BREAKING NEWS

Sicike-cike : Menapaki Surga Anggrek Sumatera Utara


Sicike-cike - Taman Wisata Alam Sicike-cike - Sahabat NusaPedia Pada Kesempatan Ini NusaPedia ingin Membahas Mengenai Potensi Keindahan Taman Wisata Alam Yang Terletak Di kabupaten Dairi,Sumatera Utara.
Taman Wisata Alam Sicike-cike

Taman Wisata Alam Sicike-cike

Secara administratif masuk ke dalam Desa Pancur Nauli, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Propinsi Sumatera Utara. Pada umumnya keadaan topografi lapangan Taman Wisata Alam Sicike-cike sebagian besar cendrung datar, dengan ketinggian antara 1.500-2.000 m dpl.

Taman Wisata Alam Sicike-cike, yang secara administratif terletak di Dusun Pancur Nauli Desa Lae Hole II Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi, yang tak kalah bersaing dengan kawasan wisata lainnya.

"Secara administratif pemangkuan, kawasan Sicike-cike ini sebenarnya termasuk ke dalam wilayah seksi konservasi wilayah I berkedudukan di Sidikalang, Balai Besar KSDA Sumut," ujarnya.Namun, tempatnya yang terpencil yaitu sebelah utara dan selatan berbatasan dengan hutan lindung Adian Tinjoan, sebelah timur berbatasan dengan Desal Lae Hole II Pancur Nauli dan sebelah barat berbatasan dengan hutan Adian Tinjoan Kecamatan Kerajaan.

Taman Wisata Alam Sicike-cike
Pada awalnya status kawasan ini berdasarkan peta kawasan hutan provinsi daerah tingkat I Sumut sebagai lampiran dari SK Menteri Pertanian, ditunjuk sebagai hutan produksi terbatas. Barulah kemudian pada tahun 1989 ditetapkan perubahan fungsi hutan produksi terbatas danau Sicike-cike seluas 575 Ha menjadi Taman Wisata Alam.

Di samping keadaan alamnya sendiri yang potensial sebagai tempat wisata juga terdapat beberapa obyek yang dapat dinikmati, antara lain: keindahan danau, gejala alam dan lain sebagainya. Beberapa kegiatan wisata yang dapat dilakukan antara lain adalah lintas alam, berkemah serta foto hunting. Hutan Wisata Sicike-cike, dengan potensi flora dan fauna yang dapat dijadikan sebagai laboratorium penelitian hutan.
Keberadaan kawasan ini juga memberikan manfaat bagi penduduk sebagai sumber air resapan, bila dikembangkan akan menjai obyek wisata yang potensial pada masa mendatang. Kawasan ini juga mempunyai 3 buah danau saling berdekatan dan keadaan airnya yang tetap stabil

Mengapa Saya Harus Kesana ?

Taman Wisata Alam Sicike-cike
Taman Wisata Alam Sicike-cike juga dipercaya sebagai tempat asal tujuh marga etnis Pakpak pemegang hak ulayat di Kabupaten Dairi dan Kabupaten Pakpak Bharat. Ketujuh marga itu adalah marga Angkat, Bintang, Unjung, Kudadiri, Capah, Gajah Manik, dan Sinamo.

Hutan Taman Wisata Alam Sicike-cike, dengan potensi flora dan fauna yang dapat dijadikan sebagai laboratorium penelitian hutan.Tetapi perbukitan ini lebih penting secara ekologis karena tiga buah sungai yaitu Lae Pandaroh, Lae Simblln, dan Lae Mbilulu berhulu disana. Air minum dan irigasi di tiga kecamatan sangat tergantung pada kelestarian Hutan Sicike-Cike.

Taman Wisata Alam Sicike-cike
Lokasi taman wisata itu berjarak sekitar 170 kilometer dari kota Medan dengan jarak tempuh mencapai empat jam. Sedangkan dari Sidikalang, ibukota Kabupaten Dairi berjarak sekitar 21 kilometer. Menggunakan kendaraan roda empat selama 30 menit, tiba di Desa Lae Hole II. Kemudian dari desa itu dengan berjalan kaki 30 sampai 40 menit untuk menempuh jarak 2,5 kilometer, tibalah kita di kawasan Taman Wisata Alam Sicike-cike.

Kawasan yang curah hujannya cukup tinggi itu berada di antara 1.350 sampai 1.500 meter di atas permukaan laut dengan suhu udara yang sejuk. Taman wisata alam tersebut juga menyimpan beragam flora dan fauna yang unik dan menarik antara lain : Poksai Jambul Putih (Garullax leocphus), Kutilang (Pycnothus aurigaster), Itik Air (Anas supersiliosa), Murai Batu (Monticola solitarius), Enggang (Aceros sp.), ayam hutan (Gallus-gallus), Kucing Hutan (Felix bagalensis), Babi Hutan (Sus victatus), Beruang Madu (Heilartus malayanus), dan ,Monyet Ekor Panjang(Macaca fascicularis)

Taman Wisata Alam Sicike-cikeTumbuhan asli yang terdapat di sana antara lain : Samponus bunga(Dacrydium junghuhnii), Kemenyan (Styrax benzoin), Kecing (Quercus sp) dan Haundolok (Eugenia sp),  dan berbagai jenis Anggrek dan Kantung semar.(Naphentens sp)

Pada umumnya terdiri dari pepohonan baik yang berdaun lebar maupun berdaun jarum, antara lain: sampinur tali (Dacridius junghunii) dan sampinur bunga (Podocarpus sp), hoting (Quercus sp.), medang (Dehaasia oblanceel), meang (Plaquim sp), samponus bungan (Dacrydium junghuhnii), kemenyan (Styrax benzoin), kencing (Quercus sp), dan haundolok (Eugenia sp.).

Taman Wisata Alam Sicike-cike
Selain tanaman pepohonan tersebut, banyak dijumpai tanaman yang berbunga indah antara lain berbagai jenis anggrek, berbagai spesies herba, rotan liana, paku-pakuan, dan Bunga Rafllesia (Raflesia sp) Kantong Semar (Nepenthes sp.). Ada sekitar 5 spesies Kantong Semar yang di jumpai di TWA Sicike-cike yaitu antara lain: Nepenthes tobaica, Nepenthes spectabilis, Nepenthes reinwardtiana, Nepenthes rigidifolia, dan Nepenthes rhombicaulis. Selain itu juga dijumpai 2 (dua) spesies Kantong Semar hasil persilangan antara Nepenthes reinwardtiana dengan Nepenthes spectabilis atau Nepenthes tobaica.

Sejumlah hewan juga terlihat di Taman Wisata Alam Sicike-cike itu. Ada siamang, musang, itik liar, burung enggang,Serangga dan beragam jenis kupu-kupu dapat juga diamati hidup bebas di kawasan tersebut. Tak heran bila selain sebagai destinasi wisata alam, kawasan itu juga menjadi salah satu pusat pembelajaran konservasi alam.

Dengan potensi tersebut,Kawasan Taman Wisata Alam Sicike-cike berperan sebagai tempat perlindungan sistem penyangga kehidupan, lalu juga sebagai pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan, satwa dan ekosistemnya, serta sebagai tempat pemanfaatan secara berkelanjutan sumber daya alam hayati, ekosistem alami beserta keunikan-keunikan yang dimilikinya.

Bagaimana Cara Saya Kesana ?

Lokasi taman wisata itu berjarak sekitar 170 kilometer dari kota Medan dengan jarak tempuh mencapai empat jam. Sedangkan dari Sidikalang, ibukota Kabupaten Dairi berjarak sekitar 21 kilometer. Menggunakan kendaraan roda empat selama 30 menit, tiba di Desa Lae Hole II. Kemudian dari desa itu dengan berjalan kaki 30 sampai 40 menit untuk menempuh jarak 2,5 kilometer, tibalah kita di kawasan Taman Wisata AlamSicike-cike.

Bagaimana Dengan Akomodasinya ?

Desa Sicike-cike Merupakan Taman Wisata Alam Yang Berada Di wilayah kerja Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara,Sehingga Untuk Berkunjung Ke Kawasan Tersebut Anda Dapat Mengurus Surat Ijin Masuk Kawasan Konservasi(Simaksi) Ke Jalan Sisingamangaraja Km 5,5 No 14 Marindal-Medan  untuk menginap Dan Berkemah Dapat menjadi Alternatif Untuk Anda yang Ingin Menikmati Keindahannya.

Untuk Sahabat TravelEsia silakan mencoba dan rasakan Tracknya.Mungkin Homestay atau tinggal di kantor resort TWA Sicike-cike Adalah pilihan terbaik disana.selain menghemat biaya perjalanan anda juga dapat memperlajari kehidupan masyarakat di wilayah Sicike-cike

Kapan Sebaiknya Saya Kesana ?

Bila Sahabat NusaPedia tertarik mengunjungi Taman Wisata Alam Sicike-cike januari-hingga agustus adalah bulan kunjungan terbaik.dikarenakan wilayah sumatera utara pada bulan-bulan tersebut masuk kedalam musim kemarau sehingga kondisi jalan menuju lokasi wisata dapat di akses dengan mudah.

Know Before You Go...!!!!

  • Sangat bijak bila Anda selalu menyediakan air untuk diminum dalam kemasan yang mudah dibawa
  • Jas Hujan, Topi,Sleeping Bad Dan Sediakan Sepatu Boots
  • Disekitar lokasi, sesekali kita ada melihat papan peringatan yang menghimbau para pengunjung untuk tidak merusak lingkungan 
  • siapkan uang tunai sebelum mengunjungi Taman Wisata Alam Sicike-cike ini
Jadi bagaimana Sahabat NusaPedia Apakah Anda tertarik Untuk Menapaki Surga Anggrek Sumatera Utara Ini,Jika Anda Berkunjung ke Sumatera Utara ,Sempatkanlah mengunjungi Taman Wisata Alam Sicike-cike , Gunung Sibuatan, Wisata Alam Tinggi Raja sebagai destinasi wisata anda,Mari Kita Dukung Indonesia Untuk Menjadi Destinasi Wisata Dunia

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg