10 Tempat Misterius Di Indonesia

10 Tempat Misterius Di Indonesia10 Tempat Misterius Di Indonesia Merupakan Pembahasan NusaPedia Kali ini.Indonesia memiliki berbagai lokasi unik bahkan misterius untuk di kunjungi,mengapa tidak,lokasi ini memiliki kejadian dan peristiwa unik bahkan tidak dapat di terima akal karena keanehan-keanehan yang terjadi di lokasi tersebut.
10 Tempat Misterius Di Indonesia

Lokasi Misterius Di Indonesia

versi NusaPedia akan menengahkannya untuk anda dengan tujuan memberikan khasanah ilmu pengetahuan untuk anda.Informasi ini Kami Himpun dari berbagai sumber dengan tujuan agar informasi ini lebih menarik dan akurat sehingga layak untuk kami informasikan kepada sahabat NusaPedia Semua.

Artikel Ini Bertujuan Untuk Memberikan wawasan kepada anda mengenai keindahan dan keanekaragaman bumi nusantara indonesia berikut 10 Tempat Misterius Di Indonesia versi NusaPedia 

10.Torowangan Dan Bungker Di Bawah Kota Jakarta

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjb0c17qwUuKM43sR6QKHMz0k1wR3LRgVLjy58fPKeBT4N-eD6jmfHPeD99pv-WyFUNPQ9SST3A4h4DGzZQQznJxdJPuNNkYleHJxH-WkwQ_zZ5fCsWNr9X-m5Xuk6nCpmYRbAgUUreUZWO/s1600/Museum+Fatahillah.jpgMenelisik Jakarta tempo dulu memang mengundang decak kagum. Kota yang dulu pernah dinamai Batavia ini hingga kini masih menyimpan banyak misteri yang belum terungkap.

Bicara soal Jakarta tempo dulu memang tidak bisa dilepaskan dari bangunan-bangunan peninggalan Belanda. Hingga kini beberapa bangunan Belanda masih bertengger kokoh, namun ada juga yang sudah terbengkalai.

Bangunan yang diyakini ada namun kini tidak terurus adalah terowongan yang menghubungkan Menara Syahbandar dengan Masjid Istiqlal dan juga Museum Fatahillah. Benarkah ada terowongan tersebut?

Menara Syahbandar yang disebut juga Uitkijk Post, didirikan pada tahun 1839 dan berada di tepi barat muara Sungai Ciliwung atau tepatnya kini terletak di Jalan Pasar Ikan No.1, Jakarta.
Disebut Uitkijk Post atau menara pemantau, karena menara ini digunakan untuk memantau seluruh wilayah baik ke arah Pelabuhan Sunda Kelapa dan laut lepas di sebelah utara maupun ke arah Kota Batavia di sebelah selatannya.

https://lh4.googleusercontent.com/-MX4yXRNDqhc/US1dhH5SXfI/AAAAAAAAA44/t5YYqlknnqc/s400/Misteri%2520Bunker%2520Stasiun%2520Tanjung%2520Priok_2.jpgBahkan ruang bawah tanah atau bunker di bawah Menara Syahbandar pernah dijadikan sebagai penjara di awal kemerdekaan.Pemerintah kolonial Belanda diyakini pernah membangun sebuah terowongan tepat di bawah menara Syahbandar yang kini lebih dikenal dengan sebutan menara miring itu.

Terowongan tersebut terhubung dengan Benteng Frederik Hendrik di taman Wilhelmina Park Oud Fort dan benteng bawah tanah, yang kemudian dibongkar dan dibangun sebuah Masjid yang kini disebut Istiqlal.

Di dalam bungker tersebut juga ada sebuah pintu besi yang merupakan pintu masuk terowongan penghubung ke Stadhuis atau yang saat ini lebih dikenal sebagai “Museum Sejarah Fatahillah Jakarta” dan juga ke benteng yang sama yaitu “Benteng Frederik Hendrik” (sekarang Mesjid Istiqlal).
Museum Fatahillah yang juga dikenal sebagai Museum Sejarah Jakarta atau Museum Batavia adalah sebuah museum yang terletak di Jalan Taman Fatahillah No. 2, Jakarta Barat dengan luas lebih dari 1.300 meter persegi.

Ruangan dengan lebar 8 meter dan panjang 10 meter di dalamnya hanya terdapat tempat duduk yang ditembok setinggi setengah meter dengan luas 5 x 5 meter. Sekarang isinya hanya sebuah lampu neon yang menyala pada bagian pojok ruangan.Kabar perihal adanya terowongan menara Syahbandar itu hingga kini masih simpang siur. Ada yang menyakini keberadaaannya, namun ada juga yang tidak percaya.

9.Gunung Pusuk Buhit

Gunung Pusuk Buhit Merupakan gunung sakral bagi masyarakat batak,mengapa gunung ini di anggap sakral di karena sosok Siraja Batak.Umumnya orang Batak percaya kalau Siraja Batak diturunkan langsung di Gunung Pusuk Buhit, sebuah bekas gunung vulkanis dekat Pangururan (ibukota Kabupaten Samosir). Siraja Batak kemudian membangun perkampungan di salah satu lembah gunung tersebut dengan nama Sianjur Mula-mula Sianjur Mula Tompa yang masih dapat dikunjungi sampai saat ini sebagai model perkampungan pertama. Letak perkampungan itu berada di garis lingkar Gunung Pusuk Buhit ,. di lembah Sagala dan Limbong Mulana. Ada dua arah jalan daratan menuju Gunung Pusuk Buhit. Satu dari arah Tomok (bagian Timur) dan satu lagi dari dataran tinggi Tele.

Tidak heran jika masyarakat Batak menaruh hormat pada tokoh ini.Sungguh suatu pengalaman yang berharga mendengar, melihat dan sudah pernah menginjakkan kaki di Dolon Na Timbo Gunung Pusuk Buhit tentang sejarah Raja Batak bermula di puncak Gunung Pusuk Buhit.

si Raja Batak diperkirakan hidup pada tahun 1200 (awal abad ke13) Raja Sisingamangaraja keXII diperkirakan keturunan siRaja Batak generasi ke19 yg wafat pada tahun 1907 dan anaknya si Raja Buntal adalah generasi ke 20.Dari temuan diatas bisa diambil kesimpulan bahwa kemungkinan besar leluhur dari siRaja batak adalah seorang pejabat atau pejuang kerajaan Sriwijaya yg berkedudukan di Barus.

Bukanlah Alasan Itu Yang Membuat Sahabat TravelEsia memasukan Gunung Pusuk buhit sebagai 10 Lokasi Misterius Di Indonesia,Melaikan Daya mistis Gunung Pusuk Buhit, gunung keramat di Kabupaten Samosir dengan ketinggian kira-kira 1.900 meter di atas permukaan laut, telah melegenda ke seantero dunia.

Penganut agama-agama mutakhir, khususnya agama langit seperti Kristen dan Islam, mungkin akan sangat sulit menerima keberadaan Mulajadi Nabolon dan "nabi"-Nya di Tanah Batak, Raja Uti. Namun, sebaliknya, pemeluk agama bumi seperti Hindu, Taoisme, Zoroasterisme, dan Parmalim tampaknya akan lebih mudah "mengamininya", karena religi-religi tersebut lebih terbuka menakrifkan sosok Sang Khalik. Bila Ingin Mengetahui Detail Informasi Mengenai Gunung Pusuk Buhit Silahkan Klik Link Ini

8. Gua Kontilola - Papua

Lokasi Wisata Terseram Di IndonesiaPapua Kontilola merupakan gua horizontal dari Wamena, Papua. Namun, untuk masuk ke dalamnya Anda harus menyediakan peralatan lengkap seperti senter, sepatu boots, helm, dan pengaman lainnya. Sehingga, Anda hanya bisa sampai di aula besarnya saja jika tidak membawa perlengkapan yang lengkap.

Tak perlu kecewa, dari aula besar gua ini Anda dapat melihat suatu keajaiban yang juga menjadi misteri.

Misteri tersebut adalah beberapa lukisan yang ada di dinding gua setinggi 3 meter. Lukisan itu pun dapat Anda lihat jelas dengan mata telanjang. Anehnya, lukisan tersebut tidak menggambarkan rupa orang – orang Papua, melainkan menggambarkan manusia dengan bentuk yang aneh. Bentuknya memang menyerupai bentuk tubuh manusia. Akan tetapi, jika diperhatikan, kepalanya berbentuk bulat seperti bola dan tidak memiliki rambut. 

Matanya pun bulat sempurna, tidak seperti manusia pada umumnya. Seperti alien!Selain itu, jari tangan yang ada pada lukisan tersebut berjumlah empat. Berbeda dengan manusia yang berjari lima. Menurut masyarakat setempat, lukisan ini telah lama ada di dalam gua. Mereka pun percaya bahwa ini adalah peninggalan leluhur.

7.Lokasi Tenggelamnya Kapal SS Ourang Medan

selat malaka ourang medanS.S. Ourang Medan, adalah kapal kargo Belanda yang menurut beberapa penulis pada masa lalu telah karam di perairan Selat Malaka setelah seluruh krunya tewas tanpa diketahui akibatnya.

Namun masih ada keraguan terhadap kebenaran cerita ini, mengapa? Karena kapal ini disinyalir tidak pernah ada, dan hanya berupa legenda. Nah lo! Lalu mengapa ada banyak saksi mata yang jumlahnya puluhan dan bersumpah bahwa peristiwa itu benar-benar terjadi?

Jika kejadian itu benar, maka ini adalah salah satu misteri besar di dunia maritim tentang suatu kejadian ditengah laut yang masih belum ditemui jawabannya.
Referensi pertama mengenai insiden di kapal ini adalah pada Proceedings of the Merchant Marine Council pada Mei 1952. Catatan ini juga dipublikasi oleh United States Coast Guard, suatu lembaga resmi dengan kredibilitas tinggi.

Catatan mengenai insiden kapal ini telah muncul juga di berbagai buku dan majalah, terutama Forteana, sebuah majalah yang awalnya didirikan dan diterbitkan oleh Charles Hoy Fort (August 6, 1874 – May 3, 1932).Ia adalah seorang penulis sekaligus peneliti asal Amerika tentang kejadian-kejadian anomali atau fenomena-fenomena aneh dan misterius yang terkenal di zamannya. Bahkan majalah ini masih diterbitkan hingga kini.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwDUP-1lffAWJAXNV-JlShTRSdv-lliG41ox-5OLtwDX13Yz3LNr-rplucw50mnsAHOTzp_caAEKCnqJA-3Z2mr9NXEJvEwidz3PYgb0r8YuXEMWs6LBqJSVezvnPtRU27vEGK8TL00Q/s400/Ourang2.jpgBegitu juga dengan Vincent Hayes Gaddis atau yang lebih dikenal dengan sebutan Gaddis (December 28, 1913 – February 26, 1997) juga ikut menulis kisah ini. 

Ia adalah penulis terkenal yang juga dari Amerika Serikat asal Ohio. Salah satu dari beberapa tulisannya yang sangat terkenal adalah tentang Segitiga Bermuda yang ditulisnya pada tahun 1964.

Dari dokumen dan catatan para saksi mata pada saat kejadian itu, menurut wikipedia pada Juni 1947, namun menurut Gaddis dan catatan lainnya memperkirakan pada Februari 1948.
Adanya ketidaksamaan waktu pada peristiwa ini disebabkan karena kebanyakan dari para saksi mata tak mencatat tepatnya kejadian tersebut hingga beberapa tahun kemudian.

Keanehanya terletak Setelah mereka berhasil naik ke geladak kapal, ternyata kapal itu sudah penuh dengan mayat-mayat krew kapal yang semuanya mati kaku, mirip seperti kedinginan dengan mata terbuka seperti mati ketakutan, sungguh menyeramkan!

Bahkan termasuk mayat seekor anjing juga terlihat tewas dengan keadaan yang sama, seperti kedinginan dan juga kaku dengan mata yang melotot!
Lalu para tim penyelamat berkeliling kapal dan berusaha untuk menemukan krew yang mungkin masih hidup.

Ketika mendekati mayat-mayat di ruang boiler, para krew Silver Star merasa menggigil kedinginan, padahal kapal sedang berada di perairan Indonesia, di wilayah katulistiwa, tepatnya di Selat Malaka dekat kota Medan dengan suhu sekitar 110° Fahrenheit atau sekitar 43° Celcius!

6.Tenggelamnya Atlantis.Adalah Di Indonesia

Dianggap benua yang hilang, Atlantis memancing aneka spekulasi ilmiah. Fakta atau mitos? Nusantara Indonesia-kah The Atlantis itu?

Atlantis adalah misteri yang menggoda para ilmuwan, dan kaum spritualis untuk menelisik kembali peradaban maju manusia yang, konon, hilang. Setidaknya, ribuan buku telah ditulis ihwal legenda itu.
Pada mulanya adalah Plato (427-347 SM), filsuf Yunani, mencatat cerita soal benua hilang itu dalam dua karyanya, Timaeus dan Critias. Keduanya adalah karya terakhir Plato, yang ditulis pada 347 SM. Pada tahun yg sama pula Plato meninggal. Dikisahkan di kedua karya itu, Atlantis adalah kota dengan peradaban tinggi dan teknologi sangat maju.

Atlantis, kata Plato, punya kekuatan maritim dahsyat, dan berada di depan “Pilar-pilar Hercules.” Tanahnya subur, rakyatnya makmur. Dia semacam surga di bumi, yang wilayahnya meliputi barat Eropa hingga Afrika. Plato mengatakan, Atlantis  hadir sekitar 9.000 tahun sebelum mazhab Solon, atau 9.600 tahun sebelum zaman Plato hidup.

Kejayaan Atlantis, kata Plato, mulai pudar setelah gagal menguasai Athena, negeri para dewa dan dewi. Petaka menimpa Atlantis sehingga pulau itu hilang ditelan laut dalam hitungan hari. Para penghuni yang selamat pergi mencari tempat baru. Atlantis akhirnya menjadi “surga yang hilang.”

Perburuan, dan spekulasi keberadaan Atlantis terus dicari sepanjang zaman. Sejumlah karya lahir, dan menunjukkan daerah tertentu diduga bagian dari ‘Kejayaan yang Tenggelam‘ itu.
Indonesia juga masuk dalam daftar spekulasi para peneliti dan peminat mitologi Atlantis. Misalnya, Profesor Arysio Santos dari Brazil. Dia geolog dan fisikawan nuklir. Lalu, ada ahli genetika dari Oxford, Inggris, Profesor Stephen Oppenheimer. Keduanya menduga wilayah Indonesia memendam sisa-sisa ‘Surga Yang Hilang‘ itu.

Santos menampilkan peta wilayah Indonesia dalam bukunya yang terbit pada 2005, “Atlantis: The Lost Continent Finally Found.” Benua hilang itu kemungkinan berada di sebagian Indonesia dan Laut China Selatan, demikian keyakinan Santos.

Dalam karya itu, dia mengklaim telah melakukan riset perbandingan, seperti kondisi wilayah, cuaca, potensi sumber daya alam, gunung berapi, dan pola hidup masyarakat setempat.
Dalam buku itu, dia berhipotesis, wilayah Nusantara dulunya adalah Atlantis. Bagi Santos, indikasi itu antara lain soal luas wilayah.Seperti dikatakan Plato, Atlantis “lebih besar dari gabungan Libya (Afrika Utara) dan Asia (Minor)”. Indonesia, oleh Santos, dianggap cocok dengan karakter geografi itu.

5.Goa Borallah : Goa Terpanjang Di Indonesia

 Goa BorallahMenelisik keberadaan dari sebuah gua di Indonesia ternyata cukup krusil juga, pasalnya gua-gua di Indonesia pada zaman negeri belum merdeka banyak digunakan oleh para pejuang kemerdekaan kita untuk melawan kaum penjajah. Banyak yang mereka lakukan di dalam sana, dari mulai mengatur strategi perang melawan kaum penjajah sampai dijadikan tempat untuk sekedar singgah sementara setelah berjibaku dengan banyaknya peluru.

Kali Ini Sahabat NusaPedia Mencoba Mengajak Anda Untuk Mengenalkan Kembali Sejarah Pahit bangsa Indonesia Tepatnya Di Desa Huta Pungkut,Kabupaten madailing Natal atau Sekitar 7 KM Dari pasar Kota Nopan.Goa ini disebut masyarakat dengan nama Goa Borallah tepatnya berada di Hutapungkut Julu, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Gua ini mempunyai arti penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Goa ini pernah digunakan oleh para pejuang kemerdekaan RI sebagai tempat persembunyian dan rapat dalam menyusun strategi dalam mengusir penjajajah dari bumi pertiwi ini. Di antara para tokoh kemerdekaan yang pernah menggunakan gua ini tercatat ada  H. Adam Malik, Tan Malaka, H. Sujak dan pejuang kemerdekaan lainnya.

sejarah awal keberadaan Goa Borallah ada dua versi. Versi pertama mengatakan, sebelum tahun 1500 goa ini sudah ada. Saat itu tidak seorangpun manusia yang berani masuk kedalamanya. Sekitar tahun 1818 di sekitar goa sudah ada ditemukan jalan setapak, di duga orang-orang yang mendatangi goa ini dari kerajaan Majapahit yang masih beragama Hindu. Selanjutnya, sekitar tahun 1821 sudah ditemukan adanya pembukaan tambang emas secara tradisional di daerah itu.

Kemudian, sekitar tahun 1834, seorang Syekh yang bernama Dapit melalui Pagaran Siayu, Hutapungkut Julu mendatangi goa tersebut. Menurut cerita, kedatangan Syekh tersebut dalam rangkan mencari kawannya yang hilang. 

Saat itu yang berani masuk kedalam goa hanyalah Syekh Dapit sendirian. Setelah beliau keluar dari dalam goa, Syekh tersebut secara tiba-tiba menghilang entah kemana. 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAMheWQofKcAffdxuaStIUl0Oia75Pa4jjRPIbO14PAmxWO_qbqii1dg7T-zlrgDvb6ioFyipXKeQZCCiLL-WPw9fImb20ZhfzqWdUmBnU2dCvlULl9HFA__gb9mCfRTTZfzjiZe_3kL8/s1600/03122011142526Ngalau-Kamang(kalam).jpgMenurut cerita beberapa warga, Syekh tersebut adalah bangsa Jin yang menjelma menjadi wujud manusia. Sebelum Syekh itu menghilang, ia memberikan nama gua tersebut dengan sebutan Goa Borallah.

Versi kedua, mengatakan,”Boralla” berasal dari kata ”Berhala”. Goa ini pernah dijadikan orang terdahulu (sebelum masuknya Islam) tempat menyembah berhala. Hal ini ada juga benarnya, sebab kalau kita masuk kedalam goa, kita akan menemukan ukiran seperti patung yang menggambar laki-laki dan perempuan sedang bersanding. Mungkin inilah berhala yang dijadikan orang dulu sebagai tempat sembahannya.

Menurut keterangan Penduduk Setempat, kedua ular itu adalah penjaga goa. ”Kedua ular itu adalah penjaga goa, mereka tidak menganggu.Begitu masuk ke mulut goa, kita akan menjumpai ruangan yang besar. Selain itu, kita juga akan mendapati dua arah jalan yang satu ke sebelah kanan dan satunya lagi sebelah kiri. Penulis mencoba masuk ke arah jalan kanan, tapi begitu masuk beberapa meter yang terdengar adalah desiran air yang mengalir jauh di bawah gua tersebut. Arah jalan ini selain cukup licin, juga turunan sampai ke dasar goa. Penulis Sahabat TravelEsia tidak berani melanjutkan perjalanan, sebab selain gelap gulita yang terdengar dari bawah hanya suara air yang mengalir.

Penduduk Setempat Mengatakan, kalau kita berani terus kebawah, maka kita akan menemukan sungai yang berbentuk kolam yang sangat luas, karena luasnya tepi kolam tidak kelihatan. Posisi sungai yang berbentuk kolam ini jauh kebawah, bagi pengunjung yang masuk ke goa ini disarankan jangan melewati jalan ke arah kanan karena berbahaya, bisa-bisa tergelincir kedasar gua yang terdapat sungai.Mungkin di sinilah dulu cerita si Kaliot jatuh kedalam kolam karena ditolak Maliot saat memancing yang pada akhirnya mendarat di Bonjol. Bagi pengunjung yang datang disarankan juga membawa lampu penerangan, sebab kondisi di dalam gua sangat gelap

4.Indonesia Memiliki 6 Pyramida.Dimanakah Lokasinya

Klaim penemuan sebuah piramida tersembunyi di dalam bukit, tak hanya terjadi di Indonesia. Klaim ini juga sempat muncul di Bosnia. Pada 2006, seorang pengarang bernama Semir Osmanagic mengklaim penemuan ini, dan sempat mengatakan mereka menemukan piramida tersembunyi di bukit Visocica, kota Visoko, yang terletak di barat laut Sarajevo.

Osmanagic mengatakan penggalian piramida itu melibatkan arkeolog dari Australia, Austria, Irlandia, Skotlandia dan Slovenia. Namun, beberapa arkeolog yang disebut Osmanagic menolak klaim tersebut.

Seperti dikutip dari situs Archaeology.org, arkeolog dari Kanada yang disebut Osmanagic, Chris Mundigler mengaku tak pernah mendukung atau setuju bekerja di proyek tersebut. “Skema ini adalah sebuah kebohongan keji terhadap masyarakat awam, dan tak akan pernah mendapat tempat di dunia ilmu pengetahuan,” kata pernyataan resmi dari Asosiasi Arkeolog Eropa.

Sahabat TravelEsia Ingin Mengetahui Beberapa Lokasi Pyramida Itu.TravelEsia Coba Menelusurinya

a.Gunung Lalakon

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmR1nUM12YYvkaCS93N9hVefZnEIzyUweINP2rvWtPUNmi6AAd0OF9PTUKUEbkPGJnjBM5S198hLcq_sLMfs7fCFGoQK5C703P0tmnvAF2mue5VwwlgKikuxkEnK1wfkxciIPS_GFj_mX7/s320/105777_gunung-lalakon-bandung--credit--turangga-seta-_300_225.jpgGunung Lalakon dikelilingi beberapa bukit lain seperti bukit Paseban, Pancir, Paninjoan, Pasir Malang. Di bukit Paseban ada tiga buah batu, yang dua di antaranya terdapat telapak kaki manusia dewasa, dan telapak kaki anak-anak.

kemungkinan ini berasal dari zaman megalitikum. Batu telapak juga sudah dijumpai di tempat lain, seperti prasasti Ciaruteun, peninggalan Raja Purnawarman dari Kerajaan Tarumanegara. “Cap telapak kaki biasanya diabadikan sebagai monumen mengenang pemimpin suatu daerah,” kata Edi.
Cap kaki juga erat kaitannya dengan konsep Triwikrama atau tiga langkah yang berkembang di masa itu. Saat itu, mereka percaya bila seseorang hendak naik ke dunia dewa-dewa, mereka harus menjejak dengan keras agar dapat melompat tinggi sekali.

Sementara itu, di Gunung Lalakon  juga terdapat beberapa situs batuan, seperti Batu Lawang, Batu Pabiasan, Batu Warung, Batu Pupuk, Batu Renges, Batu gajah, dan sebuah batu panjang yang terletak di atas puncak

b.Gunung Sadahurip

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpX6T-CMIUoSr7Sd7bqVFvmAD6lr7Ko4ml4AF6r14Dr62oQNFtRX26WJOCe1J2LS9QBe6VKkaR9SZvIHN0CVaqrmUZpRATe5G0f2yrmeOw-m1yw4AaPRjtChUa-RHQfrIgYoqhpKO0ZjNJ/s1600/693piramida_raksasa_bandu.jpgBerbeda dengan tradisi di Gunung Lalakon, masyarakat di sekitar Gunung Sadahurip relatif lebih ‘modern’. Menurut Nanang, warga Kampung Cicapar Pasir, kampung terdekat Gunung Sadahurip, di sana tak ada tradisi tolak bala. Masyarakat sekitar juga tak terlalu peduli dengan mitos gunung itu di masa lalu.

Tinggalan-tinggalan itu di antaranya berupa  batu menhir, bangunan berundak, batu lumpang, peti kubur batu, batu dakon, dan arca megalitik

sejarah di Tatar Sunda tak mengenal bangunan piramida karena tak ada kebiasaan di Tatar Sunda membuat bangunan piramida dengan ketinggian hampir ratusan meter sebagai tempat suci. “Tempat suci di Tatar Sunda ini seringkali disebut multi-component sites atau situs berkelanjutan,” kata Nina melalui surat elektronik.Hanya 2 Yang Baru Terdeteksi keberadaannya.Lantas Yang lain Menanti Untuk Di Temukan

3.Lokasi Penyimpanan Emas Rampasan Tomoyuki Yamashita Di Indonesia

Timbunan emas Jenderal dari Jepang, Tomoyuki Yamashita, saat perang dunia II masih diburu banyak pihak. Timbunan emas itu disebut-sebut sebagai salah satu harta karun terbesar di dunia.Ada organisasi khusus bernama Kin No Yuri atau Bunga Lili Emas. Saudara Kaisar Hirohito, Pangeran Yasuhito, dipercaya jadi ketua. Mereka merampas emas dari Asia Tenggara kemudian mengumpulkannya di Filipina, baru dikapalkan ke Jepang.

Sudah beberapa kali pengiriman emas dan barang berharga ke Jepang ini berhasil. Dari emas rampasan inilah Jepang membiayai peperangan di Pasifik. Sebuah front pertempuran yang membentang luas dari Manchuria hingga Kepulauan Solomon. Tentunya ini menguras biaya luar biasa besar.

Namun sejak tahun 1943, harta rampasan tak bisa dikirim ke Jepang. Penyebabnya, armada Jepang sudah kalah di lautan.Mereka tak punya lagi cukup kapal perang atau pesawat tempur guna mengawal kapal-kapal emas tersebut ke Jepang. 

Pesawat tempur sekutu dan kapal selamnya siap mengkaramkan kapal Jepang yang lewat.Sekitar tahun 1945, Jepang sudah nyaris kalah total. Pangeran Yasuhito, Jenderal Yamashita dan beberapa pejabat lain meledakkan terowongan dan gua untuk menutup timbunan emas dalam gua-gua di bawah tanah.Diperkirakan ada sekitar 6.000 ton emas yang telah dirampas tentara Jepang di kawasan Asia Tenggara dan beberapa negara disekitarnya saat Perang Dunia II tersebut.

Namun ternyata, isyu tentang keberadaan harta karun tentara Jepang itu bukan omong kosong. Pasukan TNI pernah menemukannya di daerah Bogor, Jawa Barat.Kepala Staf Resimen Divisi II TNI pada waktu itu, Mayor Alex Evert Kawilarang, menceritakan penemuan harta itu dalam biografinya yang ditulis Ramadhan KH dan diterbitkan Sinar Harapan.

2.Segita Masalembo

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDbDsk0ODG0zbLt6esxdIGSv_MFlAR89d4t61zh_V7REp_ViY_8msseyRkpurMYBmy7Z5I2EJ6oGKn-Kx1BSEw9GTDvNah_vFub-bKCDhzYe65_V0GGdVpSo4FwlroxW8LBil-0s3Rk0q1/s1600/masalembo.jpgDua kecelakaan lalulintas pada transportasi udara dan laut di daerah Masalembu atau lebih dikenal Masalembo ini, pada beberapa tahun terakhir sangat memprihatinkan.Yang pertama, kecelakaan lalulintas laut yang menimpa kapal laut Senopati Nusantara pada tanggal 29 Desember 2006.Kemudian pada tanggal 1 Januari 2007 kecelakaan pesawat udara Adam Air penerbangan 574 dengan nomer ekor PK-KKW.

Dan disusul pada bulan Juli oleh kecelakaan transportasi laut KM Mutiara Indah yang tenggelam di perairan Masalembo pada tanggal 19 Juli 2007.Tujuh hari kemudian pada tanggal 27 Juli 2007 disusul tenggelamnya KM Fajar Mas, juga di perairan Masalembo.

Belum sebulan setelah peristiwa itu, tenggelam lagi KM Sumber Awal  di perairan yang sama pada 16 Agustus 2007.Lalu dua tahun kemudiann pada tahun 2009 dihari Minggu 11 Januari dini hari, ada juga musibah KM Teratai Prima yang tenggelam di perairan yang sama.

http://fahrysains.files.wordpress.com/2013/06/060913_1629_adasegitiga2.gifSemuanya diduga terjadi pada lokasi yang sama berdekatan juga di Laut Jawa bagian timur dan di seputar perairan kepulauan Masalembo.Bahkan pada awalnya KM Tampomas II juga terbakar dilaut dan karam di daerah yang sama pada tanggal 27 Januari 1981.

Kenapa pada bulan-bulan yang sama ya? Mungkin karena memang bulan-bulan tersebut merupakan bulan-bulan puncak peralihan atau perubahan musim seantero Indonesia yang kepulauannya berada di sekitar katulistiwa.

Tetapi kenapa kejadian kecelakaan ini di lokasi yang kira-kira sama ? Mungkin hanya kebetulan saja, atau…?...Pulau Masalembo sebenarnya sebuah pulau kecil yang berada di ujung Paparan Sunda.
Pulau-pulau kecil ini berada di daerah “pertigaan” laut yaitu Laut Jawa yang horisontal dari barat ke timur dan Selat Makassar yang memotong secara vertikal utara ke selatan.Pola kedalaman laut di Segitiga Masalembo ini sangat jelas menunjukkan bentuk segitiga yang nyaris sempurna berupa segitiga sama sisi.

1.Tembok Sepanjang 110 kilometer Di Dasar Laut Papua


Bagi bangsa Indonesia, Nuswantara (Nusantara) dikenal juga mencakup hingga ke tanah Irian Jaya (pulau Papua). Salah satu pulau terbesar di dunia ini banyak mengandung misteri yang belum terungkap.Ternyata di perairan utara dari salah satu pulau terbesar itu juga tersimpan suatu misteri yang menakjubkan!

Saat Bumi di zaman es ribuan tahun yang lalu, pulau Irian jauh lebih besar. Bagian selatannya masih menyambung dengan benua Australia.Begitu juga di bagian pesisir utara pulau Papua, daratannya lebih luas dari yang sekarang. Daratannya masih jauh menghampar ke tengah laut beratus kilometer karena permukaan laut pada waktu itu masih lebih dangkal dibandingkan pada masa sekarang.

Permukaan laut yang masih dangkal atau masih rendah tersebut disebabkan karena wilayah hamparan es di kutub utara dan kutub selatan belum banyak mencair seperti sekarang.
Dilepas pantai bagian utara dari pulau besar ini diperkirakan terdapat struktur bangunan mirip “beteng” (awam: benteng) yang panjangnya 110 km dan tingginya setinggi gunung: 1860 meter, dengan lebar 2700 meter!

Jika dilihat, struktur ini lebih mirip “dinding” atau “tembok”. Dan hebatnya lagi tembok ini lurus memanjang secara sempurna sepanjang 110 kilometer!Jika benar, jelas beteng seperti ini tidak mungkin dibuat oleh peradaban manusia kera ataupun manusia primitif, mengingat bangunan tertinggi di abad modern saat ini saja, tingginya baru sekitar 800 meter yaitu menara Dubai. Sedangkan bangunan ini sudah menjulang 1860 meter atau lebih dari 2 kali tingginya Dubai Tower!

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikNFQ_Wz_I9dufPrdKvDTndNKrGX6Ki_pWhq-EhuuQRoe2Qz0tRvk2hgY3mnliDjfKYYeEbnhU6XFD93Of3YMilpDDw_JZlethtfWtRUqhEHpX-bEPV0y9_ay-e6MjHm59Q6ok4oKnq0g/s1600/jayapura+wall.jpgStruktur itu berada dilaut lepas tak jauh dari kota terbesar dan juga ibukota Papua, Jayapura. Oleh karenanya untuk sementara ini struktur tersebut dinamai Jayapura Wall atau Tembok Jayapura.

Dengan menggunakan google map, koordinat beteng menakjubkan tersebut terlihat berada di samudera Pasifik, yaitu di bagian utara dari pulau Papua (Irian Jaya) pada 1°59’46.9”S dan 141°29’24.6239”E

Jadi Bagaimana Sahabat NusaPedia Apakah Artikel Mengenai 10 Tempat Misterius Di Indonesia, 10 Tempat Menyelam Terbaik Di Indonesia 10 Gunung Tertinggi Di Indonesia , 10 Tempat Wisata Indonesia Mirip Di Luar Negeri 10 Sungai Terpanjang Di Indonesia , 10 Museum Tertua Di Indonesia , 10 Danau Terdalam Di Indonesia ,10 Bangunan Paling Bersejarah di Indonesia ,10 Lokasi Wisata Terseram Di Indonesia dan 10 Kuliner Extreme Yang Ada Di Indonesia Sudah Menambah Khasanah Anda Mengenai Keindahan Sejarah Dan Bangunan-bangunan Di Indonesia.Mari Kita Dukung Indonesia Sebagai destinasi Wisata Dunia