BREAKING NEWS

Toge Penyabungan : Penjual Yang Menjual Dagangannya Sekali Dalam Satu Tahun


Bulan suci Ramadhan memang membawa keberkahan bagi seluruh umat umat Islam yang menjalankannya. Keberkahan yang sama juga didapatkan oleh pedagang kuliner khas ramadan yang banyak kita temuai di tiap daerah. Puluhan, bahkan ratusan jenis makanan dengan berbagai bentuk dan warna ditata secara apik guna menarik minat masyarakat untuk membelinya sebagai bekal berbuka puasa.

Setiap daerah masing-masing memiliki kuliner khas yang dapat menjadikan ciri khas sekaligus menjadi bentuk kreativitas masyarakatnya dalam kreasi makanan, begitu juga dengan di medan dan sekitarnya. Salah satu makanan yang khas ramadan yang ada di medan bernama Toge Penyabungan dan tentunya kita juga sudah mengenal bika ambon.
Meskipun namanya toge, kuliner khas ini bukan dibuat dari tumbuh-tumbuhan yang merupakan kecambah dari kacang hijau tersebut. Makanan yang sangat khas tersebut terdiri dari ketan hitam, tape ketan putih, lupis, candil, cendol dengan tambahan santan dan air gula aren, Semua bahan tersebut disajikan menjadi satu sehingga disebut toge penyabungan. Toge penabungan adalah kuliner yang sejenis dengan kolak, dawet irengdi purworejo atau juga dawet jabung yang ada di ponorogo.

Soal nama tidak ada yang tau atau lebih tepatnya saya belum menemukan sejarah dari nama toge penyabungan ini, yang pasti adalah kuliner ini sangat khas dan cocok untuk kita buka puasa, karena selain segar, toge juga termasuk mengenyangkan.

Cara memasak toge penyabungan yang membutuhkan waktu yang cukup lama. Mulanya, yang perlu dipersiapkan terlebih dulu adalah tape yang terbuat dari ketan putih yang diberi ragi untuk diendapkan minimal selama sehari semalam. Setelah itu, dimasak ketan hitam yang harus dikukus dengan jangka waktu sekitar 2-3 jam lamanya.

Setelah membuat ketan selesai kini giliran kita membuat lupis, caranya adalah dengan mengukus ketan putih dibungkus daun pisang atau daun kelapa yang dibentuk segi tiga. Proses memasak lupis itu juga memakan waktu yang cukup lama dan hampir tidak berbeda dengan memasak ketan hitam. setelah lupis selesai di buat, lanjutkan dengan membuat candil dan cendol.

Sebagai makanan khas berbuka puasa, toge penyabungan selalu laris manis dan diserbu masyarakat. Selain lezat, keistimewaan toge penyabungan adalah dapat menambah tenaga setelah menahan lapar sejak pagi hari. Selain itu, dengan banyaknya kandungan ketan menyebabkan tubuh yang mengkonsumsinya menjadi hangat. tetapi meski sangat popular di Kota Medan dan sekitarnya, tetapi toge penyabungan cukup sulit didapatkan pada hari biasa di luar bulan suci Ramadan.

jika kita sdang berada di medan dan tidak bertepatan dengan ramadan tidak perlu terlalu khawatir, karena masih ada satu orang yang tetap menjual kuliner khas ini, yakni di Jalan Letda Sujono Kecamatan Medan Tembung. Jadi anda tidak harus menunggu ramadan untuk bisa menikmati toge penyabungan.

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg