BREAKING NEWS

karimun jawa : Berenang Dikelilingi hiu di Karimunjawa


Pulau Karimun Jawa - Sahabat TravelEsia.Pada kesempatan kali ini TravelEsia Mencoba Memperkenalkan kepada anda mengenai ke indahan pantai karimun jawa yang pada kesempatan sebelumnya TravelEsia membahas keindahan Gunung Bromo , Pantai Papuma dan Desa Wisata Candirejo Yang Ada Di Wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah .

Pulau Karimun jawa

merupakan gugusan 27 buah pulau yang memiliki tipe ekosistem hutan hujan dataran rendah, padang lamun, algae, hutan pantai, hutan mangrove, dan terumbu karang. 

Jernihnya air laut, awan yang biru, pantai berpasir putih, dan biota bawah lautnya, sangatlah menggoda. Tak heran, Karimunjawa pun menjadi pantai favoritnya turis lokal maupun mancanegara pada saat berkunjung ke jawa tengah,khususnya kewilayah semarang atau jawa tengah

Mengapa Saya Harus Kesana ?

Karimun berasal dari bahasa Jawa yaitu kremun yang artinya kabur atau samar-samar. Diberi nama tersebut karena kepulauan ini terlihat samar-samar dari Pulau Jawa yang disebabkan letaknya yang cukup jauh dari Pulau Jawa. 

Pulau Karimun Jawa merupakan gugusan 27 buah pulau yang memiliki tipe ekosistem hutan hujan dataran rendah, padang lamun, algae, hutan pantai, hutan mangrove, dan terumbu karang.
Tumbuhan yang menjadi ciri khas Taman Nasional Karimunjawa yaitu dewodaru (Crystocalyx macrophyla) yang terdapat pada hutan hujan dataran rendah.

Kelompok algae yang dapat dijumpai terdiri dari tiga kelompok yaitu algae hijau, algae coklat, dan algae merah. Hutan pantai dan hutan mangrove dicirikan dengan adanya ketapang (Terminalia cattapa), cemara laut (Casuarina equisetifolia), jati pasir (Scaerota frustescens), setigi (Strebus asper), waru laut (Hibiscus tiliaceus), dan bakau hitam (Rhizophora mucronata). 

Jenis terumbu karang di Taman Nasional Karimun Jawa merupakan terumbu karang pantai/tepi (fringing reef), terumbu karang penghalang (barrier reef) dan beberapa taka (patch reef). Kekayaan jenisnya mencapai 51 genus, lebih dari 90 jenis karang keras dan 242 jenis ikan hias. Dua jenis biota yang dilindungi yaitu akar bahar/karang hitam (Antiphates spp.) dan karang merah (Tubipora musica).
Biota laut lainnya yang dilindungi seperti kepala kambing (Cassis cornuta), triton terompet (Charonia tritonis), nautilus berongga (Nautilus pompillius), batu laga (Turbo marmoratus), dan 6 jenis kima.

Keanekaragaman satwa darat di taman nasional ini tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan satwa perairan. Satwa darat yang umum dijumpai antara lain rusa (Cervus timorensis subspec), kera ekor panjang (Macaca fascicularis karimondjawae);

40 jenis burung seperti pergam hijau (Ducula aenea), elang laut perut putih (Haliaeetus leucogaster), trocokan/merbah cerukcuk (Pycnonotus goiavier), betet (Psittacula alexandri), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu hijau (Chelonia mydas), dan ular edhor. Burung elang laut perut putih merupakan satwa yang terancam punah di dunia.

Bagaimana Cara Saya Kesana ?

Untuk mencapai Pulau Karimun Jawa memakan waktu sekitar 4 sampai 6 jam dari daratan Pulau Jawa dengan menggunakan Kapal Motor Cepat dari Semarang atau Jepara.Di pelabuhan Jepara  kemudian membeli tiket.  Untuk Keberangkatan jam 9 pagi kelas ekonomi dengan tariff 28.500  termasuk pajak. Perjalanan yang di tempuh sekitar 6 jam jika air tenang dan 7 jam jika ombak.  Kapal Ferry ini berangkat 2 kali dalam satu minggu dari Jepara.  artinya 2 kali juga dalam seminggu dari Karimun. Namun Terdapat kapal cepat dengan waktu tempuh 2 jam menuju Karimun dengan starting point di pelabuhan Semarang. dan tarifnya sekitar Rp.100.000 perorang. jadwal kapal cepat inihanya  sekitar 2 kali dalam sebulan.

Bagaimana Dengan Akomodasinya ?

Pada Saat Berada Di Pulau Karimun Jawa Anda dapat Berenang bersama hiu di Karimunjawa.Inilah  ciri khas dari kelebihan wisata ke Pulau ini. Bahkan menjadi surga untuk para penyelam (diver). Anda dapat melakukan berbagai kegiatan di dalam jernihnya air. Berenang, menyelam (diving), atau snorkeling akan terasa menyenangkan.

Dermaga utama Karimunjawa memang terletak di pulau seluas 4302,5 hektar ini, menjadikannya sebagai tempat pertama yang disinggahi oleh setiap orang yang datang. Pulau ini juga merupakan tempat sebagian besar masyarakat tinggal sehingga fasilitas yang ada relatif lebih lengkap dibandingkan pulau-pulau yang lain. 

Homestay dan hotel yang banyak bertebaran membuat kebanyakan wisatawan memilih pulau ini sebagai homebase mereka, tempat untuk pulang dan beristirahat seusai menghabiskan hari snorkeling dan menjelajah pulau-pulau kecil yang eksotik. Banyak yang tidak sadar bahwa Pulau Karimunjawa juga menyimpan potensi keindahan luar biasa.

Di sekitar Pulau Kemujan terdapat bangkai kapal Panama INDONO yang tenggelam pada tahun 1955, dimana pada saat ini menjadi habitat ikan karang dan cocok untuk lokasi penyelaman (wreck diving). Dari gugusan pulau-pulau yang berjumlah 27 buah, lima buah pulau diantaranya telah berpenghuni yaitu Pulau Karimunjawa, Pulau Kemujan, Pulau Parang, Pulau Nyamuk, dan Pulau Genting. 

Pulau Karimunjawa menjadi pusat kecamatan yang berjarak ± 83 km dari Kota Jepara (pusat pengrajin ukiran kayu yang terkenal di Indonesia).

Walau kecil, dermaga ini terlihat bersih dan rapi. Sebuah kantor pusat informasi wisata berdiri di dalam kompleks pelabuhan. Becak, ojek, dan beberapa mobil pick up terbuka siap menjadi alat transportasi menuju homestay ataupun penginapan. Suasana desa kecil yang akrab begitu terasa. Rumah-rumah penduduk berderet mengapit jalan-jalan sempitnya. Senyum simpul dan sapa ramah warga seolah menyambut siapa saja dengan keakraban yang khas dan bersahaja.

Barisan pegunungan hijau berdiri kokoh di tengah pulau. Merupakan hutan hujan tropis dataran rendah, pegunungan ini adalah habitat dari rusa, puluhan jenis burung, monyet ekor panjang, dan berbagai jenis hewan lainnya. Pohon Dewadaru (Mesua ferrea L), pohon khas Karimunjawa yang dianggap keramat oleh penduduk setempat juga tumbuh dengan suburnya di hutan ini. Jalur trekking yang cukup menantang menjadi daya tarik tersendiri bagi yang memiliki jiwa petualang. Menunggu terbitnya mentari dari atas bukit atau turun hingga ke pantai-pantai perawan nan indah di sebelah timur pulau sangat layak untuk dicoba.

Meski tak terlalu besar, Alun-alun Karimunjawa yang berada di dekat laut menjadi tempat utama warga untuk beranjangsana, duduk di bawah Pohon Kenari sambil berbincang atau mengawasi anak-anak bermain bola dan bersepeda. 

Tak berapa jauh di sebelah barat, terdapat sebuah dermaga nelayan. Duduk santai di atas perahu yang tertambat sambil menikmati lautan tenang yang membentang di hadapan terasa sangat menenangkan. Ketika senja tiba dan langit perlahan berubah jingga, sinar terang sang surya mulai mereda untuk kemudian turun dan menghilang di balik cakrawala, keindahannya sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Saat malam tiba, Alun-alun kembali menjadi pusat kehidupan warga. Berbagai warung yang menjual kuliner khas Karimunjawa dipenuhi oleh penduduk setempat dan juga para wisatawan. Mampir di kompleks toko souvenir menjadi alternatif untuk berburu oleh-oleh. Berbagai gantungan kunci, gelang kayu stigi dan kalimasada, kaos, hingga ikan asin dan rumput laut kering dijual disini. Ingin mencoba sesuatu yang berbeda? Dermaga nelayan menawarkan pengalaman yang tak terlupakan, duduk di atas perahu sambil menikmati damainya malam dan menatap kerlip ribuan bintang.

Kapan Sebaiknya Saya Kesana ?

Musim kunjungan terbaik: bulan April s/d Oktober setiap tahunnya.

Cara pencapaian lokasi: Semarang-Jepara menggunakan bis selama 1,5 jam, Jepara (Pelabuhan Kartini) menuju Karimunjawa dengan naik Fery/kapal motor dengan lama perjalanan ± 6 jam, dan hanya ada satu kali dalam seminggu (Senin). Dari Semarang (Bandara Achmad Yani) menuju Pulau Kemujan (Bandar Dewodaru) dengan pesawat udara, sekali dalam seminggu (untuk sementara jalur penerbangan tersebut tidak diaktifkan).

Know Before You Go

anda bisa snorkling, diving di sini, spot diving favorit ada di area utara karimunjawa dimana terdapat kapal yang karam di sana. keindahan pulau-pulau yang ada di sana juga luar biasa. malam hari anda bisa berjalan ke area 'foodcourt' di mana sebagian besar makanan yang disajikan adalah sea food segar.

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:
Pulau Menjangan Kecil, Menjangan Besar, Tanjung Gelam, Legon Lele, Genting, Kembar, Parang, Cemara dan Krakal. Wisata bahari seperti berlayar, selancar air, ski air, berenang, berjemur di pantai pasir putih, berkemah, wisata budaya, pengamatan rusa dan burung serta menyelam/snorkeling. Paket wisata untuk mengunjungi pulau-pulau tersebut dapat menghubungi biro perjalanan di Semarang/Jepara (tour satu sampai dengan tujuh hari).
Atraksi budaya di luar taman nasional yaitu Festival Durian dan Lomban pada bulan Januari/Maret di Jepara.
  • karimun jawa hanya dapat diakses menggunakan kapal, yang pertama kapal cepat dari semarang, dan KMP Muria dari jepara, yang harus diperhatikan adalah jadwal masing masing kapal, umumnya kapal akan berhenti satu hari di dermaga semarang/jepara, 
  • kemudian sehari berikutnya ada di dermaga karimunjawa. jadi cari informasi mengenai jadwal keberangakatan seakurat mungkin. jangan lupa cek keadaan cuaca karena keberangkatan kapal bisa di ditunda karena cuaca buruk. 
  • bawalah uang lebih, karena tidak tersedia ATM maupun bank di karimunjawa, jadi perhitungkan biaya pulang pergi, mengunjungi objek-objek wisata, oleh-oleh, serta makananan....besarnya tergantung penginapan jenis apa yang anda ambil, apakah mahal atau murah 
Jadwal Keberangkatan kapal ferry cepat bahari express:
tiket excecutive RP 84.000
jadwal keberangkatan
senin jepara karimun/10.30-karimun jepara 13.00 (pp)
selasa jepara karimun 10.30
rabu karimun jepara 10.30

Jadi Bagaimana Sahabat TravelEsia,Apakah Anda Tertarik Berkunjung Ke Pulau Karimun Jawa.Bila Anda berkunjung Ke Jawa Tengah Sempatkanlah Untuk Mengunjungi Pulau Karimun Jawa .Mari Kita Dukung Indonesia Menjadi Destinasi Wisata Dunia

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg