran yang sudah tidak aktif lagi. 40% dari tipe vegetasi di Taman Nasional ini merupakan vegetasi savanna. Hal ini mengakibatkan daerah ini menjadi daerah yang sangat subur dan kaya sumber makanan bagi berbagai jenis satwa pemakan rumput.

Taman Nasional Bunaken

Taman Nasional Terbaik di Indonesia
Taman Nasional Bunaken adalah perwakilan ekosistem perairan tropis Indonesia yang terdiri dari ekosistem hutan bakau, padang lamun, terumbu karang, dan ekosistem daratan atau pesisir. Taman ini terletak di segitiga terumbu karang dan menjadi habitat bagi 390 spesies terumbu karang.Taman nasional ini juga merupakan rumah bagi berbagai spesies ikan, moluska, reptile dan mamalia laut. 

Taman nasional ini didirikan pada tahun 1991. Selain itu, taman nasional ini memiliki luas sebesar 890,65 kilometer persegi.Sebanyak 97% dari kawasan ini merupakan habitat laut sementara 3% sisanya merupakan daratan. Daratan di taman nasional ini adalah Bunaken, Manado Tua, Mantehage, Naen dan Siladen.Beberapa jenis satwa yang terdapat di daratan pesisir adalah kera hitam Sulawesi, rusa dan kuskus. 

Di Taman Nasional Bunaken ini juga terdapat hutan bakau yang kaya dengan berbagai jenis kepiting, udang, moluska, camar, bangau, dara laut dan cangak laut.Yang paling menarik dari taman nasional ini adalah kamu dapat menyaksikan tebing karang vertical sampai sejauh sekitar 25 hingga 50 meter. Waktu terbaik untuk mengunjungi taman nasional ini adalah dari bulan Mei hingga Agustus setiap tahunnya.

Taman Nasional Zamrud : Mengenal Keanekaragaman Hayati Negeri Siak

Taman Nasional Zamrud - Nusapedia - Taman Nasional Zamrud merupakan Taman Nasional yang baru saja di sahkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan.Taman Nasional Zamrud menjadi taman nasinal ke-52 atau bisa di katakan tamn nasional termuda.Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menetapkan Taman Nasional Zamrud Siak, Provinsi Riau, untuk mengelola pengamanan dan mencegah penebangan hutan di kawasan konservasi tersebut.
Taman Nasional Zamrud

Taman Nasional Zamrud


disetujui oleh Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya melalui perubahan fungsi Taman Nasional Zamrud yang awalnya merupakan suaka margasatwa Danau Pulau Besar dan hutan produksi Tasik Serkap. 

Taman Nasional Zamrud merupakan taman nasional ke-52 yang ada di Indonesia. Penetapan kawasan ini sebagai kawasan konservasi tertuang dalam Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.350/2016. Taman Nasional ini berada di Kabupaten Siak Indrapura, letaknya kurang lebih 90 km dari pusat kota Pekanbaru. Dulunya, Taman Nasional ini adalah Suaka Margasatwa Danau Pulau Besar/Danau bawah yang memiliki luas kurang lebih 30 hektar.

Mengapa Anda Harus Kesana..?? 

Taman Nasional Zamrud
Kawasan Taman Nasional Zamrud ini menyuguhkan keelokan dan keindahan bagaikan keindahan batu Zamrud yang hingga kini banyak digemari. Walaupun air danau dan rawa di kawasan ini memiliki warna yang gelap, namun suasananya masih tampak asri dan alami. Di tempat inilah alam dibentangkan dengan begitu indahnya tanpa banyak terjamah, liar namun menentramkan hati dan pikiran. Air di danau ini tampak berwarna gelap yang diselimuti dengan rawa yang menyguhkan pesona alam yang luar biasa. 

Pada saat matahari senja terbenam, keindahan air danau akan semakin indah dan berwarna hijau pekat selaknya batu zamrud.Taman Nasional Zamrud merupakan sebuah kawasan dimana terdapat dua buah danau yang berdampingan, dan sama-sama memiliki air yang berwana hitam pekat. Danau Pulau Besar (2.415 Ha) dan juga Danau Bawah (360 Ha) yang keduanya merupakan rumah dari beragam fauna dan flora langka yang ada disini. Taman Nasional Zamrud memamg terkenal dengan keindahan alam dan danaunya, di tempat ini pula beragam satwa langka serta beragam flora yang jarang ditemui di belahan negara manapun. 

Di Danau Pulau Besar ini, terdapat empat pulau yang sejak tanggal 25 November 1980 telah ditetapkan sebagai Kawasan Suaka Marga Satwa (KSM). Ke empat pulau itu adalah, Pulau Besar (10 hektar), Pulau Tengah (1 hektar), Pulau Bungsu (1 hektar), dan Pulau Beruk (2 hektar).

Tidak hanya itu,Hutan Rawa Primer Taman Nasional Zamrud Sejak Agustus 2007, Suaka Marga Satwa ini diresmikan oleh Presiden menjadi Taman Nasional (TN) Zamrud dengan luas sekitar 30.129 hektare. Kawasan ini merupakan hutan rawa primer yang berada di atas lahan gambut dengahn ketinggian hingga 100-200 meter dari permukaan laut. 

taman nasional zamrud
Lapisan pada tanahnya berupa cekungan raksasa, dimana air yang berasal daerah sekitar akan tertampung di Danau ini. Di Taman Nasional Zamrud menampung beragam jenis Fauna yang terlindungi, sperti harimau sumatra (Panthera tigris sumatrensis), harimau dahan (Neofelis nebulosa) beruang madu (Helarctos malayanus), dan napu (Tragulus Napu). Terdapat pula beragam primata yang dilindungi, seperti monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), beruk (Macaca nemestrina), dan kokah (Presbytis melalophos).Di kawasan ini pula juga hidup 38 jenis burung, dimana 12 diantaranya merupakan yang terlindungi seperti bangau putih, enggang palung, enggang benguk, enggang dua warna, serta enggang ekor hitam. 

Sedangkan di dalam danaunya sendiri, hidup sekitar 14 jenis ikan yang sekitar 8 diantaranya memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi bagi nelayan setempat, seperti selais, kayangan, tapah, baung, lele, gabus, silais, sipimping, patin dan lain-lain. Taman Nasional Zamrud sendiri akan terus diperluas untuk melindungi kawasan dan zona pemanfaatannya.

Di dalam danau ada 14 jenis ikan, delapan di antaranya memiliki nilai ekonomi penting yaitu sipimping, selais, kayangan, tapah, baung, tomang, balido, dan gelang. Pulau Hanyut Danau Pulau Besar dinamai sesuai dengan lokasinya karena di danau tersebut terdapat empat pulau yang terbentuk dari endapan lumpur dan tumbuh-tumbuhan. 

taman nasional zamrud
Empat pulau tersebut merupakan pulau hanyut karena dapat berpindah tempat, terdiri atas Pulau Besar (sekitar 10 ha), Pulau Tengah (satu hektare), Pulau Bungsu (satu hektare) dan Pulau Beruk (dua hektare) karena banyak terdapat beruk (kera tidak berekor) di dalamnya. 

Di sekeliling danau terdapat vegetasi langka jenis pinang merah (berbeda dengan tanaman hias pinang merah yang ada, karena warnanya lebih cerah) tumbuhan khas tepian danau itu yang tidak dapat tumbuh di daerah lain. 

Aneka ragam vegetasi alami yang ada di sekeliling danau serta sungai dan dalam kawasan hutan rawa gambut itu dapat dijumpai dalam kondisi utuh.Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah meresmikan lokasi Suaka Margasatwa Danau Pulau Besar Pulau Bawah yang dikenal dengan kawasan Danau Zamrud menjadi Taman Nasional Zamrud. Presiden meresmikan prasasti kawasan konservasi itu pada Agustus 2007.

Taman Nasional Zamrud Baru saja di resmikan pada tahun 2016 Ini,Namun Untuk menjadi taman nasional, danau zamrud harus melakukan berbagai persiapan dengan dukungan semua pihak yang berkepentingan. 

Persiapan tersebut dimulai dengan melakukan lokakakarya optimalisasi pengelolaan kawasan, kajian pentingnya perubahan suaka margasatwa menjadi Taman Nasional Zamrud, audiensi dengan Menteri Kehutanan, Menteri Lingkungan, Menteri Riset dan Teknologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan lain sebagainya. 

Persiapan menuju taman nasional juga dilakukan dengan menggandeng empat perusahaan pemilik hutan tanaman industri (HTI) yang mengelilingi kawasan itu agar mau memberikan sebagian kawasannya untuk perluasan konservasi sebagai syarat perubahan menjadi taman nasional. 

Bagaimana Cara Anda Kesana..??

taman nasional zamrud
Melakukan perjalanan darat dengan menggunakan mobil dari Pekanbaru menuju Kampung Rawa Mekar Jaya, Kecamatan Sungai Apit. Setelah sampai di kampung yang baru dua tahun berdiri karena merupakan pemekaran Kampung Sungai Rawa.Dari Dermaga Sungai Rawa perjalanan menuju Taman Nasional Zamrud dimulai.

Di pagi yang sejuk dengan udara yang begitu segar, tibalah saatnya untuk menyusuri danau di kawasan ini yang terkenal eksotis. Sebuah pompong kayu milik nelayan setempat dengan mesin diesel sudah siap di tepian danau untuk membawa rombongan berkeliling.

Satu pompong ini bisa memuat 15 orang. Sekali trip berkeliling danau pengunjung harus membayar Rp 400 ribu. Saat berkeliling danau kita akan disuguhi lanskap yang memukau yang hanya bisa ditemui di Danau Zamrud ini. Hutan-hutannya masih asri dengan air yang hitam kebiruan karena mendapat pantulan dari langit yang biru terang ketika itu. Warna hitam perairan danau yang sangat khas dengan daerah gambut ini yang dijuluki “The Black Water”.

Sesekali kita bisa menyaksikan burung-burung pemangsa ikan yang memang banyak terdapat di kawasan ini. Sebelum memasuki danau kita terlebih dahulu melintasi anak sungai yang disekelilingnya terdapat tumbuhan pandan. Perahu kemudian berjalan pelan menyisir tepian danau. Tampak pula tumbuhan pandan dan hutan rawa gambut yang masih asri. Perlahan perahu bergerak menuju 3 buah pulau yang yang terdapat di Danau Zamrud.

Ketika menuju pulau kita akan disajikan pemandangan ribuan kelelawar yang terbang berhamburan. Mungkin kaget mendengar suara mesin pompong yang menderu. Beberapa kali perahu juga berhenti di daratan untuk melihat berbagai ekosistem yang ada di kawasan ini. Tiga jam lamanya Trip Riau dan rombongan mengitari Danau Zamrud untuk kemudian kembali ke homestay. Keunikan Danau Zamrud Danau Zamrud yang terletak di Kecamatan Siak Sri Indrapura merupakan salah satu ekosistem terunik di Dunia.

Bagaimana Dengan Akomodasinya..?? 

Terdapat Kantor Resort Taman Nasional Zamrud yang dapat anda gunakan sebagai akomodasi sementara selama berada di Taman Nasional Zamrud.

Know Before You Go..!! 

  • Sangat bijak bila Anda selalu menyediakan air untuk diminum dalam kemasan yang mudah dibawa
  • Jas Hujan, Topi,Sleeping Bad Dan Sediakan Sepatu Boots
  • Disekitar lokasi, sesekali kita ada melihat papan peringatan yang menghimbau para pengunjung untuk tidak merusak lingkungan 
  • siapkan uang tunai sebelum mengunjungi Taman Nasional Zamrud.
  • Sebelum anda memasuki kawasan Taman Nasional Zamrud ada baiknya anda harus mengurus SIMAKSI(Surat Izin Masuk Wilayah Konservasi) Di kantor Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Atau Atau Di Kantor Balai Besar Taman Nasional Zamrud
Jadi bagaimana Sahabat Nusapedia Apakah Anda tertarik Untuk  Menjelajahi keanekaragaman Taman Nasional Zamrud.Jika Anda berkunjung ke kabupaten siak,sempatkanlah untuk mengunjungi Taman Nasional Zamrud.Mari kita dukung indonesia sebagai destinasi wisata dunia 
Taman Nasional Zamrud merupakan taman nasional ke-52 yang ada di Indonesia. Penetapan kawasan ini sebagai kawasan konservasi tertuang dalam Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.350/2016.
Taman Nasional ini berada di Kabupaten Siak Indrapura, letaknya kurang lebih 90 km dari pusat kota Pekanbaru. Dulunya, Taman Nasional ini adalah Suaka Margasatwa Danau Pulau Besar/Danau bawah yang memiliki luas kurang lebih 30 hektar.
Taman Nasional Zamrud merupakan taman nasional ke-52 yang ada di Indonesia. Penetapan kawasan ini sebagai kawasan konservasi tertuang dalam Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.350/2016.
Taman Nasional ini berada di Kabupaten Siak Indrapura, letaknya kurang lebih 90 km dari pusat kota Pekanbaru. Dulunya, Taman Nasional ini adalah Suaka Margasatwa Danau Pulau Besar/Danau bawah yang memiliki luas kurang lebih 30 hektar.
Taman Nasional Zamrud merupakan taman nasional ke-52 yang ada di Indonesia. Penetapan kawasan ini sebagai kawasan konservasi tertuang dalam Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.350/2016.
Taman Nasional ini berada di Kabupaten Siak Indrapura, letaknya kurang lebih 90 km dari pusat kota Pekanbaru. Dulunya, Taman Nasional ini adalah Suaka Margasatwa Danau Pulau Besar/Danau bawah yang memiliki luas kurang lebih 30 hektar.

Taman Nasional Aketajawe - Lolobata : Mengamati Budaya Tradisional Masyarakat Tugutil

Taman Nasional Aketajawe Lolobata - Maluku Utara - Taman Nasional Aketajawe Lolobata Merupakan Taman Nasional Terakhir yang Akan Di Bahas NusaPedia Megazine.Taman Nasional Aketajawe - Lolobata Memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang tak ternilai harganya.

 Taman Nasional Aketajawe - Lolobata

Taman Nasional Aketajawe Lolobata

ini terletak di Halmahera Maluku bagian Utara Indonesia, atau lebih tepatnya di Kabupaten Halmahera Tengah, Kota Tidore Kepulauan dan Kabupaten Halmahera Timur Provinsi Maluku Utara. Taman Nasional Aketajawe Lolobata ini dinyatakan sebagai Taman Nasional oleh Pemerintah RI pada tahun 2004, dengan luas 167.300 hektar (Ditjen PHKA-Kementerian Kehutanan).

Sejarah Penunjukan Kawasan

Taman Nasional Aketajawe Lolobata  (TNAL) merupakan kawasan pelestarian alam yang ditunjuk berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : SK.397/Menhut-II/2004 tentang Perubahan fungsi sebagian kawasan hutan lindung, hutan produksi terbatas, dan hutan produksi tetap seluas ± 167.300 ha pada kelompok hutan lindung aketajawe seluas ± 77.100 ha di Kabupaten Halmahera Tengah dan Kota Tidore Kepulauan, dan kelompok hutan lolobata seluas ± 90.200 ha terdiri dari hutan lindung seluas ± 76.475 ha, hutan produksi terbatas ± 7.650 ha dan hutan produksi tetap seluas ± 6.075 ha di Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL). Perubahan fungsi ini dilatarbelakangi karena kawasan hutan tersebut memiliki potensi keanekargaman hayati yang tinggi dan merupakan daerah resapan air yang penting bagi kawasan disekitarnya.

Kawasan TNAL dikelola oleh  Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (BTNAL) yang merupakan Unit Pelaksana Teknis Departemen kehutanan di bawah Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam.Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata dibentuk berdasarkan Permenhut Nomor P.03/menhut-II/2007 tanggal 23 Pebruari 2007.

Mengapa Saya Harus Kesana ?

Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Daerah ini tercatat menjadi rumah bagi empat spesies burung endemik yaitu: Habroptila wallacii, Todiramphus diops, Coracina parvula, dan Oriolus pherochromus. Dari 213 jenis burung ditemukan hidup disana, 24 jenis diantaranya adalah jenis khas Maluku Utara seperti Bidadari Halmahera (Semioptera wallacei), Kakatua Putih (Cacatua alba), Nuri Ternate (Lorius garrulus), Si Cantik Pita (Pitta maxima) serta burung-burung khas lainnya. Delapan dari jenis-jenis tersebut bahkan teridentifikasi sebagai burung terancam punah.

Di sini juga hidup berbagai margasatwa lainnya diantaranya Kupu-kupu raja (Papilio heringi), Biawak air (Hydrosaurus werneri), Biawak darat (Varanus sp.), Kuskus Halmahera (Phalanger sp.), Babi hutan (Sus scrofa), Rusa (Cervus timorensis), dan berbagai jenis serangga serta avertebrata. Selain itu, Pulau Halmahera juga memiliki dua marga tumbuhan berbunga yang endemik dan berbagai jenis anggrek, rotan dan liana lainnya yang memanjat sampai ke tajuk-tajuk pepohonan.

Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Masyarakat desa di sekitar Taman Nasional ini umumnya mereka hidup di pesisir pantai dan bermata pencaharian sebagai petani dan nelayan dengan kepadatan penduduk yang termasuk rendah. Selain mereka, terdapat juga beberapa kelompok komunitas masyarakat asli? yang masih hidup secara semi nomaden -dikenal sebagai komunitas Suku Tobelo Dalam (Togutil)- dan beberapa pemukiman program transmigrasi yang kesemuanya menggantung sumber airnya dari keberadaan Taman Nasional ini. Tak hanya masyarakat, Taman Nasional ini pun berbatasan dengan beberapa perusahaan penebangan dan perusahaan tambang komersial, yang walaupun memiliki wilayah kegiatan yang berbeda, namun keberadaannya berpotensi menjadi ancaman bagi kelestarian Taman Nasional itu sendiri.

Selain itu, dalam kawasan Taman Nasional Aketajawe Lolobata ini juga terdapat berbagai jenis fauna lainnya, seperti Mandar gendang, Kepudang sungu halmahera, Kepudang halmahera dan sebagainya. Keindahan alam lansekap dan berbagai pemandangan yang indah, serta terdapat air terjun sehingga Taman Nasional ini menarik untuk dikunjungi.

Bagaimana Cara Saya Kesana ?

Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Untuk menuju kawasan Taman Nasional Aketajawe Lolobata ini dapat ditempuh dari Lolobata: Ternate-Sidangoli menaiki speedboad dengan jarak tempuh sekitar 45 menit perjalanan. Kemudian juga dapat ditempuh melalui darat dari Sidangoli-Daru dengan jarak tempuh 2 jam perjalanan, dari Daru-Poli/Subaim melalui laut dengan jarak tempuh 1,5 jam perjalanan.
Aksebeilitas lainnya yang dapat dilalui dari Aketajae: Ternate-Bastiong menaiki speedboad dengan jarak tempuh sekitar 30 menit perjalanan. Kemudian dari Bastiong-Gita lewat darat dengan jarak tempuh sekitar 3 jam perjalanan, dan dari Gita-Sungai Akejira/Hijrah dengan jarak tempuh sekitar 3 jam perjalanan.

Bagaimana Dengan Akomodasinya..?? 

Dilokasi wisata ini tersedia beberapa tempat peristirahatan bungalow dan wisma bagi para pengunjung yang ingin lebih lama menikmati keindahan alamnya,Pondok jaga, pusat informasi, camping ground, wisma tamu, menara pandang/pengamat, dermaga, jalan setapak dan lain-lain Juga sudah tersedia di Taman Nasional Aketajawe - Lolobata .

Kapan Sebaiknya Saya Kesana ?

Untuk Sahabat NusaPedia Yang Ingin Berkunjung ke Taman Nasional Aketajawe - Lolobata Musim kunjungan terbaik: bulan Juni s/d Oktober setiap tahunnya.

Know Before You Go...!!!!

  • Berkaitan dengan itu, sejak tahun 2005, BirdLife Indonesia memulai inisiatif untuk menjadi salah satu pihak yang aktif mendorong pelaksanaan konsep pengelolaan kolaboratif tersebut, selain berupaya untuk membantu peningkatan kapasitas pengelola Taman Nasional Aketajawe dan Lolobata. Inisiatif inipun akan mendorong pelaksanaan penataan batas Taman Nasional secara partisipatif yang dapat diterima semua pihak, untuk mengurangi potensi konflik kepentingan yang mungkin timbul (RP).
  • Semua pihak di atas menjadi bagian yang penting dalam mencapai tujuan kelestarian Taman Nasional Aketajawe dan Lolobata. Sebagaimana diketahui, kepentingan untuk melestarikan Taman Nasional dan keanekaragaman hayati di dalamnya juga haruslah sejalan dengan aspirasi dan kesejahteraan masyarakat yang ada di sekitarnya. Karenanya, sebuah konsep pengelolaan kolaboratif antar pihak yang terkait sangatlah diperlukan, baik oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, perusahaan pertambangan dan kehutanan serta pihak lain yang memiliki kepentingan terhadap keberadaan Taman Nasional itu sendiri.
  • Pada bulan Oktober 2004, atas dukungan pemerintah daerah melalui Bupati Halmahera Timur, Bupati Halmahera Tengah, Walikote Tidore Kepulauan dan Gubernur Maluku Utara, pemerintah melalui Departemen Kehutanan menunjuk areal Aketajawe dan Lolobata sebagai Taman Nasional, berdasarkan SK Menteri Kehutanan No. 397/Menhut-II/2004. Kedua blok hutan tersebut mencakup areal sebanyak 167,300 ha.  
Jadi bagaimana Sahabat NusaPedia Apakah Anda tertarik Untuk Mengamati Budaya Tradisional Masyarakat Tugutil.Jika Anda Berkunjung ke Provinsi Maluku Utara,jadikanlah Taman Nasional Aketajawe - Lolobata Sebagai Destinasi Wisata Anda.mari Kita Dukung Indonesia Untuk Menjadi destinasi Wisata Dunia.

Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai : Menapaki Lebih Dekat Konservasi Mangrove Nusantara

Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai - Sulawesi Tenggara - Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai Merupakan Pembahasan NusaPedia Magazine Kali ini.Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai menyimpan keunikan yang berbeda dengan taman nasional lainnya yang ada di indonesia.

Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai

Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai

merupakan perwakilan tipe ekosistem hutan hujan pegunungan rendah, hutan bakau, hutan pantai, savana, dan hutan rawa air tawar di Sulawesi.Vegetasi savana di taman nasional ini memiliki ciri khas dan keunikan, karena merupakan asosiasi antara padang rumput dengan tumbuhan agel, lontar dan bambu duri serta semak belukar, juga tumbuhan di sepanjang sungai-sungai yang mengalir di padang savana tersebut.

Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai dengan luas wilayah sekitar 105.194 ha. Secara administratif, taman nasional ini masuk ke dalam wilayah di beberapa kabupaten dan satu kota, antara lain di Kota Kendari, seluas 46.764 ha (Kecamatan Lambuya dan Tinanggea), di Kabupaten Kolaka seluas 12.825 ha (Kecamatan Ladoni dan Tirawuta), dan di Kabupaten Buton seluas 46.605 ha (Kecamatan Rumbia).

Sejarah Pembentukan Kawasan

Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai
Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai ditetapkan sebagai taman nasional kelompok hutan berdasarkan SK Menteri Kehutanan No. 756/Kpts-11/90 pada tanggal 17 Desember 1990. Sebelum ditetapkan sebagai taman nasional, Rawa Aopa Watumohai terdiri dari beberapa kelompok hutan, di antaranya Taman Buru Gunung Watumohai seluas 50.000 ha (SK Menteri Pertanian No. 648/Kpts/Um/10/1976 tanggal 15 Oktober 1976), dan Suaka Margasatwa Rawa Aopa seluas 55.560 ha (SK Menteri Kehutanan No. 138/Kpts-11/1985 tanggal 11 Juni 1985). Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai terdiri dari tipe ekosistem hutan hujan pegunungan rendah, hutan bakau, hutan pantai, savana dan hutan rawa air tawar.

Pemerintah Daerah Sulawesi Tenggara pada tahun 1983 mencetuskan ide untuk membangun suatu kawasan konservasi taman nasional dengan nama Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW) yang merupakan penggabungan antara kawasan Taman Buru (TB) Watumohai dan Suaka Margasatwa (SM) Rawa Aopa, sudah tentu didasarkan pada pertimbangan yang mendalam dan berangkat dari pentingnya manfaat pelestarian kawasan itu sendiri. TN Rawa Aopa Watumohai dan Rawa Tinondo ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN) untuk kepentingan lingkungan hidup melalui PP nomor 26 Tahun 2008. Kedua kawasan tersebut memiliki persamaan nilai penting terutama terkait fungsi-fungsi hidrologis dan perlindungan habitat rawa darat.

Mengapa Saya Harus Kesana ?

Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai
Tumbuhan yang terdapat di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai tercatat sekitar 89 famili, 257 genus, dan 232 spesies, yang terbagi menurut tipe hutan tempat tumbuhan berkembang. Pada hutan dengan tipe vegetasi mangrove misalnya, dihuni oleh beraneka tumbuhan, di antaranya tongke (bruguiera gimnorhiza), peropa (sonneratia spp.), lara teki (rhizophohara apiculata), nipah (nypa fruticans), dan lain-lain. Sementara, pada hutan dengan tipe vegetasi savana didominasi oleh aneka tumbuhan dari alang-alang (imperata cylindrical), totele (cyperus rotundus), tio-tio (fymbristilis ferrugenea), kuralangga (axonpus compressus), serta gelagah (saccharum spp.).

Sedangkan pada tipe vegetasi hutan hujan tropika pegunungan rendah, tumbuhan yang hidup dan berkembang memiliki komposisi yang sangat beragam, seperti aneka jenis rotan, liana, dan jenis tumbuhan bawah lainnya. Sebagian besar dari tipe vegetasi ini rencananya akan dimasukkan ke dalam zona inti taman, dan sisanya dimasukkan ke dalam zona rimba (wilderness zone) dan zona rehabilitasi.
Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai
Di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai juga terdapat habitat berbagai jenis burung. Tercatat ada sekitar 155 jenis burung yang hidup di taman ini, 32 jenis di antaranya termasuk burung yang langka dan sekitar 37 lainnya termasuk jenis endemik. 

Jenis burung-burung tersebut, antara lain maleo (macrocephalon maleo), bangau tong-tong (leptotilos javanicus), bangau sandang lawe (ciconia episcopus episcopus), raja udang kalung putih (halcyon chloris chloris), kakatua putih besar (cacatua galerita triton), elang-alap dada-merah (accipeter rhodogaster rodhogaster), merpati hitam sulawesi (turacoena mandensis), dan punai emas (coloena nicobarica).

Ada satu jenis burung endemik yang menjadi ciri khas di Sulawesi Tenggara, yaitu kacamata sulawesi (zosterops consobrinorum) yang sebelumnya tidak pernah terlihat dalam kurun waktu puluhan tahun, tetapi saat ini dapat dijumpai di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai. Selain burung, terdapat juga jenis primata di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai.

Adapun primata tersebut adalah tangkasi/podi (tarsius spectrum spectrum) dan monyet hitam (macaca nigra nigra). Ada juga satwa langka yang dilindungi, seperti anoa dataran rendah (babulus depressicornis), anoa pegunungan (babulus quarlesi), soa-soa (hydro saurus amboinensis), kuskus kerdil (strigocusvus celebensis celebansis), rusa (cervus timorensis djonga), babirusa (babyrousa babyrussa celebensis), dan musang sulawesi (macrogalidia musschenbroekii musschenbroekii).

Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai
Di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai terdapat potensi wisata lain yang juga menarik untuk dikunjungi, di antaranya Pulau Harapan II, Pantai Lanowulu, dan Gunung Watumohai. Pulau Harapan II terletak di tengah-tengah Rawa Aopa, yang menyajikan keindahan panorama alam rawa dengan pamandangan burung-burung air yang sedang mengintai ikan.

Di Pantai Lanowulu, wisatawan dapat berenang atau melakukan kegiatan wisata bahari, seperti berlayar dan memancing. Sedangkan di Gunung Watumohai, para wisatawan dapat melakukan kegiatan pendakian dan berkemah. Di lereng gunung tersebut, terdapat padang savana untuk tempat berkemah sembari melihat ratusan ekor rusa yang sedang merumput, burung-burung yang bernyanyi saling bersahutan, dan aneka satwa lainnya.

Bagaimana Cara Saya Kesana ?

Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai
Perjalanan menuju Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai dapat ditempuh malalui tiga jalur alternatif dengan menggunakan mobil pribadi atau mobil sewaan.
  • Pertama: perjalan dimulai dari Kendari menuju Punggaluku, lalu menuju Tinanggea, kemudian ke Lanowulu dengan jarak 120 km yang ditempuh sekitar 2 jam 30 menit. 
  • Kedua: perjalan dimulai dari Kota Kendari menuju Motaha, lalu dilanjutkan ke Tinanggea, dan terakhir ke Lanowulu dengan jarak 130 km yang ditempuh selama 3 jam. Ketiga: perjalan dimulai dari Kota Kendari menuju Lambuya, kemudian dilanjutkan ke Aopa, lalu menuju Lanowulu yang berjarak sekitar 145 km dengan waktu tempuh sekitar 4 jam.
Kendari-Punggaluku-Tinanggea-Lanowulu (+ 120 km) dengan waktu dua jam 30 menit, atau Kendari-Motaha-Tinanggea-Lanowulu (± 130 km) selama tiga jam, dan Kendari-Lambuya-Aopa-Lanowulu berjarak + 145 km dengan waktu tempuh sekitar empat jam menggunakan mobil.

Bagaimana Dengan Akomodasinya..?? 

Dilokasi wisata ini tersedia beberapa tempat peristirahatan bungalow dan wisma bagi para pengunjung yang ingin lebih lama menikmati keindahan alamnya,Pondok jaga, pusat informasi, camping ground, wisma tamu, menara pandang/pengamat, dermaga, jalan setapak dan lain-lain Juga sudah tersedia di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai.

Kapan Sebaiknya Saya Kesana ?

Untuk Sahabat TravelEsia Yang Ingin Berkunjung ke Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai Musim kunjungan terbaik: bulan Juni s/d Oktober setiap tahunnya.

Know Before You Go...!!!!

  • Letak Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai terbagi ke dalam 2 wilayah kabupaten dan 1 kota, yaitu Kota Kendari, Kabupaten Buton, dan Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia.
  • Kegiatan yang ditawarkan : Rekreasi dan pariwisata alam antara lain lintas hutan, pengamatan satwa, berjemur di pantai, foto hunting, hiking, berkemah, memancing dan sebagainya.
  • Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai Mempunyai iklim tropis dengan rata-rata curah hujan berkisar antara 1.500 - 2.000 mm per tahun dengan suhu udara antara 20° - 33° C. Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai terdiri dari hutan hujan tropika pegunungan rendah, hujan tropika dataran rendah, hutan rawa, savana dan hutan bakau.
  • Savannah juga jadi tempat mencari makan rusa. Sedangkan di savannah Lanowulu dan Langkowala menjadi tempat jelajah utama monyet hitam khas Sulawesi Tenggara atau yang bernama latin Macaca ochreata. 
  • Beberapa jenis elang dilindungi khas Sulawesi juga hidup pada ekosistem ini, salah satu diantaranya elang Sulawesi. Selain itu, savannah jadi penyanggah yang menahan laju erosi dan endapan lumpur pada muara ekosistem mangrove. 
  • Ekosistem savannah yang dulunya hanya satu kawasan, kini sudah terbelah dua secara permanen dengan dibukanya jalan trans Konsel-Bombana. Bisa jadi kondisi itu mengancam kelangsungannya. Padahal savannah masih menyimpan bermacam keunikan kawasan. Misalnya saja, menjadi hunian satwa langka prioritas nasional seperti maleo, kakatua jambul kuning dan anoa dataran rendah.
Jadi bagaimana Sahabat NusaPedia Apakah Anda tertarik Untuk Menapaki Lebih Dekat Konservasi Mangrove Nusantara.Jika Anda Berkunjung ke Sulawesi Tenggara jadikanlah Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai , Taman Nasional Wakatobi , Pulau Hoga Sebagai Destinasi Wisata Anda.mari Kita Dukung Indonesia Untuk Menjadi destinasi Wisata Dunia.

Taman Nasional Bantimurung : Mengunjungi Surga Keananekaragaman Kupu-kupu Nusantara

Taman Nasional Bantimurung - Sulawesi Selatan - Taman Nasional Bantimurung Merupakan Taman Nasional Kedua Yang Berada Di Provinsi Sulawesi Selatan.Taman Nasional Bantimurung begitu indah dengan keragaman jenis tumbuhan dan satwa yang menaungi kawasan Taman Nasional Bantimurung selalu saja menjadi primadona bagi anda yang ingin menikmati keindahan alam dari sisi yang berbeda

Taman Nasional Banti Murung

Taman Nasional Bantimurung

yang memiliki luas sekitar 43.750 ha ini memang spesial.Secara administrasi pemerintahan, kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung terletak di wilayah Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Provinsi Sulawesi Selatan. Kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung berbatasan dengan Kabupaten Maros, Pangkep, dan Kabupaten Bone. Kawasan taman nasional ini terletak di dalam 10 wilayah administrasi kecamatan dan 40 wilayah administrasi kelurahan/desa.

Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung merupakan kawasan pegunungan kapur yang cukup hijau. Kawasan ini menjadi tempat favorit bagi kupu-kupu sebagai tempat tinggal maupun berkembang biak, sehingga di sana sangat mudah menjumpai kawanan kupu-kupu yang terbang dengan bebas. Kurang lebih ada 20 spesies kupu-kupu cantik yang hidup di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.

Mengapa Saya Harus Kesana ?

Taman Nasional Banti Murung
Pada kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung telah terdaftar sebanyak 365 species satwa liar. Daftar jenis satwa liar tersebut dihimpun dari berbagai sumber yang dapat dipercaya serta hasil dari kegiatan identifikasi jenis yang dilakukan oleh Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung sendiri. 

Jenis-jenis satwa liat tersebut terdiri dari 6 species mamalia, 73 species aves, 7 species Amphibi, 19 species Reptilia, 224 species Insecta, serta 27 species Collembola, Pisces, Moluska. Dari 356 species satwa liar yang telah terdaftar pada Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, 30 species diantaranya adalah species satwa liar yang dilindungi undang-undang. Taman Nasional BantimurungBulusaraung dikenal ke segala penjuru dunia dengan potensi Kupu-Kupunya.

Beragam jenis kegiatan wisata dapat dilakukan di dalam kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Aktifitas wisata yang telah lama berlangsung dan ramai dikunjungi oleh wisatawan adalah wisata tirta di Air Terjun Bantimurung. Aktifitas wisata tirta di kawasan Air Terjun Bantimurung tersebut dapat dirangkaikan pula dengan kegiatan penelusuran gua serta menikmati keindahan warna warni kupu-kupu di habitat aslinya.

Terdapat juga kawasan Pattunuang Asue juga dapat dilakukan aktifitas wisata yang beragam, mulai dari wisata tirta sampai dengan pengamatan satwa unik. Tracking dapat juga dilakukan pada konpleks Pegunungan Bulusaraung. Kawasan ini telah banyak dikenal oleh para pendaki gunung, terutama kalangan pencinta alam.

Taman Nasional Banti Murung
Selusur gua dapat dilakukan di banyak tempat pada ekosistem karst Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Sampai saat ini telah tercatat 16 buah gua yang ditemukan pada eks kawasan Taman Wisata Alam Bantimurung dan pada wilayah eks cagar alam Bantimurung terdapat 34 gua. Pada eks kawasan taman Wisata Alam Gua Pattunuang telah ditemukan 40 gua. Gua-gua ini masih alami dan belum mengalami perubahan oleh aktivitas manusia. Pada eks cagar alam Karaenta juga ditemukan banyak gua. Di wilayah inilah terdapat gua terpanjang diantara gua yang ada di Kabupaten Maros. Gua yang paling dikenal di wilayah tersebut adalah Gua Salukkang Kallang.

Selain gua-gua tersebut di atas yang berpotensi untuk wisata alam selusur gua, pada kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung dapat pula dilakukan selusur gua untuk tujuan wisata budaya. Kawasan arkeologis atau situs tersebut adalah kawasan yang mengandung peninggalan hasil budaya manusia atau cagar budaya yang harus diamankan, dilindungi, dan dimanfaatkan.

Taman Nasional Banti Murung
Sebelum melangkah lebih lanjut ke area Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung yang lebih dalam, tidak jauh dari gapura kupu-kupu terdapat Taman Kupu-Kupu yang memiliki ukuran cukup besar. Anda bisa mampir sejenak ke taman ini untuk melihat kupu-kupu di dalam sangkar besar. Anda juga bisa masuk di dalam sangkar dan melakukan trekking dengan jarak yang cukup jauh, sekitar 650 meter, serta melihat aneka ragam kupu-kupu cantik di dalamnya. Kupu-kupu yang terdapat di sangkar raksasa ini merupakan hasil budidaya dari Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.

Bersebelahan dengan Taman Kupu-Kupu, terdapat laboratorium yang digunakan untuk membudidayakan kupu-kupu. Kupu-kupu yang telah bertelur di Taman Kupu-Kupu dan telurnya menjadi ulat, akan diambil untuk selanjutnya disimpan dan dibesarkan di laboratorium.
Ulat-ulat yang telah menua akan berubah menjadi kepompong, yang selanjutnya tumbuh menjadi seekor kupu-kupu. Kupu-kupu muda ini dibiarkan terlebih dahulu di dalam kandang di laboratorium selama kurang lebih dua hari sebelum dilepaskan di sangkar raksasa yang merupakan tempat terbuka.
Umumnya kupu-kupu di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung memiliki siklus hidup selama tiga hingga empat bulan. 

Taman Nasional Banti Murung
Itu berlaku untuk kupu-kupu yang berkembang secara mandiri dan tidak berada di dalam sangkar maupun dikembangbiakkan. Namun, untuk kupu-kupu yang berada di dalam sangkar Taman Kupu-Kupu dan dikembangbiakkan di laboratorium ini memiliki siklus hidup yang lebih pendek, yakni hanya sekitar dua bulan saja. Selain itu, kupu-kupu yang telah dilepaskan di dalam sangkar raksasa tidak seagresif kupu-kupu yang tumbuh secara liar.

Melihat dari dekat proses perkembangan kupu-kupu mulai dari bentuk telur, ulat, kepompong, dan menjadi seekor kupu-kupu dewasa tentu akan sangat menyenangkan. Apalagi Anda bisa berjalan-jalan di dalam sangkar raksasa sembari melihat kupu-kupu di sana dari dekat. Untuk masuk ke Taman Kupu-Kupu dan laboratorium, Anda cukup membayar Rp 5.000.

Bagaimana Cara Saya Kesana ?

Taman Nasional Banti Murung
Untuk ke Bantimurung, transportasi umum yang bisa diandalkan adalah pete-pete. Dari Kota Makassar carilah pete-pete dengan tujuan Terminal Daya. Awalnya saya mendapat info dari Mas Lomardasika bahwa dari Terminal Daya naik pete-pete tujuan Pangkajene dan turun di Maros. Cukup banyak kok pete-pete dengan rute ini. 

Tapi Anda mungkin tidak akan melihat tulisan Pangkajene di pete-pete, melainkan Maros/Pangkep. Pangkep merupakan singkatan dari Pangkajene Kepulauan. Sama saja kan? Perjalanan dari Terminal Daya hingga Maros tidak terlalu lama karena jaraknya juga tidak terlalu jauh, mengingat Terminal Daya sendiri sudah berada di perbatasan antara Kota Makassar dan Kabupaten Maros. Ongkos pete-pete dari Daya ke Maros adalah 4.000. 

Sesampainya di Maros mintalah diturunkan di Pasar Maros. Di Pasar Maros inilah tempat pete-pete menuju Bantimurung.Saat perjalanan mendekati wilayah Bantimurung, mulai terlihat perbukitan-perbukitan karst yang memang menjadi ciri khas Maros. Udaranya pun cukup sejuk. Yang agak mengagetkan saya adalah semua penumpang saat itu turun di depan Pasar Pakalu yang tidak jauh dari jalan masuk ke Goa Leang-Leang. 

Pasar Pakalu hingga Taman Nasional Bantimurung sudah tidak jauh, kurang lebih 1 km saja. Saya diantar masuk hingga area parkir taman nasional.Ongkos dari Pasar Maros sampai di Bantimurung tadi hanyalah 3.000. Mungkin karena jaraknya memang yang tidak terlalu jauh

Bagaimana Dengan Akomodasinya..??

Taman Nasional Banti Murung
Dilokasi wisata ini tersedia beberapa tempat peristirahatan bungalow dan wisma bagi para pengunjung yang ingin lebih lama menikmati keindahan alamnya. Di sepanjang jalan masuk ke lokasi terdapat sejumlah pedagang souvenir kupu-kupu berbentuk gantungan kunci ataupun hiasan dinding dengan harga bekisar antara Rp. 5000 hingga Rp. 25.000.

Saat berada di kawasan Taman Nasional Bantimurung, jangan lewatkan tempat penangkaran kupu-kupu yang berada tidak jauh dari loket pembelian karcis masuk. Sebaiknya anda mengunjungi tempat ini dahulu sebelum masuk lebih dalam ke kawasan Taman Nasional agar dapat lebih mengerti segala hal yang berhubungan dengan siklus hidup kupu-kupu dengan melihatnya secara langsung.

Kapan Sebaiknya Saya Kesana ?

Untuk Sahabat TravelEsia Yang Ingin Berkunjung ke Taman Nasional Bantimurung , Taman Nasional Taka Bonerate Musim kunjungan terbaik: bulan April s/d Juni dan Oktober s/d Desember setiap tahunnya.

Know Before You Go...!!!!

  • Pengembangan kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung diarahkan dengan brand image “The Kingdom of Butterfly”
  • Pengembangan kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung sebagai kawasan wisata minat khusus
  • Khusus untuk Taman Wisata Alam Bantimurung bisa dikembangkan sebagai kawasan wisata massal dengan atraksi kegiatan yang beraneka ragam (wisatas tracking, tirta, camping, outbound, pengamatan kupu-kupu)
  • Masih tingginya tingkat kerawanan kawasan, baik dari aktifitas penebangan liar dan perdagangan kayu illegal, perambahan kawasan, kebakaran hutan dan kegiatan pertambangan tanpa izin.
  • Potensi kawasan #Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung yang merupakan ekosistem unik serta keanekaragaman hayati yang ada didalamnya.
  • Memiliki daya tarik wisata alam yang lengkap, seperti: aneka ragam jenis kupu-kupu, air terjun, sungai untuk bermain, gua, landscap pegunungan dan hutan alam
  • Memiliki daya tarik wisata budaya lokal, kerajinan dan makanan lokal
  • Memiliki daya tarik buatan seperti museum kupu-kupu
  • Aksesibilitas yang mudah dari kota Makassar, Maros, Bone, dan Bandara Udara Internasional Hasanuddin
  • Status lahan dimiliki pemerintah sehingga mudah dalam pengelolaannya
Jadi bagaimana Sahabat NusaPedia Apakah Anda tertarik Untuk Surga Kerajaan Kupu-kupu Di Indonesia.Jika Anda Berkunjung ke Sulawesi Selatan jadikanlah Taman Nasional Bantimurung , Taman Nasional Taka Bonerate Sebagai Destinasi Wisata Anda.mari Kita Dukung Indonesia Untuk Menjadi destinasi Wisata Dunia.

Taman Nasional Taka Bonerate : Menyelami Indahnya Terumbu Karang Terluas se-Asia Tenggara

Taman Nasional Taka Bonerate - Sulawesi Selatan - Taman Nasional Taka Bonerate memanglah sangat mengagumkan,Taman Nasional Taka Bonerate memeliki keunikan dan kekayaan biota lautnya dan bentang terumbu karang yang begitu luah,membuat siapa saja akan berdecak kagum pada saat menyelaminya

Taman Nasional Taka Bonerate

Taman Nasional Taka Bonerate

merupakan taman laut terbesar dan terindah di asia tenggara,sehingga keadaan dan biota laut sangatlah beragam,belum cukup hanya itu Taman Nasional Taka Bonerate memiliki karang atol terbesar ketiga di dunia yaitu setelah Kwajifein di Kepulauan Marshal dan Suvadiva di Kepulauan Moldiva. Luas atol tersebut sekitar 220.000 hektar, dengan terumbu karang yang tersebar datar seluas 500 km².

kawasan ini merupakan habitat bagi berbagai biota laut yang langka dan dilindungi. Tak berlebihan apabila kekayaan laut di kawasan yang terletak di Kecamatan Takabonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan ini menjadikannya tujuan wisata alam dan bahari yang sangat menarik.

Sejarah Pembentukan Kawasan

Taman Nasional Taka Bonerate sebagai salah satu Kawasan Pelesatarian Alam di Indonesia, ditunjuk berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 280/Kpts-II/1992 tanggal 26 Pebruari 1992 dengan luas ± 530.765 hektar. 

Taman Nasional Taka Bonerate
Upaya pengelolaan taman nasional ini dimaksudkan untuk melestarikan sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, guna memenuhi fungsinya sebagai daerah perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis flora dan fauna serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, guna dapat dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budi daya, pariwisata dan rekreasi. 

Secara operasional Taman Nasional Taka Bonerate berada di bawah pembinaan Sub Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan melalui Proyek Pengembangan Taman Nasional Taka Bonerate dan Proyek Pengembangan Kawasan Konservasi Propinsi Sulawesi Selatan. Keadaan perkampungan nelayan di Pulau  Rajuni yang merupakan salah satu pulau di KTN. Taka BoneratTaman Nasional Taka Bonerate Kawasan Taman Nasional Taka Bonerate terletak di laut Flores dengan jarak 79-206 mil sebelah Selatan Benteng, Ibukota Kabupaten Selayar. 

Secara administratif pemerintahan Taman Nasional Taka Bonerate terletak pada 2 wilayah Kecamatan yaitu : Kecamatan Pasimaranu dan Kecamatan Pasimasunggu, Kabupaten Dati II Selayar, Propinsi Sulawesi Selatan. Secara geografis terletak antara 120° 55' - 121° 00' BT dan 6° 22' - 7° 4' LS. Jumlah pulau yang ada di daerah ini adalah sebanyak 21 buah pulau, di mana 6 buah pulau di antaranya dihuni oleh penduduk sebanyak ± 5.101 jiwa. 

Mengapa Saya Harus Kesana ?

Taman Nasional Taka Bonerate
Topografi kawasan Taman Nasional Taka Bonerate sangat unik dan menarik, dimana atol yang terdiri dari gugusan pulau-pulau gosong karang dan rataan terumbu yang luas dan tenggelam, membentuk pulau-pulau dengan jumlah yang cukup banyak. Diantara pulau-pulau gosong karang, terdapat selat-selat sempit yang dalam dan terjal. Sedangkan pada bagian permukaan rataan terumbu, banyak terdapat kolam-kolam kecil yang dalam dan dikelilingi oleh terumbu karang. Pada saat air surut terendah, terlihat dengan jelas daratan kering dan diselingi genangan air yang membentuk kolam-kolam kecil. 

Tumbuhan yang terdapat di daerah pantai didominasi oleh kelapa (Cocos nucifera), pandan laut (Pandanus sp.), cemara laut (Casuarina equisetifolia), dan ketapang (Terminalia catappa).
Terumbu karang yang sudah teridentifikasi sebanyak 261 jenis dari 17 famili diantaranya Pocillopora eydouxi, Montipora danae, Acropora palifera, Porites cylindrica, Pavona clavus, Fungia concinna, dan lain-lain. Sebagian besar jenis-jenis karang tersebut telah membentuk terumbu karang atol (barrier reef) dan terumbu tepi (fringing reef). Semuanya merupakan terumbu karang yang indah dan relatif masih utuh.

Taman Nasional Taka Bonerate
Terdapat sekitar 295 jenis ikan karang dan berbagai jenis ikan konsumsi yang bernilai ekonomis tinggi seperti kerapu (Epinephelus spp.), cakalang (Katsuwonus spp.), napoleon wrasse (Cheilinus undulatus), dan baronang (Siganus sp.).

Sebanyak 244 jenis moluska diantaranya lola (Trochus niloticus), kerang kepala kambing (Cassis cornuta), triton (Charonia tritonis), batulaga (Turbo spp.), kima sisik (Tridacna squamosa), kerang mutiara (Pinctada spp.), dan nautilus berongga (Nautilus pompillius).

Jenis-jenis penyu yang tercatat termasuk penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu hijau (Chelonia mydas), dan penyu lekang (Dermochelys coriacea). 

Tidak hanya itu,Selain atol, Taman Nasional Taka Bonerate ini terdiri dari 21 pulau dimana 7 pulau di antaranya dihuni oleh penduduk dari suku Bajo, Bugis, Selayar, Buton dan Flores. Kawasan ini juga menjadi habitat bagi sejumlah spesies burung, mulai dari burung darat, burung pesisir dan burung laut yang bermain-main di banyak bukit pasir.

Taman Nasional Taka Bonerate
Air laut yang jernih menawarkan pemandangan berbagai terumbu karang baik di dasar laut, slope, juga di wall yang berdiri megah di dasar lautan. Keindahannya mengundang para penyelam pemula atau penyelam profesional untuk melihat langsung keindahan bawah laut yang ditawarkan. Ada sekira 242 spesies karang, 526 spesies ikan karang berwarna-warni dan 112 spesies alga makro menghuni kawasan ini.

Para penyelam juga akan bisa berenang dan lebih dekat dengan lumba-lumba, kura-kura, ikan pari, bahkan kadang-kadang hiu atau paus. Dan siap-siaplah terpesona oleh gorgonian fans raksasa, karang hitam, ikan kalajengking, nudibranch, ikan tuna, trevallies, napoleon wrasse, dan masih banyak lagi yang lainnya. Bawah laut taman nasional ini juga bisa menjadi tempat bertemu penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu belimbing Pasifik (Lepidochelys olivicea), dan penyu hijau (Chelonia mydas). Dengan segala potensi dan keanekaragaman hayati yang dimiliki, Taka Bonerate dikatakan sebagai salah satu kawasan dengan keanekaragaman laut tertinggi di dunia.

Titik Penyelaman Taman Nasional Taka Bonerate
Taman Nasional Taka Bonerate ini memiliki lebih dari 50 situs menyelam yang fantastis, di antaranya adalah Pulau Tinabo, Pulau Tinanja, Pulau Kahabia, Belang-Belang, dan Taka Lamungan. Waktu terbaik untuk menyelam adalah antara April sampai pertengahan Mei dan Oktober atau kadang pertengahan November ketika angin Timur berhembus lembut dan tidak mengakibatkan gelombang besar. Angin masih berhembus wajar antara Oktober sampai Mei. Akan tetapi, selama monsoon barat, angin bisa membuat gelombang tinggi hingga dua meter atau lebih. Semua feri akan berhenti beroperasi pada saat gelombang tinggi yang berbahaya tersebut.

Ada banyak kegiatan wisata bahari yang ditawarkan Taman Nasional Taka Bonerate. Karakteristik kawasan berupa pulau-pulau kecil, gugusan atol, dan perairan laut dengan ekosistem pantai adalah keindahan alam yang dapat dinikmati saat mengunjungi kawasan ini. Kegiatan berjemur, menyaksikan Matahari terbit dan tenggelam di sepanjang pantainya yang berpasir putih dan bersih juga menjadi tambahan atraksi wisata penuh kesan di tempat nan memesona ini.

Untuk menikmati keindahan laut serta bawah lautnya yang menyimpan ragam terumbu karang, lamun, dan biota-biota laut lainnya juga dapat dilakukan dengan berbagai pilihan cara (olahraga). Diantaranya berenang, snorkeling, menyelam (scuba diving), berperahu, memancing, serta jogging/trekking di sepanjang garis pantai.

Taman Nasional Taka Bonerate
Selain wisata bahari, wisata budaya juga menarik dilirik saat mengunjungi kawasan ini. Penduduk setempat yang tinggal sebagian besar di dan di sekitar Pulau Selayar didominasi suku Bugis yang dikenal karena kemampuan mereka membuat kapal pinisi yang melegenda sejak abad ke-16. Anda bisa mengunjungi lokasi pembuatan kapal-kapal hebat yang berhasil berlayar mengarungi lautan.

Selain suku Bugis, suku Bajau juga mendominasi peradaban masyarakat yang berada di pulau-pulau kecil dalam kawasan Taka Bonerate. Baik suku Bugis atau Bajau masing-masing memiliki kekhasan budaya yang kental ditandai dengan budaya kemaritiman serta nuansa Islami yang menarik untuk dikenali lebih dekat. Wisata budaya dapat dilakukan di Pulau Tarupa, Pulau Rajuni, dan Pulau Latondu.

Pulau Tinabo, yang berada di jantung Taman Nasional Taka Bonerate, merupakan jantung pengelolaan taman laut ini. Pulau Tinabo jauh dari keramaian dan hiruk pikuk kehidupan kota dan berada di sana akan membuat Anda merasa di sebuah pulau pribadi yang cantik.

Di sini Anda juga dapat menikmati beragam kegiatan sebagaimana disebutkan di paragraph sebelumnya, yaitu snorkeling, scuba diving, jalan-jalan santai di pantai pasir putih, berperahu, memancing, atau hanya menyaksikan keindahan Matahari terbit atau tenggelam. Terdapat diving centre berikut guide berpengalaman bagi Anda yang ingin menyelami bawah lautnya yang indah.

Bagaimana Cara Saya Kesana ?

Taman Nasional Taka BonerateUntuk sampai ke Selayar dan Taka Bonerate, Anda harus mengambil penerbangan ke Makassar, ibu kota Sulawesi Selatan. Karena Makassar adalah hub udara untuk kawasan Timur Indonesia, hampir semua operator domestik di Tanah Air menjadwalkan penerbangan ke Makassar.

Perjalanan dari Makassar dilanjutkan ke Benteng, kota utama di Kabupaten Kepulauan Selayar. Ada beberapa pilihan transportasi dari Makassar ke Benteng, yaitu berikut ini.

Pesawat Terbang
Ada 2 pesawat yang beroperasi dari Bandara Sultan Hasanuddin (Makassar) menuju Bandara H. Aeropala (Selayar). Lama penerbangan adalah sekira 45 menit.

Aviastar Airlines (DHC-6) terbang setiap Sabtu pukul 07.05 WITA. Tarif pesawat sekira Rp210.000,- dan belum termasuk Airport Tax.

Merpati Airlines (MA-60) terbang tiap Senin dan Rabu pukul 08.00 WITA dengan harga mulai Rp450.000,- Rp632.000,-. Pemesanan tiket dapat dilakukan secara online.

Penerbangan SMAC charter juga tersedia di Makassar, beroperasi ke Selayar dua atau tiga kali seminggu pada hari Selasa, Rabu, dan Jumat. Penerbangan ini memakan waktu 40 menit.

Bus Umum
Taman Nasional Taka BonerateDari Bandara Sultan Hasanuddin (Makassar) menuju terminal Bus Mallengkeri (Makassar) menggunakan taksi dengan biaya Rp100.000,-. Bus reguler menuju Benteng (Selayar) berangkat pukul 08.00 WITA ke pelabuhan Bira (Bulukumba) dengan tiket Rp. 100.000/orang untuk bus ber AC. Waktu tempuh kurang lebih 5 jam termasuk istirahat (makan siang). Dari Pelabuhan Bira perjalanan dilanjutkan dengan menyeberang menggunakan Kapal Ferry selama 2 jam ke Pelabuhan Pamatata (Selayar) kemudian dilanjutkan menuju Kota Benteng dengan kisaran waktu 1,5 – 2 jam.

Dari Kota Benteng, perjalanan dilanjutkan ke Pelabuhan Pattumbukan menggunakan mobil sewaan dengan lama perjalanan 1,5 jam. Dari sana, menggunakan kapal kayu jolloro menuju Pulau Tinabo dengan waktu tempuh sekitar 4–5 jam atau menggunakan kapal cepat (speed boat) dengan waktu tempuh sekitar 1,5 – 2 jam.

Bagaimana Dengan Akomodasinya..??

Taman Nasional Taka Bonerate
Di Pulau Tinabo terdapat Dive Resort yang memiliki cottage dan restoran. Mereka juga dapat mengatur perjalanan Anda dan menyiapkan kapal, peralatan menyelam, serta perjalanan Anda dari Makassar atau Selayar ke Tinabo. Tinabo dapat ditempuh 8 jam dengan perahu dari Benteng, di Pulau Selayar.

Kapal live aboard dari Makassar atau Bali mengangkut penumpang dalam kenyamanan nan mewah di perahu tradisional phinisi yang telah dilengkapi dengan peralatan modern untuk menjelajahi situs menyelam di Indonesia timur termasuk Taka Bonerate.

Kapan Sebaiknya Saya Kesana ?

Untuk Sahabat NusaPedia Yang Ingin Berkunjung ke Taman Nasional Taka Bonerate Musim kunjungan terbaik: bulan April s/d Juni dan Oktober s/d Desember setiap tahunnya.

Know Before You Go...!!!!

  • Jika menyelam sebaiknya didampingi pramuwisata berpengalaman.
  • Hendaknya tidak mengusik biota laut. Kenali dan hindari hewan laut yang berbahaya karena bisa atau gigitannya.
  • Hendaknya menjaga lingkungan dengan tidak melakukan kegiatan yang dapat merusak keindahan dan keanekaragaman jenis biota laut dan ekosistemnya, seperti menginjak karang, membuang sampah di lautan, dan menangkap spesies yang dilindungi.
  • Setiap pengunjung wajib membayar tiket masuk ke kawasan taman nasional. Terdapat tarif yang berbeda untuk tiap tujuan/kegiatan kunjungan wisatawan ke Taman Nasional Taka Bonerate, seperti pengunjung, kapal, pengambilan gambar atau foto, kegiatan olahraga, penelitian. Masing-masing kegiatan atau tujuan kunjungan ke Taka Bonerate dikenai tarif yang berbeda.
Jadi bagaimana Sahabat NusaPedia Apakah Anda tertarik Untuk Menyelami Indahnya Terumbu Karang Terluas se-Asia Tenggara Jika Anda Berkunjung ke Sulawesi Selatan jadikanlah Taman Nasional Taka Bonerate Sebagai Destinasi Wisata Anda.mari Kita Dukung Indonesia Untuk Menjadi destinasi Wisata Dunia.