BREAKING NEWS

Waduh! 2 Virus yang Diprediksi akan Merebak Setelah Corona


Waduh! 2 Virus yang Diprediksi akan Merebak Setelah Corona


Pandemi COVID belum selesai, lockdown masih diberlakukan dan vaksin belum dibagikan secara massal. Baru-baru ini ada laporan merebaknya virus baru yang memiliki potensi mematikan seperti COVID. 

Virus ini ditularkan dari hewan ke manusia dan bila tidak ada penanganan virus ini bisa merebak secara massal bagaikan corona.

Gejala-gejala yang dihasilkan dari virus ini menyerupai penyakit demam berdarah dan juga infeksi virus chikunguya sehingga kasus-kasus penyebaran virus baru ini belum dapat dilaporkan ke publik. 

Lalu seperti apakah wujud dari virus ini?, dari mana kah asalnya?, dan menyerang organ apa? 

1.Venezuelan Equine Encephalitis virus (VEEV)

Venezuelan Equine Encephalitis virus (VEEV) : (en.wikipedia.org)

Virus yang ditemukan sejak tahun 1975 di Venezuela kini sudah berevolusi menjadi virus yang semakin kuat dengan berkembang menjadi 6 varian. Virus ini ditularkan lewat perantara nyamuk. 

Pada saat pertama kali virus ini ditemukan ia baru menyerang kuda, zebra dan keledai. Namun di tahun 2020 ada kasus kematian manusia yang disebabkan infeksi virus ini.

Virus ini menyerang pembuluh darah dan sistem syaraf tubuh sentral sehingga dampak yang dihasilkan jauh lebih buruk dari demam berdarah. 

Venezuelan Equine Encephalitis virus (VEEV) : (histopathology-india.net)


Awal gejala ini umumnya seperti demam tinggi seperti demam berdarah namun komplikasi berlanjut dengan rusaknya sistem syaraf sehingga menyebabkan gangguan motorik dan kognitif dari pengidap. 

Sehingga pengidapnya akan mengalami demam disertai gangguan syaraf.Karena gejala yang sama dengan demam berdarah. 

Beberapa kasus kematian dari Virus ini kerapkali salah diartikan sebagai demam berdarah. 

Untungnya virus ini hanya dapat menyebar dari perantara nyamuk. Jadi, semakin banyak nyamuk yang beredar di sekitar pengidap/hewan yang terinfeksi, semakin banyak kemungkinan virus ini menyebar.

Walaupun vaksin dari virus ini telah ditemukan tetapi vaksin tersebut memiliki efek samping dan tidak membuat pasien kebal sepenuhnya dari virus ini. 

Virus ini sempat digunakan sebagai senjata biologis pada Perang Dingin. 

Baru-baru ini ada kasus infeksi Virus ini di Amerika Tengah dan Selatan yang belum bisa dilaporkan ke publik.

2. Mayaro Virus (MAYV)

Mayaro Virus (MAYV) : (scopeofbiotechnology)

Virus yang memiliki gejala yang seperti demam ini juga kerapkali salah diartikan sebagai demam berdarah. Yang membedakan virus ini dengan VEEV yaitu virus ini menyebabkan demam disertai radang sendi dan nyeri otot yang sakitnya luar biasa serta berlangsung lama. 

Virus ini memiliki potensi kematian jika tidak diatasi dengan segera.Penyebaran virus ini berasal dari monyet yang ditransmisikan ke manusia lewat perantara nyamuk.

Penyebaran virus ini sangat merebak di daerah Pemukiman warga ketimbang dari tempat asalnya yaitu hutan hujan tropis. 

Virus ini telah dipelajari sejak tahun 1991 dan pada tahun 2018 dilaporkan bahwa virus ini sudah berevolusi menjadi 7 varian yang jauh lebih kuat dari demam berdarah.

Pada saat ini dilaporkan 1% populasi dunia telah terjangkit virus ini namun penelitian baru-baru ini menyatakan jumlah orang-orang yang terjangkit virus ini sebenarnya jauh lebih tinggi dari 1%. 

Namun karena seluruh dunia sedang terfokuskan dengan pandemi COVID, merebaknya Virus MEYV di Amerika Selatan belum dapat di laporkan datanya. 

Mayaro Virus (MAYV) : (dovepress.com)

Vaksin dari virus ini belum tersedia dan mortality rate virus ini belum diketahui.


Sumber Artikel : 

Sumber 1 : https://www.weforum.org/agenda/2020/09/global-health-zoonotic-disease-covid19-coronavirus-ebola-zika?utm_source=twitter&utm_medium=social_scheduler&utm_term=COVID-19&utm_content=02/10/2020+18:45

Sumber 2 : https://ann-clinmicrob.biomedcentral.com/articles/10.1186/s12941-020-00360-4

Sumber 3 : https://www.futuremedicine.com/doi/full/10.2217/fvl-2019-0051


Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg