BREAKING NEWS

Taman Nasional Kepulauan Togean : Menyambangi Gugusan Pulau Pulau Kecil Nan Eksotis


Taman Nasional Kepulauan Togean - Sulawesi Tengah - Taman Nasional Kepulauan Togean merupakan gugusan pulau pulau kecil yang berada di teluk tomoni Kabupaten Tojo Una-Una.Didalam kawasan Taman Nasional Kepulauan Togean terdapat keanekaragaman hayati yang menambah keesotisan alam Taman Nasional Kepulauan Togean ini

Taman Nasional Kepulauan Togean

Taman Nasional Kepulauan Togean

Secara administrasi wilayah ini berada di Kabupaten Tojo Una-Una. Pulau Kadidiri adalah pusat dari Kepulauan Togean, di Sulawesi Tengah. Tak jauh dari Wakai, sebuah kota kecamatan yang menjadi sentra kepulauan ini. Pulau Kadidiri adalah yang paling popular diantara pulau pulau yang tersebar seluas 90 km persegi di Kepulauan Togean. 

Mayoritas etnik di kepulauan Togean berasal dari Gorontalo , sementara ada etnik asli yang hidup dengan rumah di atas laut yang disebut suku bajau. Pada tanggal 19 Oktober 2004, Kepulauan Togean telah ditetapkan sebagai Taman nasional yang meliputi 292,000 hektar ekosistem laut dan 70.000 hektar area darat. 

Karena lokasi Taman Nasional Kepulauan Togean yang jauh dari mana mana, serta posisinya yang terlindungi di teluk Tomini, membuat daerah ini sangat terasa terpencil sekaligus indah dan bersih dari polusi. Kepulauan ini dikenal kaya akan terumbu karang dan berbagai biota laut yang langka dan dilindungi. Beberapa aksi wisata yang dapat dilakukan di Kepulauan Togean antara lain: menyelam dan snorkelling di Pulau Kadidiri, memancing ,menjelajah alam hutan yang ada di dalam hutan yang ada di Pulau Malenge, serta mengunjungi gunung Colo di Pulau Una-una. Wisatawan juga bisa mengunjungi pemukiman orang Bajo di Kabalutan.

Sejarah Taman Nasional Togean

Pada bulan Oktober tahun 2004, Menteri Kehutanan RI mengeluarkan Surat Keputusan (SK) No. 418/Menhut-II/2004 yang merubah fungsi Hutan Lindung (10.659 ha), Hutan Produksi Terbatas (193 ha), Hutan Produksi Tetap (11.759 ha), Hutan Konversi (3.221 ha) dan menunjuk kawasan perairan seluas 336.773 ha di kepulauan Togean sebagai Kawasan Pelestarian Alam (KPA) Dengan status Taman Nasional. Dimana berdasarkan Undang-Undang No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Taman Nasional adalah sebuah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata dan rekreasi.

Mengapa Saya Harus Kesana ?

Taman Nasional Kepulauan Togean
Kepulauan Togean, sebuah taman nasional dengan 2 area ekosistem berupa lautan seluas 292.000  hektar dan datarannya 70.000  hektar.  Lokasinya yang terpencil dan jauh dari hiruk pikuk kehidupan justru menjadi daya tarik yang memikat penikmat keindahan lanskap alam dan keragaman biota lautnya.

Kepulauan ini merupakan gugusan pulau-pulau kecil yang melintang di tengah Teluk Tomini. Ada sekira 60-an pulau di sini, beberapa yang tersohor adalah Pulau Malenge, Pulau Una Una, Batudaka, Talatakoh, Waleakodi, dan Pulau Waleabahi adalah pulau-pulau besarnya.

Di Kepulauan Togean dapat Anda lihat  hutan mangrove dan hamparan padang lamun patai atau ‘nambo’ (seagrass bed) yaitu berupa rumput pantai yang luas dan menjadi sumber makanan mamalia laut dugong. Beberapa spesies penyu langka juga ada di sini seperti penyu hijau (Chelonia mygas) dan penyu sisik (Eretmochelys imbriocata) yang menjadikan pantai yang indah di sini sebagai tempat mencari makan dan berkembang biak.

Di Taman Nasional Kepulauan Togean ada sekitar 33 jenis mangrove yang terdiri dari 19 jenis mangrove sejati (true mangrove) dan 14 jenis mangrove ikutan (associate mangrove). Ke-33 jenis mangrove tersebut dikelompokkan dalam 26 genus dan 21 familia. Ini jelas di dalamnya ada beragam fauna yang menghuni dengan keunikannya masing-masing.

Di bawah lautnya yang menakjubkan Anda bisa bertemu paus pilot, kima raksasa (Tridacna gigas), dan lola (Trochus niloticus), ikan pari manta, hiu karang abu-abu, dan ikan trevally mata besar, dan tentunya warna-warni karang. Ragam terumbu karangnya ada 4 tipe yaitu: karang penghalang (barrier reef), karang tompok (patch reef), karang tepi (fringing reef), dan karang cincin (atoll). Ada pula 35 spesies ikan kupu-kupu (Chaetodontidae) yang hidup di sekitarnya sekaligus menjadi indikator bahwa terumbu karangnya begitu sehat dan masih alami.

Bagaimana, belum cukup? Di daerah laut yang lebih dalam dapat Anda temukan lebih banyak lagi sekitar 262 jenis terumbu karang, 596 jenis ikan, dan 555 jenis moluska. Luar biasa bukan!

Sementara itu, di datarannya hidup hewan endemik Sulawesi  yang dilindungi seperti tangkasi (Tarsius sp), kuskus (Ailurops Ursinus), rusa (Cervus timorensis), dan ketam kenari (Birgus latro). Ada pula monyet togean (Macaca togeanus), biawak togean (Varanus salvator togeanus) dan babi rusa togean (Babyrousa babirussa togeanensis) yang hanya ada di kepulauan Togean

Di udaranya hidup sedikitnya 90 jenis burung termasuk yang dilindungi, seperti julang sulawesi atau alo (Rhyticeros cassidix) dan elang bondol (Haliastur indus).

Taman Nasional Kepulauan Togean
tidak hanya itu di Taman Nasional Kepulauan Togean Sahabat TravelEsia  menawarkan paket penyelaman. Bagi yang tertarik untuk berpetualang, bisa melakukan trekking di seluruh pulau pulau. Menyaksikan babi rusa, rusa, kelelawar kelelawar, kepiting kenari (coconut cabs yang besar ). Selain itu dengan menyewa perahu, bisa menuju arah barat pulau melihat perkampungan suku bajau yang terkenal sebagai suku laut.

Disini ada beragam kegiatan dapat Anda lakukan mulai dari memancing, berlayar, berenang, dan tentunya yang menarik adalah menyelam. Ada deretan pulau-pulau kecil dan besar yang berhutan lebat dan dihuni beraneka flora dan fauna unik. Anda juga bisa mengunjungi permukiman orang (suku) Bajoe di Kabalutan, Pulau Enam, Pulau Malenge, atau di Kayome dimana ada sebuah rumah asli suku bajo yang ditinggalkan pemiliknya dan masih asli dibangun dengan tanpa bantuan paku satu pun.

Di kawasan pemukiman utama di Pulau Togean ada Desa Katupat yang pantainya indah atau Anda dapat masuk ke hutannya untuk melakukan trekking.Di Pulau Batudaka merupakan pulau terbesar dan paling mudah dicapai di Kepulauan Togean. Di sini Anda dapat mengunjungi Desa Bomba untuk berenang, snorkeling, atau mengunjungi Goa Kelelawar.Sementara itu, Wakai, sebuah kota kecamatan, ada pelabuhan pemberangkatan ke Pulau Kadidiri yang merupakan obyek wisata di kepulauan Togean. 

Taman Nasional Kepulauan Togean
Alam bawah laut Kepulauan Togean menawarkan kunjungan agar Anda terjun ke bawahnya. Ada banyak sekali tempat penyelaman yang didukung kegiatan snorkelling.Pulau Kadidiri merupakan pulau paling populer di Togean yang menawarkan keindahan pantai dengan lokasi snorkeling dan menyelamnya. Pantai Pulau Kadidiri memiliki arus tenang. Tersedia banyak penginapan terjangkau di sebelah barat pantai dengan deretan batu karang terjal yang menjadi habitat kepiting karang.

Di Dinding Taipi sekitar 4 km di selatan Kadidiri ada situs penyelaman berupa dinding karang vertikal yang memanjang dari Utara ke Selatan. Anda akan menikmati pemandangan menakjubkan di sini berupa biota terumbu karang dan berbagai jenis koral dan tumbuhan karang yang berwarna-warni. Di sini arusnya bersahabat dengan kedalamannya bervariasi dari 5-30 meter dan airnya dihangati sinar Matahari sehingga akan membuat Anda betah berlama-lama di bawahnya.
Penyelaman Taman Nasional Kepulauan Togean
Di bawah air dekat dengan Pulau Enam ada situs penyelaman berupa bangkai pesawat pembom B24 milik Amerika serikat yang jatuh pada Mei 1945. Pesawat tersebut dalam keadaan sangat baik dimana Anda bisa melihat sisa baling-baling sayap pesawat dan salah satu kabin lengkap dengan senjata mesin di bagian belakangnya. Reruntuhan pesawat ini dapat Anda temukan sekitar 16 km dari Kadidiri pada kedalaman sekitar 14-22 m.

Anda yang sudah berpengalaman menyelam maka dapat turun ke Karang Dominic di bagian paling utara Kepulauan Togean dan berada pada kedalaman 30-40m. Di situs penyelaman ini Anda seorang penyelam profesional dapat menemukan variasi kedalaman hingga level tidak tembus sinar matahari di kedalaman 40m.

Anda yang belum berminat terjun ke bawah lautnya mengapa tidak mencoba untuk memancing, menjelajah alam hutannya di Pulau Malenge. Atau Anda dapat pula mengunjungi Gunung Colo di Pulau Una-Una sekaligus bisa dijadikan sebagai alternatif kegiatan wisata. Anda dapat pula melakukan kegiatan wisata budaya dengan mengunjungi pemukiman orang Bajo di Kabalutan.

Bagaimana Cara Saya Kesana ?

Senja di taman Nasional kepulauanTogean
Dari Palu ke Ampana via Poso (375 kilometer) dengan bis atau mencarter mobil, kemudian dengan perahu dari Ampana ke Wakai dan Malenge dengan jadwal rutin setiap hari, berangkat jam 10.00 - 11.00 pagi.

Dari Gorontalo, naik mobil ke Marisa, selanjutnya naik perahu ke Dolong atau Wakai.
Penerbangan dengan Lion Air atau Sriwijaya , setiap hari dari Jakarta dan Surabaya menuju Gorontalo, kemudian dilanjutkan dengan public ferry yang berangkat setiap jam 10 malam dan tiba di Togean jam 11 pagi. Sebaliknya dari Togean berangkat jam 4 sore dan tiba esok jam 6 pagi di Gorontalo.

Pilihan lain dengan mencarter kapal dari Marisa, dengan pilihan jam keberangkatan yang fleksibel.
Alternatif bisa melalui Palu ( Sulawesi Tengah ) dilanjutkan sekitar 7 jam perjalanan lewat darat - 375 km - melalui Poso menuju Ampana. Kemudian dilanjutkan dengan kapal sekitar 4 jam menuju Wakai.

Jika menempuh jalur dari Makasar, ( Sulawesi Selatan ), bisa dicapai dalam waktu 14 jam perjalanan bus melalui Rantepao ( Tana Toraja ) menuju Ampana yang dilanjutkan dengan kapal.

Bagaimana Dengan Akomodasinya ?

Taman Nasional Kepulauan Togean
Taman Nasional Kepulauan Togean ada beragam penginapan, wisma, dan cottage dengan tarif sewa yang beragam berkisar antara Rp150.000,00 hingga Rp400.000,00 per hari. Akan tetapi bisa jadi lebih murah tergantung di mana pilihan Anda. Di sini bahkan Anda dapat menginap di rumah penduduk lokal tanpa dikenakan bayaran sepeser pun. Akan tetapi, apabila Anda menginginkan privasi maka tempat penginapan adalah pilihan terbaik. Anda juga  dapat memilih penginapan di sekitar Pulau Tongkabu atau juga di Ampana. Kota kecamatan ini terbilang lengkap fasilitas.

Kapan Sebaiknya Saya Kesana ?

Musim kunjungan terbaik: bulan Januari s/d Oktober setiap tahunnya.

Know Before You Go...!!!! 

  • Tidak mengapa Anda menunjukan kemampuan tawar menawar untuk menyewa transportasi darat dan perahu. Beramah-tamahlah dengan pengemudi atau nelayan pemilik perahu. Mereka adalah penduduk lokal yang sangat senang bila diajak bercakap-cakap atau ditawari makanan kecil.
  • Di Kepulauan Togean tidak hanya menawarkan paket penyelaman. Akan tetapi Anda juga dapat  melakukan trekking di seluruh pulau pulau untuk melihat babi rusa togean, rusa, kelelawar, kepiting kenari.
  • Mengapa tidak Anda menyewa perahu untuk menuju ke arah barat Kepulauan Togean untuk melihat dan berinteraksi di perkampungan suku Bajo yang dikenal sebagai suku laut.
  • Balai Taman Nasional Kepulauan Togean
  • Jalan Sumber Ilmu No.38 Sansarindo, Kecamatan Ampana Kota, Kabupaten Tojo Una Sulawesi Tengah 94688
Jadi bagaimana Sahabat TravelEsia Apakah Anda tertarik Untuk Menyambangi Gugusan Pulau Pulau Kecil Nan Eksotis.Jika Anda Berkunjung ke provinsi Sulawesi Tengah Jadikanlah Taman Nasional Kepulauan Togean , Taman Nasional Lore Lindu , Pantai Talise , Pantai Tumbelaka ,Sebagai Destinasi Wisata Anda.Mari Kita Dukung Indonesia Sebagai Destinasi Wisata Dunia

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg