BREAKING NEWS

Teh Putih, Teh Termahal di Dunia dari Indonesia yang Mendunia Syarat Mamfaat


Photo :Pexels/Nikolay Osmachko
Teh Putih - NusaPedia - teh putih - Teh di Indonesia pun, mempunyai sejarah yang cukup panjang. Tanaman penghasil teh (Camellia sinensis) ini pertama kali masuk ke Indonesia tahun 1684, biji teh dari Jepang, dibawa oleh seorang berkebangsaan Jerman bernama Andreas Cleyer, lalu kemudian ditanam sebagai tanaman hias di Batavia.

Pada 1826, tanaman teh melengkapi koleksi Kebun Raya, diikuti pada 1827 di Kebun Percobaan Cisurupan, Garut, Jawa Barat. Dari sini dicoba penanaman teh dalam skala luas di Wanayasa (Purwakarta) dan lereng Gunung Raung (Banyuwangi). Dan beberapa waktu kemudian, teh pun menjadi salah satu tanaman yang terlibat dalam cultuurstelsel.

Sumber Gambar : merdeka.com
Secara eksklusif, teh putih yang berasal dari zaman Dinasti Song (1279-690 SM) pada awalnya hanya dikonsumsi oleh Kaisar dan keluarganya atau pejabat kerajaan, dan hanya diproduksi secara terbatas. Teh Putih akan tetap menjadi teh yang eksklusif dan dinikmati di Cina saja seandainya pada tahun 1891 Cina tidak memulai ekspor komoditi teh ini ke negara-negara Asia dan Eropa yang memiliki tradisi minum teh. Sehingga dengan adanya ekspor tersebut, teh putih mulai dikenal di luar Cina dan kini teh putih boleh dinikmati siapa saja.

Foto: Istock
Daun Teh Putih diambil dari daun teh yang masih kuncup atau menggulung, dan ada bulu-bulu halus yang tumbuh pada daunnya. Yang dengan segera dijemur selama beberapa hari tanpa terkena air sedikit pun dan tidak teroksidasi. Proses yang minimal dan oksidasi rendah ini menghasilkan teh dengan citarasa yang lembut.

Sementara di Indonesia, teh putih sudah mulai dibudidaya pada 1878 M di Gemboeng, Jawa Barat. Sejak saat itu Indonesia berkembang menjadi salah satu produsen teh putih terbesar di dunia. Kulitas dan kandungan Teh Putih asal Indonesia bahkan sudah diakui oleh The International Society of Antioxidant and Nutrition and Health, Paris. Saat ini Indonesia menjadi pengekspor teh putih ke negara-negara seperti Jepang, Tiongkok, dan bebebrapa negara Eropa.

Sumber Gambar : goodnewsfromindonesia.id

Harga eceran teh putih dibanderol dari Rp. 1,5 juta hingga Rp. 2 juta untuk setiap kilogramnya. Hampir 80 kali lipat lebih tinggi dari harga normal yang hanya Rp. 25 ribu per kilogram. Harganya yang mahal disebabkan karena sulitnya proses pembuatan yang memakan waktu lama dengan hasil yang tak seberapa.
.
Menurut Balai Penelitian Tanaman Industri  dan Penyegar (Balittri) Kementerian Pertanian, anti oksidan yang dikandung teh putih 100x lebih banyak dari vitamin C dan 25x lebih efektif dari vitamin E, sehingga sangat baik untuk mencegah penuaan dini.

Kandungan anti oksidannya juga bisa mencegah penuaan dini, serta membantu memperbaiki tekstur kulit menjadi lebih sehat. Selain itu, teh putih juga mampu mencegah kanker, mengontrol diabetes, serta melangsingkan tubuh. Studi menyebutkan bahwa asupan teh putih rutin setiap hari dapat mencegah adipogenesis, yaitu pembentukan sel lemak, sehingga dapat menegah obesitas.

Setelah selesai dipetik, teh putih akan dijemur dibawah sinar matahari dan dijaga agar tidak terkena air. Teh putih tidak mengalami oksidasi sehingga menghasilkan cita rasa teh yang sangat lembut. Dari sisi khasiatnya, Teh putih mengandung anti oksidan dalam kisaran angka 11, 1-25,6 kali lebih tinggi dari teh umumnya.

Menurut Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar, antioksidan dalam teh putih lebih banyak 100 kali lipat daripada vitamin C dan 25 kali lebih efektif dari vitamin E sehingga sangat baik untuk mencegah penuaan, menyehatkan kulit, mengontrol diabetes, mencegah kanker, dan melangsingkan tubuh. Kandungan falovonoid di dalam teh putih bermanfaat untuk kesehatan jantung dan melancarkan aliran darah.

Teh Putih, Teh Termahal di Dunia dari Indonesia yang Mendunia Syarat Mamfaat

Di negara asalnya Cina, rahasia proses pelayuan teh putih bervariasi dari wilayah satu dengan wilayah lainnya. Seperti di daerah Fujian yang mengandalkan pada kondisi iklim serta tradisi tiap keluarga, dimana teh putih dengan grade tertinggi (supreme grade) dibuat dari hanya tunas daun teh pilihan, adapun grade dibawahnya (high grade) dibuat dari tunas daun dan 2 daun kuncup pertama,  yang dipetik pada musim semi hanya dalam waktu dua hari hingga dua minggu setiap tahunnya.

Kadang-kadang tanaman harus dinaungi terlebih dulu sebulan atau lebih sebelum dipetik pucuknya untuk menghasilkan teh putih,sehingga teh memiliki kadar klorofil yang  rendah dan antioksidan polifenol yang lebih tinggi, namun kafeinnya sangat rendah. Teh yang sangat berharga ini dipetik secara hati-hati dengan tangan yang hanya mengambil tunas,diolah dengan standar yang sangat ketat yang diwariskan secara turun-temurun.

Minimnya pemrosesan pada teh putih menjadikan teh putih sebagai teh kesehatan premium dengan kandungan antioksidan polifenol tertinggi dari semua jenis teh yang ada.Di Cina teh putih diklasifikasikan  sebagai Yin Zhen Bai Hao (Silver Needle), Bai Mu Dan (White Peony), Gongmei (Tribute Eyebrow), dan Shou Mei (Long Life Eyebrow).

Saat ini permintaan akan teh putih di luar Cina seperti di Amerika Serikat, Inggris dan negara-negara Eropa dan Jepangsemakin meningkat. Alasan konsumen terutama adalah karena khasiat yang dimiliki oleh jenis teh ini dalam menjaga kesehatan yaitu :


  • - Sangat kaya anti oksidan yang 100 kali lebih efektif dari vitamin C dan 25 kali lebih efektif dari vitamin E, sehingga sangat baik untuk mencegah penuaan dini,
  • - mencegah pengerutan pada wajah, dan mencegah keriput.Membuat kulit menjadi sehat, cerah dan memutihkan secara alami.
  • - Mencegah pengerasan dan penyempitan pembuluh darah. Polifenol pada teh putih menunjukan efek yang bagus pada zat pembeku darah dan anti penggumpalan darah, terutama katekin yang dapat mencegah sel darah merah menggumpal.
  • - Melancarkan aliran darah pada pembuluh darah, meningkatkan ketahanan pembuluh darah, serta mencegah terjadinya stroke.
  • - Mengurangi tekanan darah tinggi dan penyakit jantung koroner
  • - Menurunkan tekanan darah, dimana beberapa penelitian membuktikan teh putih dapat mengencerkan darah dan memperbaiki fungsi arteri sehingga menurunkan tekanan darah.- Anti karsinogenik, menolak zat nitrosoamine yang merupakan zat pembentuk karsinogen (penyebab kanker) dalam makanan
  • - Teh putih menguatkan sistem kekebalan tubuh- Mengeluarkan racun (toksin) dalam tubuh dan anti radiasi sinar ultra violet, karena polifenol dalam teh putih adalah filter alami terhadap radiasi sinar ultra violet.
  • - Menyehatkan gigi dan gusi, sekaligus mematikan kuman penyebab bau nafas tak sedap, anti gigi berlubang dan anti bakteri.
  • - Mencegah kelebihan berat badan  atau obesitas, dimana ekstrak teh putih dapat mencegah jaringan lemak sehingga menghambat potensi kegemukan dan membantu membakar lemak.
  • - Ekstrak teh putih mampu menaikan metabolisme dan membuat tubuh menjadi langsing
  • - Mencegah kanker, dengan kandungan antioksidan polifenol yang terdapat dalam teh putih dapat mencegah dan melawan berbagai jenis kanker sekaligus menghentikan penyebarannya- Menetralisir radikal bebas dan mengurangi serta mencegah kerusakan yang ditimbulkan oleh radikal bebas
  • - Menurunkan kolesterol,  antioksidan  dalam teh putih dapat menurunkan kolesterol jahat LDL (low density lipoprotein) sekaligus meningkatkan kolesterol baik HDL (high density lipoprotein) dalam darah.
  • - Melindungi jantung, hati dan seluruh sistem peredaran darah.
  • - Menurunkan kadar gula darah , serta mencegah dan mengurangi gejala diabetes melitus
  • - Menenangkan, mengurangi stress dan menambah energi,  dimana L-theanine yang dikandungnya merupakan  asam amino yang menurut riset terkini dapat menstimulasi gelombang otak alfa untuk meningkatkan kewapadaan namun menghasilkan efek menenangkan.

Cara menikmati teh putih adalah 2 g teh  diseduh dengan secangkir air putih 80 °C, walaupun hanya dibuat dengan 2 g teh kandungan antioksidan dalam secangkir teh putih setara dengan 12 gelas jus jeruk. Seduhan teh putih menghasilkan warna putih keperakan, terutama untuk jenis white silver nedle.

Teh ini mempunyai aroma bunga yang sangat segar dengan citarasa yang agak manis dan ringan yang lembut di lidah, yang akan menimbulkan nuansa yang dalam disaat mereguk teh ini, sehingga mencicipi segelas teh putih akan terasa di bawa keaslian tanaman teh yang sejati.

Selama ini teh putih yang beredar di supermarket-supermarket ternama merupakan produk impor dari China dan Taiwan, seperti Heaven Leaf White Tea supreme grade yang dijual Rp.155.000,-/kemasan 30 g dan high grade Rp. 120.000,-/kemasan 30g. Akan tetapi sejak tahun 2008-2010 teh putih telah mulai diproduksi oleh beberapa perkebunan teh di Indonesia, diantaranya yaitu   :

(1) PT. Chakra di Ciwidey, Jawa Barat dengan nama Oza Premium White Tea;

(2) PTPN VIII di Garut, Jawa Barat;

(3) PTPN XII di Wonosari, Jawa Timur;

(4) Pusat Penelitian Teh dan Kina  di Gambung, Jawa Barat dengan nama Excellent Gamboeng White Tea dan(

5) PT. Victory Cosmetindo di Jawa Barat yang memproduksi teh putih celup Olivetree White Tea produk teh putih perkebunan diatas umumnya di ekspor, konsumsi dalam negeri belum banyak membutuhkan jenis teh ini dan tidak populer didalam negeri.

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg