BREAKING NEWS

Uniknya Indonesia

Taman Nasional

Sumatera Utara

Paket Wisata

Wisata Sejarah

Event more news

Latest Updates


Rakai Panunggalan : Mengenal Kerajaan Medang I Bhumi Mataram

Rakai Panunggalan- Kontributor NusaPediaRakai Panunggalan - Sri Maharaja Rakai Panunggalan adalah raja ketiga Kerajaan Medang I Bhumi Mataram menurut Prasasti Matyasih (907). Berbeda dengan Prasasti Wanua Tengah III (908), yang menyebutkan bahwa raja ketiga Kerajaan Medang I Bhumi Mataram adalah Rakai Panaraban, yang naik tahta pada tahun 706 Çaka, bulan Cetra, tanggal 10 Paroterang, hari Sabtu Kliwon Paningron (6 Maret 784 M).
Rakai Panunggalan

Rakai Panunggalan

Sri Maharaja Rakai Panunggalan Sang Dharanindra Sri Sanggramadhananjaya Prasasti KalasanSumber sejarah yang memuat nama Rakai Panunggalan hanya dapat ditemui pada Prasasti Matyasih, yang menyebutkan nama Çri Mahǎrǎja Rakai Panunggalan pada urutan ketiga penguasa Kerajaan Medang. 

Namun pada Prasasti Wanua Tengah III, yang berada pada urutan ke-3 adalah Rakai Panaraban yang memerintah pada tahun 784 – 803 M. Selain itu pada rentang tahun masa kekuasan Rakai Panaraban, terdapat tokoh lain yang juga diidentifikasikan sebagai Rakai Panunggalan/Rakai Panaraban, yaitu Dharanindra. Nama Dharanindra dapat ditemukan didalam Prasasti Kelurak (782), yang dimana dalam Prasasti Kelurak ini Dharanindra dipuji sebagai “Wairiwarawiramardana” (Penumpas Musuh-Musuh Perwira). 

Julukan tersebut mirip dengan yang disebutkan oleh Prasasti Nalanda, yaitu “Sri Wirawairimathana” (pembunuh pahlawan musuh), serta Prasasti Ligor B, yaitu “Sarwwarimadawimathana” (pembunuh musuh-musuh yang sombong).Slamet Muljana menganggap ketiga julukan tersebut adalah merupakan sebutan untuk orang yang sama, yaitu Dharanindra. Didalam Prasasti Nalanda, disebutkan bahwa “Wirawairimathana” memiliki putera yang bernama Samaragrawira, ayah dari Balaputradewa yang merupakan raja dari Kerajaan Sriwijaya. Sehingga dengan kata lain Balaputradewa adalah merupakan cucu dari Dharanindra. 

Sementara itu pada Prasasti Ligor B yang memuat istilah “Sarwwarimadawimathana”, George Cœdès berpendapat bahwa prasasti tersebut dikeluar-kan oleh Sri Maharaja Wisnu, yang merupakan Raja Sriwijaya. George Cœdès beranggapan bahwa Prasasti Ligor B ini adalah lanjutan dari Prasasti Ligor A, yang berangka tahun 775 M. Namun Slamet Muljana berbeda pendapat mengenai hal tersebut, karena menurutnya hanya Prasasti Ligor A saja yang ditulis tahun 775 M, sedangkan Prasasti Ligor B ditulis sesudah Kerajaan Sriwijaya jatuh ke tangan Wangsa Sailendra. 

Berikut ini adalah beberapa point sumber sejarah yang memuat informasi tentang Rakai Panunggalan, Rakai Panaraban, dan Dharanindra, yaitu sebagai berikut:
Rakai Panunggalan

Beberapa Teori Mengenai Rakai Panunggalan

Mengenai Rakai Penunggalan, Rakai Panaraban, dan Dharanindra ini, terdapat beberapa teori dan pendapat yang dikemukakan oleh para arkeolog, yaitu sebagai berikut:

1.Teori Pertama: Dharanindra adalah tokoh yang berbeda dengan Rakai Panunggalan

Teori pertama ini di pelopori oleh Van Naerssen, yang dimana pada teori ini disebut-kan bahwa Dharanindra adalah seorang tokoh yang berbeda dengan Rakai Panunggalan, dan Dharanindra ini-lah yang merupakan atasan dari Rakai Panangkaran, penguasa Medang sebelum Rakai Panunggalan. Van Naerssen berpendapat bahwa Rakai Panangkaran merupakan putera Sanjaya dan juga termasuk kedalam Wangsa Sanjaya, namun Rakai Panangkaran ini kemudian berhasil dikalahkan oleh Wangsa Sailendra yang beragama Buddha. 

Rakai Panunggalan
Van Naerssen juga berpendapat bahwa pembangunan Candi Kalasan yang dilakukan Rakai Panangkaran tidak lain adalah merupakan perintah dari Raja Sailendra kepada Rakai Panangkaran yang telah menjadi raja bawahan, Van Naerssen memperkirakan Raja Sailendra yang menjadi atasan Rakai Panangkaran tersebut adalah Dharanindra, yang dimana namanya ditemukan didalam Prasasti Kelurak (782).

  1. Rakai Panunggalan sendiri adalah penerus Rakai Panangkaran yang juga merupakan bawahan dari Dharanindra. Berikut ini adalah beberapa point dari teori yang dikemukakan oleh Van Naerssen, yaitu sebagai berikut:
  2. Rakai Panangkaran adalah putera Sanjaya dan termasuk kedalam Wangsa Sanjaya
  3. Rakai Panangkaran ini kemudian dikalahkan oleh Wangsa Sailendra yang beragama Buddha
  4. Dalam Prasasti Kalasan disebutkan adanya dua orang raja, yaitu Śri Mahārāja Dyāh Pancapana Panamkarana dan Raja Śailendravamsatilaka (Permata Wangsa Śailendra)
  5. Pembangunan Candi Kalasan adalah perintah dari Raja Sailendra kepada Rakai Panangkaran yang telah menjadi raja bawahan dan
  6. Raja Sailendra yang menjadi atasan Rakai Panangkaran adalah Dharanindra.
  7. Dharanindra menjadi atasan dari Rakai Panunggalan yang merupakan pengganti Rakai Panangkaran

2. Teori Kedua: Dharanindra nama lain dari Rakai Panangkaran

Teori kedua ini di pelopori oleh Marwati Pusponegoro dan Nugroho Notosutanto, yang dimana pada teori ini menyebutkan bahwa Rakai Panangkaran adalah putera Sanjaya, dan keduanya juga sama-sama berasal dari Wangsa Sailendra. Marwati Pusponegoro dan Nugroho Notosutanto menolak tentang adanya Wangsa Sanjaya, karena menurutnya Wangsa Sanjaya tersebut tidak pernah ada, dan Sanjaya sendiri adalah merupakan anggota dari Wangsa Sailendra. 

Marwati Pusponegoro dan Nugroho Notosutanto menolak tentang adanya Wangsa Sanjaya, karena istilah Wangsa Sanjaya sendiri tidak pernah dijumpai didalam prasasti manapun, berbeda dengan Wangsa Sailendra yang termuat didalam beberapa prasasti. Teori ini beranggapan bahwa Rakai Panangkaran adalah anggota Wangsa Sailendra, karena Rakai Panangkaran pada Prasasti Kalasan (778) dipuji sebagai Sailendrawangsatilaka. 

Rakai Panunggalan
Selain itu Prasasti Kalasan dan Prasasti Kelurak yang dengan jelas menyebutkan nama Dharanindra, dibuat hanya berselisih 4 tahun, sehingga kemungkinan besar kedua prasasti tersebut dikeluarkan oleh raja yang sama. Oleh sebab itulah Marwati Pusponegoro dan Nugroho Notosutanto menarik kesimpulan bahwa Dharanindra adalah nama asli dari Rakai Panangkaran. Berikut ini adalah beberapa point dari teori yang dikemukakan oleh Marwati Pusponegoro dan Nugroho Notosutanto, yaitu sebagai berikut:
  1. Dalam Prasasti Kalasan hanya adanya satu orang raja, yaitu Śri Mahārāja Dyāh Pancapana Panamkarana Sang Śailendravamsatilaka (Permata Wangsa Śailendra)
  2. Rakai Panangkaran adalah putera Sanjaya dan sama-sama termasuk anggota Wangsa Sailendra. Marwati Pusponegoro dan Nugroho Notosutanto juga menolak adanya Wangsa Sanjaya.
  3. Śri Mahārāja Dyāh Pancapana Panamkarana identik dengan Dharanindra

3. Teori Ketiga: Dharanindra adalah nama asli dari Rakai Panunggalan


Teori ketiga ini di pelopori oleh Slamet Muljana, yang dimana pada teori ini disebutkan bahwa Dharanindra adalah nama asli dari Rakai Panunggalan, yaitu raja ketiga Kerajaan Medang yang namanya disebut setelah Rakai Panangkaran pada Prasasti Mantyasih. Teori ini muncul setelah Slamet Muljana membandingkan tahun pembuatan Prasasti Kelurak dengan Prasasti Matyasih serta Prasasti Wanua Tengah III. 

Rakai Panunggalan
Dari perbandingan tersebut dapat diketahui bahwa Prasasti Kelurak dikeluarkan pada masa pemerintahan Rakai Panaraban yang identik dengan Rakai Panunggalan, sehingga Slamet Muljana menyimpulkan bahwa Dharanindra yang mengeluarkan Prasasti Kelurak juga identik dengan Rakai Panunggalan yang telah disebutkan oleh Prasasti Matyasih dan Rakai Panaraban yang telah disebutkan oleh Prasasti Wanua Tengah III. Tokoh yang bernama Dharanindra ini-lah yang oleh Slamet Muljana diyakini telah berhasil melebarkan wilayah kekuasaan Wangsa Sailendra sampai ke Semenanjung Malaya dan daratan Indocina.

Slamet Muljana telah memadukan Prasasti Ligor A dan Ligor B dengan isi berita yang terdapat dalam Prasasti Po Ngar, yang menyebutkan bahwa Jawa pernah menjajah Kamboja (Chen-La) sampai tahun 802 M, selain itu Jawa juga pernah menyerang Campa pada tahun 787 M. Jadi menurut teori Slamet Muljana, Dharanindra sebagai Raja Jawa telah berhasil menaklukkan Kerajaan Sriwijaya, termasuk daerah bawahannya di Semenanjung Malaya, yaitu Ligor. 

Rakai Panunggalan
Prasasti Ligor B kemudian ditulis oleh Dharanindra sebagai pertanda bahwa Wangsa Sailendra telah berkuasa atas Sriwijaya, Prasasti Ligor B sendiri berisi tentang puji-pujian untuk dirinya yang dianggap sebagai penjelmaan Wisnu. Daerah Ligor ini kemudian dijadikan Dharanindra sebagai pangkalan militer untuk menyerang Campa pada tahun 787 M dan juga Kamboja. Penaklukan Dharanindra terhadap Sriwijaya, Ligor, Campa, dan Kamboja ini sesuai dengan julukan Dharanindra, yaitu "Penumpas Musuh-Musuh Perwira".

Namun Kamboja sendiri kemudian akhirnya berhasil merdeka di bawah pimpinan Jayawarman II pada tahun 802 M, yang dimana pada saat itu kemungkinan Dharanindra telah meninggal dunia. Namun berbeda dengan Slamet Muljana yang menganggap Wisnu sebagai Dharanindra karena kemiripan julukan serta kemiripan arti nama (Wisnu dan Dharanindra menurut Slamet Muljana sama-sama berarti “Pelindung Jagad”), George Coedes justru menganggap bahwa Maharaja Wisnu adalah merupakan ayah dari Dharanindra. 

George Coedes menganggap bahwa terdapat 2 raja yang disebutkan dalam Prasasti Ligor, yaitu Wisnu dan Sri Maharaja yang George Coedes anggap sebagai putera dari Wisnu. Sri Maharaja sendiri dianggap George Coedes sama dengan Dharanindra, seorang penguasa Jawa yang telah mengeluarkan Prasasti Kelurak yang telah menaklukkan Rakai Panangkaran, putera Sanjaya.Spoiler for

4. Teori Penulis mengenai Rakai Panunggalan

Berdasarkan ketiga teori yang berkembang mengenai Rakai Panunggalan seperti yang telah disebutkan diatas, serta berdasarkan bukti-bukti sejarah yang otentik, penulis mendukung teori Slamet Muljana yang menyebutkan bahwa Dharanindra adalah Rakai Panunggalan

Rakai Panunggalan
Penulis sendiri telah mencoba membandingkan Prasasti Ligor A dan B, Prasasti Matyasih, Prasasti Kelurak, Prasasti Wanua Tengah III dan Prasasti Po Ngar, sehingga menghasilkan kesimpulan bahwa Rakai Panunggalan (Prasasti Mantyasih) atau yang disebut juga Rakai Panaraban (Prasasti Wanua Tengah III) adalah merupakan tokoh yang sama dengan Dharanindra. Pada Prasasti Wanua Tengah III, disebutkan bahwa Rakai Panaraban memerintah pada tahun 784 M - 803 M. 

Sementara itu, Dharanindra memerintahkan pembangunan Manjusrigrha pada tahan 782 M (Prasasti Kelurak) kemudian menyerang Champa pada tahun 787 M dan menjajah Kamboja Selatan (Chen-La) dari tahun 790 M hingga sampai dengan tahun 802 M. Dari perbandingan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa Dharanindra sejaman dengan Rakai Panunggalan atau bisa disebut juga merupakan tokoh yang sama.

Rekonstruksi Sejarah Rakai Panunggalan

Dari pendapat yang telah penulis jabarkan diatas, penulis kemudian mencoba melakukan rekonstruksi sejarah mengenai Rakai Panunggalan atau Dharanindra ini, dengan mengumpulkan berbagai macam sumber lainnya, yaitu sebagai berikut:

Rakai Panunggalan
Pada tahun 668 Çaka, bulan Asuji, tanggal 15 Paroterang, hari Salasa Pahing Paningron (4 Oktober 746 M), Rakai Panangkaran naik tahta menggantikan Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya, yang meninggal akibat menjalani ritual yang sangat berat atas saran Sang Guru, Resi Brahmana pemuja Siwa. 

Akibat kematian Sanjaya inilah kemudian Rakai Panangkaran berpindah keyakinan menjadi penganut agama Buddha Mahayana dan memindahkan pusat kerajaannya ke arah timur.Peristiwa tersebut kemudian diabadikan oleh Rakai Panangkaran dengan membuat Prasasti Raja Sankhara (778). 

Setelah naik tahta, Rakai Panangkaran kemudian mengangkat sang putera mahkota yang bernama Indra atau Dharanindra, menjadi raja muda di daerah Panunggalan, sehingga disebut dengan nama Rakai Panunggalan. Pada tahun 750 M, seorang pemuka agama yang bernama Bhanu, atas persetujuan dari Siddhdewi yang penulis anggap sebagai permaisuri dari Rakai Panangkaran, telah memberikan anugerah sima kepada Desa Hampran. Rakai Panangkaran sendiri kemudian menganugerahkan sawah milik kerajaan (sawah haji lān) di Wanua Tengah, Watak Pikatan kepada bihāra di Pikatan. 

Luas sawah tersebut sisi utara memanjang ke timur 182 dpa sihwā, sisi selatan memanjang ke timur 162 dpa sihwā, sisi timur memanjang ke utara 160 dpa sihwā, sisi timur memanjang ke utara 160 dpa sihwā, sisi barat memanjang ke selatan 162 dpa sihwā, dan benihnya 3 tū.Pada periode tahun 750 - 770 M, pengaruh Kerajaan Sriwijaya yang berkuasa dan menguasai Swarnadwipa dan Jawadwipa sudah mulai kehilangan pengaruhnya akibat konflik perebutan kekuasaan yang terjadi di internal kerajaan. 

Rakai PanunggalanMelihat kondisi Kerajaan Sriwijaya yang sudah melemah akibat kudeta yang dilakukan Rudra Vikrama terhadap Indrawarnam, Rakai Panangkaran kemudian memerintahkan putera mahkotanya, Dharanindra yang berkedudukan di panunggalan untuk berangkat menuju Swarnadwipa untuk menaklukkan Kerajaan Sriwijaya dan memperluas pengaruh Medang hingga ke wilayah Kamboja. 

Sekitar tahun 750 - 775 M, Dharanindra telah berhasil menaklukkan Kerajaan Sriwijaya, dan terus menaklukkan wilayah-wilayah lainnya di Swarnadwipa hingga kemudian mencapai Ligor. Pada tahun 775 M, Ligor berhasil ditaklukkan oleh Dharanindra, dan kemudian di buatlah Prasasti Ligor A (775) sebagai tanda penguasaan Kerajaan Medang terhadap Ligor.

Pada saat menguasai Ligor, Dharanindra ini masih berstatus sebagai raja bawahan sekaligus putera mahkota Kerajaan Medang, oleh sebab itulah di Prasasti Ligor A ini, Dharanindra hanya menyebutkan dirinya sebagai Raja Swarnadwipa (karena sebelumnya telah menaklukan sriwijaya dan wilayah Swarnadwipa lainnya), bukan Sri Maharaja. Setelah menguasai Ligor, Dharanindra ini kemungkinan besar memerintah di Kerajaan Sriwijaya. 

Rakai Panunggalan3 tahun setelah penaklukan Ligor, tepatnya pada tahun 778 M, Dharanindra yang masih berada di Swarnadwipa mengutus guru-guru agamanya untuk menghadap Sri Maharaja Rakai Panangkaran untuk meminta dan membujuk Sri Maharaja untuk mendirikan bangunan bagi Dewi Tara. Berita ini tercantum pada Prasasti Kalasan, dan pada prasasti tersebut Dharanindra disebut sebagai Śailendravamsatilaka (Permata Wangsa Śailendra). Setelah menyetujui permohonan tersebut, Rakai Panangkaran kemudian mengeluarkan Prasasti Raja Sankara untuk mengenang alm, ayahnya (Sanjaya) dan proses perpindahkeyakinannya dari Siwa ke Buddha. 

Berselang 4 tahun setelah permohonan tersebut, pada tahun 782 M, Dharanindra dipanggil kembali ke Jawadwipa untuk mempersiapkan dirinya menaiki tahta kerajaan. Setelah kembali ke Jawadwipa, Dharanindra kemudian memerintahakan Pendeta Kumaragosha untuk mendirikan bangunan suci untuk Arca Manjusri dan memerintahkan Sri Dharmasetu untuk menjaga bangunan suci tersebut. 

Rakai PanunggalanBerita ini tercantum pada Prasasti Kelurak, dan pada prasasti tersebut Dharanindra disebut sebagai Wairiwarawiramardana (Penumpas Musuh-Musuh Perwira).Pada tahun 784 M, Sri Maharaja Rakai Panangkaran turun tahta untuk menjadi pendeta (Lengser keprabon, madeg pandito) dan kemudian digantikan anaknya Dharanindra dengan gelar abhisekanya Sri Maharaja Rakai Panunggalan

Setelah Dharanindra naik tahta, ekspansi Kerajaan Medang tidak berhenti di Ligor namun terus bergerak kearah utara sehingga pada tahun 787 M, ekspansi Medang di bawah pemerintahan Dharanindra berhasil menguasai Kamboja serta berhasil menahan Jayawarman II yang kemudian dibawa ke Istana Medang di Jawa. 

Rakai Panunggalan
Setelah berhasil menaklukkan Kamboja, Dharanindra menambahkan tulisan di sisi lain Prasasti Ligor A, yang disebut Prasasti Ligor B. Pada Prasasti Ligor B ini, Dharanindra menyebutkan dirinya sebagai Wisnu yang bergelar Sri Maharaja.Namun penguasaan Medang terhadap Kamboja tidak berlangsung lama, karena pada tahun 802 M, Kamboja dapat melepaskan diri dari kekuasaan Medang, dan kemudian mendirikan kerajaan yang merdeka, yaitu Kerajaan Khamer dengan rajanya yang bernama Jayawarman II. Pada tahun 792 M. 

Rakai Panangkaran yang telah menjadi pandito mendirikan bangunan suci untuk Avalokiteśvara (Prasasti Abhayagiri Wihara), dan kemudian meninggal ditahun yang sama. Pada Prasasti Manjusrigrha (792), disebutkan bahwa adanya penyempurnaan Prasada yang bernama Wajrasana Manjusrigrha oleh Māyaka Diraṇḍalūrawaŋ untuk dipersembahkan kepada Sri Nareswara (raja), yang telah menjelma ke alam kedewataan (meninggal dunia). 

Kemungkinan besar penyempurnaan Prasada yang bernama Wajrasana Manjusrigrha ini dilakukan atas perintah Dharanindra untuk alm. Ayahnya, Rakai Panangkaran. Penulis sendiri memperkirakan bahwa Rakai Panunggalan ini meninggal pada tahun 803 M, karena pada tahun tersebut Rakai Warak dyah Manara telah menaiki tahta Kerajaan Medang.

Sumber dan Referensi:

  1. Nastiti, Titi Surti, Yusmaini Eriawati, Frandus, dan Nico Alamsyah. 2015. “Eksplorasi Peninggalan Kerajaan Matarām Kuna di Jawa Timur (Abad ke-10-11 Masehi) di Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur”, Laporan Penelitian Arkeologi. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.
  2. Sumadio, Bambang. 2008. Zaman Kuna. Jilid II dari Sejarah Nasional Indonesia. Edisi pemutakhiran. Disunting oleh Marwati Pusponegoro dan Nugroho Notosusanto.Jakarta: Balai Pustaka
  3. Ayatrohaedi 1986 “Hubungan Keluarga antara Sanjayawangsa dan Sailendrawangsa”. Dalam Romantika Arkheologia, hal. 4-7. Jakarta: Keluarga Mahasiwa Arkeologi Fakultas Sastra Universitas Indonesia.
  4. Boechari 1966 “Peminary Report on the Discovery of Old Malay Incription at Sojomerto”. Dalam MISI 3 Hlm. 2–3; 241-251.
  5. Bosch, 1925 “Een oorkonde van het groot kloster van Nalanda”. Dalam TBG 65 : 509-588.
  6. Bosch, 1928 “De Inscriptie van Kelurak”. Dalam TBG 68: 1-64. 1975 Crivijaya, Cailendra dan Sanjayavamca, (seri terjemahan no.50). Jakarta : Bhratara
  7. Coedes, G. 1918 “Le Royaume de Crivijaya”, BEFEO 18: 1-36. 1934 “The Origin of the Cailendra of Indonesia”. JGIS I: 66-70.
  8. Damais, L.C. 1970 Repertoire onomastique de l’epigrphi Javanaise. Paris : Ecole Francaise d’extreme-Orient.
Sumber Artikel : https://www.kaskus.co.id/thread/59e1903cddd7703a248b4567/sri-maharaja-rakai-panunggalan-sang-dharanindra-sri-sanggramadhananjaya/?ref=homelanding&med=hot_thread

Top Spots to shoot Spectacular Photos in Komodo National Park

Komodo National Park  is the home of the unique and rare Komodo Dragon (Varanus komodoensis). Because of the unique and rare nature of this animal, KNP was declared a World Heritage Site by UNESCO in 1986. An adventure to the lair of the dragons in the Komodo National Park is definitely the experience of a lifetime. This is the only remaining place on earth that is the habitat of  Komodo, Varanus komodoensis, the largest living prehistoric lizard, the only one worthy of the title “Dragon”.  This national park is the closest you can get to a real life Jurassic Park experience.

Komodo National Park
The park includes three major islands, Komodo, Rinca and Padar, and numerous smaller islands together totaling 603 square km of land. At least 2,500 komodos live in this area. Large dragons are usually three meters long and weigh up to 90 kg. Their habitat has beautiful panoramic views of savannas, rain forests, white beaches, beautiful corals, and clean blue seas. In this area, you can also find horses, wild buffalo, deer, wild boar, snakes, monkeys, and various types of birds.

This place has a rich and amazing underwater sea biotica. Divers claim that Komodo waters are one of the best diving sites in the world. It has fascinating underwater scenery. You can find 385 species of beautiful corals, mangrove forests, and seaweeds as a home for thousands of fish species, 70 types of sponges, 10 types of dolphins, 6 types of whales, green turtles and various types of sharks and stingrays. The waters that surround the island are turbulent and teeming with unparalled marine life. A marine reserve has recently been established and this reserve is largely undocumented and remains unexplored.

Secluded from the modern world, the Komodo National Park and its surrounding areas are also where nature has been kept its most pristine. Here, the seas offer vibrant colors and exotic marine life which amaze divers and snorkelers alike. On the surface, beautiful unspoilt beaches radiate a certain sense of serenity. On the hills above the vast savannah, you can gaze upon some of the most spectacular natural scenery you will ever see.  

Besides immersed in the splendor of nature, these spots also offer the perfect settings and composition for photography.So, whether you are a professional photographer, avid Instagramer, or just simply love to take great photos, these are some of the best spots to shoot your pictures in and around Komodo National Park.

1.Padar Island

Komodo National Park
From the summit of Padar Island you can see beautiful beaches surrounding the island and some of the most fascinating natural scenery that you can ever hope to find. With all these amazing photo opportunities, Padar Island has even been dubbed a “Haven for Photographers”. The island is a great spot for sunrise and sunsets making it perfect for capturing the beautiful beaches or rolling hills catching the rays of light. Padar Island is the third largest landmass within the Komodo National Park and lies between Komodo and Rinca Island. Although you may need to trek or hike up to some of the vantage points, the rewards waiting at the top is more than worth it.

Padar is mostly savannah-covered, surreal landscape fringed by bright green-capped mountains of fairy-tale shapes. It’s all surrounded by three turquoise bays, and curiously, each one of the bays’ beaches has different coloured sand: One is pearly white, another charcoal black, and a third is a very rare baby pink. It is a rare combination, a quirk of this unique island.The black-sanded beach has volcanic origin, composed of various dark minerals. The pink, one of a few in the world, has pulverized red coral mixed with white sand. And the white one, in most any other setting would be a spectacular find. Here, it almost plays third fiddle.

2.Peak of GIli Laba Island

Komodo National Park
Gili Laba is a small island near the main island Komodo. Gili Laba is an uninhabited island located one hour away from Komodo Island. From Labuan Bajo, it will take around four hours to get to the island. The island has become a popular travelers’ destination since the rise of many sailing trip tours offered by tour service agents in Flores and Lombok. 

The island offers one-of-a kind view of the Flores sea from the top of its hill. When you arrive at the island, you will be greeted by the white, clean sand completed by the clear water with amazing combination of blue and green. The whole island has hills all over, with green savannah that turns yellowish when the dry season comes.

Snorkeling is a favorite activity to do here. Accompanied by the sea breeze and the flying birds, it will give you the perfect feel of tropical paradise. Eventhough Gili Island is located near Komodo National Park, you don’t have to worry about the predators. There isn’t any known komodo living in the island.

After you have done snorkeling, you can trekking to the top of the hill in the island. To get to the peak, it takes a lot of physical and mental work because of the steep trail even up to 70 degrees. To reach the top, you will need around 30-45 minutes. The blowing wind will sometimes makes it harder, but your effort will be rewarded as you arrive at the top of the hill. All of your tiredness will disappear as you see the stunning scenery of the sea and nearby islands before you. Prepare your camera to take pictures to remember your adventure. However, don’t stand at the peak for too long because the wind can be harsh and dangerous for you.

3.Kanawa Island

Komodo National Park
Located only some 15 kilometers from the growing  harbor town of Labuan Bajo (the gateway to Komodo National Park), Kanawa Island is fringed with a bed of coral reefs teeming with colorful fish all around. Its turquoise water is exceptionally calm and clear. The island also offers views of sunrise and sunsets that you can enjoy from the top of the hill located at the center of the island. As it is also a favorite spot for snorkeling, you can also take some marvelous underwater photos among the colorful fish and coral reefs.

Kanawa is a beautiful tropical island of about 32 Hectares, fully surrounded by natural reefs. It consists of two main white sand beaches and one small, hidden sand cover.At the center of the island a hill guarantees astonishing 360 degrees views all over Komodo National Park, offering one of the world’s most spectacular sunsets.Kanawa is a beautiful tropical island of about 32 Hectares, fully surrounded by natural reefs. It consists of two main white sand beaches and one small, hidden sand cove.

Kanawa Island is a small island off Flores. It can be walked around in about 30 minutes at low tide, and has only very basic tourist bungalows (ten of them) and a restaurant. There is electricity for 4 hours every evening and the bathrooms are outdoor affairs with cold water mandis. The attraction here is the great snorkelling and the good fishing. it’s the most relaxing place island of Labuan Bajo islands group

4.Pink Beach

Komodo National Park
A clear blue sky above, with fluffy white clouds drifting lazily across, rolling green hills, covered luxuriantly in thick vegetation interspersed with high, rocky cliffs. 

Here are calm, clear waters, tinted by the colorful corals below its surface, and alive with the movement of a hundred species of marine life. Last, but not least: a stretch of soft sand, neither white nor black, but surprisingly, Pink. This is what await you at the Pink Beach of Komodo Island, one of only seven pink beaches on the planet. With its unique feature, taking photos here is definitely a must. For a better view of Pink Beach, try to reach higher ground and capture the exceptional views with your camera.

The main lure is its pink sand. The beach has several visitors every day. That means it is quite popular among tourists. The water is clear and shallow. It is calming! There are also some hills nearby. The perfect time to visit Pink Beach is during summer. It features perfect weather and clear sky. You can even see some unique clouds above. On the hills, there are only some trees. Usually, tourists may walk on the shorelines and enjoy the breeze of the wind. It is a relaxing experience so you must visit this beach someday.

Pink Beach is an additional charm. The main attraction in Komodo Island is definitely the giant lizards. They are the rarest lizard, after all. Their saliva contains deadly bacteria. They use their bite for hunting. The island also becomes the home of Komodo National Park. It is a famous conservation. In fact, the world has acknowledged it as one of the world’s heritages. It is a great opportunity to see those exotic animals directly. Though, you must not get too close to them. They are dangerous animals.

5.Manta Point

http://www.nusapedia.com/2017/11/komodo-national-park.html
Manta Point Komodo is a divesite rich with bottom based plankton making it an alluring spot – attracting dozens of Manta Ray for feeding and cleaning. Accessible by chartered liveaboard, the dive site sits between the islands of Komodo and Rinca within the Komodo National Park.

Geographically the site is directly on the channel connecting the Indian and the South West Pacific oceans, each hosting distinct underwater climates that come together to create an ideal environment for Manta Ray.

You can expect to drop down just ten metres or so to find a sandy bottom not heavy with coral but blessed with excellent visibility for most of the year and a reasonable current to nourish the nutrient rich arena for the Manta Ray.

The spellbinding beauty of Komodo National Park also lies below the surface. For divers and underwater photographers, your trip to Komodo National Park will not be complete without diving into Manta Point. Manta Point (often called Karang Makassar by the locals), is a popular spot among diving and snorkeling enthusiasts, being the place where they can encounter giant Manta Rays. 

Aside from opportunities to see these majestic gliders of the sea, Manta Point also offers other excellent diving and snorkeling experiences. Reefs lie from only 2 meters to 9 meters depth. Turtles, sharks, eagle rays, giant trevallies, huge clams, various kinds of sponges, and cuttlefish are just among some giant sea creatures you may see during your underwater adventure.

6.Kelor Island

Komodo National Park
Boasting serenity and pristine scenery, Kelor Island is another spot in the National Park that provides opportunities for perfect shots. The island has many features, including beautiful beaches, calm waters, looming hills, and more. The seascape is definitely top-notch, the kind where you just want to sit back, relax and indulge your eyes in its magnificent splendor. Since the island is relatively small, you can easily stroll around and explore every angle for your perfect shots.

What can tourists do in Kelor Island? The thing is you won’t find any facilities in this island, as Kelor is considered uninhabited. Due to this reason, visitors can enjoy a peaceful atmosphere and unspoiled nature. The sea scenery is definitely top-notch. Usually, most of the tourists would only want to get around and enjoy sightseeing. Not to mention it is only one day, since there are no accommodations there. That means Kelor is only suitable for island hopping, as it is located near to other islands and has no facilities.

The other fun activities to do are snorkeling, photography, swimming, and diving. Water sports are popular in Kelor Island, as it features perfect sea and shorelines. The water is clear and the sand is soft. Numerous types of fishes also live in the water, including clown fishes (Nemo)! As an extra, tourists are able to see mesmerizing landscape in the horizon. Another fun thing to do is beach walking, as the size of the island is not quite big. That means you can explore it without hassles.

Before getting back to Labuan Bajo City, it is better to explore some other parts of Kelor Island. Some hills are available in the island, so you must prepare your stamina and some equipment. In fact, some hills are considered extreme! Make sure to carry bottled water, as well. As for the tips, you need to carry some items like a camera, extra clothes, a map, and some money. A tour guide is a good idea, actually.


5 Wisata Terbaru Di Yogyakarta Yang Patut Kamu Coba

5 Wisata Terbaru Di Yogyakarta - Kontributor Yogyakarta - 5 Wisata Terbaru Di Yogyakarta - Sahabat NusaPedia sepertinya Akhir tahun Dan perayaan tahun baru 2018 tidak akan lama lagi,Apakah kamu sudah punya rencana untuk merayakan akhir tahun dan menyambut tahun baru..??.Jika kamu yang berada di Yogyakarta ataupun yang berencana megunjungi yogyakarta pada saat perayaan akhir tahun nanti..sepertinya kamu dapat mencoba beberapa destinasi wisata terbaru alternatif bagi kamu yang sudah pernah mengunjungi destinasi wisata yang sudah ada di kota yogyakarta.
Wisata Terbaru Di Yogyakarta

Wisata Terbaru Di Yogyakarta 

ini baru saja dikenal dan menjadi ikon wisata baru di yogyakarta yang tentunya patut kamu coba.Daripada kalian bingung dan sibuk menerka destinasi wisata Jogja yang lagi hits banget di tahun 2017 ini, maka sebaiknya cek dulu info penting berikut ini.

Berikut ini ada 5 deretan tempat wisata terbaru di Jogja terbaru yang bakal menawarkan keindahan alam yang tak kalah dengan tempat wisata alam lainnya di yogyakarta yang sebelumnya sudah kamu kenal hutan Pinus Mangunan, pantai Parangtritis dan tempat wisata alam lainnya.Mau tahu 5 Wisata Terbaru Di Yogyakarta yang patut kamu coba.Berikut Daftarnya yang NusaPedia rangkum untuk anda semua.

1.Bukit Mojo Gumelem

Wisata Terbaru Di YogyakartaSahabat NusaPedia  5 Wisata Terbaru Di Yogyakarta yang patut kamu coba yang pertama adalah Bukit Mojo Gumalem merupakan destinasi wisata baru di yogyakarta yang patut kamu coba pada saat peryaan akhir tahun atau pada saat kamu mengunjungi yogyakarta.Apa yang membuat destinasi wisata ini layak untuk kamu kunjungi,berikut NusaPedia merangkumnya untuk anda.

Bukit mojo gumalem sebenarnya bukanlah destinasi wisata yang baru,sebenarnya bukit mojo gumalem sudah di kembangkan dan sudah ada sejak tahun 2016 yang lalu.disini kamu dapat menyaksikan bentangan alam yang indah nan hijau sepanjang mata kamu memandang yang diselingi oleh hamparan sungai yang meliuk-liuk di hamparan anda.

Tidak hanya itu kamu akan di manjakan oleh sebuah menara pandang dimana menara tersebut dihiasi sebuah spot photo yang dibuat seolah-olah kamu berada di dalam sebuah sarang burung dan untuk spot berphoto lainnya yaitu sebuah menara pandang berkelopak bunga matahari,dimana  dari lokasi ini kamu dapat melihat bentangan alam berbukit berwarna hijau nan indah menyapa siapa saja yang datang kesana.

Wisata Terbaru Di Yogyakarta
Untuk menuju Bukit Mojo gumalem tidaklah sulit,untuk menuju bukit mojo gumalem kamu dapat melalui  jalur kearah Bukit panguk Kediwung. tepatnya berada di RT 4 Pedukuhan Kediwung, Mangunan Dlingo Bantul.

jika sahabat NusaPedia mengunjungi lokasi wisata bukit mojo gumalem dari arah yogyakarta maka kamu dapat menggunakan jalur Terminal Giwangan dan kemudian ikuti arah ke Jalan imogiri Timur hingga menuju ke pertigaan pasar imogiri kemudian menuju arah kiri hingga di pertigaan menuju makam raj araj kemudian menuju ke arah kanan yaitu ke arah Mangunan. kemudian lurus ikuti  hingga tiba di Tugu Mangunan,kemudian belok kanan ke arah kebun buah Mangunan. 

Di pertigaan bila ke kanan maka anda akan menuju kebun buah, maka belok kiri lalu lurus menuju SD Kanigoro setelah berbelok ke kanan lalu berbelok kiri terdapat pertigaan arah panguk dan Mojo, kemudian sahabat NusaPedia lanjutkan untuk mengambil jalur kanan dan kemudian ikuti jalan tersebut.sebenarnya untuk menuju lokasi ini sudah di permudah dengan mudahnya di temukan tanda petunjuk jalan  arah ke Bukit Mojo.

pada Saat sahabat NusaPedia ingin menikmati keindahan alam di Bukit Mojo gumalem cukup membayar biaya parkir kendaraan dengan tarif Rp. 2.000 untuk kenderaan roda dua atau Rp. 5.000 untuk kenderaan roda empat atau mobil. bagi kamu yang ingin mengabadikan momen indah kamu pada saat berada di bukit mojo gumalem,sahabat NusaPedia harus membayar retribusi Rp. 3.000 untuk satu titik atau spot berphoto di lokasi tersebut.

2.Hutan Mangrove Pasir Kadilangu

Wisata Terbaru Di YogyakartaDalam daftar 5 Wisata Terbaru Di Yogyakarta yang patut kamu coba berikutnya adalah hutan manggrove pasir kadilangu.Hutan Mangrove Pasir Kadilangu berada bersamaan dengan  Pantai Glagah Indah dan Pantai Trisik, namun sahabat NusaPedia harus menuju kearah barat untuk menuju lokasi hutan mangrove ini.

wisata hutan mangrove pasir kadilangu merupakan suasana pinggir pantai dengan berbagai pohon bakau yang akarnya selalu terlihat keluar dari tanah siap menyambut siapa saja yang datang ke lokasi ini.Fungsi hutan bakau ini sebagai pencegah abrasi bila air laut datang kewilayah daratan dan tidak hanya itu,hutang manggrove ini juga menjadi rumah bagi burung air.Bagi beberapa jenis burung air, brung Kuntul atau dalam bahasa latin (Egretta spp), Burung Bangau (Ciconiidae) atau terdapat juga burung Pecuk (Phalacrocoracidae), daerah hutan mangrove pasir kadilangu menyediakan lokasi yang aman untuk sekawanan burung tersebut membuat sarangnya, terutama karena minimnya amannya lokasi tersebut dari para pemangsa burung tersebut.

Wisata Terbaru Di Yogyakarta
Bagi beberapa jenis burung pemakan ikan, seperti kelompok burung Raja Udang (Alcedinidae), mangrove menyediakan tenggeran serta sumber makanan yang berlimpah. Bagi berbagai jenis burung air migran (khususnya Charadriidae dan Scolopacidae), mangrove memainkan peranan yang sangat penting dalam migrasi mereka. Mangrove bagi kawanan burung ini tidak hanya sebagai tempat persinggahan, namun juga sebagai tempat untuk berlindung serta tempat untuk menemukan makanan.

tidak hanya itu, pada saat kamu mengunjungi destinasi wisata ini,kamu dapat menyusurinya sambil bergandengan dengan pasangan untuk menikmati udara pantai yang bercampur dengan hembusan suara burung air serta desiran angin dari pohon bakau tersebut. Namun ketika sahabat NusaPedia berjalan di jembatan kayu ini kamu disarankan untuk ber hati hati, dikarenakan tidak adanya pagar pembatas disisi kiri dan kanan jembatan tersebut, jadi jangan sampai melepaskan pegangan pada pasangan kamu ya..so sweat romatis banget.

Hijaunya hutan mangrove yang membentang di aliran Sungai Bogowonto dan sepanjang anak Sungai Bogowonto ini tak hanya ada satu titik  wisata saja. masih ada beberapa titik wisata lainnya diantaranya adalah jembatan api-api.jembatan api-api yang dimaksud adalah sebuah jenis manggrove yang terdapat dilokasi ini yang bernama latin yakni avicennia germinans atau yang dikenal dengan jenis mangrove api-api.

3.Seribu Batu Songgo Langit Dlingo

Wisata Terbaru Di Yogyakarta
Seribu Batu Songgo Langit Dlingo merupakan lokasi Wisata Terbaru Di Yogyakarta ke tiga yang ingin NusaPedia perkenalkan kepada anda.Nama “Seribu Batu Songgo Langit” memang terdengar cukup unik dan baru ditelinga anda, namun lokasi wisata inimenyajikan berbagai keindahan alam beserta lokasi- lokasi sangat bagus sebagai latar untuk kamu berfoto baik sendiri maupun bersamaan dengan teman dan kerabat kamu. 

Nama Seribu Batu Songgo Langit Dlingo ini sesuai dengan lokasi wisatanya dimana terdapat banyak batu-batu besar terdapat disana,agar sahabat NusaPedia paham inilah yang menjadi daya tarik tersendiri pada saat kamu mengunjungi lokasi wisata yang satu ini.

apakah sahabat NusaPedia mengetahui apa yang menjadikan destinasi  wisata Taman Seribu Batu ini menjadi unik serta menarik..???adalah karena dilokasi wisata ini banyak terdapat bebatuan berukuran besar yang berada di lokasi wisata tersebut, berpadu menjadi pemandangan alam yang nampak sangat menawan, terkesan sangat alami siap memanjakan mata anda pada saat mengunjunginya.

Tidak hanya itu ada beberapa lokasi unik untuk kamu yang ingin mengabadikan photo kamu disini yaitu seperti: Rumah Hobbit, Rumah Kayu, Jembatan Kayu, dan spot lainya semuanya menjadi pelengkap keindahan wisata alam di kawasan Seribu Batu Songgo Langit Dlingo.Berada di Seribu Batu Songgo Langit Dlingo terasa semakin menarik dengan adanya Flaying Fox sebagai permainan memacu adrenalin kamu. tidak hanya itu Terdapat juga lokasi tebing yang bagus untuk kamu yang suka olahraga minat khusus seperti wall Climbing, tapi sahabat NusaPedia lokasi ini khusus buat anda para pecinta Panjat Tebing yang sudah berpengalaman.

4.Air Terjun Gedad

Wisata Terbaru Di Yogyakarta
Dalam daftar 5 Wisata Terbaru Di Yogyakarta yang patut kamu coba berikutnya adalah Air Terjun Gedad,Air terjun Gedad ini berada di Dusun Gedad Banyusoco Playen Gunungkidul. penamaan air terjun gedad merujuk pada lokasi air terjun itu berada yaitu dudun gedad.yang menjadikan lokasi wisata ini menjadi unik adalah ketinggian Air Terjun Gedad itu sendiri yaitu sekitar 10-15 meter.

Namun bukan itu yang menjadikan lokasi wisata ini layak kamu kunjungi di akhir pekan atau pada saat merayakan tahun baru 2018 nanti ,yang menjadikan lokasi air terjun ini menarik adalah dindingnya cukup lebar dan bertingkat-tingkat, sehingga menambah keindahan dan mempesona. Sesungguhnya Lokasi Air Terjun ini merupakan lokasi wisata yang baru saja diresmikan sebagai objek wisata alternatif dan belum banyak yang mengetahui keberadaan lokasi wisata ini.

Wisata Air Terjun Gedad ini berada di Dusun gedad desa Banyusoco Kecamatan Playen kabupaten Gunungkidul. Letaknya kurang lebih 50 km dari pusat Kota Jogjakarta dengan jarak tempuh sekitar 2 jam perjalanan darat. Lokasi air terjun gedad berada tidak jauh dari Air terjun Srigethuk sehingga bagi kamu yang ingin menemukan lokasi wisata lain di sekitar yogyakarta maka air terjun gedad ini dapat menjadi pilihan anda

Bagi sahabat NusaPedia yang ingin mengunjungi lokasi wisata ini maka kamu harus membayar retribusia parkir motor sebesar Rp. 2.000. fasilitas yang ada di wisata ini masih minim,sehingga kamu harus mempersiapkannya secara matang sebelum berkunjung kelokasi wisata tersebut,bagaimana sahabat NusaPedia menarik bukan..??

5.Pantai Sinden

Wisata Terbaru Di Yogyakarta
Dalam daftar terakhir dalam 5 Wisata Terbaru Di Yogyakarta yang patut kamu coba berikutnya adalah pantai sinden,Pantai Sinden dan Pulau Kalong (pulau gelatik) yang belum lama ini terkenal melalui sosial media berbasis photo. mungkin mendengar nama pantai,maka sahabat NusaPedia akan berpikir mengenai bentangan pasir putih serta lambayan pohon nyiur yang melambai ditiup angin Namun Sahabat NusaPedia Pantai yang satu ini berbeda dengan pantai yang ada karena kebanyakan pantai mempunyai pasir putih yang membentang sepanjang bibir pantainya. Di Pantai ini kamu hanya menemui tebing tinggi yang langsung berbatasan dengan laut lepas...haha apanya yang menarik..???.mungkin penulis sedang terganggu pikirannya.
namun Sahabat NusaPedia yang  membuat  Pantai Sinden ini  menarik untuk di kunjungi adalah pantai sinden ini,yaitu ditengah-tengah lautnya terdapat pulau, yakni Pulau Kalong atau sebagian orang menyebutnya dengan sebutan Pulau Gelatik. Di Pantai Sinden ini sahabat NusaPedia wisatawan dapat menikmati kereta Gantung serta jembatan gantung untuk menyebrang ke Pulau Kalong atau pulau gelatik. jembatan ini biasanya digunakan masyarakat sekitar untuk menyebrang untuk mencari ikan dan udang besar berjenis lobster
Bagaimana sahabat NusaPedia apakah kamu sudah menentukan lokasi wisata kamu untuk merayakan perayaan menyambut tahun baru 2018 ini atau hanya sekedar bersantai sejenak di akhir pekan setelah menjalani penatnya aktivitas kamu pada saat berkerja.Berikut 5 Wisata Terbaru Di Yogyakarta Yang Patut Kamu Coba

Tips Menikmati Perjalanan Wisata dengan Aman dan Nyaman

Tips Wisata Aman - Kontributor NusaPediaTips Wisata Aman - Waktu libur merupakan saat yang ditunggu-tunggu, baik oleh anak-anak hingga orang dewasa. Namun, liburan saat peak season seperti saat libur Natal, libur Lebaran, Tahun Baru, dan sebagainya, dimana suasana sangat ramai dan padat pengunjung membuat orang kesulitan untuk menikmati waktu liburan. Apakah Ladies pernah mengalami pengalaman serupa?

Tips Wisata Aman
Semua orang tentu menyukai kegiatan wisata. Namun terkadang, alasan keamanan seringkali membuat kita merasa tidak nyaman jika harus pergi menikmati perjalanan wisata.Nah, jangan sampai kekhawatiranmu itu menjadikanmu enggan untuk mengunjungi suatu destinasi wisata yang cantik.

Traveling merupakan kegiatan yang paling menyenangkan, di mana Anda bisa melihat dunia yang sesungguhnya dengan cara Anda sendiri.
Namun, setiap berencana melakukan sebuah perjalanan, alangkah baiknya Anda memiliki perencanaan yang matang. Apalagi jika Anda termasuk orang yang pertama kali mencoba bepergian ke tempat yang baru dan sendirian.
Berbaur dengan orang lokal itu memang penting namun di sisi lain, kamu memang sebaiknya juga memperhatikan faktor keamanan untuk kebaikanmu sendiri.Tentu saja ada berbagai tips yang dapat kamu praktekkan agar kamu tetap dapat menikmati perjalanan wisata dengan aman. Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahasnya dalam sekarang kamu dapat menikmati perjalanan wisata dengan aman dan nyaman.

1. Memisahkan Sumber Keuanganmu

Tips Wisata Aman Nah, Tips Wisata Aman pertama yang harus kamu lakukan agar kamu dapat menjaga keamananmu selama berada dalam perjalanan adalah dengan memisahkan sumber keuanganmu.Ya, jangan pernah menaruh semua uang yang kamu miliki berikut juga dengan kartu kredit, atm dan lain-lain hanya di dompetmu. Sebarkanlah uang-uangmu di berbagai tempat yang berbeda agar tidak hanya terdapat di dompet.

Sebagai contoh, kamu dapat menaruh uang dengan nominal yang tidak terlalu besar di dalam saku tasmu yang paling depan. Sehingga ketika kamu membutuhkan uang receh untuk membayar kendaraan umum, kamu dapat langsung mengeluarkan uang recehmu tersebut dan tidak perlu repot mengeluarkan dompet.Selain itu, hal lain yang harus kamu perhatikan saat kamu sedang dalam perjalanan wisata terutama jika kamu pergi ke luar negeri adalah kamu sebaiknya memperhatikan kondisi dari mata uang asing negara yang kamu kunjungi tersebut.

2. Jangan Menaruh Dompetmu di Dalam Saku Celanamu

Tips Wisata Aman
Tips Wisata Aman lain yang dapat kamu lakukan agar mendapatkan perjalanan wisata yang aman adalah jangan menaruh dompetmu di dalam saku celanamu. Hal ini sangat penting agar kamu dapat meminimalisir resiko kecopetan.

Intinya jangan pernah membiarkan dompetmu terlihat dengan sangat mudah di saku celanamu. Lebih baik kamu mengenakan tas kecil atau tas pinggang agar lebih mudah.Daripada menaruh dompet di saku celana, sebaiknya kamu menaruh dompetmu di saku bagian dalam jaketmu. Kamu juga bisa mengenakan money belts atau juga memasukkannya dalam bajumu. Pada dasarnya, jangan sampai terlihat terlalu mencolok.

3. Scan Semua Dokumen Penting

Untuk alasan keamanan, sangat penting bagimu agar kamu melakukan scanning terhadap semua dokumen pentingmu. Setelah di scan, kamu dapat langsung mengirim email kepada alamat emailmu sendiri.Selain melakukan scan terhadap semua dokumen yang penting, kamu juga dapat memfotokopi semua dokumen yang kamu butuhkan tersebut.

Beberapa contoh dokumen perjalanan yang penting, antara lain paspor, visa, asuransi perjalanan dan lain-lain.Namun, sebaiknya kamu menyimpan semua dokumen ini dalam tas jinjingmu. Jangan sampai kamu menaruh dokumen perjalanan yang penting tersebut ke dalam bagasimu karena hal ini tentu akan menyusahkanmu.

4. Jangan Mudah Percaya pada Orang Asing

Tips Wisata Aman berikutnya yaitu Sangat penting untuk berbaur dengan orang lokal, namun jika kamu merasa curiga dan tidak begitu dapat mempercayai orang lokal yang baru saja kamu kenal, sebaiknya kamu menghindarinyaNah, selain itu kamu juga dapat melakukan riset sederhana terlebih dahulu agar kamu dapat mengetahui seperti apa kondisi lingkungan di destinasi wisatamu. Lakukanlah riset dari NusaPedia atau TravelEsia.Us.

5. Mendaftar Asuransi Perjalanan

Tips Wisata Aman Tips Wisata Aman berikutnya Jangan pernah menyepelekan asuransi perjalanan. Asuransi perjalanan ini juga sebaiknya memang kamu persiapkan terlebih dahulu sebelum kamu mendaftar asuransi perjalanan.Memang tidak ada yang menginginkan hal-hal buruk dapat terjadi, namun tidak ada salahnya apabila kamu mendaftarkan asuransi perjalanan pada waktu kamu akan pergi menjelajahi suatu tempat.

Asuransi perjalanan adalah asuransi perlindungan yang diperlukan oleh traveler ke luar negeri untuk melindungi mereka dari risiko selama perjalanan. Asuransi perjalanan untuk traveler saat liburan sangat penting, apalagi ke eropa. Asuransi perjalanan bermanfaat untuk melindungi nasabah Anda selama melakukan perjalanan domestik maupun internasional, baik untuk keperluan bisnis maupun liburan, sepanjang tahun.

6. Melakukan Vaksinasi

Tips Wisata Aman berikutnya Jika kamu berencana untuk pergi ke suatu tempat, jangan lupa untuk bertanya terlebih dahulu pada doktermu. Tanyakanlah apakah kamu membutuhkan vaksinasi terlebih dahulu sebelum kamu pergi ke tempat tersebut.Dengarkanlah apa saran dari doktermu dan lakukanlah apa yang diminta oleh doktermu. Dengan demikian, hal ini akan membuatmu dapat melakukan perjalanan wisata secara lebih aman.

7. Jika Merasa Ragu, Sebaiknya Tidak Menyetir di Negara Lain

Tips Wisata Aman
Tips Wisata Aman berikutnya Menikmati Perjalanan Wisata dengan Aman dan Nyaman Hindari Menyetir Beberapa hal sebaiknya akan terasa lebih baik jika kamu tidak melakukan banyak hal yang biasanya kamu lakukan di rumahmu. Sebagai contoh, sebaiknya kamu tidak menyetir ketika sedang melakukan kegiatan wisata di negara lain terutama jika kamu berwisata dalam waktu yang tidak cukup lama.Selain itu, alasan lain adalah karena akan cukup sulit untuk mengurus SIM internasional. 

Di beberapa negara berkembang, resiko kecelakaan karena kendaraan bermotor tergolong sangat tinggi sehingga sebaiknya kamu tidak mengambil resiko berat ini.Ya, kamu juga harus memperhatikan deskripsi detail tentang asuransi perjalanan yang akan kamu gunakan. Nah, pastikan bahwa asuransi perjalananmu meng-cover banyak hal termasuk kecelakaan yang sangat berat.

8. Cek Sertifikasi Instruktur

Tips Wisata Aman berikutnya Ketika kamu berencana untuk mengunjungi suatu destinasi wisata dengan tujuan untuk kursus spesifik (scuba diving) atau sesuatu yang beresiko (bungee jumping), sebaiknya kamu mengecek terlebih dahulu apakah operator atau instrukturmu sudah memiliki kualifikasi yang bagus dan catatan keamanan yang baik.Jangan tertipu dengan kursus yang mengeluarkan biaya yang murah. Kamu sebaiknya mencari tahu terlebih dahulu tentang kualitas keamanan dari kursus yang akan kamu lakukan. Ingatlah bahwa keamanan tetap harus menjadi yang nomor utama.

9. Jangan Tinggalkan Barang Bawaanmu

Tips Wisata Aman
Tips Wisata Aman berikutnya Tanpa Ada yang Mengawasi Tetap bersikap hati-hati memang harus kamu lakukan ketika kamu sedang melakukan perjalanan. Salah satunya adalah jangan meninggalkan barang bawaanmu tanpa ada yang mengawasi.Hal ini terutama jika kamu berada di tempat-tempat umum yang ramai. Tips ini memang merupakan tips yang klasik namun sebaiknya tidak kamu anggap enteng. 

Tetaplah jaga agar kamu dapat mengawasi terus barang bawaan yang kamu bawa.Atau, kamu dapat terus menerus membawa barang bawaanmu. Jika terasa memberatkan dan kamu akan berada di satu tempat umum dalam waktu yang lama, kamu dapat mencari tahu dimana loker berada.Ya, carilah loker yang berbentuk besar agar kamu dapat menaruh barang bawaanmu yang besar. Namun, sebaiknya hindari menaruh barang-barang berharga dalam kopermu. Sebaiknya kamu menaruh barang-barang berhargamu di dalam tas jinjing yang kamu bawa.

10. Jangan Beri Apapun pada Pengemis

Tips Wisata Aman berikutnya Sebaiknya kamu tidak memberi uang atau apapun kepada pengemis yang terdapat di destinasi wisata tujuanmu tersebut. Mungkin dapat terjadi pengecualian jika ada banyak orang dari agama tertentu yang meminta sumbangan seikhlasnya.Namun, secara umum sebaiknya kamu tidak memberikan apapun pada pengemis. Jika kamu memang berminat untuk membantu dan melakukan kegiatan sosial, kamu dapat mendominasikan sejumlah uang pada badan sosial untuk tunawisma, atau lembaga-lembaga resmi yang membutuhkan agar kamu yakin bahwa uangmu tidak disalah gunakan.

11. Hati-hati Dalam Menggunakan Kartu Kredit pada Internet Cafe

Tips Wisata AmanTips Wisata Aman berikutnya Hal lain yang sebaiknya kamu waspadai adalah ketika kamu ingin menggunakan kartu kredit pada internet cafe. Di tempat tersebut, biasanya kamu dapat memanfaatkan fasilitas internet sepuas yang kamu inginkan.

Berhati-hatilah dalam menyerahkan data yang kartu kreditmu pada waktu kamu sedang membayar di internet cafe ini. Jika ada orang yang jahat, mereka bisa saja mengambil username dan password untuk mengakses online account milikmu (yang didapat dari banking, email, dan lain-lain).Salah satu trik yang dapat kamu terapkan adalah bukalah beberapa browser kemudian ketiklah password dan informasi kartu kredit yang salah pada browser yang kamu gunakan ini.atau hindarilah segala penggunaan transaksi online kamu menggunakan akses internet public sepertinya akses WIFI gratis di Cafe Atau dimanapun anda berada.

12. Selalu Pastikan Kamu Tidak Memberi Tahu Rencana Perjalananmu

Tips Wisata Aman berikutnya Jika terasa tidak begitu penting, sebaiknya kamu tidak memberi tahu rencana perjalananmu pada orang lokal yang baru saja kamu kenal. Sebaiknya simpanlah informasi tersebut hanya pada dirimu sendiri.Nah, selain itu, sebaiknya kamu hanya memberi tahu orang-orang terdekatmu mengenai rencana perjalanan wisatamu ini. Hal ini terlebih untuk alasan keamanan sehingga kamu dapat menjelajahi destinasi wisatamu dengan merasa nyaman.

13. Hindari Perjalanan Wisata di Malam Hari

Tips Wisata Aman berikutnya Minimalisir Melakukan Perjalanan di Malam Hari Ketika kamu sedang pergi ke suatu tempat, maka sebaiknya kamu menghindari perjalanan wisata di malam hari. Hal ini karena kejahatan rawan terjadi di malam hari.Jika dihadapkan kepada pilihan traveling di waktu malam hari atau siang hari, maka sebaiknya kamu lebih memproritaskan untuk melakukan perjalanan di waktu siang hari.Pada waktu siang hari biasanya lebih ramai. Selain itu, jika kamu melakukan perjalanan wisata di waktu siang hari adalah kamu akan merasa lebih nyaman dan aman karena terdapat banyak orang yang juga melakukan perjalanan wisata sepertimu.

14. Tanyakanlah Masalah Keamanan pada Manager Penginapanmu

Tips Wisata Aman
Ketika sedang melakukan perjalanan wisata, sebaiknya kamu mempertanyakan masalah keamanan pada manajer peginapanmu. Tanyalah mengenai saran-saran yang harus kamu lakukan agar kamu merasa aman melakukan perjalanan di sekitar penginapanmu.Selain itu, kamu juga bisa menanyakan saran mengenai hal-hal yang sebaiknya tidak kamu lakukan ketika sedang melakukan perjalanan wisata di tempat tersebut. 

Kamu juga dapat bertanya mengenai jenis-jenis kasus scam di tempat tersebut. Dengan demikian, kamu dapat menjadi lebih waspada.Jangan lupa untuk mencatat pula alamat lengkap dan kontak penginapanmu tersebut. Selain itu, kamu juga bisa mencatat nomor pribadi si manager penginapanmu jika kamu merasa membutuhkannya.

15. Jika Ingin Menggunakan ATM, Pergilah pada Siang Hari

Aturan lain yang dapat kamu lakukan adalah jika kamu merasa sangat ingin menggunakan ATM, maka sebaiknya kamu pergi untuk mengambil uangmu pada waktu siang hari.Pergilah menuju ATM yang terletak di dekat pusat keramaian. Hindarilah mengunjungi ATM yang terlihat sepi. Jika kamu mengunjungi ATM yang terletak di pusat keramaian, kamu juga akan merasa aman karena merasa tidak sendirian di sana.Jika kamu memohon pertolongan pun orang-orang di sekitarmu tentu akan dengan serta merta bersedia membantumu. Ambillah uang dalam jumlah yang sesuai dan tidak berlebihan agar kamu tidak terlihat begitu mencolok.

16. Gunakanlah Kartu Kredit

Tips Wisata Aman
Untuk merasa lebih aman ketika sedang melakukan perjalanan wisata ke sebuah tempat, kamu sangat direkomendasikan untuk menggunakan kartu kredit dalam membuat transaksi.Jika memang toko yang kamu kunjungi menyediakan layanan untuk kartu kredit, maka tentu saja kamu dapat memanfaatkannya. 

Kartu kredit sendiri dewasa ini sudah tergolong sangat praktis.Pilihlah kartu kredit yang dapat diterima di skala internasional agar kamu dapat menggunakannya dimanapun kamu membutuhkannya. Dengan memanfaatkan kartu kredit, kamu tidak harus pusing mencari money changer untuk menukarkan uangmu.Selain itu, dengan menggunakan kartu kredit kamu juga akan meminimalisir resiko karena mengeluarkan uang dalam jumlah yang banyak. 

Nah, pembayaran kartu kredit sendiri dapat kamu lakukan ketika tagihan kartu kredit tersebut telah jatuh tempo. Dengan kata lain, kamu dapat membayarnya di kemudian hari ketika kamu sudah kembali ke rumah setelah melalui perjalanan wisata.

17. Mencatat Kontak Kedutaan Besar

Trik lain yang dapat kamu lakukan untuk menjaga keamanan selama berada di destinasi wisata tujuanmu adalah dengan mencatat kontak Kedutaan Besar Indonesia di destinasi wisata tujuanmu tersebut. Nah, pastikan kontak ini terletak di tempat yang mudah kamu jangkau.Dengan mencatat nomor Kedutaan Besar ini, maka kamu dapat langsung menelefon pihak Kedutaan Besar jika terdapat sesuatu hal yang tidak diinginkan.

18. Tidak Melakukan Penukaran Uang Ketika Sedang Berada di Airport

Tips Wisata Aman berikutnya Ketika kamu sedang berada di airport, usahakanlah sebisa mungkin untuk menghindari penukaran uang. Sebaiknya, kamu melakukan penukaran uang selama beberapa hari sebelum berangkat menuju sebuah destinasi wisata.Tukarlah uangmu di tempat tertentu di sekitar lokasi rumah atau tempat kerjamu. Ya, yang paling penting hindarilah menukar uang di airport terutama dalam jumlah yang besar. Hal ini karena dikhawatirkan pencuri akan mengawasi kegiatanmu ini. Untuk itu, cobalah agar kamu tidak harus melakukan penukaran uang pada waktu kamu sedang berada di bandara.

19. Jangan Melakukan Share Taksi Bersama dengan orang yang Tidak Kamu Kenal

Tips Wisata Aman berikutnya Jika kamu merasa ingin menggunakan taksi untuk menuju penginapanmu, atau tempat-tempat wisata sebaiknya hindari melakukan share dengan orang yang tidak kamu kenal.Ya, sebaiknya kamu tidak melakukan share taksi bersama orang yang tidak kamu kenal untuk alasan keamanan. Bersabarlah sedikit agar kamu dapat mendapatkan taksi yang dapat kamu gunakan tanpa harus melakukan share dengan orang lain.Hal ini juga sangat penting untuk alasan keamanan karena kamu tidak dapat mengetahui asal-usul dari orang asing tersebut. Sehingga sebaiknya kamu menghindari share ini.

20. Berhati-hatilah dengan Semua Jenis Scam

Tips Wisata Aman
Sangat penting untukmu mengetahui jenis-jenis scam yang biasanya menjadi modus bagi para penjahat untuk melancarkan aksi jahatnya. Ya, usahakanlah untuk bersikap waspada terhadap banyak jenis scam.Beberapa jenis scam yang harus kamu waspadai adalah berpose menjadi tour guide dan menawarkanmu untuk memberi tahu banyak tempat wisata terbaik di destinasi wisata tujuanmu tersebut. 

Selain itu, ada juga scam yang berupa memberikan obat di dalam makanan atau minumanmu. Nah, inilah sebabnya sebaiknya kamu menghindar dan tidak mengkonsumsi makanan atau minuman yang ditawarkan oleh orang asing yang baru kamu kenal.Selain itu, ada juga scam yang berupa berpura-pura menjadi polisi yang bertugas untuk mengecek jumlah uangmu dengan alasan keamanan. Namun, kamu sebaiknya berhati-hati karena biasanya semuanya hanya rekayasa belaka.

Nah, kamu juga sebaiknya mulai bertanya kepada manajer penginapanmu atau juga kepada warga lokal mengenai jenis scam yang biasa terdapat di tempat tersebut. Dengan demikian kamu menjadi dapat meningkatkan kewaspadaanmu.Itulah dia pembahasan mengenai Tips Wisata Aman berikutnya sekarang kamu dapat menikmati perjalanan wisata dengan aman dan nyaman. Semoga artikel ini dapat membantumu dalam mempersiapkan perjalanan terbaik dengan seaman mungkin menuju ke suatu tempat.