BREAKING NEWS

Kementerian Luar Negeri Imbau Wisatawan Indonesia Tetap Tenang Terkait Cacar Monyet


Cacar Monyet - NusaPedia - Virus Cacar Monyet - Bagi kamu yang berencana untuk ke Singapura dalam waktu dekat tampaknya harus berhati-hati. Pasalnya, pada 9 Mei 2019, kementerian Kesehatan Singapura telah mengumumkan terjadinya kasus pertama Cacar Monyet (monkeypox) di Singapura.Kasus ini terjadi pada seorang warga Nigeria yang diduga sempat mengkonsumsi daging satwa liar di sebuah resepsi pernikahan di Nigeria, sebelum memasuki Singapura. 

Daging satwa liar sendiri merupakan salah satu sumber penularan virus Cacar Monyet.Melihat kasus ini, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengimbau wisatawan dan masyarakat Tanah Air yang berada di Singapura untuk tetap tenang.
"Kami mengimbau Anda yang sedang berada di Singapura untuk tetap tenang dan mengikuti perkembangan situasi ini melalui media lokal maupun laman Kementerian Kesehatan Singapura  ujar perwakilan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, seperti dikutip dari situs resminya. - https://www.moh.gov.sg
Lebih lanjut, Kementerian Luar Negeri juga mengimbau untuk masyarakat dan wisatawan Indonesia yang berencana untuk bepergian ke negara-negara Afrika Tengah dan Barat agar tetap menjaga pola hidup higienis. Wisatawan juga diimbau menghindari kontak kulit langsung dengan bangkai hewan atau mayat, dan tidak mengkonsumsi daging satwa liar, seperti monyet, kadal, buaya, ular, dan sebagainya.
"Apabila Anda memiliki gejala-gejala tertentu seperti demam, sakit kepala, pembengkakan kelenjar getah bening, dan ruam-ruam, setelah mengunjungi negara-negara di Afrika Tengah dan Barat, segera kunjungi dokter atau fasilitas medis untuk mendapatkan perawatan," pungkas perwakilan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

Awas Cacar Monyet, Virus Asal Afrika

Pemerintah Kota Batam memperketat pengawasan terhadap penumpang kapal dan pesawat dari Singapura untuk mengantisipasi Virus Cacar Monyet.Antisipasi itu diklaim dilakukan setelah otoritas Singapura mengumumkan seorang warga Nigeria terbukti terjangkit dan membawa Virus Cacar Monyet dari negaranya.Meski virus ini dinilai tidak mematikan, ruang isolasi dan alat pendeteksi suhu tubuh disiagakan di pintu masuk Batam, kota terbesar di Indonesia yang sekaligus terdekat dari Singapura.
“Seluruh rumah sakit swasta dan puskesmas kami minta waspada. Kalau ada yang mencurigakan, langsung rujuk ke RS Embung Fatimah dan RS BP Batam,”
 kata Kepala Dinas Kesehatan Batam, Didi Kusmarjadi, Senin (13/5/2019) sebagaimana dilansir BBC.
Batam dan Singapura berjarak sekitar satu jam perjalanan laut. Merujuk data imigrasi, warga asing terbanyak yang masuk ke Batam berasal dari negara tersebut.Kepada BBC News Indonesia, Didi mengatakan sebagai salah satu pintu gerbang Indonesia, Batam mempunyai strategi kontingensi menghadapi potensi masuknya virus penyakit dari luar negeri.

Selama ini, kata Didi, otoritas Batam terbiasa menelisik virus MERS-CoV yang diidap jemaah haji yang baru pulang dari Timur Tengah. “Kami sudah memiliki rencana, terutama program karantina manusia. Kami sering menangani jemaah haji. Kami rawat, isolasi, dan ternyata banyak yang negatif,” tuturnya.Merujuk kantor berita Reuters, virus cacar monyet yang masuk ke Singapura diduga melalui seorang warga Nigeria. Laki-laki berusia 38 tahun itu disebut telah lebih dulu terinfeksi cacar monyet sebelum mendarat ke Singapura, (28/4) lalu. Ia diperkirakan terjangkit virus ini setelah mengkonsumsi daging binatang liar.


Kini sekitar 23 orang yang berinteraksi dengan pria Nigeria itu tengah dikarantina selama 21 hari sebagai pengawasan penyebaran virus, kata Kementerian Kesehatan Singapura.Penyebaran virus ini pertama kali dilaporkan dari Afrika kawasan barat dan tengah pada dekade 1970-an. 

Deteksi virus cacar monyet pertama di luar Afrika terjadi di Amerika Serikat, tahun 2003.September 2018, Inggris mengumumkan kasus Virus Cacar Monyet pertama di negara mereka, yang diduga berkaitan dengan perjalanan seseorang dari Nigeria. Otoritas kesehatan Singapura menyebut cacar monyet dapat menyerang manusia antara dua hingga empat pekan.Gejala awal pengidapnya adalah demam, sakit kepala, dan penyebaran semacam jerawat, yang berisi cairan bening atau nanah, ke berbagai bagian tubuh.

Didi Kusmarjadi, Kadis Kesehatan Batam, menyebut virus ini dapat merasuk ke tubuh manusia yang mengkonsumsi daging binatang liar, antara lain monyet dan hewan pengerat.

Hingga saat ini, kata Didi, belum terdapat bukti ilmiah yang menyebut Virus Cacar Monyet dapat menular akibat kontak antarmanusia. “Kalau kita mengkonsumsi hewan yang terkontaminasi virus cacar monyet, baru kita dapat tertular,” ujarnya.Direktur Eksekutif Pusat Penyakit Menular Singapura, Leo Yee Sin, menyebut virus cacar monyet tidak lebih menular ketimbang flu. 

A monkeypox patient in the Democratic Republic of the Congo during an outbreak in 1997. PHOTO: CDC/ BRIAN W.J. MAHY 
Dengan argumentasi itu, seperti dilansir AFP, Leo memperkirakan, “risiko penyebaran cacar monyet di Singapura sangat rendah.”Dinas Kesehatan Batam mengkategorikan cacar monyet sebagai self-limiting disease atau penyakit yang dapat hilang dengan sendirinya dari tubuh manusia.Cacar air disebut dapat mematikan jika diidap seseorang yang mengalami komplikasi penyakit.“Penderitanya bisa meninggal kalau mengalami komplikasi akut. 

Kalau hanya terkena virus dan daya tahan tubuh baik, bisa sembuh sendiri. Warga Indonesia umumnya sudah imunisasi cacar, jadi 75% tubuh kita bisa terlindungi dari virus ini,” kata Didi Kusmarjadi.Bagaimanapun, Badan Kesehatan Dunia (WHO) pernah mendesak otoritas medis di setiap negara untuk segera mengidentifikasi kasus cacar monyet untuk menghentikan potensi wabah.Masyarakat di kawasan terjangkit Virus Cacar Monyet diminta menghindari kontak langsung dengan primata, hewan pengerat, dan orang yang tengah mengidap virus tersebut.

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg