BREAKING NEWS

Kota Xian : Menjelajahi Jejak Tiongkok Purba di Museum Banpo


Kota Xian tetap mempertahankan warisan heritage. Gedung-gedung berarsitektur Tiongkok kuno tetap dilestarikan. Menghadirkan pemandangan yang sangat menawan. Untuk mengetahui jejak peradaban Tiongkok purba, berkunjunglah ke Museum Banpo.Konon, peradaban Banpo merupakan peradaban purba yang ada di daratan Tiongkok. Situs ini ditemukan pada 1953 dan kemudian pada 1957 baru dibangun museum. 

Museum Banpo
Budaya yang sudah berumur lebih dari 6000 tahun ini terus diteliti. Sebagai penanda kawasan Museum Banpo terdapat fasade berbentuk segitiga.Desa Banpo merupakan sebuah desa kuno dengan peninggalan peradaban sangat tua. Desa tersebut dulunya dikelilingi Sungai Wei. Penduduk Banpo ditengarai hidup di akhir zaman batu.Kini, situs Banpo dijadikan museum arkeologis peradaban neolitikum Tiongkok. 

Sejak dibuka pada 1958, museum itu telah dikunjungi lebih dari 20 juta orang.Di dalam bangunan museum dengan struktur baja mirip kubah itu terdapat sisa-sisa reruntuhan Desa Banpo. Semuanya masih seperti aslinya, termasuk urukan tanah. Dari reruntuhan bisa disaksikan Banpo pada zamannya adalah desa berbentuk oval yang berdiri di atas lahan sekitar 50 ribu meter persegi. Di sanalah kemudian berdiri sekitar 500 rumah khas suku Banpo yang berukuran besar, sedang, dan kecil. Di lahan itu juga terdapat 200 gudang dan 250 kuburan.

Proses berdirinya rumah-rumah di Desa Banpo bisa disaksikan lewat layar komputer yang teronggok di salah satu ruangan. Umumnya, rumah mereka terbuat dari kayu dan berlantai tanah, berbentuk lingkaran dengan dindingnya membentuk kerucut ke atas.
Kota XianAdapun atapnya adalah jerami.Di sekeliling rumah dibuat parit untuk mencegah hewan-hewan seperti ular mendekat. Di dalam rumah, setiap ruangan dibedakan dengan tinggi-rendah lantai tanahnya. Misalnya, lantai ruang depan lebih tinggi dibanding dapur. Kontur tinggi-rendah lantai itulah yang hingga kini masih terlihat jelas.

Kehidupan Desa Banpo kian menarik ketika para ahli menemukan benda-benda artefak berbahan tembikar yang digunakan saat itu. Dari hasil penggalian, para ahli juga menemukan perkakas dari batu yang berjumlah sekitar 10 ribu buah dan kini tersimpan rapi di museum.Peradaban Banpo ini berdasarkan budaya garis ibu (matriakat). 

Dalam masyarakat Banpo ibu lebih punya peran seperti yang disajikan dalam diorama.Ihwal peran wanita yang mendominasi dalam kehidupan Desa Banpo. Wanita merupakan tulang punggung keluarga. Pekerjaan seperti menenun, memelihara unggas, dan pekerjaan rumah tangga lainnya mereka lakukan sendiri. 

Sedangkan kaum pria hanya berburu dan memancing. Museum Banpo ini juga menyediakan berbagai kegiatan yang mengajak kita kembali ke jaman purba, antara lain membuat api, melubangi batu dan sebagainya.

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg