BREAKING NEWS

Aceh Gayo Lues : Menapaki Keindahan Negeri Diatas Awan


Aceh Gayo Lues - NusaPedia - Aceh Gayo Lues Merupakan salah satu destinasi wisata yang akan NusaPedia Bahas Pada kesempatan ini.Aceh Gayo Lues merupakan sebuah destinasi wisata peggunungan yang berada di Kabupaten Aceh Tengah yang juga populer dengan sebutan Dataran Tinggi Gayo mendapat tempat tersendiri bagi para pendatang.Dataran Tinggi Aceh Gayo Lues adalah daerah yang berada di kawasan pegunungan Aceh Tengah,Bener meriah dan Aceh Gayo Lues dengan tiga kota utamanya yaitu Takengon,Blangkejeren Dan Simpang Tiga Redelong

Aceh Gayo Lues

Aceh Gayo Lues

juga di kenal sebagai negeri seribu kopi, terdengar cukup unik nama yang di sandang dataran tinggi gayo, karena memang jika di telusuri lebih dalam mengenai sejarah dataran tinggi gayo maka tidak terlepas dari perkebunan kopi nan terkenal di masa silam, cikal bakal dari penjajahan belanda tanah gayo yang berujung pada pembukaan lahan untuk perkebunan kopi di dataran tinggi gayo.

Penduduk asli Kabupaten Aceh Gayo Lues adalah Suku Gayo. Mereka merupakan keturunan dari Batak Karo di Sumatera Utara. Bahasa daerahnya pun berbeda dengan bahasa daerah penduduk Aceh pada umumnya. Kota yang berhawa sejuk dengan keindahan alamnya yang luar biasa, dan berada di kawasan dataran tinggi Gayo. Komoditi-komoditi unggulan yang dipasarkan di Kota Takengon adalah komoditi-komoditi yang berasal dari dataran tinggi Gayo, seperti kopi Gayo (kopi arabika) yang terkenal yang diekspor ke Jepang, Amerika dan Eropa, tomat, markisa, sayur-sayuran, jagung, cabe dan kentang. markisa, tomat, cabe, jagung, sayur-sayuran, jeruk keprok Gayo, alpukat, tembakau dan damar.

Mengapa Anda Harus Kesana..?? 

Aceh Gayo Lues
Kota Takengon yang berada di dataran tinggi Gayo, merupakan kota tujuan wisata di Nanggroe Aceh Darussalam. Keindahan alamnya seperti tersembunyi karena berada di tengah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Objek wisata alam yang terkenal di sana adalah Danau Laut Tawar, yang menjadi kebanggaan masyarakat Takengon. Sebagian aktivitas masyarakat sekitar danau adalah sebagai nelayan. Ikan Depik [Rasbora Tawarensis], merupakan ikan khas Danau Laut Tawar Aceh Tengah.

Banyak wisatawan domestik maupun mancanegara yang datang ke Aceh Gayo Lues, mengunjungi dan menginap di sekitar Danau Laut Tawar. Selain objek wisata Danau Laut Tawar, terdapat tempat-tempat wisata lainnya di Kota Takengon, seperti Gua Puteri Pukes, Pantang Terong, pemandian air panas Wih Pesam, Bukit Terong (Puncak Khafi), Goa Loyang Koro, Pantai Menye, Pantai Ketibung dan Monumen Pacuan Kuda Tradisional [Evant ini biasanya dilakukan pada saat hari kemerdekaan].

Setidaknya ada 20 objek wisata yang dapat dikunjungi di Aceh Gayo Lues. Khusus mengenai perlombaan pacuan kuda, para jokinya biasanya anak usia sekolah. Mereka secara alami terlatih dan berani tanpa menggunakan pelana, yang hanya memakai kaus dan celana pendek berkuda dengan kencang.

Monumen Radio Rimba Raya 

 Aceh Gayo LuesRadio Rimba Raya sangat berperaan Indonesia dari agresi militer Belann penting dalam mempertahankda. Awal Desember 1948, Radio ini mengudara untuk memberitakan bahwa Negara Indonesia masih eksis kepada luar. 

Dari radio ini pula para pahlawan Aceh mengumandangkan perjuangan agar terus dilakukan untuk mempertahankan Negara Indonesia dari agresi Militer Belanda. Monument Radio Rimba Raya terletak di Kampung Rime raya, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah. Sebagai tempat yang sangat bersejarah terhadap keutuhan Bangsa Indonesia, tempat ini tidak boleh anda lupakan untuk dikunjungi.

Pemandian Air Panas Simpang Balik 

Tempat ini terletak sekitar 8 km dari ibukota Bener Meriah, Kota Redolong. Lokasi ini terletak di Simpang Balik, terdapat dua kolam pemandian air panas disini, satu kolam dikhususkan untuk perempuan dan satunya lagi untuk laki-laki. Tempat ini sangatlah cocok disinggahi untuk menghangatkan badan anda yang terasa dingin di dataran tinggi ini.

Danau Laut Tawar 

Aceh Gayo Lues
Danau Laut Tawar ini terletak di ibukota Aceh Tengah, yaitu di Kota Takengon. Danau ini menjadi mata pencaharian sebagian masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan, ikan khas di danau ini adalah ikan depik. Danau ini terletak di tengah Kota Takengon, Keindahan danau yang dikelilingi oleh pegunungan hijau membuat daya tarik wisatawan lokal dan mancanegara berkunjung dan menginap di sekitar danau ini.

Danau yang teduh ini terletak di sebelah timur Kota Takengon, di dataran tinggi Gayo (1.250 meter di atas permukaan laut), Kecamatan Lut Tawar, Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Ia merupakan danau terluas di Propinsi Aceh dengan luas sekitar 5.472 Ha, panjang sekitar 17 km dan lebar 5,5 km.

Suasana sejuk dan nyaman ditambah bukit-bukit yang mengelilingi dengan pohon pinus dan serangkaian vegetasi tropis dijamin akan membuat sobat quickers senang dan betah berada di sana. Di Danau Laut Tawar ini merupakan habitat ikan trout/ikan depik. Konon ikan trout yang berada di Takengon ini merupakan spesies satu-satunya di dunia yang berada di dDanau Laut Tawar.

Pacuan Kuda Tradisional Gayo 

Pacuan Kuda Tradisional merupakan salah satu atraksi yang sangat menarik dalam kebudayaan Gayo dan biasanya dilaksanakan di lapangan terbuka. Kegiatan ini dilaksanakan di seluruh tempat di dataran tinggi Gayo. Pacuan kuda ini memang sangat tradisional, karena para joki cilik tidak menggunakan pengaman dalam berlomba, seperti pelana kuda, alas kaki, dan pakaian seadanya. Ini akan menjadi tontonan yang sangat menarik, karena sangat berbeda dengan pacuan kuda modern.

Kolam Biru

Tempat ini terletak di kecamatan Tripe Jaya, Kabupaten Gayo Luwes. Kolam ini bukanlah kolam renang buatan manusia, tetapi kolam alami buatan Tuhan. Pastinya anda akan sangat penasaran jika tidak melihat langsung kolam berwarna biru ini.

Goa Loyang Koro 

Aceh Gayo Lues
di Desa Toweren Uken, 6 KM dari Kota Takengon menjadi pemberhentian berikutnya. Wilayah Aceh Tengah, khususnya Danau Laut Tawar merupakan danau vulkanis, yakni danau yang terbentuk dari letusan gunung berapi purba. Peristiwa tektonik dan vulkanis terus menerus mengubah wajah kawasan berabad-abad lamanya. Nggak heran, di seputaran danau yang konon merupakan sisa kawah ini, banyak ditemukan goa. Sejumlah goa tercatat berada di sekeliling danau, salah satunya adalah Goa Loyang Koro. 

Berasal dari bahasa setempat, Loyang berarti Goa sementara Koro berarti Kerbau. Di dalam goa, terdapat aneka bentuk macam stalagmit dan stalagtit yang menyerupai beberapa bentuk. Walaupun telah dipasang sejumlah lampu penerang dan jarak tidak terlalu dalam, namun senter sebaiknya tetap dibawa. Kehadiran seorang pemandu akan menjaga sekaligus menjelaskan sejarah goa ini lebih baik lagi. 

Goa dengan kedalaman 20 meteran ini konon dahulu digunakan sebagai penghubung antara wilayah Toweren Uken dengan Desa Isaq yang berjarak sekitar 35 KM jauhnya. Disebut Koro, sebab dahulu penggembalaan kerbau dilakukan melalui jalur ini untuk mencapai Desa Isaq dan sebaliknya. Sayang, jalur penghubung di dalam goa ini telah runtuh sehingga tidak bisa dimasuki lebih dalam.

Kesenian Khas dan Festival

Aceh Gayo Lues
Tidak hanya menjual kecantikan alamnya saja, Dataran Tinggi Gayo adalah rumah bagi tarian khas Aceh yang telah mendunia, Tari Saman. Tarian ini umum dibawakan pada saat-saat hari besar. Di belahan lain Indonesia atau dunia, Tari Saman ini umum dibawakan oleh sekelompok wanita. Namun di wilayah aslinya, Tarian ini dibawakan oleh sekelompok pria yang mengenakan pakaian adat yang menari dengan gerakan terkoordinir sambil melantunkan syair. Gerakan menepuk dada dan paha berulang kali dilakukan. Keindahan Tari Saman ini berasal dari koordinasi gerakan yang cukup cepat diantara para penarinya.

Kesenian lain yang menarik untuk diikuti dan biasanya dipentaskan saat hari besar atau perayaan serta kunjungan tamu negara adalah Didong. Serupa dengan Tari Saman, Didong juga menggunakan bunyi-bunyian, tepuk tangan, dan melantunkan syair yang senada laksana pantun. Sejumlah kelompok biasanya saling berbalas syair dalam pementasan Didong.

Wisata Kuliner

Aceh Gayo Lues
Cara lain untuk menikmati Kota Takengon adalah pada saat malam hari. Memang, dengan hukum syariat Islam yang dijalankan di seluruh wilayah Nanggroe Aceh Darussalam, diskotik hampir tidak mungkin berdiri di wilayah ini. 

Namun, yang mengasyikkan justru bukan itu. Banyak cara untuk menikmati malam hari di Takengon tanpa minuman keras. Bahkan, hiburan malam di wilayah ini tidaklah angker sama sekali. 

Melewati malam yang sejuk cenderung dingin di kota pegunungan Aceh Gayo Lues, pilihan hiburan yang ada ialah cafe. Sejumlah cafe buka di kota ini saat matahari mulai terbenam dan tutup terkadang selewat tengah malam. Menariknya, cafe bukan saja tempat berkumpul para anak muda saja, melainkan orang tua dan keluarga pun turut berkumpul di tempat ini. 

Jangan kaget apabila tembang-tembang terbaru dari Bruno Mars, Jennifer Lopez, atau Pitbull bisa terdengar dengan kencang walaupun tidak sampai membuat bising. Inilah hiburan malam ala Takengon. 

Minuman keras memang diharamkan sejalan dengan hukum Syariat Islam yang berlaku. Namun bukan berarti roda kegiatan cafe tidak bisa berputar. Dua minuman yang sangat khas dan menarik untuk dijajal ialah TST dan jus, terutama jus alpukat mengingat wilayah ini adalah penghasil alpukat yang cukup baik.
Aceh Gayo Lues
TST sendiri artinya adalah Teh Susu Telur, minuman yang populer di wilayah Sumatera bagian utara ini memang sedikit banyak mengingatkan pada Teh Talua asal Ranah Minang. Namun, di wilayah Aceh dan Sumatera Utara, nama TST jauh lebih terkenal, walaupun secara fisik dan rasa, kedua minuman tersebut sama. Selain TST dan jus alpukat, sejumlah makanan berat seperti nasi goreng, hingga mie Aceh dan aneka seafood baik bakar atau goreng hadir di tempat ini.

Sayang, tidak banyak rumah makan Aceh Gayo Lues yang menjual makanan khas mereka untuk ditawarkan kepada wisatawan. Walaupun ada sejumlah nama yang unik dan tampaknya menarik untuk dicoba, namun mencari makanan tersebut di warung makan umum atau restoran nampaknya bukan perkara mudah. Jarang bisa menemukan orang asli Gayo yang menjual makanan khas mereka. Salah satu yang masih cukup terkenal sebagai produk khas Gayo adalah Ikan Depik

Ikan ini, merupakan hewan endemik Danau Laut Tawar, diolah dengan cara digoreng. Konon, ikan ini selalu ada walaupun diambil seberapa banyak sekalipun. 

Namun, pada musim-musim tertentu, walaupun ikan tersebut cukup jelas terlihat di sudut-sudut danau, di pasaran agak susah menemukan ikan ini. Selain mahal apabila tidak musim, cukup sukar mencari rumah makan yang menjual ikan yang sudah digoreng ini. Cita rasa ikan ini pun tergolong unik karena ada sedikit rasa pahit pada bagian kepalanya, walau tetap enak untuk dimakan.

Seusai menikmati ikan depik goreng dengan nasi hangat, jangan lupa untuk menikmati secangkir Kopi Aceh baik varian Arabika ataupun Robusta. Umumnya, kopi Gayo yang dikenal adalah yang bercitarasa sedikit masam. Uniknya, rasa masam tersebut tidak terlalu kentara di tanah aslinya ini. Mungkin varian yang dihasilkan Dataran Tinggi ini memang sangat banyak sekali. 

Sedikit berbeda dengan makanan khas, kopi Gayo sangat mudah ditemukan di penjuru Kota Takengon, baik di rumah makan besar ataupun warung kecil sekalipun. Kopi sudah menjadi teman sehari-hari penduduk lokal. Tiada hari tanpa mengkonsumsi kopi. Jangan heran apabila anda disuguhkan kopi hingga tiga kali sehari, laksana minum obat!

Bagaimana Cara Saya Kesana ?

Aceh Gayo Lues
Untuk mencapai Aceh Gayo Luesi, bisa ditempuh dari dua wilayah, 
1). Banda Aceh, Dari terminal di banda aceh bisa dengan Travel [L300] dengan biaya sebesar 75.000 rupiah langsung ke takengon. Perjalanan kurang lebih sekitar 6-7 jam perjalanan. 

2). Via Medan, dari polonia naik ojek atau taxi kearah jalan gajahmada, ongkos untuk Ojek Sekitar Rp. 25.000 – 30.000, dengan Taxi bisa mencapai Rp. 45.000 – 55.000. Dijalan gajahmada cukup banyak Perusahaan bus yang menyediakan jasa angkutan sampai Takengon. Biaya yang diperlukan untuk ke takengon dari medan sekitar Rp. 150.000 

Untuk menjelajahi Aceh Tengah, sebaiknya perjalanan dimulai dari pagi hari, saat kehidupan mulai menggeliat, ketika kabut belum sepenuhnya pergi dari pegunungan di sekitar, dan kala dingin masih menusuk kulit. Keindahan Danau Laut Tawar bisa dinikmati dalam berbagai suasana, dan pagi hari adalah salah satu saat yang tepat untuk menikmatinya.
Aceh Gayo Lues
Segeralah tinggalkan Kota Takengon selepas makan pagi untuk bergegas menuju arah timur, menuju arah Danau Laut Tawar.Ojek becak motor yang berlalu lalang, atau yang parkir di dekat areal pasar Inpres Kota Takengon bisa dijadikan pilihan untuk berkeliling areal danau. Walaupun objek wisata di seputaran danau memang beragam dan banyak, namun yang cukup besar dan unik untuk dikunjungi hanya beberapa, itu pun dengan jarak yang cukup berjauhan. 

Oleh karena itu, kendaraan cukup wajib diperlukan untuk menghemat waktu tempuh. Apabila anda memiliki waktu terbatas, maka lupakanlah angkutan umum yang tidak mengelilingi seputaran danau. Memang, anda harus membayar lebih mahal untuk perjalanan ini, namun semua ini akan sebanding dengan kepuasan yang didapat. 

Takengon terletak hampir di tengah-tengah wilayah Nanggroe Aceh Darussalam. Tidak ada jalan mudah menuju ke kota ini. Walaupun telah memiliki bandara, yakni Bandara Rembele yang terletak di Kabupaten Bener Meriah, sekitar setengah jam perjalanan dari Kota Takengon, namun penerbangannya kurang bisa diandalkan dan tidak tersedia setiap hari. Agak merepotkan memang bagi para wisatawan yang ingin menuju Takengon apabila mereka harus mengikuti jadwal keberangkatan yang hanya dua kali seminggu dan hanya tersedia dari Kota Medan saja.

Aceh Gayo Lues
Pesawat yang melayani rute Medan – Takengon hanyalah NBA degan pesawat yang digunakan berkapasitas kecil sehubungan dengan landas pacu bandara ini yang “hanya” 1200 meter saja. Tiket sekali penerbangan berkisar Rp 300.000an. Bagi anda yang suka tantangan dan memiliki kebebasan waktu, barangkali bisa mencoba pesawat kecil yang terbang di bawah awan sambil menikmati pemandangan punggung Bukit Barisan yang menghijau dari ketinggian. Sudah pasti, pemandangan Danau Laut Tawar menjadi bonus bagi wisatawan yang datang melalui udara. Kesulitan tambahan bagi rute udara adalah tiket perjalanan. Tiket pesawat tersedia hanya melalui kantor penjualan tiket di Medan saja, belum tersedia secara online via internet.

Oleh karena itu, jalur yang sangat bisa diandalkan adalah jalur darat karena tersedia sepanjang minggu setiap hari dan pilihan jadwalnya banyak, bisa siang maupun malam hari. Dari Banda Aceh, waktu tempuh yang dibutuhkan sekitar 7 jam sementara dari Medan sekitar 10 jam. Kendaraan yang digunakan untuk melayani jalur darat merupakan minibus atau L300. Apabila anda berasal dari Medan dan menggunakan bus besar, anda harus turun di Bireun dan berganti moda. 

Semua kendaraan yang menuju jalur tengah Aceh dari Banda Aceh merupakan L300 dengan tarif sekitar Rp 80.000 untuk satu kali perjalanan. Perjalanan malam hari bisa menghemat waktu, namun perjalanan pagi hari memberikan anda bonus rute Bireun – Takengon yang melintasi lereng Gunung Geureudong yang luar biasa menawan.

Bagaimana Dengan Akomodasinya..??

Aceh Gayo Lues
Takengon bukanlah kota besar. Wilayah pusat kota ini bisa dikelilingi habis dalam satu hari, baik hanya dengan berjalan kaki saja. Tidak ada hotel berbintang atau jaringan hotel internasional di tempat ini. Hotel atau penginapan yang ada rata-rata merupakan hotel lokal walau tingkat pelayanannya cukup bisa diapresiasi. 

Hotel dan penginapan rata-rata terpusat di pusat kota, sekitar Pasar Inpres atau Jalan Lebe Kadir. Kota Takengon tidak berdekatan dengan Danau Laut Tawar sehingga hotel maupun penginapan di seputaran kota tidak memiliki pemandangan tepian danau yang cantik. Kalau anda tertarik untuk menikmati hotel dengan pemandangan tepian danau, bisa mencoba Hotel Renggali sekitar 2KM jauhnya dari Kota Takengon. 

Harga kamar pun bervariasi. Untuk Hotel Renggali mulai dari Rp 250.000 semalam, sementara harga hotel di pusat kota jauh lebih murah, dimulai sekitar Rp 80.000 semalam. Hotel di pusat kota, walaupun tidak memiliki pemandangan indah namun menawarkan kehidupan malam kota yang jauh lebih semarak serta kemudahan mencari kebutuhan dasar pelancong. Tidak sukar menemukan toko serba ada dan makanan ringan di pusat kota.

Kapan Sebaiknya Saya Kesana..??

Waktu Kunjungan terbaik ke Aceh Gayo Lues adalah pada bulan januari hingga agustus setiap tahunnya

Know Before You Go...!!!! 

  • Wanita lokal wajib mengenakan pakaian yang menutupi aurat serta jauh dari menonjolkan lekuk tubuh. Aturan ini longgar bagi masyarakat pendatang non-muslim karena di Aceh, hidup banyak suku bangsa.
  • Aturan berpakaian bagi pria pun serupa dengan wanita, yakni menutupi aurat. Hanya saja, pria masih boleh mengenakan celana selutut untuk kegiatan sehari-hari.
  • Pakaian muslim wajib dikenakan ketika akan memasuki Masjid atau Meunasah.
  • Tidak diperbolehkan melakukan Khalwat atau perbuatan mesum, apalagi bagi mereka yang bukan muhrim atau pasangan suami-istri sah. Perbuatan ini mencakup berpegangan tangan, apalagi pacaran berdua di tempat-tempat sepi.
  • Homoseksual sama sekali dilarang di dalam Syariat Islam.
  • Mengkonsumsi minuman keras (Khamar) dan berjudi (Maisir) adalah dilarang.
  • Berzinah atau berselingkuh bagi mereka yang belum atau sudah menikah akan mendapatkan hukuman cambuk atau rajam.
  • Pada saat adzan, terutama adzan magrib, masyarakat dihimbau untuk tidak berkeliaran di jalanan.
  • Wilayatul Hisbah adalah lembaga yang bertugas mengatur penerapan Syariat Islam di wilayah Nanggroe Aceh Darussalam. Polisi Syariat Islam-lah yang melakukan tugasnya, baik dalam hal menegakkan hukum, sekaligus memberikan sanksi.
Bagaimana Sahabat NusaPedia apakah anda ingin Menapaki Keindahan Negeri Diatas Awan ini,Jika Anda mengunjungi Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam,sempatkalah Untuk mengunjungi Aceh Gayo Lues Sebagai destinasi Wisata Anda.Mari Kita Dukung Indonesia sebagai destinasi wisata dunia.

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg