BREAKING NEWS

7 Tips Menjaga Kesehatan saat Kabut Asap


Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang sedang melanda sejumlah wilayah di Indonesia tepatnya Sumatera, Riau, dan Kalimantan tak hanya mengganggu aktivitas namun juga kesehatan warga yang terdampak bencana ini. Pelbagai ancaman penyakit menghantui korban kabut asap mulai dari ISPA, PPOK, dan jantung. Lantas, bagaimana tips menjaga kesehatan saat kabut asap?

Kabut Asap, Apa Akibatnya?


Akhir-akhir ini, baik portal media daring maupun linimasa media sosial dipenuhi berita tentang kabut asap yang melanda wilayah Sumatera Selatan, Riau, dan Kalimantan (bahkan sampai ke Malaysia dan Singapura) akibat adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah-wilayah tersebut.
Tak hanya kabut asapnya sendiri, berita yang disampaikan juga berfokus pada masyarakat yang menjadi ‘korban’ dari peristiwa tersebut. Selain aktivitas yang terganggu, laporan juga menyebutkan bahwa ada sebagian warga yang mengalami gangguan kesehatan. Memang, kabut asap akibat karhutla sangat mungkin menyebabkan timbulnya sejumlah masalah kesehatan, meliputi:
  1. Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA)
  2. Penyakit paru-paru obstruktif kronik (PPOK)
  3. Asma
  4. Iritasi (mata, hidung, tenggorokan)
  5. Penyakit kardiovaskular (jantung dan stroke)

Tips Menjaga Kesehatan saat Kabut Asap


Mau bagaimana lagi? Kabut asap sudah telanjur menyerang. Hal yang bisa Anda lakukan saat ini adalah dengan berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga kesehatan tubuh, terutama pada sistem pernapasan sehingga risiko terkena penyakit akibat kabut asap dapat diminimalisir.
Berikut ini adalah cara atau tips kesehatan saat kabut asap yang penting sekali untuk Anda ketahui.

1. Tidak Beraktivitas di luar Ruangan

Tips menjaga kesehatan saat kabut asap yang pertama harus dilakukan adalah, hindari beraktivitas di luar ruangan untuk sementara waktu sampai kabut asap sudah benar-benar hilang.

Inilah mengapa saat kabut asap menyerang, pemerintah setempat lazimnya menghimbau para warganya untuk tidak keluar rumah. Bahkan jika kabut asap sudah sangat tebal, segala aktivitas perkantoran, perdagangan, hingga sekolah diliburkan untuk sementara waktu.

2. Sterilisasi Udara di dalam Ruangan

Cara menjaga kesehatan saat kabut asap  berikutnya yakni dengan memastikan udara di dalam ruangan steril dari paparan asap.
Selain menutup pintu dan jendela rapat-rapat, yang juga disarankan adalah dengan menyalakan pendingin udara. Pendingin udara (AC) bekerja dengan cara menyaring partikel udara. Hal ini berguna untuk menjaga udara tetap steril dan segar.
Apabila tidak ada pendingin ruangan yang terpasang di dalam ruangan, segera cari tempat berlindung berupa posko yang umumnya juga disediakan oleh pemerintah. Pastikan pintu dan jendela sudah ditutup rapat sebelum Anda meninggalkan rumah.

3. Tidak Menggunakan Masker Biasa

Selama ini, Anda mungkin mengandalkan masker yang dijual secara bebas untuk melindungi hidung dan mulut dari paparan kabut asap saat sedang beraktivitas di luar ruangan.

Faktanya, masker tersebut tidak benar-benar efektif untuk melindungi Anda dari dampak buruk kabut asap. Hal ini dikarenakan masker biasa hanya di-desain untuk menghalau partikel debu yang berukuran besar, tidak sekaligus partikel-partikel yang berukuran kecil (mikro).
Sayangnya, kabut asap memiliki banyak sekali partikel kecil. Partikel-partikel tersebut masih bisa masuk ke dalam saluran pernapasan Anda dan menyerang paru-paru.

Oleh karenanya, disarankan untuk menggunakan masker N95 atau N100. Masker ini memiliki tingkat proteksi yang lebih tinggi ketimbang masker biasa, dengan catatan masker harus benar-benar dalam kondisi baik (tidak robek) saat digunakan. Anda bisa mendapatkannya di apotek maupun rumah sakit.

Kepala Pusat Komunikasi Publik (Puskompublik) Kementerian Kesehatan, Murti Utami mengingatkan penggunaan maskes bedah N95 yang banyak dipergunakan masyarakat di wilayah yang terkena kabut asap akibat kebakaran hutan. Masker tersebut tidak boleh dipergunakan seharian.

"Setelah 8 jam, kualitas masker N95 sudah tak efektif lagi menahan partikel dari asap. Untuk itu segera pakai yang baru jika sudah lebih dari 8 jam," kata Murti Utami dalam siaran persnya, di Jakarta, Senin (19/10). Ia menjelaskan, komponen asap yang terjadi atas dampak kebakaran hutan terdiri atas gas, partikulat dan uap. Masing-masing komponen asap tersebut memiliki dampak terhadap kesehatan.

4. Makan Buah dan Sayur

Mengonsumsi banyak buah adalah tips menjaga kesehatan saat kabut asap yang juga jangan sampai Anda lewatkan.
Pasalnya, buah kaya akan kandungan antioksidan yang mana antioksidan ini berfungsi untuk mencegah terjadinya oksidasi di dalam tubuh akibat paparan zat-zat berbahaya yang terkandung pada kabut asap.
Sejumlah buah dan sayuran yang diklaim mengandung antioksidan tinggi antara lain:
  1. Stroberi
  2. Blueberry
  3. Raspberi
  4. Jeruk
  5. Bayam
  6. Wortel
Lebih jauh perihal pemanfaatan buah dan sayur tinggi antioksidan sebagai tips menjaga kesehatan saat kabut asap bisa Anda tanyakan langsung pada dokter.

5. Minum Banyak Air Putih

Tak ketinggalan, banyak-banyaklah minum air putih untuk menjaga tubuh Anda tetap sehat walaupun didera bencana kabut asap.
Air putih, selain mencegah tubuh dari dehidrasi, juga berfungsi untuk melancarkan aliran darah sehingga pasokan oksigen ke seluruh tubuh tetap terjaga dengan baik.

6. Periksakan Diri ke Dokter

Memeriksakan diri ke dokter secara rutin menjadi tips menjaga kesehatan yang juga penting untuk dilakukan, terutama jika Anda ‘terpaksa’ harus terpapar kabut asap akibat sering beraktivitas di luar ruangan.
Hal ini penting untuk memonitor kondisi kesehatan diri Anda. Dokter akan memberikan nasihat medis sekaligus obat-obatan guna mencegah komplikasi lanjutan terjadi pada Anda.

7. Segera Bersihkan Lingkungan Tempat Tinggal

Apabila kabut asap sudah reda, jangan tunda untuk membersihkan lingkungan tempat tinggal. Debu-debu sisa kabut asap akibat karhutla tentu bisa membawa dampak buruk di kemudian hari jika tidak segera dibersihkan.
Bersihkan lingkungan tempat tinggal, kantor, maupun sekolah dengan benar. Pastikan selama proses pembersihan Anda tetap menggunakan masker.

Mengapa Kabut Asap Berbahaya?


Bukan tanpa alasan mengapa kabut asap berbahaya. Kabut asap akibat karhutla terdiri dari partikel kecil berdiameter maksimal 2,5 mm (PM 2,5). Nah, partikel sekecil itu bisa dengan mudahnya masuk ke dalam tubuh dan menyerang paru-paru.
Sudah banyak bukti ilmiah yang membuktikan bahaya partikel jenis ini bagi kesehatan paru-paru bahkan organ jantung.
Tak hanya itu, bahaya kabut asap bagi kesehatan juga dikarenakan oleh kandungan zat lainnya seperti:
  1. Karbon monoksida (CO)
  2. Nitrogen monoksida (NO2)
  3. Sulfur dioksida (SO)
  4. Ozon (O3)
Itu dia informasi seputar cara atau tips menjaga kesehatan saat kabut asap. Jaga diri Anda dan keluarga dari dampak buruk kabut asap dengan konsisten menerapkan cara-cara di atas. Semoga bermanfaat!

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Jati Satriyo

Sumber:
  1. Anonim. Protect Yourself from Wildfire Smoke. https://www.cdc.gov/features/wildfires/index.html (Diakses pada 17 September 2019)
  2. Anonim. Protecting Yourself from Wildfire Smoke. https://ww2.arb.ca.gov/protecting-yourself-wildfire-smoke (Diakses pada 17 September 2019)
  3. McIntosh, J. 2018. Fifteen Benefits of Drinking Water. https://www.medicalnewstoday.com/articles/290814.php (Diakses pada 17 September 2019)
  4. Raman, R. 2018. 12 Healthy Foods High in Antioxidants. https://www.healthline.com/nutrition/foods-high-in-antioxidants (Diakses pada 17 September 2019)

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg