BREAKING NEWS

7 Hewan Berbahaya di Laut, Jangan Pegang Agar Tidak Celaka




Pantai menjadi salah satu destinasi yang paling sering dikunjungi wisatawan saat akhir pekan dan hari libur. Panorama pesisir yang eksotis dan hembusan angin tropis di tengah teriknya matahari membuat pantai selalu diminati. Namun demikian, dibalik keindahan alam pantai terdapat berbagai hewan berbahaya yang bisa saja membuat anda meregang nyawa.
Dalam artikel ini akan disajikan daftar hewan paling berbahaya di laut yang dapat membunuh siapapun yang mengusiknya. Berikut adalah tujuh diantaranya.

1. Ular Laut (Hidrophydae)




(Ular Indonesia)
Ular Laut merupakan salah satu jenis ular berbisa yang sebagian besar hidupnya berada di laut. Secara morflogi Ular Laut tidak jauh berbeda dengan ular lainnya yang hidup di darat dengan warna belang hitam dan putih di tubuhnya. Ular Laut sering menyerang para penyelam yang mengusik habitatnya. Gigitan Ular Laut dapat menyebabkan disfungsi jantung, korban biasanya akan meninggal sebelum sampai di permukaan.


2. Fire Coral (Millepora sp.)




(LeisurePro)
Fire Coral merupakan salah satu jenis terumbu karang yang masuk dalam kelompok Anthozoa dan hidup di perairan laut bersih. Saat sedang snorkeling sangat disarankan untuk tidak menyentuh Fire Coral karena dapat menyengat dan menembus kulit. Fire Coral mempunyai nematocysts yang dapat memberikan rasa panas dikulit. Efek jangka panjang yang ditimbulkan akibat sengatan Fire Coral bervariasi mulai dari iritasi ringan, mual, hingga luka bakar parah.


3. Bulu Babi (Diadema sp.)




(Bromo Travelindo)
Bulu Babi merupakan sebuah hewan laut berbentuk bulat dengan duri yang dapat digerakkan. Bulu Babi dapat ditemukan di sepanjang pesisir pantai Indonesia yang bersuhu hangat, atau di celah-celah karang terjal. Hewan yang juga dikenal dengan nama Landak Laut ini termasuk hewan yang cukup ditakuti karena di dalamnya durinya tersimpan bisa yang mematikan. Efek racun setelah tertusuk Bulu Babi biasanya hanya nyeri otot, lemas, dan syok. Namun pada kasus yang parah dapat berujung pada kematian.


4. Barracuda (Sphyraena sp.)




(Majalah Ikan)
Barracuda merupakan karnivora yang menduduki puncak rantai makanan dan hidup secara berkelompok di lautan. Bentuh tubuh Barracuda berbentuk memanjang hingga enam kaki dengan lebar satu kaki. Dengan gigi yang tajam, Barracuda akan menjadi sangat agresif saat sedang bertelur atau kawin.


5. Yellow Sea Anemone (Sagartia troglodytes)

(Framepool & Rightsmith Stock Footage)


Yellow Sea Anemone masih termasuk dalam kelas Anthozoa dengan tubuh menyerupai bunga yang meliuk-liuk berwarna kuning. Bagi penyelam, Yellow Sea Anemone merupakan hewan yang cukup ditakuti karena memiliki racun bertipe neurotoksin yang sangat mematikan. Neurotoksin akan memberikan efek kelumpuhan karena menyerang sistem saraf.


6. Jellyfish (Chironex fleckeri dan Physalia physalis)




(Our WIld World)

Ubur-ubur merupakan salah satu hewan yang cukup ditakuti karena terkenal sangat beracun. Efek racunnya akan menyebabkan luka bakar di kulit yang terasa perih. Dalam kasus yang lebih parah racun ubur-ubur dapat mengakibatkan kematian.

7. Ikan Pari (Manta birostris)

(Tribun Jabar)

Ikan Pari mempunyai tubuh pipih dan ekor panjang dengan duri beracun. Racun ikan pari dapat menimbukan rasa sakit yang cukup parah. Tusukan Ikan Pari berukuran besar dapat menyebabkan kegagalan fungsi organ hingga berakhir pada kematian

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg