BREAKING NEWS

Taman Nasional Tesso Nilo : Surga Keanekaragaman Hayati Sumatera


Taman Nasional Tesso Nilo - Provinsi Riau - Taman Nasional Tesso Nilo merupakan salah satu surga keanekaragaman hayati di pulau sumatera,mengapa tidak,Taman Nasional Tesso Nilo merupakan taman nasional yang yang menjadi primadona bagi siapa saja yang ingin merasakan keindahan alamnya.

Taman Nasional Tesso Nilo

Taman Nasional Tesso Nilo

Berada di Provinsi Riau, Tesso Nilo merupakan hutan hujan dataran rendah terluas di Pulau Sumatera. Dengan luas area mencapai 83.068 hektar, kawasannya membentang sepanjang 4 kabupaten, yaitu Kabupaten Palalawan, Indragiri Hulu, Kuantan Sengingi, dan Kampar. Rencananya Taman Nasional Tesso Nilo akan diperluas lagi hingga 100.000 hektar dan berfungsi sebagai paru-paru dunia.

Riau memiliki area hutan yang luas tetapi karena kebakaran dalam skala besar dan pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit maka kini hampir dua pertiga dari hutan primer di Riau telah rusak. Oleh karena itulah, pemerintah telah menetapkannya kawasan hutan sebagai taman nasional untuk mencegah kerusakan hutan lebih luas lagi.

Mengapa Saya Harus Kesana ?

Taman Nasional Tesso Nilo
Taman Nasional Tesso Nilo Terdapat 360 jenis flora yang tergolong dalam 165 marga dan 57 suku, 107 jenis burung, 23 jenis mamalia, tiga jenis primata, 50 jenis ikan, 15 jenis reptilia dan 18 jenis amfibia di setiap hektare Taman Nasional Tesso Nilo. Tesso Nilo juga adalah salah satu sisa hutan dataran rendah yang menjadi tempat tinggal 60-80 ekor gajah dan merupakan kawasan konservasi gajah. Selain itu Taman Tesso Nilo juga sebagai tempat pelestarian habitat harimau Sumatera. 

Masyarakat di sekitar Taman Nasional Tesso Nilo mempertahankan pohon Sialang dan mengambil madu dari lebah yang ada di pohon sialang dan menjadikan madu hutan sebagai usaha ekonomi alternatif. Tahun 2001 Center for Biodiversity Management dari Australia menemukan 218 jenis tumbuhan vascular di petak seluas 200 m2.

Taman Nasional Tesso Nilo
Sedangkan hasil penelitian LIPI dan WWF Indonesia (2003) dalam petak sample plot berukuran 1 hektar ditemukan 360 jenis yang tergolong dalam: 165 marga dan 57 suku dengan rincian 215 jenis pohon dan 305 jenis anak pohon, sehingga kawasan Tesso Nilo disebut-sebut sebagai hutan yang terkaya keanekaragaman hayatinya di dunia.

Beberapa jenis tumbuhan yang ada di Taman Nasional Tesso Nilo merupakan jenis yang terancam punah dan masuk dalam data red list IUCN, seperti Kayu Batu (Irvingia Malayana), Kempas (Koompasia Malaccensis), Jelutung (Dyera Polyphylla), Kulim (Scorodocarpus Borneensis), Tembesu (Fagraea Fragrans), Gaharu (Aquilaria Malaccensis), Ramin (Gonystylus Bancanus), Keranji (Dialium Spp), Meranti (Shorea spp), Keruing (Dipterocarpus spp), Sindora Leiocarpa, Sindora velutina, Sindora Brugemanii, dan jenis-jenis durian (Durio spp) serta beberapa jenis Aglaia spp. tntn ukui

Dari hasil penelitian LIPI (2003) di kawasan Hutan Taman Nasional Tesso Nilo juga ditemukan tidak kurang dari 83 jenis tumbuhan yang dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan obat dan 4 jenis tumbuhan untuk racun ikan. Tanaman obat terpenting yaitu jenis Pagago (Centella Asiatica) dan Patalo Bumi (Eurycoma Longifolia).

Pagago sudah dibudidaya masyarakat lokal sedangkan Patalo Bumi belum dibudidaya padahal sering dimanfaatkan sebagai fitofarmaka dan memiliki nilai jual tinggi Kawasan hutan ini mempunyai daerah yang basah dan kering sehingga memungkinkan untuk berkembangnya kehidupan satwa liar diantaranya Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus), Harimau (Panthera Tigris Sumatrae), Tapir (Tapirus Indicus), Rusa (Cervus Timorensis Russa), Siamang (Hylobathes Syndactylus Syndactylus), Beruang Madu (Helarctos Malayanus Malayanus). LIPI dan WWF Indonesia (2003) melaporkan bahwa kawasan Tesso Nilo memiliki indeks keanekaragaman mamalia yang tinggi yakni 3,696 jenis yang dijumpai 23 jenis mamalia dan dicatat sebanyak 34 (16,5% dari 206 jenis mamalia yang terdapat di Sumatera) dimana 18 jenis berstatus dilindungi serta 16 jenis termasuk rawan punah menurut IUCN.

Taman Nasional Tesso Nilo
Kawasan Tesso Nilo merupakan blok habitat gajah terpenting yang masih ada di Riau. Survei yang dilakukan olek BKSDA Riau dan WWF menunjukkan bahwa terdapat kira-kira 350 ekor gajah yang masih tersisa di Provinsi Riau, dari jumlah tersebut sebanyak 150-180 ekor berada di Tesso Nilo, Bukit Tiga Puluh dan sebanyak 60-80 ekor berada di Kawasan Tesso Nilo. Untuk burung tercatat 114 jenis burung dari 28 famili, Total jenis burung yang ditemukan tersebut merupakan 29% dari total jenis burung di Pulau Sumatera yaitu 397 jenis.

Ada satu jenis yang merupakan catatan baru secara ilmiah untuk daerah sebarannya yaitu Kipasan gunung (Rhipidura albicollis) dan ada jenis endemik Sumatera dan Kalimantan dengan sebaran terbatas dihutan pamah, sudah terancam tetapi belum dilindungi yaitu Empuloh Paruh Kait. serindit riau Ancaman yang paling nyata terhadap kawasan Tesso Nilo adalah pembalakan liar dan penjarahan lahan. Pembalakan liar terjadi hampir diseluruh wilayah di dalam Hutan Tesso Nilo.

Hal tersebut dipicu oleh kondisi ekonomi masyarakat di sekitar hutan serta kebutuhan akan kayu yang demikian tinggi ditambah lagi adanya akses ke dalam hutan yang sudah cukup lancar dengan dibangunnya koridor-koridor jalan di dalam hutan oleh bekas HPH dan perusahaan-perusahaan besar seperti RAPP. Pengawasan yang lemah dari instansi pemerintah di bidang ini juga menyebabkan aktivitas pembalakan liar dapat berlangsung dengan leluasa. Penjarahan dan klaim lahan juga banyak dijumpai di kawasan hutan Tesso Nilo.

Taman Nasional Tesso Nilo
Pelaku umumnya adalah masyarakat setempat yang kondisi ekonominya terbatas serta memerlukan lahan untuk memperluas kebun dan menggantungkan hidupnya. Namun dijumpai juga adanya masyarakat luar yang ikut melakukan pelanggaran ini dan diindikasikan banyak pejabat-pejabat yang terlibat. Degradasi Hutan Taman Nasional Tesso Nilo mengancam kekayaan hayati yang dikandungnya. Kehilangan habitat merupakan faktor utama yang mengancam kelestarian satwa besar seperti gajah dan harimau di kawasan tersebut. gajah di tesso nilo Yang paling menarik adalah pasukan khusus penjaga kawasan dari ancaman gajah liar dan aksi perambahan hutan yang dinamakan Flying Squad.

Pasukan yang terdiri atas beberapa ekor gajah dewasa ini secara rutin melakukan patroli ke dalam hutan setiap harinya. Mengarungi Sungai Nilo dengan menggunakan perahu dan menyusuri lebatnya hutan di kawasan tersebut bersama pasukan patroli gajah dapat memberikan gambaran kepada siapa saja, bahwa manusia dapat hidup berdampingan dengan segenap penghuni hutan, asalkan ada kearifan di balik semua yang dilakukan.

Pengunjung yang ingin memacu andrenalinnya dapat turut serta secara langsung menggiring gajah-gajah liar ke habitatnya. Di areal hutan ini pengunjung dapat menjumpai jejak-jejak harimau Sumatera atau satwa liar lainnya, seperti Tapir, Beruang, Macan Dahan dan lainnya.

Taman Nasional Tesso Nilo
Tidak hanya itu,Taman Nasional Tesso Nilo adalah kawasan fantastis bagi pecinta alam untuk menjelajahi hutan lebat, menunggang gajah yang dilatih oleh Tim Flying Squad, mencari jejak dan sarang hewan, atau sekadar berkeliling menjelajahi dan bertemu hewan liar serta pohon tua yang tinggi menjulang. Anda dapat mengamati kehidupan hewan liar di taman nasional ini dari pondok ranger sekaligus dapat menjadi tempat inap saat mengunjungi Tesso Nilo.

Ada juga menara observasi dekat Camp Flying Squad. Dari sana  Anda dapat melihat panorama taman dari ketinggian. Menara ini juga menjadi tempat terbaik untuk menyaksikan Matahari terbenam atau terbit yang mengagumkan.

Cara lain yang menarik untuk menikmati pesona hutan lindung ini adalah dengan menyewa perahu menyusuri Sungai Nilo. Alur yang dilalui melewati hutan lebat, terutama di kawasan dimana Sungai Nilo bertemu dengan Sungai Tesso. Ranger mengatakan bahwa jalur sepanjang sungai tersebut adalah kawasan lindung terbaik di taman nasional. Biaya sewa perahu adalah sekira Rp300.000,-.

Bagaimana Cara Saya Kesana ?

Taman Nasional Tesso Nilo
Perjalanan darat ke Tesso Nilo dari Pekanbaru menuju Lubuk Kembang Bunga diperkirakan 4,5 jam melewati Ukui (Kabupaten Pelalawan). Kendaraan yang dapat menuju ke sana adalah kendaraan umum yang baik karena akan melintasi jalan aspal sampai jalan tanah. Seluruh kendaraan dapat masuk ke wiayah Taman Nasional, kecuali jenis bus besar karena portal akan menghadang sebelum masuk ke jalan akses ke Taman Nasional atau bus besar akan memakan badan jalan sehingga menyulitkan pengendara lain.

Bus yang diperkenankan masih bisa masuk ke taman nasional adalah bus ¾. Pada musim penghujan lebih baik menggunakan 4D (fourwheel drive) ke Flying Squad Camp meskipun mobil biasa dapat masuk ke dalam pada musim hujan ini. Bagi yang berpetualang naik motor, pengunjung dapat melakukan di jalur biasa dengan waktu tempuh dapat 5-6 jam perjalanan atau bagi yang ingin naik kendaraan umum dapat naik mobil transport umum menuju Rengat tetapi nanti turun di pasar Ukui, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan ojek motor atau kendaraan lain ke Taman Nasional dengan waktu tempuh 1-2 jam.

Untuk masuk ke Taman Nasional Tesso Nilo, Anda harus memiliki izin yang ditandatangani Kepala Taman Nasional Tesso Nilo. Izin tersebut dapat diperoleh di Markas WWF di Pangkalan Kerinci di Pelalawan, Riau. Telp. : +62 781 494728.

Taman Nasional Tesso Nilo
Pangkalan Kerinci berjarak sekira 5 jam dari Pekanbaru, ibukota Provinsi Riau. WWF juga dapat membantu Anda untuk mengatur wisata dan akomodasi Anda selama menjelajahi Tesso Nilo.Dibutuhkan sekira 3 jam perjalanan dengan sepeda motor dari markas WWF ke Tesso Nilo. Jalur yang dilewati meliputi perkebunan kelapa sawit, lahan pertanian dan hutan.

Belum ada angkutan umum dari Pekanbaru ke kawasan Tesso Nilo. Oleh karena itu, sebaiknya Anda menyewa mobil dari Pekanbaru ke Kerinci. Selanjutnya, perjalanan disambung menggunakan sepeda motor menuju taman nasional.

Semua pengunjung harus didampingi seorang ranger. Ada dua poin cek sebelum Anda memasuki kawasan taman nasional, tempat dimana Anda memperoleh izin dan akan ditemani ranger pendamping. Izin masuk sebesar Rp45.000,-.

Bagaimana Dengan Akomodasinya ?

Taman Nasional Tesso Nilo
Bagi yang tidak menggunakan guide, persiapan akomodasi adalah dengan melakukan penyiapan berbagai keperluan harian misalnya untuk konsumsi, alat-alat mandi dan untuk memasak, persiapan tenda apabila ingin berkemah, mastras tidur, senter atau untuk penerangan dan berbagai keperluan camping lainnya. Bagi yang berkeinginan menginap di Flying Squad dapat mempergunakan home stay dengan satu rumah adalah IDR 350,000 atau sewa kamar (dua orang) IDR 150,000. Bagi pengunjung yang inginb menggunakan paket ekowisata dengan guide, akomodasi untuk segala keperluan perjalanan dipersiapkan seluruhnya oleh guide. Pengunjung hanya membawa keperluan pribadi saja.

Beberapa keperluan pribadi yang penting untuk melakukan perjalanan ke Tesso Nilo yaitu persiapan baju dan celana untuk keperluan trip di hutan yaitu baju dan celana lapangan, topi lapangan penting untuk penghindaran dari serangga dan panas terik, sepatu lapangan yang baik, jika perlu menggunakan kaos kaki anti pacet, persiapan untuk penghindaran dari nyamuk atau serangga penggigit, meminum obat anti malaria (preventif) sebelum perjalanan minimal dua hari sebelum perjalanan dimulai, membawa daypack untuk perjalanan satu-dua hari dan obat-obatan pribadi. Untuk keperluan dokumentasi dapat dipersiapkan tetapi nanti patut dilaporkan kepada guide atau petugas taman nasional karena beberapa alat fotografi akan dikenakan biaya tambahan apabila ingin digunakan di dalam taman nasional.

Kapan Sebaiknya Saya Kesana ?

Musim kunjungan terbaik: bulan Januari s/d Agustus setiap tahunnya.

Know Before You Go...!!!!

  • Beberapa keperluan pribadi yang penting untuk melakukan perjalanan ke Tesso Nilo yaitu persiapan baju dan celana untuk keperluan trip di hutan yaitu baju dan celana lapangan, topi lapangan penting untuk penghindaran dari serangga dan panas terik, sepatu lapangan yang baik, jika perlu menggunakan kaos kaki anti pacet, persiapan untuk penghindaran dari nyamuk atau serangga penggigit
  • Taman Nasional Tesso Nilo Merupakan Endemik Malaria,Jadi disarankan bawalah obat-obatan atau sediakan Vaksin Anti Malaria.
  • Semua pengunjung harus didampingi seorang ranger. Ada dua poin cek sebelum Anda memasuki kawasan taman nasional, tempat dimana Anda memperoleh izin dan akan ditemani ranger pendamping. Izin masuk sebesar Rp45.000,-.
  • Untuk masuk ke Taman Nasional Tesso Nilo, Anda harus memiliki izin yang ditandatangani Kepala Taman Nasional Tesso Nilo. Izin tersebut dapat diperoleh di Markas WWF di Pangkalan Kerinci di Pelalawan, Riau. Telp. : +62 781 494728.
Taman Nasional Tesso Nilo
    Jadi bagaimana Sahabat NusaPedia Apakah Anda tertarik Untuk Menjelajahi Surga Keanekaragaman Hayati Sumatera,Jika Anda Berkunjung ke provinsi Riau,Jadikanlah Taman Nasional Tesso Nilo dan Taman Nasional Bukit Tiga puluh Sebagai Destinasi Wisata Anda.Mari Kita Dukung Indonesia Sebagai Destinasi Wisata Dunia.

    Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg