BREAKING NEWS

Taman Nasional Bukit Tiga Puluh : Mengenal Keanekaragaman Hayati Nusantara


Taman Nasional Bukit Tiga Puluh - Rengat Indragiri Hulu - Taman Nasional Bukit Tiga Puluh merupakan salah satu taman nasional yang berada di indonesia yang memiliki keanekaragaman tersendiri di bandingkan dengan taman nasional lainnya yang ada di indonesia.

Taman Nasional Bukit Tiga Puluh

Taman Nasional Bukit Tiga Puluh

merupakan kawasan perbukitan di tengah-tengah hamparan dataran rendah bagian Timur Sumatera, dan mempunyai potensi keanekaragaman jenis tumbuhan/satwa endemik yang bernilai cukup tinggi.

Berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 607/Kpts-II/2002 tanggal 21 Juni 2002, luas keseluruhan taman nasional ini adalah 144.223 hektar, yang didominasi oleh kawasan perbukitan yang berjajar rapi di bagian timur Pulau Sumatra. Oleh WWF (World Wildlife Fund), Taman Nasional Bukit Tiga Puluh dianggap sebagai kawasan yang memiliki keragaman flora dan fauna yang paling tinggi di Pulau Sumatra. Dengan potensinya tersebut, Departemen Kehutanan RI menetapkan taman nasional ini sebagai kawasan konservasi bagi flora dan fauna langka. Selain itu, Taman Nasional Bukit Tiga Puluh juga berfungsi sebagai pengendali hidrologi bagi Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Indragiri dan Batanghari.

Mengapa Saya Harus Kesana ?

Taman Nasional Bukit Tiga Puluh
Taman Nasional Bukit Tiga Puluh  (TNBT) merupakan taman nasional yang terletak di perbatasan antara Propinsi Riau dan Propinsi Jambi. Dilihat dari jenisnya, Taman Nasional Bukit Tiga Puluh adalah kawasan hutan tropis dataran rendah dengan ekosistem asli yang masih tersisa di Pulau Sumatra. Semula, kawasan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh merupakan hutan lindung dan hutan produksi terbatas. Meskipun demikian, kondisi hutan dan kekayaan flora dan faunanya relatif masih terjaga.

Taman Nasional Bukit Tiga Puluh  menyimpan kekayaan flora dan fauna yang luar biasa. Di dalamnya terdapat sekitar 660 spesies tumbuh-tumbuhan, 246 di antaranya adalah tumbuhan obat-obatan yang sering dimanfaatkan oleh penduduk setempat. Sebanyak 550 spesies merupakan spesies langka yang sudah didata, dikumpulkan, dan dipelihara.

Taman Nasional Bukit Tiga Puluh
Adapun jenis spesies langka tersebut di antaranya adalah cendawan muka rimau (rafflessia hasselti), jernang (daemonorops draco), pulai (alstonia scholaris), getah merah (palaguyum sopi), jelutung (dyeracosculata), dan lain-lain. Selain itu, di kawasan taman nasional ini juga terdapat pohon nibung (oncosperma tigilarium), sejenis palem liar, mirip pohon pinang, yang secara spesifik tergolong dari suku palmae. Pohon ini tumbuh secara berumpun, berbatang lurus, yang memiliki ketinggian mencapai 20—30 meter.

Habitat tumbuhan jenis ini adalah di hutan-hutan pantai, air payau, dan berkembang secara alami. Bagi masyarakat Riau, pohon nibung memiliki makna tersendiri, yaitu sebagai simbol semangat persatuan dan persaudaraan masyarakat Riau. Oleh Pemerintah Propinsi Riau, pohon ini kemudian dijadikan sebagai maskot Propinsi Riau. Dilihat dari kekayaan faunanya, Taman Nasional Bukit Tiga Puluh memiliki kurang lebih 59 spesies mamalia, 8 di antaranya adalah jenis primata. Taman Nasional Bukit Tiga Puluh adalah habitat alami bagi harimau sumatra (patheratigris sumatraensis), gajah sumatra (elephus maximus), macan dahan (neofelix nebulasa), serta tapir melayu (tapirus indicus).

Taman Nasional Bukit Tiga Puluh
Sedangkan hewan dari jenis primata yang masih mudah dijumpai di kawasan taman nasional ini adalah siamang (hylobates sydactylus), lutung (presbytis cristata), dan kera jambul (presbytis melalophus) yang memiliki tingkah laku aneh, yaitu sering mengeluarkan suara keras menjerit-jerit sambil bergelantungan dari pohon ke pohon berkejar-kejaran dengan sejenisnya. Lebatnya pepohonan di kawasan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh juga merupakan habitat yang cocok bagi berbagai jenis burung. Beberapa jenis burung yang masih sering dijumpai adalah burung rangkong perut (antharacoceros convexus), elang (spizateus nanus), burung raja udang, dan burung serindit (loriculus galgolus).

Di antara burung-burung tersebut, barangkali yang paling unik dan susah dijumpai di tempat-tempat lain adalah burung serindit. Burung yang terbilang mungil dengan panjang tubuh sekitar 12 cm ini memiliki bulu berwarna-warni yang sangat indah. Bulu kepalanya berwarna hijau terang, dan di atas kepala terdapat jambul berwarna biru. Burung ini memiliki bentuk paruh melengkung dan berwarna hitam pekat. Burung yang memiliki mata bulat berwarna kuning ini adalah burung hutan, yang hidup berkelompok dan berpasang-pasangan.

Burung serindit
Bagi masyarakat Riau, burung yang sangat lincah dan berani ini adalah lambang dari sifat positif, seperti kebijaksanaan, keberanian, kesetiaan, kerendahan hati, dan kearifan. Untuk itu, burung ini juga ditetapkan sebagai maskot Propinsi Riau, selain pohon nibung. Keistimewaan lainnya dari kawasan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh adalah sebagai tempat tinggal Suku Talang Mamak dan Suku Kubu, dua suku yang dianggap sebagai keturunan ras Proto-Melayu. Menurut data yang dikeluarkan Pemerintah Propinsi Riau pada tahun 2001, jumlah orang Talang Mamak terbilang sangat sedikit, yaitu hanya 164 jiwa, yang tersebar di dusun-dusun seperti Rantaulangsat, Airbaubau, Nanusan, dan Siamang. Sedangkan jumlah Suku Kubu sampai saat ini belum diketahui secara pasti, karena hidupnya yang berpindah-pindah dan berpencar-pencar.

Kehidupan suku-suku asli di kawasan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh merupakan daya tarik pariwisata tersendiri. Suku-suku tersebut merupakan fenomena eko-budaya yang menarik untuk dipelajari, terutama bagaimana cara mereka berinteraksi dengan alam. Suku-suku tersebut sangat tergantung dengan hutan, sehingga hutan bagi mereka adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan mereka. Dilihat dari cara mereka berinteraksi dengan alam, suku-suku asli tersebut sangat ramah terhadap ekosistem hutan.

Mereka tidak eksploitatif terhadap sumber daya hutan, dan tahu persis kapan saat yang tepat untuk memanfaatkan hasil hutan, seperti memetik buah, mengambil rotan, dan memanen madu. Untuk membuka lahan baru, mereka juga tidak sembarangan menebang pohon di hutan. Ada pohon-pohon tertentu yang tidak boleh ditebang, dan ada tata-cara tersendiri untuk menebangnya. Kearifan tersebut telah diwariskan secara turun-temurun.

Harimau Sumatera
Disamping merupakan habitat harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), tapir (Tapirus indicus), ungko (Hylobates agilis), beruang madu (Helarctos malayanus malayanus), sempidan biru (Lophura ignita), kuau (Argusianus argus argus) dan lain-lain; juga sebagai perlindungan hidro-orologis Daerah Aliran Sungai Kuantan Indragiri.

Tidak hanya itu,Masyarakat di sekitar Taman Nasional Bukit Tiga Puluh terdiri dari beberapa suku dengan adat istiadat dan budaya yang relatif masih sangat tradisional yaitu Suku Anak Dalam, Suku Talang Mamak dan lain-lain.

Masyarakat tersebut terutama Suku Talang Mamak, percaya bahwa bukit dan tumbuhan yang ada di taman nasional ini mempunyai kekuatan magis dalam kehidupan mereka. Secara tidak langsung mereka ikut berpartisipasi aktif dalam menjaga dan melindungi bukit/tumbuhan di taman nasional.

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:
Air Hitam Dalam.
Menyelusuri sungai dan melihat menyaksikan kehidupan tumbuhan/satwa. Air Hitam Dalam merupakan habitat harimau Sumatera.
Tembelung Berasap. Melihat panorama air terjun, mandi dan pengamatan tumbuhan.
Batu Belipat dan Batu Gatal. Wisata budaya. Arung jeram. Kegiatan arung jeram dapat dilakukan di Sungai Gangsal, Sungai Menggatai, dan Sungai Sipang.
Kemantan. Wisata budaya, untuk melihat upacara keagamaan Suku Talang Mamak.
Atraksi budaya di luar taman nasional: Atraksi budaya di luar taman nasional yaitu Siak Bermandah pada bulan Juni dan Pacu Jalur pada bulan Agustus di Riau.

Bagaimana Cara Saya Kesana ?

Taman Nasional Bukit Tiga PuluhKawasan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh terletak di dua propinsi, yaitu Propinsi Riau dan Propinsi Jambi. Kawasan yang tercakup dalam Propinsi Riau terdapat di Kabupaten Indragiri Hulu dan Kabupaten Indragiri Hilir. 

Sedangkan kawasan yang tercakup dalam Propinsi Jambi terletak di Kabupaten Bungo, Kabupaten Tebo, dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Untuk menuju lokasi Taman Nasional Bukit Tigapuluh, pengunjung dapat memulai perjalanan dari arah Pekanbaru, Propinsi Riau. Dari Pekanbaru, pengunjung dapat menggunakan rute Pakanbaru–-Siberida, yang berjarak sekitar 285 km, atau memakan waktu kurang lebih 4 jam, dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun sarana transportasi umum (bus). Dari Siberida, pengunjung dapat langsung menuju lokasi TNBT baik menggunakan kendaraan pribadi maupun dengan mobil sewaan.

Pakanbaru – Siberida, 285 km (± 4 jam) menggunakan mobil dan selanjutnya ke lokasi melalui jalan bekas HPH.

Bagaimana Dengan Akomodasinya ?

Di Taman Nasional Bukit Tiga Puluh ini, tersedia fasilitas dan sarana akomodasi seperti pusat informasi, wisma tamu, WC umum, shelter, sarana peribadatan (mushola), warung makan, dan lain-lain. Selain itu, di taman nasional ini juga terdapat tenaga pemandu yang akan membantu pengunjung mengeksplorasi lebih jauh keistimewaan taman nasional ini.

Kapan Sebaiknya Saya Kesana ?

Musim kunjungan terbaik: bulan Januari s/d Oktober setiap tahunnya.

Sejarah Penunjukan Taman Nasional

Taman Nasional Bukit Tiga Puluh
Dinyatakan -----
Ditunjuk Menteri Kehutanan, SK No. 539/Kpts-II/1995
dengan luas 127.698 hektar
Ditetapkan Menteri Kehutanan, SK No. 6407/Kpts-II/2002
dengan luas 144.223 hektar
Letak Kab. Indragiri Hulu dan Kab. Indragiri Hilir Provinsi Riau serta Kab. Bungo Tebo dan Kab. Tanjung
Jabung, Provinsi Jambi
Temperatur udara 28° – 37°C
Ketinggian tempat 60 - 734 meter dpl
Letak geografis 0°40’ - 1°30 LS, 102°13’ - 102°45’ BT

Know Before You Go...!!!! 

  • Tidak mengapa Anda menunjukan kemampuan tawar menawar untuk menyewa transportasi darat dan perahu. Beramah-tamahlah dengan pengemudi atau nelayan pemilik perahu. Mereka adalah penduduk lokal yang sangat senang bila diajak bercakap-cakap atau ditawari makanan kecil.
  • Kantor : Jl. Raya Rengat No. 70, Pematang Reba
    Rengat Indragiri Hulu, Riau
    Telp. (0769) 341279; Fax. (0769) 341148
Jadi bagaimana Sahabat NusaPedia Apakah Anda tertarik Untuk Mengenal Keanekaragaman Hayati Nusantara.Jika Anda Berkunjung ke provinsi Riau,Jadikanlah Taman Nasional Bukit Tiga Puluh Sebagai Destinasi Wisata Anda.Mari Kita Dukung Indonesia Sebagai Destinasi Wisata Dunia

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg