BREAKING NEWS

Mengenal Sulianti Saroso,Namanya Naik Daun Di tengah Pandemi Corona,Siapakah Dia ?


Logo Baru kemenkraf
Images Source : ( Google )


Belakangan ini kita tengah dilanda "serangan" dari pandemi Virus Corona atau Covid-19, virus mematikan ini menyerang tidak hanya di indonesia tapi juga ke seluruh dunia, berawal dari wuhan china, dan terus menjalar ke seluruh dunia, 

entah bagaimana awal dari pandemi ini, berbagai dugaan timbul mulai dari teori konspirasi, hingga menyangkut pautkan ke dalam hal agama, semua itu bagi saya sah - sah aja, 

saat ini bukan waktu untuk mencari siapa dalang atau sebab musabab dari pandemi ini, sekarang waktu bagi kita untuk menghadang bahkan menghilangkan pandemi ini.

Berkaitan dengan merebaknya virus berbahaya ini, negara kita tercinta indonesia bersusah payah untuk mencegah bahkan berusaha untuk memutus mata rantai penyebaran pandemi, 

berbagai upaya dari pemerintah mulai dari himbauan untuk mengurangi aktivitas di luar rumah Stay At Home / Work From Home / Di Rumah Aja hingga menjaga jarak (Social Distancing). 

Di indonesia sendiri, masyarakat yang terkena paparan dilarikan ke RUMAH SAKIT PENYAKIT INFEKSI SULIANTI SAROSO. 

Namun apakah sudah pada tau siapa sosok di balik nama dari Rumah Sakit tersebut. Yuk kita coba berkenalan dengan sosok Sulianti Saroso. 

Biografi Sulianti Saroso
  
Logo Baru kemenkraf
Images Source : ( grid.id )

Terlahir dengan nama lengkap Julie Sulianti Saroso pada tanggal 10 Mei 1917 di Karangasem Bali, masa kecil beliau dihabiskan seperti anak kecil pada umumnya dengan menempuh pendidikan dasar di Sekolah Belanda Eropeesche Lagere School (ELS), lulus dari sana ia melanjutkan kembali ke Pendidikan Menengah Elite di Gymnasium Bandung.

Karena tertarik dengan ilmu kedokteran lah, membuat julie muda menempuh pendidikan Sekolah Kedokteran yang berlokasi di daerah Jakarta bernama Geneeskundige Hoge School (GHS) pada tahun 1940, 

di sekolah kedokteran ini, walau kebanyakan siswa disana berkulit putih namun tak menyurutkan semangat julie untuk menempuh pendidikan di sekolah tersebut dan berhasil lulus pada tahun 1942, kemudian ia melanjutkan kembali pendidikannya ke inggris hingga ke amerika serikat medio 1950 - 1951 dan berhasil meraih Certificate of Public Health Administration dari Universitas London

di tahun 1962 beliau mendapatkan gelar Master of Public Health (MPH), dan Tropical Medicine, semangat untuk belajar seakan tak pernah surut di dirinya terlebih terhadap bidang yang sangat ia sukai di bidang ilmu kedokteran, pada tahun 1965 ia meraih gelas S3 nya dari Tulane Medical School di New Orleans, Amerika Serikat, dengan judul disertasi (tesis) The Natural History of Enteropathogenic Escherechia Coli Infections. 

Perjalan Karir Sulianti Saroso
  
Logo Baru kemenkraf
Images Source : ( historia.id )
Berbekal pendidikan yang ia tempuh di bidang kedokteran ia pun berhasil bekerja di kementerian kesehatan dan memulai karier terhitung mulai dari tahun 1951, dengan memangku berbagai jabatan diantaranya 

Kepala Bagian Kesejahteraan Ibu dan Anak, 

Kepala Hubungan Luar Negeri, Wakil Kepala Bagian Pendidikan, Kepala Bagian Kesehatan Masyarakat Desa dan Pendidikan Kesehatan Rakyat, serta Kepala Planning Board. 

kariernya melesat hingga pada tahun 1967 beliau menjabat sebagai Direktur Jenderal Pencegahan Pemberantasan dan Pembasmian Penyakit Menular (P4M) di saat bersamaan ia juga merangkap sebagai Ketua Research Kesehatan Nasional (LRKN) Departemen Kesehatan, 

sukses berkarier tak menyurutkan hasratnya untuk menempuh jalur pendidikan terbukti dua tahun berselang Julie Sulianti Saroso berhasil meraih gelar Profesor yang di dapat dari Universitas Airlangga, sikap ini layak menjadi contoh di kala bersinar kariernya ia tetap tak lupa dengan jalur pendidikan. 

Julie Sulianti Saroso di kemudian hari mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Jenderal Pencegahan Pemberantasan dan Pembasmian Penyakit Menular (P4M) di tahun 1975, selepas ia mengundurkan diri, 

ia kembali diangkat sebagai Kepala Badan Penelitian Serta Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan hingga tahun 1978 di tahun yang sama, 

diangkat menjadi anggota tim Perumus dan Evaluasi Program Utama Nasional Bidang Ristek, guna membantu menristek RI saat itu, tak berhenti sampai disitu, pada tanggal 1 Januari 1979 beliau diangkat jadi Staff Ahli Menteri Kesehatan,
  
Logo Baru kemenkraf
Images Source : ( rspi-suliantisaroso.com )


sungguh cemerlang karier beliau karena pada tahun tersebut ia juga ditunjuk sebagai anggota Board of Trystess of The International Center of Diarhoel Disease Research Bangladesh dengan menjabat Chairman of The Board sampai Tahun 1980, 

di tahun 1981 menjadi Penasehat Proyek Perintis Bina Keluarga dan Balita di bawah naungan Menteri Muda Urusan Peranan Wanita, di tahun 1982, 

juga sebagai tahun kelahiran ane ini hehehe dia sudah diangkat menjadi Dosen di Lembaga Kedokteran Gigi Dinas Kesehatan Angkatan Laut. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Gugus Tugas Penyusunan Rencana Lima Tahun PELITA II Sektor Kesehatan, 

serta mewakili pemerintah RI di sidang - sidang international di bidang yang memang sudah menjadi pekerjaannya sehari - hari yaitu di bidang kesehatan, 

beliau juga menjadi anggota beberapa oraganisasi - organisasi international seperti WHO Expert Committee of Maternity and Child Health, komisi PBB Community Development di Negara - Negara Afrika, Honorary Society on Public Health Delta Omega, 

WHO Expert Committee of International Surveilance of Communicable Diseases, Jabatan sebagai Presiden of The World Health Assembly pun pernah diembannya, 

anggota di Badan Eksekutif WHO, juga di dalam negeri ia menjadi anggota Komisi Nasional Kedudukan Wanita Indonesia, 

Jejak karier Dr Julie Sulianti Saroso baik di dalam maupun di luar negeri memang cemerlang, berbagai jabatan pernah ia duduki. 

Dalam masa - masa perjuangan kemerdekaan RI, Julie atau sebagian orang memanggilnya Sul sempat bekerja di RS Umum Pusat di Jakarta kini RS tersebut dikenal dengan nama Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM)

bahkan ketika ibu kota negara pindah ke yogyakarta ia pun pindah di yogyakarta ia menjadi Dokter Republiken serta bekerja di RS Bethesda Yogyakarta, selain sebagai dokter perjuangan di yogyakarta ia juga bergabung dengan berbagai organisasi - organisasi taktis seperti Wanita Pembantu Perjuangan, 

Putera Puteri Indonesia, dan Kowani, yang kerap membantu mengirim obat - obatan ke para gerilyawan perang, beliau juga salah satu penggaggas gerakan Keluarga Berencana (KB), melalui RRI Yogyakarta dan Harian Kedaulatan Rakjat
  
Logo Baru kemenkraf
Images Source : ( Buku autobiografi Soeharto. )


ia menyampaikan gagasan tentang pendidikan seks, penggunaan berbagai alat kontrasepsi, hingga ke tahap pengendalian kehamilan dan kelahiran, bagi dirinya kemiskinan akan mempengaruhi kekurangan nutrisi serta buruknya kesehatan bagi ibu dan anak, kelahiran tak terkontrol, berangkat dari hal tersebutlah ia menekankan gagasan Keluarga Berencana (KB)

Selama hidupnya Dr Julie Sulianti Saroso juga banyak meraih piagam baik dari dalam maupun dari luar negeri, 

berikut deretan piagam yang berhasil diraihnya : 

01. Piagam pengabdian dan jasa dalam  
      meningkatkan usaha kesehatan (hygiene dan 
      sanitasi) dari Menteri Kesehatan. 

02. Piagam dari Pemerintah India atas Jasanya
      dalam Meningkatkan Kesehatan Masyarakat. 

03. Piagam Pegawai Teladan dari Menteri Kesehatan. 

04. Bintang Mahaputra Pratama dari Presiden RI 
      tahun 1975. 

05. Bintang Penghargaan dari WHO South-East Asia 
      Regional Committee. 

06. Piagam Penghargaan dari WHO Jenewa atas 
      Partisipasinya dalam membasmi penyakit cacar 
      di dunia. 

07. Piagam dari IDI atas semangat pengabdiannya 
      yang luar biasa kepada dunia kedokteran dan 
      kesehatan indonesia. 

08.Piagam penghargaan dari Queensland Institute of 
     Medical Research, Brisbane Australia. 

Beliau juga tercatat sebagai salah satu dari dua orang wanita dari benua asia pemangku jabatan Presiden Majelis Kesehatan Dunia (World Health Assembly) di tahun 1970, 

di posisi sebelumnya diduduki wanita asal india yang bernama Rajkumari Amrit Kaur yang menjabat di tahun 1950, 

Jasa-Jasanya Dikenang Hingga Kini
  
Logo Baru kemenkraf
Images Source : ( insanmedika )
untuk menghargai jasa - jasanya di bidang kesehatan maka disematkanlah nama Sulianti Saroso pada sebuah rumah sakit di daerah jakarta dibangun atas kerjasama Republik Indonesia dengan Negara Jepang, 

dan diberi nama Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr Sulianti Saroso dan diresmikan oleh Menteri Kesehatan saat itu Dr. Adhyatama dihadiri oleh Duta Besar Jepang untuk Indonesia Mr. Michiko.

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg