BREAKING NEWS

Gunung Krakatau : Menelisik Sejarah Erupsi Maha Dahsyat


Gunung Krakatau - Siapa Yang Tak Kenal Dengan Nama Gunung Yang Satu Ini Kedahsyatan Letusan Dan Erupsinya mneyebabkan abad kegelapan di muka bumi dan berakhirnya peradaban Persia purba, beralihnya bentuk Kerajaan Romawi ke Kerajaan Byzantium, berakhirnya peradaban Arabia Selatan, punahnya kota besar peradaban Maya, peradaban Tikal, serta peradaban Nazca di Amerika Selatan.

Gunung Krakatau

Tidak Hanya membuat sebuah bencana yang sangat dahsyat terjadi di abad 5 atau 6 Masehi dan mengakibatkan Abad Kegelapan di seluruh dunia. Ice Cores di Antartika dan Greenland juga mencatat jejak ion sulfate vulkanik berumur 535-540 M dan diperkirakan kiriman bencana dahsyat Gunung Purna Krakatau

Dan Tak Kalah Dari Itu,Suara letusan itu terdengar sampai di Alice Springs, Australia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika, 4.653 kilometer. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali bom atom yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II.

Krakatau Purba diperkirakan para ahli berlangsung 10 hari dengan kecepatan muntahan massa mencapai 1 juta ton per detik. Ledakan tersebut telah membentuk perisai atmosfer setebal 20-150 meter. bencana ini juga menurunkan temperatur bumi sebesar 5-10 derajat dalam kurun waktu 10 hingga 20 tahun dan menimbulkan penyakit sampar bubonic (Bubonic plague) karena temperatur bumi yang mendingin. Bahkan penyakit sampar ini juga secara signifikan mengurangi jumlah penduduk di muka bumi saat itu.

Letusan gunung di Selat Sunda ini pernah tercatat dalam sebuah teks Jawa Kuno berjudul “Pustaka Raja Parwa” tahun 416 Masehi. Keterangan ini diperkuat pernyataan dua pakar geologi asal Belanda yaitu Verbeek (1885) dan Berend George Escher (1919, 1948). Keduanya lama bekerja di Indonesia dan melakukan penyelidikan tentang sejarah letusan Krakatau. B.G. Escher menyetujui bahwa yang dimaksud teks kuno Jawa tersebut adalah sebuah gunung yang kemudian dikenal sebagai Krakatau Purba yang pernah meletus.

Teks Jawa kuno “Pustaka Raja Parwa” menceritakan bagaimana dahsyatnya letusan gunung purba ini.
Ada suara guntur yang menggelegar berasal dari Gunung Batuwara. Ada pula goncangan bumi yang menakutkan, kegelapan total, petir dan kilat. Kemudian datanglah badai angin dan hujan yang mengerikan dan seluruh badai menggelapkan seluruh dunia. Sebuah banjir besar datang dari Gunung Batuwara dan mengalir ke timur menuju Gunung Kamula. Ketika air menenggelamkannya, Pulau Jawa terpisah menjadi dua, menciptakan Pulau Sumatera.
Akibat ledakan yang hebat itu, tiga perempat Krakatau Purba hancur dan menyisakan kaldera (kawah besar) di Selat Sunda. Sisi-sisi kawahnya kemudian dikenal sebagai Pulau Rakata, Pulau Panjang, dan Pulau Sertung.

Setelah 200 tahun tertidur, kemudian terjadi letusan kecil di Gunung Krakatau. Itulah tanda-tanda awal akan terjadinya lanjutan sebuah letusan dahsyat di Selat Sunda. Ledakan kecil ini kemudian disusul letusan kecil beruntun hingga puncaknya terjadi pada 26-27 Agustus 1883 dan tidak akan dilupakan penduduk Pulau Jawa dan Sumatera, bahkan penghuni Bumi.

Korban tewas resmi yang dicatat pemerintah Hindia Belanda adalah 36.417 jiwa, meskipun beberapa sumber memperkirakan lebih dari 120.000 jiwa.  Korban yang tewas berasal dari 295 kampung di kawasan pantai mulai dari Serang hingga Cilamaya di Karawang, pantai barat Banten hingga Tanjung Layar di Pulau Panaitan serta ke Sumatera Selatan. Di Ujung Kulon, tsunami masuk sampai 15 km ke arah barat. Gelombang tsunami juga merambat hingga ke Hawaii, pantai barat Amerika Tengah, dan Semenanjung Arab yang jauhnya 7 ribu km. Ada laporan yang didokumentasikan dimana tengkorak manusia mengambang di atas rakit di Samudra Hindia sampai satu tahun setelah letusan.

Mengapa Saya Harus Kesana ?

Keindahan Anak Gunung Krakatau tak pelak mengundang banyak turis lokal dan mancanegara mengunjunginya, walau masih dikategorikan aktif dan berbahaya.

Gunung Krakatau adalah salah satu Gunung berapi yang masih aktif hingga kini. Namun Gunung Krakatau meyimpan potensi wisata yang cukup menarik. Seperti apa keindahan Gunung Krakatau yang terletak di selat sunda ini, berikut pemaparannnya:

Apa yang terlintas di benak anda jika mendengar Gunung Krakatau ?. Tentu saja Gunung berapi yang masih aktif yang pernah meletus dengan dahsyat pada tahun 1883 silam. Ternyata dibalik peristiwa bersejarah itu, Gunung Krakatau memiliki pesona keindahan yang luar biasa. Ditempuh kurang lebih dua jam dari pelabuhan bakauheni lampung, anda akan disajikan keajaiban alam yang terletak di selat sunda tersebut. 

Potensi wisata Gunung Krakatau memang cukup menarik perhatian wisatawan asing maupun domestik. Laut yang biru dan hijaunya Gunung menjadi pemandangan yang tak terlupakan. Kita bisa melihat kapal kapal tradisional berlayar di sekitar kawasan Gunung Krakatau. Kawasan ini memang menjadi andalan bagi pemerintah propinsi lampung untuk menjaring wisatawan. Hal ini dikatakan oleh kepala dinas kebudayaan dan pariwisata kabupaten lampung selatan, erlan mardiyanto. Gunung Krakatau menawarkan potensi wisata alamnya selain wisata bahari.  

Jika anda menyenangi petualangan alam dan bahari, tak ada salahnya anda mencoba berwisata ke kawasan Gunung Krakatau ini. Siapa tahu anda beruntung dapat menyaksikan anak Gunung Krakatau yang sedang mengeluarkan lava panasnya.

Selain Rakata, letusan ini pun menciptakan 2 pulau kecil disekelilingnya, yaitu Pulau Panjang dan Pulau Sertu. Namun ke-2 Pulau tersebut tidak membentuk dan berbahaya. Umumnya turis menyaksikan keindahan Gunung Rakata pada malam hari. Seluet dan pendar cahaya di kejauhan yang berasal dari kapal atau kilat sangat memukau. Hembusan angin dan kicauan burung-burung kecil yang berterbangan menambah ketakjuban akan kekayaan alam.

Menyaksikan alam sekitarnya membuat saya serasa tak mau beranjak, termasuk lima turis asing yang bersama saya ketika itu. Dalam suasana takjub saya berfikir, "alangkah pemurahnya Tuhan bagi Indonesia". Kekayaan alam yang wajib kita pelihara, Indahnya Krakatau, indahnya Indonesia.

Bagaimana Cara Saya Kesana ?

Untuk mencapai Pulau Rakata, jarak yang ditempuh lumayan jauh. Dari Jakarta,, memakan waktu sekitar 4-5 jam hingga ke hotel tempat transit untuk menginap dengan menggunakan mobil, sebelum melanjutkan perjalanan ke lokasi.

Untuk menyewa speedboat Anda perlu membayar Rp. 3,000,000. Biaya ini termasuk makan siang, snack, minuman dan tiket masuk ke Cagar Alam Krakatau. Jumlah maksimal penumpang dalam speedboat adalah 6 orang. Biaya tidak termasuk asuransi dan juga tips kepada guide. Perjalan ini pasti membuat anda puas . 

Speedboat tidak hanya dilengkapi dengan peralatan keamanan yang memadai tetapi juga sangat bersih. perjalanan panjang dari Jakarta ke Carita sedikit terobati dengan melihat speedboat bagus dan berkecepatan tinggi ini

Guide dan Speedboat sudah menunggu anda di depan Lippo Carita untuk melakukan penyeberangan ke Krakatau. Sebelum berangkat guide memberikan pengarahan mengenai hal-hal apa saja yang akan anda lakukan di sana: hiking dan snorkeling. Selain itu anda diingatkan pula untuk selalu bersama untuk mempermudah koordinasi serta turut menjaga kebersihan di sana.

Bagaimana Dengan Akomodasinya ?

Akomodasi penginapan untuk menuju Krakatau sangat terbatas. Pulau terdekat yang memiliki akomodasi penginapan adalah Pulau Sabesi. Penginapan sangat sederhana, terdapat beberapa kamar yang di dalamnya seperti barak. Satu kamar bisa menampung 8 orang. Air bersih tersedia.

Makanan
Makanan yang disantap adalah makanan yang disediakan oleh penginapan dengan biaya Rp.12.500,-/makan per orang.

Biaya Lain – Tiket Masuk
Tidak ada biaya apapun selain sewa ranger di Krakatau sebesar Rp.50.000,-

Kapan Sebaiknya Saya Kesana ?

Untuk menikmati keindahan Gunung Krakatau dimungkinkan sepanjang tahun, tetapi selama musim hujan (April-September), air cenderung keruh ,pasir pantai dan jalur pendakian akan menjadi lebih licin,Namun, hati–hati saat menapaki jalan pantai, terutama bila musim hujan. Jalan masuk menuju pantai yang terbuat dari batu karang sangat licin. 

Know Before You Go

1. Sewa perahu untuk melihat keindahan Gunung Krakatau dan sekitar cukup mahal, maka sangat disarankan untuk mencari anggota rombongan untuk share biaya perahu.
2. Itenary yang ideal (bila dari Jakarta dan tidak menginap di Pulau Sabesi) :
a.  Berangkat dari Jakarta sekitar jam 21.00.
b. Menyeberang dari Tanjung Bom saat sunrise, langsung menuju ke pulau Krakatau (4 jam dari Tanjung Bom)
c. Jelajah Krakatau hingga puncak keduanya dengan tetap mematuhi perintah Ranger. Terkadang Krakatau saat ’batuk’ menyemburkan lava, sehingga tidak dimungkinkan untuk merapat ke pulau Krakatau.
d. Apabila waktu memungkinkan, cobalah untuk snorkeling or diving di kawasan Krakatau, awak kapal pasti tahu spot yang bagus.
e. Upayakan telah meninggalkan Krakatau dan sekitarnya sebelum jam 15.00, terkadang ombak di sore atau malam hari mencapai hingga 3 meter, sehingga cukup berbahaya.

Perlengkapan berenang, sunblock, sandal atau sepatu gunung untuk mendaki Krakatau (medan menanjak dan berpasir).
- Membawa makanan sebisa yang dibawa karena di Krakatau tidak ada penjual apapun (terutama untuk yang tidak menginap di Sabesi, harus membawa sendiri semua makanan)
-  Persiapan mental apabila menghadapi laut yang bergelombang.
-  Apabila mengkhawatirkan, selalu gunakan life vest jacket selama perjalanan.
-  Bila hendak menyewa kapal, tanyakan mengenai perlengkapan penyelamatan (life vest)

Menarik Bukan Sahabat TravelEsia.Mari Rencanakan perjalanan wisata anda ke Gunung Krakatau.nikmati ketenangan yang akan membuat anda serasa berwisata di pantai pribadi.mari kita dukung indonesia menjadi destinasi wisata dunia

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg