BREAKING NEWS

Uniknya Indonesia

Taman Nasional

Sumatera Utara

Paket Wisata

Wisata Sejarah

Event more news

Latest Updates


Uniknya masjid-masjid di Indonesia bertema "oriental"

Ternyata masih ada yang belum mengetahui bahwa etnis Tionghoa yang minoritas di Indonesia memiliki peran besar dalam penyebaran agama Islam di Indonesia. Orang-orang Arab Handramaut, Persia, dan Gujarat memang menyebarkan agama Islam di Indonesia, namun tidak hanya mereka, imigran etnis Tionghoa juga menyebarkan agama Islam di Indonesia. Berikut sejarah singkatnya.

Di masa lalu, China dan Arab telah memiliki hubungan dagang. Pedagang yang berasal dari Arab dan China saling menjajakan hasil negaranya untuk dijual ke negara lain melalui dua jalur perdagangan utama dunia waktu itu jalur sutera dan jalur keramik. Jalur sutera yaitu membawa barang dagangan melalui jalur darat. Disebut jalur sutera karena sebagian besar barang dagangan yang diangkut melalui jalur darat adalah kain sutera. Jalur keramik yaitu membawa barang dagangan melalui laut. Disebut dengan jalur keramik karena memang barang-barang yang diangkut sebagian besar berupa keramik.

Baca : Berwisata Saat Imlek : Ini 5 Ide Unik Rayakan Imlek di Indonesia

Sekitar abad ke 15 imigran China Muslim yang sebagian besar berasal dari Guang Dong dan Fujian, mendarat di Nusantara (Indonesia). Mereka tinggal di Indonesia dengan mata pencaharian pedagang, pertanian, dan pertukangan. Pada masa inilah para imigran China (Tionghoa) muslim menyebarkan ajaran agama Islam. Beberapa daerah tujuan imigran China (Tionghoa) muslim adalah Sambas, Lasem, Palembang, Banten, Jepara, Tuban, Gresik, dan Surabaya.

Pada tahun 1405 sampai 1433, rombongan muhibah Laksamana Cheng Ho yang beragama Islam beberapa kali singgah di Indonesia. Anak buah laksamana Cheng Ho terdiri atas berbagai pemeluk agama, termasuk agama Islam. Saat singgah di Indonesia terutama di Sumatera dan Jawa mereka juga menyebarkan ajaran agama Islam. Jadi nampak jelas peran etnis Tionghoa sebagai salah satu penyebar agama Islam di Indonesia.

Untuk melihat dan mengingat penyebaran agama islam oleh masyarakat tionghoa pada masa silam..ayo kita napak tilas melihat Uniknya masjid-masjid di Indonesia bertema "oriental" di indonesia

Masjid Masjid Cheng Ho Surabaya

Masjid Cheng Ho Surabaya adalah Masjid bernuansa Muslim Tionghoa yang berlokasi di Jalan Gading, Ketabang, Genteng, Surabaya atau 1.000 m utara Gedung Balaikota Surabaya. Masjid ini didirikan atas prakarsa para sespuh, penasehat, pengurus PITI, dan pengurus Yayasan Haji Muhammad Cheng Ho Indonesia Jawa Timur serta tokoh masyarakat Tionghoa di Surabaya. Pembangunan masjid ini diawali dengan peletakan batu pertama 15 Oktober 2001 bertepatan dengan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Sedangkan pembangunannya baru dilaksanakan 10 Maret 2002 dan baru diresmikan pada 13 Oktober 2002.

Masjid Cheng Ho, atau juga dikenal dengan nama Masjid Muhammad Cheng Ho Surabaya, ialah bangunan masjid yang menyerupai kelenteng (rumah ibadah umat Tri Dharma). Gedung ini terletak di areal komplek gedung serba guna PITI (Pembina Imam Tauhid Islam) Jawa Timur Jalan Gading No.2 (Belakang Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa), Surabaya. Masjid ini didominasi warna merah, hijau, dan kuning.


Ornamennya kental nuansa Tiongkok lama. Pintu masuknya menyerupai bentuk pagoda, terdapat juga relief naga dan patung singa dari lilin dengan lafaz Allah dalam huruf Arab di puncak pagoda. Di sisi kiri bangunan terdapat sebuah beduk sebagai pelengkap bangunan masjid. Selain Surabaya, di Palembang juga telah ada masjid serupa dengan nama Masjid Cheng Ho Palembang atau Masjid Al Islam Muhammad Cheng Hoo Sriwijaya Palembang dan di Banyuwangi dengan nama Masjid Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi.

 Masjid Lautze di Jakarta

Berdiri di antara padatnya deretan ruko Jalan Lautze, Sawah Besar, Jakarta Pusat, bangunan ini terbilang sangat eye catching. Siapa sangka, bangunan dengan dominasi warna merah dan kuning ini adalah sebuah masjid tanpa kubah.

Masjid Lautze memiliki keunikan tersendiri. Sekilas, bangunan ini memiliki karakteristik menyerupai klenteng. Lampion berukuran sedang menyambut mereka saat akan memasuki masjid yang diresmikian pada 1994 tersebut. 
Hiasan bergaya Tionghoa menjadi "teman" muslim yang beribadah di sini. Memasuki bagian dalam masjid, deretan kaligrafi Arab dan Tionghoa bersanding "akrab" di dinding.

Haji karim Oei, menjadi tokoh paling berpengaruh atas berdirinya Masjid Lautze pada 9 April 1991, dan diresmikan pada 4 Februari 1994 oleh Presiden BJ Habibie.



Asal kata "Lautze" sendiri adalah tokoh muslim Tionghoa yang memeluk Islam pada 1930an. Tak heran jika pada masjid ini dititipkan harapan sebagai tempat untuk syiar Islam warga keturunan Tionghoa.

 Masjid Lautze 2 di Bandung

Kota Bandung memiliki bangunan masjid berarsitektur khas Tionghoa, yakni Masjid Lautze II Bandung. Hadirnya masjid ini memberikan kontribusi yang besar terhadap warga sekitarnya, keberadaan masjid tersebut merupakan representasi dan bukti eksistensi warga muslim Tionghoa di kota Bandung. 

Pada awalnya mesjid ini didirikan seorang mualaf Tionghoa bernama Oei Tjeng Hien atau biasa dikenal dengan nama Haji Karim Oei mendirikan Lautze sebagai wadah informasi bagi etnis Tionghoa. Yayasan Karim Oei-lah mendirikan Masjid Lautze di daerah Pecinan Jakarta pada 1991. Sadar penyebaran informasi tak hanya bisa di satu tempat, dia pun mendirikan di kota lainnya yang tak lain adalah Bandung pada tahun 1997.

Masjid ini sempat  mengalami renovasi hasil tangan arsitek Institut Teknologi Bandung. Hasilnya yang sangat menarik dengan didominasi warna merah yang terdapat pada interior dan eksterior pada masjid yang kemudian dipadukan dengan beberapa ornamen seperti lampu, tangga, dan partisi yang diukir ala ornamen-ornamen Cina. Uniknya lagi masjid ini seperti sebuah bangunan toko berukuran 7 x 6 meter yang bergambar kubah layaknya masjid dengan tembok yang hampir seluruhnya berwarna merah. Itulah Masjid Lautze II Bandung, sebuah masjid yang dibangun pada 1997.


Mungkin jika kamu lihat  masjid ini cenderung tertutup karena situasinya yang berada di pinggir jalan utama. Jangan salah hal ini dilakukan untuk menghindari kebisingan dan debu yang mudah masuk, jadi pintunya ditutup.  Tapi jangan salah pikir ya! Ketika kamu masuk orang-orang yang berada disana sangat welcome kok!

 Masjid Jami' Tan Kok Liong bogor

Masjid Jami' Tan Kok Liong mulai dibangun pada 2005 dengan dana 2 Milyar Rupiah Ide awalnya muncul dalam kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Cina tahun 2004. Dalam kunjungan tersebut, Presiden Yudhoyono berusaha meyakinkan pengusaha Cina supaya bersedia menanamkan modalnya di Indonesia. Anton Medan, yang hanya melihat acara tersebut di televisi, tergerak untuk menunjukkan kepada pengusaha Cina bahwa komunitas Tionghoa di Indonesia diakui dan dilindungi pemerintah.

Bermodal keuntungan usaha percetakan dan sablon bagi peserta Pemilu 2004, Anton mulai mendesain bentuk masjid bergaya klenteng. Dia mendesain sendiri tanpa jasa arsitek atau desainer interior. Untuk mewujudkannya, Anton berburu VCD bentuk-bentuk istana di Cina ke Pluit. Dari berbagai bentuk itu akhirnya terpilih tiga istana: Istana Dinasti Ching, Ming, dan Han. Pilihan jatuh pada istana Dinasti Ching, yang mendekati kemiripan dengan desain masjid di Indonesia



Rancang bangun masjid Jami’ Tan Kok Liong ini di buat sendiri oleh pembangun dan pemiliknya, Anton Medan. Bangunan berlantai tiga berukuran 16 x 20m ini memang lebih menyerupai kelenteng dibandingkan sebuah masjid. Bangunan yang menjulang tinggi itu didominasi warna merah menyala. Ornamen naga menghiasi semua sudut atapnya yang berjenjang tiga. Lantai dasarnya digunakan untuk kantor pesantren, lantai satu dan dua untuk shalat. Kubah masjidnya berukuran kecil  berada di atap depan lantai dasar. Berbeda dengan masjid pada umumnya yang berkubah besar dan berada di puncak atap utama.

 Masjid KHM Bedjo Darmoleksono

MASJID KH. M. BEDJO DARMOLEKSONO adalah masjid yang cukup besar dengan kombinasi warna hijau dan merah, seperti bangunan-bangunan Tiongkok yang terletak persis di depan RS UMM. Ini juga merupakan salah satu fasilitas bangunan yang dimiliki Universitas Muhammadiyah Malang. Bangunan masjid bertingkat yang besar, menarik, dan dengan dilengkapi fasilitas berupa kamar mandi dan area parkir yang luas ini sangat nyaman sekali dan sejuk untuk menjalankan aktivitas keagamaan di sana.

Masjid bernuansa Tiongkok yang satu ini benar benar istimewa, karena dibangun bukan oleh komunitas Muslim Tionghoa Indonesia tapi justru dibangun oleh Universitas Muhammadiyah Malang. Ketika Universitas Muhammadiyah Malang berencana membangun sebuah Rumah Sakit lengkap dengan fasilitas Masjid, Rektorat UMM memutuskan untuk memprioritaskan pembangunan masjid agar segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar, dan setelah beberapa kali berganti design ahirnya diputuskan untuk membangun sebuah masjid dengan arsitektur Tiongkok.

Rektor UMM Dr. Muhadjir Effendy, MAP memberi nama masjid itu dengan nama Masjid KH M. Bedjo Darmoleksono, Nama seorang tokoh pelopor Muhammadiyah di Malang. Pada saat artikel ini dibuat masjid ini belum genap berumur sebulan dan Lantai satu masjid ini sementara waktu masih digunakan sebagai kantor Pengelola Rumah Sakit. 


Dipilihnya arsitektur Tiongkok dengan tiga lapis atap masjid, menandakan bahwa UMM bersifat terbuka, plural dan bisa belajar dari mana saja, termasuk ke negeri China. Tiga lapis atap yang mirip masjid Muhammad Cheng Ho Pasuruan itu, menandakan kekuatan Iman, Islam dan Ihsan.Masjid Kyai Bedjo memiliki struktur bangunan yang khas. Gaya arsitekturnya meniru gaya Tionghoa, yang mengingatkan kita pada bentuk bangunan masjid Muhammad Cheng Ho di Pasuruan. Filosofi yang hendak dibangun dari bentuk bangunan itu, diambil dari anjuran Islam untuk mencari ilmu hingga ke negeri Cina. Dengan demikian, siapapun yang melihat dan berkunjung di masjid itu diharapkan bisa terinspirasi hadis nabi ‘tuntutan ilmu sampai ke Cina.

 Masjid Al Imtizaj Bandung

Al Imtizaj adalah masjid dengan arsitek budaya tionghoa sehingga dapat disebut Kelenteng Berkubah karena dalam bangunan gapura yang berbentuk kelenteng tetapi di atasnya dibuat kubah yang biasanya menjadi lambang atau icon dari bangunan-bangunan masjid di Indonesia pada umumnya. Setelah melewati gapura yang indah, pengunjung akan langsung menemukan pintu mesjid dengan menuruni anak tangga terlebih dahulu.

Kesejukan akan sangat terasa setelah berada didalam mesjid dan wangi cat kayu pun masih terasa karena bangunan lebih didominasi oleh bahan kayu, “maklumlah, kan mesjid ini masih baru jadi bau cat nya pun masih tercium” ujar irwan sembari tersenyum. Dua tiang besar berwarna merah, seakan menambah kesan kekokohan bangunan china di jaman dulu. Masjid Al-Imtizaj dibangun dimaksudkan untuk memperkaya seni masjid dengan budaya tiongkok dalam meningkatkan khasanah pembauran etnis tionghoa Islam dengan umat Islam lainnya. “Mesjid ini sangat terbuka untuk siapa saja, mau pribumi ataupun tionghoa kita sama muslim siapa saja bisa beribadah di mesjid ini” tandasnya.

Awal sejarah pembangunan masjid ini berawal dari keinginan Bapak HR. Nuriana (mantan gubernur jawa barat ) untuk membangun suatu Masjid bagi kaum saudara baru (muallaf) khususnya bagi saudara etnis tionghoa, karena perhatian serta pelayanan bagi saudara muda tersebut dirasa masih kurang. Rencana ini telah lama hingga beliau (HR. Nuriana) mencari tempat-tempat yang layak untuk dibangunkan sebuah masjid dengan budaya tionghoa tersebut. Dan setelah ditemukan gedung yang cocok untuk di bangun masjid, dilaksanakanlah Pertemuan dan survey awal dan itu dilakukan sampai  beberapa kali hingga disepakati suatu tempat bekas generator listrik. Mulailah survey oleh team arsitek/teknis untuk memastikan kelayakan serta draft desain dari masjid yang akan dibagun.



Tim arsitek tersebut dikomandani oleh Ir. Danny Swardhani MBA, yang merupakan arsitek dari banyak masjid termasuk Masjid Atta’awun Puncak Bogor yang merupakan salah satu Monumen Kebersamaan Masyarakat Jawa Barat. Dalam waktu yang cukup singkat, awal bulan puasa 1429 H draft desain masjid oleh tim Bapak Ir. Danny Swardhani, MBA telah selesai dengan thema masjid kelenteng berkubah. Setelah pembangunan selesai lalu masjid tersebut diresmikan pada hari jumat (6/8) oleh Bapak HR.Nuriana dengan nama Masjid AL Imtizaj.

Berwisata Saat Imlek : Ini 5 Ide Unik Rayakan Imlek di Indonesia

Tidak terasa Imlek 2018 tinggal menghitung hari. Imlek adalah tahun baru Cina yang dirayakan besar-besaran oleh warga keturunan Tionghoa di berbagai sudut dunia, tak terkecuali di Indonesia.Tahun baru Imlek 2018 rasanya akan lebih istimewa jika kamu bisa merasakan tahun baru Imlek di Jepang atau menyaksikan langsung tahun baru Imlek di Singapura.

Wisata Imlek

Perayaan Imlek

Sejak tahun 2002 ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional oleh Presiden Megawati Soekarnoputri, setelah dua tahun sebelumnya ditetapkan sebagai Hari Libur Fakultatif oleh Presiden KH.Abdurrahman Wahid. Jauh sebelumnya, pada tahun 1946, Presiden Republik Indonesia Pertama, Ir.Sukarno, telah menetap 4 (empat) Hari Libur Fakultatif bagi masyarakat Tionghoa yang waktu itu mayoritas masih beragama Khonghucu, yakni : Tahun Baru Imlek, Qing Ming (Ceng Beng), Hari Lahir Nabi Kongcu (Kongzi, Confucius) dan Hari Wafat Nabi Kongcu.

Ada tiga sistem perhitungan kalender yang setidaknya kita kenal, yakni : solar, lunar dan lunisolar. Kalender solar atau matahari, didasari orbit bumi mengelilingi matahari selama ± 365,25 hari per tahun. Contohnya Kalender Masehi, Kalender Lunar atau bulan, didasari orbit bulan mengelilingi bumi selama ± 29,5 hari per bulan, atau 354 hari per tahun. Contohnya Kalender Hijriyah atau Islam. Itulah sebabnya 1 Muharram, Idul Fitri atau yang lainnya, selalu jatuh maju 11 hari di banding tahun sebelumnya.

Kalender Imlek, perhitungan hari per bulannya didasarkan pada edar bulan mengelilingi bumi, namun selisih 11,25 dengan sistem solar selama 19 tahun (19 x 11,25 hari, identik dengan 7 bulan) dikoreksi dengan menyisipkan 7 kali bulan ke-13 selama kurun waktu tersebut. Itulah sebabnya awal tahun penanggalan Imlek tidak maju terus seperti terjadi pada Kalender Hijriyah, namun selalu dalam kisaran 21 januari-19 Februari.

Ada banyak kegiatan khas Imlek yang bisa kamu nikmati sembari berlibur ke luar negeri.Nah, buat kamu yang menghabiskan liburan bersama di Tanah Air, ada beberapa ide liburan tahun baru Imlek tanpa mengurangi rasa kemeriahannya, meski tidak ke luar negeri. Berikut lima ide merayakan liburan tahun baru Imlek 2018 yang bisa kamu lakukan.

1. Wisata Kuliner Pecinan

Wisata Imlek
Libur tahun baru Imlek 2018 kali ini kebetulan jatuh pada Jumat. Artinya, kamu bisa memiliki waktu liburan panjang long weekend. Untuk menggali rasa, sebetulnya ada banyak tempat wisata kuliner Pecinan yang bisa kamu coba dan nikmati bersama keluarga.Di daerah Jakarta, kamu bisa mendatangi kawasan Pasar Petak Sembilan, Glodok. 

Namun, bagi kamu yang muslim ada baiknya bertanya terlebih dahulu makanan yang hendak dibeli terutama kehalalannya.Salah satu yang paling legendaris misalnya kunjungi saja Kopi Es Tak Kie yang kerap hadir pula dalam beberapa acara pameran kuliner di Ibu kota. Selain kopinya yang khas, kamu juga bisa mencicipi Pia Lao Beijing yang diolah tanpa menggunakan bahan pengawet sama sekali.

2. Wisata Sejarah Bangunan Tua

Wisata Imlek
Salah satu yang paling identik dengan kawasan Pecinan di beberapa sudut kota, baik di Indonesia maupun di luar negeri, adalah keberadaan kelenteng yang menjadi tempat ibadah warga keturunan Tionghoa.Umumnya, kawasan kelenteng tidak berada jauh dari pasar. Sudah lumrah pula bila terdapat pasar, maka akan semakin mudah mencari kuliner khas di kawasan Pecinan. Selain itu, juga terdapat beberapa bangunan yang memiliki arsitektur unik khas Tionghoa, termasuk ornamen-ornamen yang menghiasinya.

Sejarah Ru Jiao atau agama Khonghucu erat berhimpitan dengan sejarah bangsa Tionghoa. Dan ini terjadi dalam kurun waktu lama, tak terputus selama 5000 tahun lebih lamanya. Tak heran meski pun kini agama orang Tionghoa sudah beraneka ragam, tapi budaya dan sebagian tingkah lakunya terpengaruh kuat dengan Ru Jiao atau agama Khonghucu. Maka konsekuensinya, segala sesuatu yang dulu menjadi ranah agama, lama-lama diterima dan menjadi budaya yang mempengaruhi perilaku social orang per orang, diturunkan turun-menurun oleh orang tua. Salah satunya yang terkait dengan Tahun Baru Imlek.

Hal yang sama menimpa masyarakat atau bangsa Jepang, Korea, Mongolia, Manchuria dan Vietnam. Meski bukan orang Tionghoa, karena terpengaruh ajaran agama Khonghucu, mereka juga merayakan Tahun Baru Imlek meski dengan nama berbeda. Oleh karena tidaklah tepat bila Imlek disebut sebagai hari raya budaya atau etnis. Apalagi Indonesia Imlek juga dirayakan oleh suku-suku lainnya, yang kebetulan menganut agama Khonghucu. Lagi pula, Xia Yu, sang pendiri Dinasti Xia, dinasti yang pertama kali menggunakan Kalender Imlek, sejatinya berasal dari etnis proto Melayu, nenek moyang bangsa Indonesia.

3.Wisata Religi

Wisata Imlek
Kelenteng menjadi salah satu wisata religi yang bisa dikunjungi oleh wisatawan. Pada saat Imlek, warga Tionghoa biasanya datang berbondong-bondong ke kelenteng untuk mendapatkan berkah agar umur panjang dan rezeki selama satu tahun ke depan.

Sejak tahun 2002 Tahun Baru Imlek ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional oleh Presiden Megawati Soekarnoputri, setelah dua tahun sebelumnya ditetapkan sebagai Hari Libur Fakultatif oleh Presiden KH.Abdurrahman Wahid. Jauh sebelumnya, pada tahun 1946, Presiden Republik Indonesia Pertama, Ir.Sukarno, telah menetap 4 (empat) Hari Libur Fakultatif bagi masyarakat Tionghoa yang waktu itu mayoritas masih beragama Khonghucu, yakni : Tahun Baru Imlek, Qing Ming (Ceng Beng), Hari Lahir Nabi Kongcu (Kongzi, Confucius) dan Hari Wafat Nabi Kongcu. 

4.Nonton Barongsai

Wisata Imlek
Kegiatan yang sangat identik dengan tahun baru Imlek 2018, tak lain dan tak bukan adalah pertunjukan Liong dan Barongsai.Beberapa atraksi Barongsai kerap kali ditampilkan di beberapa pusat perbelanjaan.

Sedangkan di kawasan Pecinan, biasanya diselenggarakan pawai dengan mengarak Naga Liong dan Barongsai secara bersamaan.Yang menarik adalah interaksi anak-anak dengan Barongsai. Untuk mendapatkan keberuntungan warga keturunan Tionghoa pun membagi-bagikan angpau.

5.Liburan Bersama Keluarga

Wisata Imlek
Sejak tahun baru Imlek ditetapkan sebagai hari libur, perayaannya semakin meriah, tak seperti merayakan pergantian tahun baru Masehi. Tahun baru Imlek kali ini memasuki tahun Anjing Tanah. Warga percaya bahwa pada tahun baru Anjing Tanah menjadi saat yang tepat untuk memulai usaha bisnis atau mencari tempat tinggal hunian rumah.

Nah, untuk bisa merasakan langsung kemeriahan menyambut tahun baru Sincia 2018, tak ada salahnya membawa keluarga bersama untuk liburan pada saat libur Imlek 2018.Kegiatan liburan bisa diisi dengan wisata kuliner, wisata sejarah sampai dengan wisata belanja. Tak sedikit toko yang memberikan promo Imlek menarik dengan diskon yang tidak sedikit.

10 Fakta Dibalik Keindahan Danau Toba

Keindahan Danau Toba - NusaPedia - Keindahan Danau Toba yang terletak di Sumatera Utara ini merupakan salah satu danau vulkanik terindah yang dimiliki Indonesia. Dengan luas yang mencapai 1.145 kilometer persegi, Danau Toba tampak seperti sebuah lautan yang berada di ketinggian 900 meter di atas permukaan laut. Selain disebut sebagai danau terluas di Asia Tenggara, danau yang memiliki kedalaman 450 meter ini juga menjadi danau terdalam di dunia.
http://www.nusapedia.com/2018/02/10-fakta-dibalik-keindahan-danau-toba.html

Namun dibalik Keindahan Danau Toba terdapat fakta yang harus kamu ketahui,berikut 10 Fakta Dibalik Keindahan Danau Toba yang NusaPedia rangkum Untuk Anda

1.Danau Toba Berada di Tiga Lempeng Tektonik

Letak Gunung Toba (kini: Danau Toba), di Indonesia memang rawan bencana. Hal ini terkait dengan posisi Indonesia yang terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik, yakni Eurasia, Indo-Australia dan Lempeng Pasifik. Sebanyak 80% dari wilayah Indonesia, terletak di lempeng Eurasia, yang meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Banda.

Lempeng benua ini hidup, setiap tahunnya mereka bergeser atau menumbuk lempeng lainnya dengan jarak tertentu. Lempeng Eurasia yang merupakan lempeng benua selalu jadi sasaran.

Lempeng Indo-Australia menumbuk lempeng Eurasia sejauh 5-7 cm per tahun
Lempeng Indo-Australia misalnya menumbuk lempeng Eurasia sejauh 5-7 cm per tahun. Atau Lempeng Pasifik yang bergeser secara relatif terhadap lempeng Eurasia sejauh 11 cm per tahun. Dari pergeseran itu, muncullah rangkaian gunung, termasuk gunung berapi Toba.

Jika ada tumbukan, lempeng lautan yang mengandung lapisan sedimen menyusup di bawahnya lempeng benua. Proses ini lantas dinamakan subduksi atau penyusupan.

2.Terdapat 5 Pulau Vulkanik Di Dalam Danau Toba

1.Pulau Samosir
Pulau Samosir adalah sebuah pulau vulkanik di tengah Danau Toba di provinsi Sumatera Utara. Sebuah pulau dalam pulau dengan ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut menjadikan pulau ini menjadi sebuah pulau yang menarik perhatian para turis. Pulau ini menyimpan sejuta manikam pariwisata di Sumatera Utara yang sangat layak untuk dikunjungi, berbagai keindahaan alam dan cagar budaya menjadi pengikat bagi masyarakat baik lokal maupun domestik untuk berkunjung

2.Pulau Tao
Pulao Tao adalah sebuah pulau yang amat kecil (dibandingkan dengan pulau samosir ini) yang terletak sangat dekat dengan pulau Samosir. Pulau Tao yang sering juga disebut sebagai pualau Malau ini terletak persis di kawasan kecamatan Simanindo, jaraknya kira-kira 10 menit dengan kapal dari kota Simanindo  yang berada di pulau Samosir.  Kota Simanindo sendiri terletak dipertengahan antara Pangururan dengan Tomok (tempat kapal ferry berlabuh untuk masuk ke pulau ini).
3.Pulau Sibandang
Pulau Sibandang yang berada di ketinggian lebih kurang 1173 meter dari atas permukaan laut dapat di akses dari Kota Muara, Balige dan Huta Nainggolan Pulau Samosir dengan menggunakan kapal motor.Pulau ini juga terkenal sebagai penghasil buah mangga yang enak dan manis rasanya.
Untuk menjelajahi Pulau Sibandang sangat disarankan pada pagi hari yang cerah.Selama ini masyarakat luas hanya mengetahui kalau wisata yang menarik di kawasan Danau Toba hanyalah pulau Samosir saja, ternyata banyak pulau pulau kecil yang sangat menarik dan enggan rasanya kalau dilewatkan begitu saja.
4.Pulau Tulas
Sebuah pulau kecil yang masih perawan, dan belum tersentuh sedikitpun oleh manusia, inilah pulau Tulas yang berada di kawasan Danau Toba, Kabupaten samosir, perairan darat terluas di asia tenggara yang akan dijadikan sebagai wisata geopark of lake toba oleh badan UNESCO.Jika anda sedang mendaki atau menaiki pussuk Buhit, atau sedang menaiki transportasi air seperti kapal very atau speedboat, Pulau ini nampak sangat jelas dengan hamparan warna hijau yang menyelimuti keseluruhan pulau ini. Selain itu air danau yang berwarna kehijauan seolah memberi nuansa yang sangat eksotis dan mengagumkan mata.

5.Pulau Tolping
Pulau ini terletak di kabupaten Dairi, tepatnya disebuah desa wisata yang lebih dikenal denagn sebutan sebagai desa Silalahi. Masyarakat di kawasan danau Toba sendiri menyebutkan bahwa daerah silalahi merupakan ujung dari danau toba, karena hanya di daerah inilah danau toba dapat diukur kedalamannya.
Pulau ini memang terlihat kecil, namun sangat mengagumkan karena dihubungkan oleh bebatuan kecil yang tersusun secara rapi oleh alam, batuan ini membujur sampai menuju pulau eksotis ini.

Tak hanya dipengaruhi oleh aktivitas vulkanik dari dapur magma, Kaldera Toba ternyata juga sangat dipengaruhi oleh kegiatan tektonik yang mengimpitnya sehingga kalangan geolog menyebutnya sebagai vulkano-tektonik.

Tumbukan lempeng bumi yang sangat kuat dari lempeng Indo-Australia telah memicu terbentuknya sesar geser besar yang disebut sebagai Zona Sesar Besar Sumatera (Sumatera Fault Zone/SFZ). Sesar ini memanjang hingga 1.700 kilometer dari Teluk Lampung hingga Aceh. Hampir semua gunung berapi di Sumatera berdiri di atas sesar raksasa ini. 

3.Danau Toba, danau indah dengan luas lebih dari Singapura

Indonesia memiliki ragam keindahan alam luar biasa yang tidak dimiliki negara-negara lainnya. Salah satunya, yang bisa Anda jadikan destinasi liburan tahun ini adalah Danau Toba.Danau Toba terletak di pegunungan Bukit Barisan, Sumatera Utara. Luasnya 1.145 kilometer persegi yang menjadikannya danau terluas se-Asia Tenggara dan luasnya lebih besar dari Singapura (716 km).

Danau Toba juga menjadi danau terluas di dunia yang terbentuk dari erupsi gunung berapi, dan masuk dalam daftar Guinness World Records. Latar belakang Danau Toba terbentuk karena letusan gunung berapi yang memuntahkan 2.800 km kubik material letusan, sehingga membuat kawah yang lambat laun dipenuhi air menjadi danau.Di tengah Danau Toba terdapat pulau bernama Samosir. 

Pulau tersebut sekiranya mendekati luas dari negara Singapura dan memiliki beberapa desa dengan wisata alam luar biasa, seperti pegunungan dan air terjun.

4.Gunung Toba telah meletus sebanyak 3 kali

Letusan 1 terjadi sekitar 800.000 tahun lalu. Letusan ini menghasilkan kaldera sisi selatan gunung, meliputi daerah Prapat dan Porsea, Sumatera Utara. Letusan ke-2 memiliki kekuatan lebih kecil, terjadi 500.000 tahun lalu. Letusan ini membentuk kaldera di sisi utara,yaitu di daerah antara Silalahi dengan Haranggaol. Letusan ket-3 terjadi 74.000 tahun lalu yang menghasilkan kaldera, mengubah Gunung Toba menjadi Danau Toba yang sekarang dengan Pulau Samosir di tengahnya.

Magma yang di bawah itu terus mendesak ke atas, pelan-pelan. Dia sudah tidak punya daya untuk meletus. Gerakan ini berusaha untuk menyesuaikan ke normal gravitasi.Ini terjadi dalam kurun waktu ribuan tahun. Hanya Samosir yang terangkat karena daerah itu yang terlemah. Sementara daerah lainnya merupakan dinding kaldera.
  • Letusan pertama terjadi sekitar 800 ribu tahun lalu. Letusan ini menghasilkan kaldera di selatan Danau Toba, meliputi daerah Prapat dan Porsea.
  • Letusan kedua yang memiliki kekuatan lebih kecil, terjadi 500 ribu tahun lalu. Letusan ini membentuk kaldera di utara Danau Toba. Tepatnya di daerah antara Silalahi dengan Haranggaol. Dari dua letusan ini, letusan ketigalah yang paling dashyat.
  • Letusan ketiga 74.000 tahun lalu menghasilkan kaldera, dan menjadi Danau Toba sekarang dengan Pulau Samosir di tengahnya.
Gunung Toba ini tergolong Supervolcano. Hal ini dikarenakan Gunung Toba memiliki kantong magma yang besar yang jika meletus kalderanya besar sekali. Volcano kalderanya ratusan meter, sedangkan Supervolacano itu puluhan kilometer.

5.Letusan Gunung Toba Terbesar Sepanjang Sejarah

Gunung berapi raksasa Toba meletus pada 73 ribu tahun silam. Kerusakan yang ditimbulkannya dahsyat dan sangat luas. Letusan gunung rasaksa yang dinamakan supervolcano ini, menyebabkan terjadinya perubahan iklim global.
Terkait erupsi luar biasa tersebut, para ahli telah menyimpulkan pemicunya, sebagaimana yang dilaporkan dalam jurnal Scientific Report.

Letusan supervolcano Toba adalah letusan gunung berapi terbesar dalam sejarah, yang menutupi 2.800 kilometer kubik daerah sekitarnya dengan abu vulkanik. Menyebabkan terjadinya hujan sangat besar di Indonesia dan India.

Sebagaimana diberitakan Business Insider, bagaimana magma dalam jumlah besar terkumpul (dan mengapa letusannya begitu dahsyat) telah menjadi penyebab perdebatan antar-ilmuwan sejak lama.Telah diketahui, gunung berapi meletus karena kepadatan dan tekanan, yang umumnya adalah cara planet bumi melepaskan kelebihan panas dan tekanan. Namun, pemicu yang pasti akan letusan Toba memang akan tetap menjadi misteri.

6.Terjadinya anomali gravitasi di Danau Toba

Terlihat pemandangan kaldera gunung Toba yang kini bernama Danau Toba dan ditengahnya terdapat pulau Samosir yang terbentuk karena adanya gaya up-lifting (pengangkatan). Inilah yang menyebabkan munculnya Pulau Samosir. Yang menarik adalah terjadinya anomali gravitasi di Toba. Menurut hukum gravitasi, antara satu tempat dengan lainnya akan memiliki gaya tarik bumi sama bila mempunyai massa, ketinggian dan kerelatifan yang sama.Jika ada materi yang lain berada di situ dengan massa berbeda, maka gaya tariknya berbeda. Bayangkan gunung meletus.

Banyak materi yang keluar, artinya kehilangan massa dan gaya tariknya berkurang. Lalu yang terjadi up-lifting (pengangkatan). Inilah yang menyebabkan munculnya Pulau Samosir.

Magma yang di bawah itu terus mendesak ke atas, pelan-pelan. Dia sudah tidak punya daya untuk meletus. Gerakan ini berusaha untuk menyesuaikan ke normal gravitasi.

Ini terjadi dalam kurun waktu ribuan tahun. Hanya Samosir yang terangkat karena daerah itu yang terlemah. Sementara daerah lainnya merupakan dinding kaldera.

7.Debu Letusan Gunung Toba Tersebar Hingga India

Debu Riolit (rhyolite) yang seusia dengan batuan Toba di Malaysia, bahkan juga ditemukan sejauh 3.000 kilometer ke utara hingga India Tengah, selain itu ditemukan pula di Samudera Hindia.

Seperti dimuat situs Badan Antariksa AS, NASA, dalam waktu sekitar dua minggu, ribuan kilometer kubik puing dimuntahkan dari Kaldera Toba di Sumatera Utara. Aliran piroklastik--awan yang merupakan campuran gas panas, serpihan batu, dan abu--mengubur wilayah sekitar 20.000 kilometer persegi di sekitar kaldera.Di Pulau Samosir, tebal lapisan abu bahkan mencapai 600 meter. Abu Toba juga menyebar ke seluruh dunia. Di India misalnya, ketebalan abu sampai 6 meter.

Pasca letusan, Gunung Toba kolaps, meninggalkan kaldera modern yang dipenuhi air--menjadi Danau Toba. Sementara, Pulau Samosir terangkat oleh magma di bawah tanah yang tidak meletus. Gunung Pusuk Buhit di dekat danau itu juga terbentuk pasca letusan.Awalnya ilmuwan menduga, letusan Toba menyebabkan penurunan suhu global hingga 10 derajat Celcius selama hampir satu dekade dan membinasakan sebagian besar umat manusia. Meski penelitian terbaru menyebut, efek cuaca yang disebabkan letusan Toba tak sedahsyat itu.

8.Letusan Toba memusnahkan  60% dari jumlah populasi manusia bumi

Meletusnya Gunung Toba menyebabkan kematian massal dan pada beberapa spesies yang juga diikuti kepunahan.Menurut beberapa bukti DNA, letusan ini juga menyusutkan jumlah manusia sampai sekitar 60% dari jumlah populasi manusia bumi saat itu, yaitu sekitar 60 juta manusia. Letusan itu juga ikut menyebabkan terjadinya zaman es.

Tim peneliti multidisiplin internasional, yang dipimpin oleh Dr. Michael Petraglia, mengungkapkan dalam suatu konferensi pers di Oxford, Amerika Serikat bahwa telah ditemukan situs arkeologi baru yang cukup spektakuler oleh para ahli geologi di selatan dan utara India. Di situs itu terungkap bagaimana orang bertahan hidup, sebelum dan sesudah letusan gunung berapi (supervolcano) Toba pada 74.000 tahun yang lalu, dan bukti tentang adanya kehidupan di bawah timbunan abuGunung Toba.

Padahal sumber letusan berjarak 3.000 mil, dari sebaran abunya.Selama tujuh tahun, para ahli dari oxford University tersebut meneliti projek ekosistem di India, untuk mencari bukti adanya kehidupan dan peralatan hidup yang mereka tinggalkan di padang yang gundul. Daerah dengan luas ribuan hektare ini ternyata hanya sabana (padang rumput). Sementara tulang belulang hewan berserakan. Tim menyimpulkan, daerah yang cukup luas ini ternyata ditutupi debu dari letusangunung berapi purba.

 9.Danau Toba memiliki Hewan Endemik Yang Tidak Dimiliki Dimanapun

Danau Toba banyak menyimpan spesies endemik yang sangat beragam. Terutama berupa ikan Batak  (Neolissochillus thienemanni ) yang hanya ada di Danau Toba. Berdasarkan kriteria IUCN (International Union for the Conservation of Nature), jenis ikan ini sudah diklasifikasikan sebagai terancam punah (Vulnerable).

Ikan batak sekilas mirip sekali dengan ikan jurung, semah, kancra atau ikan dari Marga Tor. Perbedaannya, pada ikan batak terdapat 10 baris pori-pori yang tidak teratur (masing-masing memiliki tubus atau titik yang keras) pada masing-masing sisi moncong dan di bawah mata serta alur dari bagian belakang sampai ke bibir bawah terputus di bagian tengah.

Jenis ikan dari keluarga Cyprinid ini di alam hidup di sungai yang berarus deras terutama di daerah dataran tinggi yang berpasir dan berbatu. Kondisi tersebut juga sangat perperan dalam proses memijah ikan batak. Berdasarkan pengamatan, pada gonad ikan batak terdapat ukuran telur yang bermacam-macam, hal tersebut menunjukkan bahwa ikan batak dapat memijah sepanjang tahun terutama di musim hujan.

Fekunditas ikan dengan ukuran 212 mm, berat 88,50 g mencapai 765 butir dengan diameter telur berkisar antara 1cm-2,5 cm. Pelestarian ikan batak di alam perlu mendapat perhatian karena nilai ekonomis dan sosial ikan tersebut sangat tinggi di masyarakat. Kearipan lokal yang ada pada masyarakat harus tetap dipertahankan, di samping dengan tetap menjaga habitat alaminya di alam agar tidak rusak sehingga ikan batak tidak punah di tanah batak. (bp3ulitbang)

10.Danau Toba memiliki 12 air terjun Di sekelilingnya

Benar sekali bahwa Danau Toba di kelilingi 12 Air terjun yang indah yaitu
1.Air terjun sipiso-piso
2.Air terjun situmurun
3.Air terjun Janji
4.Air Terjun Efrata
5.Air terjun Bidadari
6.Air terjun sigura - gura
7.Air terjun Binanga Bolon
8.Air terjun Hadabuan Nasogop
9.Air terjun Sigarattung
10.Air terjun siboruon
11.Air terjun siarsam
12.Air terjun Simamora

14 Festival Unik yang wajib di dicoba Di tahun 2018

festival budaya sebagai salah satu sarana komunikasi yang merupakan salah satu sarana penting yang dapat digunakan sebagai media pelestarian budaya. Sebagai sebuah peristiwa budaya, festival memiliki warna-warni ragam dan intensitas dramatik dari berbagai aspek dinamika.

Festival Unik 2018Daerah-daerah yang sedang berkembang biasanya menggunakan festival untuk tujuan tersebut. Karakteristik setiap festival adalah unik, dan karenanya tak ada satu model standar yang dapat digunakan untuk mengelola semua jenis festival. Festival memiliki tujuan yang berbeda-beda, ada yang bertujuan untuk hiburan dan edukasi, ada yang bertujuan untuk menyatukan berbagai komunitas di dalam masyarakat, ada pula yang bertujuan untuk promosi usaha. Festival juga bisa hanya berskala kecil, seperti pesta rakyat lokal, hingga yang berskala internasional.

Apapun alasan yang ada di balik suatu festival budaya , di sana pasti ada pendukung, peserta, dan pengunjung yang memiliki harapan yang berbeda pada setiap festival, dan hal ini juga mempengaruhi proses pengelolaan yang unik bagi setiap festival budaya . Model pengelolaan masing-masing festival haruslah memperhatikan keunikan dari setiap kesenian atau tradisi yang diangkat.

Kali ini NusaPedia ingin memberitahu kamu mengenai 14 Festival Unik yang wajib di dicoba Di tahun 2018

1.Albuquerque International Balloon Festival — Albuquerque, Meksiko

Festival Unik 2018
Ratusan balon udara akan terbang sepanjang hari dalam festival ini. Memandang alam Meksiko dari ketinggian menjadi magnet bagi pengunjung yang naik di atasnya. Tahun ini, Albuquerque International Balloon Festival akan diselenggarakan pada 6 sampai 14 Oktober 2018.

2. Running of the Bulls — Pamplona, Spanyol

Festival Unik 2018

Banteng merupakan ikon Spanyol. Jual beli dan pertandingan adu banteng pun sudah menjadi tradisi di sana. Festival ini berawal dari aksi nekat sekelompok anak muda yang berusaha menaiki banteng lewat yang akan dibawa untuk dijual atau diadu oleh pemiliknya. Tahun ini, Running of the Bulls akan diselenggarakan pada 6 sampai 14 Juli 2018.

3.Dia de los Muertos — Meksiko

Festival Unik 2018

Festival Kematian adalah sebutan untuk festival ini. Selama seharian, ratusan penduduk dan turis bakal berbaur di jalanan sambil mengenakan kostum bersimbol tengkorak, untuk mengenang kerabat yang telah meninggal dunia. Tahun ini, Dia de los Muertos akan digelar pada 2 November 2018.

 4.La Tomatina — Buñol, Spanyol

Festival Unik 2018

Festival telah diselenggarakan sejak tahun 1945, yang berawal dari pertikaian antar sekelompok anak muda sebelum akhirnya berakhir dengan damai. Karena dianggap seru, pemerintah Spanyol mempromosikannya sebagai atraksi wisata. Hanya pengunjung yang memiliki tiket masuk yang bisa ikut aksi melempar tomat di sini.Tahun ini, La Tomatina digelar pada 29 Agustus 2018.

5. Up Helly Aa Fire Festival — Lerwick, Skotlandia

Festival Unik 2018

Digelar sejak tahun 1880, festival ini sekaligus perayaan hari jadi negara Skotlandia. Di festival ini, arak-arakan dengan kostum prajurit Skotlandia akan mengelilingi kota sambil membawa banyak simbol api. Tahun ini, Up Helly Aa Fire Festival diselenggarakan pada 30 Januari 2018.

6.Carnevale — Venice, Italia

Festival Unik 2018

Disebut sebagai pesta kostum terbesar di dunia, festival ini diselenggarakan 40 hari sebelum hari Paskah. Tahun ini Carnevale digelar mulai dari 28 Januari sampai 14 Februari 2018.Dikatakan bahwa Karnaval Venesia dimulai dari kemenangan Republik Venesia melawan Patriark Aquileia, Ulrico di Treven di tahun 1162. Untuk menghormati kemenangan ini, orang-orang mulai berdansa dan berkumpul di San Marco Square. Rupanya, festival ini dimulai pada periode itu dan menjadi resmi di Renaisans.Pada abad ketujuhbelas, karnaval baroque adalah cara untuk menyelamatkan citra bergengsi Venesia di dunia.
Itu sangat terkenal pada abad kedelapan belas.Ini mendorong lisensi dan kesenangan, tapi juga digunakan untuk melindungi orang-orang Venesia dari penderitaan saat ini dan masa depan.Namun, di bawah pemerintahan Kaisar Romawi Suci dan kemudian Kaisar Austria, Francis II, festival tersebut dilarang seluruhnya pada tahun 1797 dan penggunaan masker dilarang keras. Ini muncul secara bertahap pada abad kesembilan belas, tapi hanya untuk periode singkat dan terutama untuk pesta pribadi, di mana ia menjadi kesempatan untuk kreasi artistik

7.Snow & Ice Festival — Harbin, China

Festival Unik 2018
Dalam lahan seluas 600 ribu meter persegi, pengunjung bisa menyaksikan beragam pahatan es berbagai ukuran. Instalasi tersebut juga dipercantik dengan permainan cahaya yang memukau. Tahun ini, Snow & Ice Festival diselenggarakan mulai dari 5 Januari sampai 28 Februari 2018.

8.Jember Fashion Carnaval - Jember

Festival Unik 2018
Pesta kostum bukan hanya milik Brazil atau Italia. Indonesia, tepatnya di Jember, juga punya festival serupa. Selama seminggu, jalanan di pusat kota akan dimeriahkan oleh pawai kostum dari berbagai daerah. Tahun ini, Jember Fashion Carnaval akan digelar pada 7 sampai 12 Agustus 2018.

9. Waisak di Candi Borobudur - Magelang

Festival Unik 2018
Candi Borobudur di Magelang selalu menjadi perayaan hari Waisak di Indonesia.Ada banyak kegiatan di sana selama seminggu menjelang Waisak. Pengunjung bisa ikut berdoa juga mendengarkan ceramah dari para biksu yang datang dari dalam dan luar negeri. Yang paling meriah ialah aksi menerbangkan lampion dan menatap matahari terbit dari tengah candi. Tahun ini, hari Waisak di Candi Borobudur akan digelar pada 29 Mei 2018.

10. Bali Spirit Festival - Bali

Festival Unik 2018

Selain India dan Thailand, Bali juga kerap dikunjungi turis yang ingin berwisata kesehatan. Yoga dan meditasi jadi kegiatan utama dalam festival ini. Tahun ini, Bali Spirit Festival akan diselenggarakan pada 2 sampai 8 April 2018.

11. Upacara Kasada - Gunung Bromo

Festival Unik 2018
Setiap tahunnya, Suku Tengger yang hidup di Gunung Bromo melakukan ritual melempar sesajeh ke kawah gunung sebagai tanda syukur.Tahun ini, Upacara Kasada akan digelar pada bulan Juli 2018.

12. Ritual Potong Rambut Gimbal - Dataran Tinggi Dieng

Festival Unik 2018

Masyarakat yang lahir dan besar di kawasan Dataran Tinggi Dieng pasti mengenal istilah anak gimbal, yakni anak dengan rambut gimbal yang tumbuh secara misterius.Setiap tahunnya, ada ritual memotong rambut anak gimbal di sana, yang juga ramai dihadiri turis dalam dan luar negeri. Tahun ini, Ritual Potong Rambut Gimbal akan diselenggarakan pada bulan Agustus 2018. 

13. Festival Kuda Sumba - Sumba

Festival Unik 2018

Semakin banyak alasan untuk mengunjungi Sumba, salah satunya ialah untuk mengenal tradisi memiliki Kuda Sandelwool yang dimiliki masyarakatnya. Tahun ini, Festival Kuda Sumba akan digelar pada Juli 2018.

14. Festival Cap Go Meh - Singkawang

Festival Unik 2018

Tahun Baru China dirayakan dengan festival meriah di Singkawang. Pawai Tatung yang dilakukan Suku Dayak yang menyayat diri untuk mengusir roh jahat bakal menjadi atraksi menarik yang bisa disaksikan di sana.Tahun ini, Festival Cap Go Meh akan diselenggarakan pada 2 Maret 2018.