BREAKING NEWS

Taman Nasional Meru Betiri : Kekayaan Alam Hayati Di Ujung Pulau Jawa


Taman Nasional Meru Betiri - Taman Nasional Meru Betiri Merupakan Salah Satu Dari Sekian Banyak Taman Nasioanl Yang Di Miliki Indonesia.Letaknya Secara Geografis Berada Di ujung Pulau Jawa Yaitu terletak di dua Kabupaten yaitu Kabupaten  Jember  dan  Kabupaten Banyuwangi.

Taman Nasional Meru Betiri

yang dikenal sebagai hutan tropis dataran rendah di Propinsi Jawa Timur bagian Selatan, memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, diantaranya adalah kekayaan flora dengan berbagai jenis tumbuhan yang bermanfaat obat, habitat fauna serta sebagai obyek dan daya tarik wisata alam yang tersebar pada areal seluas 58.000 Ha, dengan luas daratan 57.155 Ha dan perairan 845 Ha.

Taman Nasional Meru Betiri terkenal sebagai habitat terakhir harimau loreng Jawa (Panthera tigris sondaica) yang langka dan dilindungi. Sampai saat ini, satwa tersebut tidak pernah dapat ditemukan lagi dan diperkirakan telah punah. Punahnya harimau loreng Jawa berarti punahnya tiga jenis harimau dari delapan jenis yang ada di dunia (harimau Kaspia di Iran, harimau Bali dan harimau Jawa di Indonesia).

Kawasan hutan Meru Betiri pada awalnya berstatus sebagai hutan lindung.Kemudian  pada  tahun 1982 berasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 529/Kpts/Um/6/1982 tanggal 21 Juni 1982 kawasan Suaka Margasatwa Meru Betiri diperluas menjadi 58.000 Ha. Perluasan ini mencakup wilayah Perkebunan Bandealit dan Sukamade Baru seluas 2.155 Ha, serta kawasan hutan lindung sebelah Utara dan kawasan perairan laut sepanjang Pantai Selatan seluas 845 Ha.

Mengapa Saya Harus Kesana ?

Taman Nasional Meru Betiri ini memiliki ciri khas tersendiri yaitu merupakan habitat penyu belimbing, penyu sisik, penyu hijau, dan penyu ridel/lekang di Pantai Sukamade. Di pantai tersebut dibangun beberapa fasilitas sederhana untuk pengembangbiakan penyu agar tidak punah.

Selain itu Meru Betiri merupakan  rumah bagi habitat terakhir harimau loreng jawa (Panthera tigris sondaica).  Hewan tersebut tidak pernah dapat ditemukan lagi dan diperkirakan telah punah menyusul 3 jenis harimau lain yang telah punah terlebih dahulu yaitu harimau kaspia dari Iran, harimau bali dan harimau jawa dari Indonesia.  Di dunia ada 8 jenis harimau dan Indonesia adalah yang salah satunya yang  memiliki jenis beragam.

Flora jenis langka dan dilindungi di sini adalah Balanhopora fungosa yaitu tumbuhan jenis parasit yang hanya terdapat di sekitar Teluk Hijau dan Bandealit.Di Taman Nasional Meru Betiri ada 29 jenis mamalia dan 180 jenis burung, semuanya termasuk satwa yang dilindungi.

Satwa-satwa tersebut di antaranya adalah penyu lekang/ridel (Lepidochelys olivacea), banteng (Bos javanicus javanicus), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), harimau Jawa (Panthera tigris sondaicus), macan tutul (Panthera pardus melas), ajag (Cuon alpinus javanicus), bajing terbang ekor merah (Iomys horsfieldii), merak (Pavo muticus), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu hijau (Chelonia mydas), kucing hutan (Prionailurus bengalensis javanensis), rusa (Cervus timorensis russa), (Cervus unicolor), Accipiter trivirgatus, Falco moluccensis, Hieraaetus kienerii, Otus lempiji, Glaucidium castanopterum, elang Spizaetus alboniger.

Sementara tumbuhan yang menghuninya sekitar 293 jenis diantaranya adalah: bunga raflesia (Rafflesia zollingeriana), beberapa jenis tumbuhan lainnya seperti bakau (Rhizophora sp.), bungur (Lagerstroemia speciosa), pulai (Alstonia scholaris), bendo (Artocarpus elasticus),  api-api (Avicennia sp.), waru (Hibiscus tiliaceus), nyamplung (Calophyllum inophyllum), rengas (Gluta renghas), dan beragam tumbuhan obat-obatan.

Selain itu, Taman Nasional Meru Betiri memiliki potensi satwa dilindungi yang terdiri dari 29 jenis mamalia, dan 180 jenis burung. Satwa tersebut diantaranya banteng (Bos javanicus javanicus), kera ekor panjang (Macaca fascicularis), macan tutul (Panthera pardus melas), ajag (Cuon alpinus javanicus), kucing hutan (Prionailurus bengalensis javanensis), rusa (Cervus timorensis russa), bajing terbang ekor merah (Iomys horsfieldii), merak (Pavo muticus), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu hijau (Chelonia mydas), dan penyu ridel/lekang (Lepidochelys olivacea).

Beberapa lokasi yang menarik untuk dikunjungi di TNMB antara lain Pantai Rajegwesi. Di pantai tersebut, Anda dapat melakukan wisata bahari, berenang, pengamatan satwa atau tumbuhan serta wisata budaya (nelayan tradisional). 

Di padang rumput Sumbersari, dapat dilihat aneka satwa seperti sambar, rusa, kijang. Pantai Sukamade cocok untuk kegiatan berkemah, berselancar angin, dan pengamatan flora dan fauna, terutama aktivitas penyu yang sedang bertelur. Adapun penjelajahan hutan, wisata bahari, dan berenang dapat dilakukan di Teluk Hijau.

Bagaimana Cara Saya Kesana ?

Taman Nasional Meru Betiri berada di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur dimana Anda dapat menggunakan jalur darat melalui jalur dari Jember, yaitu:
Jember - Ambulu - Curahnongko - Bandealit sepanjang 64 Km dari arah Jember, dapat ditempuh selama 1,5 jam.
Jalur melalui Banyuwangi:
  • Jember - Genteng - Jajag - Pesanggaran - Sarongan - Sukamade sepanjang 103 Km, dapat ditempuh selama 3,5 - 4 jam.
  • Denpasar - Banyuwangi - Genteng - Jajag - Pesanggaran - Sarongan – Sukamade
sepanjang 127 Km, dapat ditempuh selama 4 - 4,5 jam.

Bagaimana Dengan Akomodasinya ?

Di Taman Nasional Meru Betiri tidak diperkenankan untuk dibangun sarana wisata yang permanen. Anda yang ingin menginap di sini perlu melaporkan dahulu ke kantornya terlebih dahulu dengan menginap di Pos yang tersedia di beberapa titik. Fasilitas penginapan memadai ada di Sukamade.

Kapan Sebaiknya Saya Kesana ?

Musim kunjungan terbaik: bulan Februari s/d Juli setiap tahunnya.

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:

Pantai Rajegwesi. Wisata bahari, berenang, pengamatan satwa/tumbuhan dan wisata budaya (nelayan tradisional).

Sumbersari. Grazing area seluas 192 hektar untuk melihat atraksi satwa seperti sambar, rusa, kijang dan laboratorium alam untuk kegiatan penelitian.

Pantai Sukamade. Melihat atraksi penyu yang sedang bertelur, berkemah, selancar angin dan pengamatan tumbuhan/satwa.

Teluk Hijau. Menjelajahi hutan, wisata bahari dan berenang.

Know Before You Go

  • Saat yang tepat untuk mengamati penyu di Patai Sukamade adalah saat musim kering. Sementara saat musim hujan jalanan ke taman nasional ini cukup bermedan berat dan melewati sungai yang kadang meluap saat hujan deras.
  • Musim kunjungan terbaik adalah  bulan Februari s/d Juli setiap tahunnya.
  • Anda perlu membawa bekal makanan sendiri atau membelinya sebelum memasuki kawasan taman nasional ini.
  • Saat di Jember Anda dapat mencicipi makanannya yang khas dan lezat. Beberapa jenis makanan khas Jember adalah suwar-suwir, proll tape, jenang waluh, brownis tape, dodol tape, kacang kedelai jepang edamame, dan terasi ruger. Berikut ini beberapa tempat makan yang dapat Anda pilih di Jember. 
  • Di Jember Anda dapat mencicipi renyahnya gurame kriuk. Di sini menu ikan gurame disajikan bervariasi seperti digoreng, dibakar, dikukus, ditumis asam manis dan dihidangkan dengan kuah, baik kuah yang berbumbu santan maupun kuah dengan rempah-rempah khas Indonesia. Dihidangannya lengkap dengan sambal yang pedas dan satu bakul nasi ukuran kecil yang beralaskan daun pisang. Saat gigitan pertama Anda akan merasakan renyah balutan tepungnya garing dan tidak ada duri ikan di gurame kriuk sehingga enak disantap dengan saus sambal pedas. Anda akan menikmatinya dengan suasana alam pedesaan.
  • Ada beragam kegiatan yang dapat Anda lakukan di Taman Nasional Meru Betiri. Kegiatan Jungle Tracking adalah hal yang cukup menantang baik berupa tracking atau hiking. Wisata petualangan ini dapat Anda lakukan dengan rute:
    Trans Bandealit-Teluk Meru (menginap)-Teluk Permisan (menginap)-Sukamade dengan waktu tempuh 2  hingga 3 hari. 
  • Di Sukamade, Anda dapat melihat habitat penyu bertelur dan naik ke pantai, serta saat tukik yang menetas dilepasliarkan kembali ke laut. Jenis penyu yang dapat Anda lihat adalah penyu belimbing, penyu sisik, dan penyu lekang (ridel). Monyet dan lutung hitam juga banyak ditemukan di pinggir hutan yang berbatasan dengan perkebunan karet. Sebelum Anda berkunjung ke Sukamade Anda akan melihat pemandangan perkebunan karet dan kakao yang sangat jarang ditemukan di dunia.
  •  Di Rajegwesi ada desa konservasi dan wisata bahari. Anda dapat menghabiskan waktu dengan untuk berwisata budaya karena ada nelayan tradisional di sini. Anda dapat juga berenang di pantainya yang alami. Di sini ada juga  Teluk Hijau dan Teluk Damai yang terletak tidak jauh dari pantai Rajegwesi. 
  • Di Bandealit, Anda dapat berkano dan berenang. Ada pula tempat  penangkaran rusa (Cervus timorensis) atau melihat habitat Rafflesia zollingeriana di blok Krecek. Anda juga dapat melihat-lihat Goa Jepang di Bandealit.
Bagaimana Sahabat TravelEsia,Apakah Anda Tertarik untuk mengunjungi Taman Nasional Meru Betiri ini.Jika Anda Berkunjung Ke Jawa Timur Belum Lengkap Rasanya Bila Anda Tidak Berkunjung ke Taman Nasional Meru Betiri.Mari Kita Dukung Indonesia Sebagai Destinasi Wisata Dunia

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg