BREAKING NEWS

7 Satwa Liar yang Cuma Bisa Ditemukan di Indonesia


7 Satwa Liar yang Cuma Bisa Ditemukan di Indonesia

Setiap tanggal 4 Oktober, publik merayakan Hari Satwa Sedunia. Dan Indonesia, sebagai negara tropis menjadi rumah bagi banyak sekali satwa langka.

Mulai dari Sabang sampai Merauke, kamu bisa menemukan banyak sekali satwa dengan keunikannya masing-masing. Bahkan, beberapa di antaranya cuma bisa ditemukan di Indonesia, lho.
Sayangnya, deretan satwa ini tengah dalam ancaman kepunahan. Untuk itu, kita sebagai warga Indonesia yang baik wajib untuk terus menjaga kelangsungan hidup mereka.

Nah, penasaran nggak sih satwa apa saja yang cuma ada di Indonesia? Langsung aja cek di bawah ini, yuk!

Orang Utan (Pongo Abelii)


Buat satwa yang satu ini, pasti familiar banget. Nggak cuma di Indonesia, nama besar orang utan pun harum di telinga masyarakat dunia. Berasal dari keluarga besar kera, orang utan berstats sebagai mamalia arboreal terbesar di dunia. Dengan rambut panjang dan kusut berwarna merah gelap, orang utan dewasa mampu mencapai dimensi berat hingga 90 kilogram. Buah-buahan dan sayur mayur menjadi makanan sehari-hari bagi orang utan. Menariknya, Indonesia memiliki dua jenis orang utan yang dapat ditemukan habitatnya di Sumatera dan di Kalimantan.

Komodo (Varanus komodoensis)

Images Source : ( southeastasiabackpacker.com )

Dijuluki Naga, komodo sebenarnya berasal Australia. Para komodo menyebar dan mencapai Pulau Flores sekitar 900 ribu tahun lalu. Sedangkan hilangnya komodo dari Australia terjadi sekitar 50 ribu tahun lalu. Komodo dikenal sebagai reptil terbesar di dunia dengan berat sekitar 70 kg (komodo di alam bebas), sedangkan di penangkaran, berat komodo bisa mencapai 166 kg. Meskipun badannya sangat berat, namun gerakannya tidak lamban. Saat mengejar mangsa, ia bisa berlari dengan kecepatan 20 km per jam. Angka itu cuma 4 km lebih lambat dari kecepatan rata-rata lari manusia.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae)

Images Source : (RICK STEVENS/ARONGA ZOO/AFP)

Punya nama latin Panthera tigris sumatrae, harimau Sumatera merupakan salah satu dari enam spesies harimau yang masih bertahan hidup di muka bumi. Punya wajah yang garang, harimau Sumatera punya kulit yang paling gelap dengan corak hitam, oranye tua dan putih. Dengan berat mencapai 140 kilogram, harimau Sumatera memangsa rusa, babi hutan dan muncak sebagai makanannya. Saat mencari makan, harimau akan mengintai, mengendap, melompat lalu menyergap dan mematikan mangsanya dengan kaki pendek tapi kokoh. Kekuatan utamanya adalah tenaga, bukan daya berlari jauh dalam waktu lama.

Harimau adalah kucing terbesar di muka bumi. Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) merupakan satu dari enam sub-spesies harimau yang masih bertahan hidup hingga saat ini. Harimau Sumatera memiliki tubuh yang relatif paling kecil dibandingkan semua sub-spesies harimau yang hidup saat ini. Warna kulit Harimau Sumatera merupakan yang paling gelap dari seluruh harimau, mulai dari kuning kemerah-merahan hingga oranye tua. Satwa ini masuk dalam status Kritis (Critically Endangered).

Berdasarkan data tahun 2004, jumlah populasi Harimau Sumatera di alam bebas hanya sekitar 400 individu saja. Harimau Sumatera menghadapi dua jenis ancaman untuk bertahan hidup: mereka kehilangan habitat karena tingginya laju deforestasi dan terancam oleh perdagangan ilegal dimana bagian-bagian tubuhnya diperjualbelikan dengan harga tinggi di pasar gelap untuk obat-obatan tradisional, perhiasan, jimat, dan dekorasi. Di alam liar, Harimau Sumatera hanya dapat ditemukan di Pulau Sumatera, Indonesia.
 

Kera Tarsius (Tarsius pumilus)

Sumber Gambar : ( Youtube.com )
Selain Orang Utan, Indonesia punya satu primata kecil yang unik banget, keraa tarsius. Unik, karena kera ini menyerupai burung hantu dengan kedua mata yang terus terbuka. Mata ini dapat digunakan untuk melihat dengan tajam dalam kegelapan tetapi sebaliknya, hewan ini hampir tidak bisa melihat pada siang hari Punya tubuh berwarna cokelat, tarsius punya mata besar dengan telinga menghadap ke depan. Kemampuan tarsius adalah dapat melompat sejauh tiga meter dari satu pohon ke pohon lain. Tarsius dapat kamu temui di Sulawesi Utara hingga Sulawesi Selatan.

Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis)

Sepasang badak Sumatera di Taman Nasional Way Kambas, Lampung. | Yayasan Badak Indonesia /EPA

Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis), adalah satu-satunya badak Asia yang memiliki dua cula. Badak Sumatera adalah badak yang memiliki ukuran terkecil dibandingkan semua sub-spesies badak di dunia, meskipun masih tergolong hewan mamalia yang besar. Badak Sumatera adalah penjelajah dan pemakan buah (khususnya mangga liar dan buah fikus), daun-daunan, ranting-ranting kecil dan kulit kayu. Mereka lebih menyukai dataran rendah, khususnya di hutan-hutan sekunder di mana banyak terdapat sumber makanan yang tumbuh rendah. Badak Sumatera hidup di alam dalam kelompok kecil dan umumnya menyendiri.

Anoa (Bubalus quarlesi)

7 Satwa Liar yang Cuma Bisa Ditemukan di Indonesia

Hewan yang satu ini dapat kamu temukan di sekitar Sulawesi Tenggara. Berstatus sebagai hewan herbivora, anoa masuk ke dalam spesies lembu kecil. Dengan berat bisa mencapai 300 kilogram, anoa adalah hewan yang hidup menyendiri. Hewan ini dikategorikan sebagai hewan semi soliter atau hewan yang hidup sendiri atau hidup bersama pasangannya. Untuk bertahan hidup, anoa membutuhkan mineral yang cukup. Mineral sendiri bisa didapatkan dari air laut maupun garam alam yang ada di pegunungan.

Kucing Borneo ( Pardofelis Badia )


7 Satwa Liar yang Cuma Bisa Ditemukan di Indonesia
Punya nama latin Pardofelis Badia, kucing Borneo adalah salah satu raja hutan liar di pedalaman Kalimantan. Meski ukurannya lebih kecil dari kucing pada umunya, kucing Borneo terlihat cantik karena bentuk telinga yang bulat dengan warna merah di sekujur tubuhnya. Tubuh seekor kucing borneo biasanya berukuran antara 50 sentimeter hingga lebih dari 60 sentimeter, dengan berat 3 hingga 4 kilogram. Dari keseluruhan panjang tubuh kucing borneo, ekor merupakan bagian yang panjang. Sekilas, kucing merah atau kucing Borneo tampak seperti Jaguarundi, spesies kucing imut asal Amerika, yang juga memiliki ekor panjang.

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg