BREAKING NEWS

Patient Zero : Mengenal 10 Penderita Penyakit Pertama yang Ada di Dunia




Virus Corona (Covid-19) yang saat ini mewabah di seluruh dunia. Tercatat hingga Selasa (17/3/2020), angka orang yang terinfeksi Covid-19 mencapai 185.386 pasien di 162 negara, dan 7.332 orang dinyatakan meninggal. 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri telah mengumumkan pandemi virus corona, menyusul penyebaran SARS-CoV-2 yang semakin meluas di sejumlah negara di dunia.

Menilik kebelakang, ternyata dalam sejarahnya, entah kebetulan atau tidak, kejadian wabah atau pandemi luar biasa besar yang melanda dunia terjadi setiap abad.

1.Mary Mallon, Penyebar Penyakit Tifus Pertama di Amerika Serikat
  
Logo Baru kemenkraf
Images Source : ( npr.org/ )


Mary Mallon dikenal sebagai manusia pertama yang membawa dan menyebarkan penyakit tipus. Berasal dari Irlandia, pada usia 15 dia pindah ke Amerika dan bekerja sebagai asisten rumah tangga pada tahun 1884. Pada tahun 1906, karirnya meningkat dari asisten rumah tangga menjadi juru masak untuk keluarga Warren di Oyster Bay, Long Island. 

Sebelum bekerja pada keluarga Warren, Mary telah memasak untuk setidaknya 8 keluarga, dan 7 diantaranya mengalami apa yang sekarang kita kenal sebagai gejala tipus. 

Mary kemudian diidentifikasi sebagai indung pembawa demam tipus, namun saat itu dia menolak untuk dikarantina karena selayaknya indung pembawa, dia mengaku tidak pernah merasa sakit. 

Pada tahun 1907, New York menjadi pusat epidemik penyebaran tipus dan telah menginfeksi sekitar 3000 orang dan Mary dinyatakan sebagai Pasien pembawa pertama. 

Setelah dikarantina secara paksa selama 2 tahun di North Brother Island, Mary pun akhirnya dilepaskan dan kemudian kembali mencari pekerjaan, dan diterima sebagai juru masak di sebuah rumah sakit namun dengan menggunakan identitas palsu. 

Wabah tipus pun kembali terjadi. Pada saat itu, pemerintah pun memutuskan untuk mengkarantina Mary selamanya pada sebuah pulau sampai akhirnya dia meninggal pada 11 November 1938 dalam pengasingannya. 

Dalam berita kematiannya disebutkan bahwa dia adalah penyebab dari 51 kasus penyakit tipus yang merenggut 3 korban jiwa.


2.Mabalo Lokela korban meninggal pertama virus Ebola


Logo Baru kemenkraf
Images Source : (dailymail.co.uk )

Ebola membunuh dengan cara membuat korbannya menderita pendarahan internal yang parah. Penyakit ini adalah penyakit yang sampai sekarang belum memiliki obat, tidak ada vaksin, dan tidak ada gagasan nyata mengapa penyakit ini terus terjadi. Wabah Ebola yang menyerang Afrika Barat pada tahun 2014 menyebabkan gelombang kepanikan di seluruh dunia. 

Dan tak heran, Ebola dianggap sebagai salah satu penyakit yang paling mengerikan di abad ke-21. 

Korban Ebola yang pertama di dunia adalah seorang guru bernama Mabalo Lokela. Mabalo tinggal di kota Yambuku di Republik Demokratik Kongo. Pada bulan Agustus 1976, ia pulang dari sebuah perjalanan dari daerah utara dengan demam tinggi. Awalnya, petugas medis mendiagnosis Mabalo dengan malaria. 

Tapi setelah dua minggu, gejala mengerikan seperti muntah yang tidak terkendali, masalah bernafas, dan pendarahan mata, hidung, dan mulut membuat dia meninggal. Sayangnya, virus Ebola tidak mati bersamanya. 

Banyak orang yang berhubungan dengan Mabalo sewaktu masih sakit-sakitan pada akhirnya terjangkit penyakit ini juga. Sekitar 90 persen orang di desa Mabalo pun meninggal dunia. Para ahli epidemiologi diseluruh dunia terus mencoba mencari cara bagaimana menghentikan penyebaran virus pembunuh ini.

3. Dr. Liu Jianlin - Penyakit pernapasan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome)


Logo Baru kemenkraf
Images Source : (dailymail.co.uk )


Hanya dalam waktu sembilan bulan, Penyakit SARS perlahan menulari orang-orang di seluruh dunia, mengakibatkan total 774 orang yang tinggal di 37 negara meninggal dunia dan menyebabkan banyak orang mengalami penyakit pernapasan serius. 

Pertama kali didiagnosis terjadi di provinsi Guangdong di China pada bulan November 2002, SARS pada awalnya hanya dianggap sebagai penyakit flu ringan. 

Tidak mendapat penanganan serius, virus ganas ini segera berkembang menjadi pneumonia penuh dan akhirnya mengakibatkan gagal pernapasan. Seperti yang sering terjadi pada wabah epidemi lainnya, kita sering tidak tahu apa yang kita hadapi sampai terlambat. 

Dan ketika dunia mulai memperhatikan penyakit menular ini, Dr. Liu Jianlin, seorang dokter medis dari provinsi Guangdong, menginap di Hotel Metropole Hong Kong. Dr. Liu diyakini telah menginfeksi sekitar 12 orang di Hotel Metropole sebelum meninggal karena gagal pernapasan, yang dianggap terkena Hyperinfectius. 

Salah satu dari 12 orang itu adalah seorang wanita bernama Sui-Chu Kwan, penduduk Scarborough, Ontario, yang sangat merasa yakin kalau dia menabrak Dr. Liu 2 hari sebelum dia pergi ke Kanada dengan pesawat.

4.Edgar Enrique Hernandez - Flu Babi (H1N1) 


Logo Baru kemenkraf
Images Source : ( npr.org/ )

Mendapat julukan "Kid Zero" sepertinya terdengar keren bukan? Tapi tidak bagi Edgar Enrique Hernandez, karena julukan itu diterimanya sebagai pengingat bahwa dia adalah manusia pertama yang terinfeksi penyakit Flu Babi. 

Bocah berusia empat tahun dari Meksiko ini dinyatakan positif terkena flu babi H1N1 pada bulan Maret 2009. Bak selebriti, foto-foto wajahnya yang tersenyum langsung terpampang di halaman depan setiap surat kabar di Meksiko. 

Di kampung halaman Edgar, pedesaan La Gloria, ratusan orang jatuh sakit hanya dalam hitungan minggu dan dua anak meninggal dunia. 

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, H1N1 telah menyebabkan kematian lebih dari 18.000 orang pada Januari 2016. Banyak penduduk La Gloria sebenarnya menyalahkan peternakan babi industri di dekat desa mereka sebagai sumber utama wabah tersebut, namun para peneliti masih belum mengetahui apakah H1N1 memang berasal dari babi atau tidak. 

Pada saat itu mereka juga belum bisa mengkonfirmasi apakah Edgar kecil itu sebenarnya manusia pertama yang terjangkit H1N1 flu babi. Namun terlepas dari semua itu, pihak berwenang dari desa La Gloria baru-baru ini mendirikan patung perunggu Edgar sebagai sebuah upaya untuk menarik wisatawan ke kota yang terkenal dengan asal dari penyakit flu babi.

5.Goodwoman Phillips - Wabah Pes

Logo Baru kemenkraf
Images Source : (media.npr.org )

Wanita ini bisa disebut sebagai pasien zero dari wabah besar Pes bukan karena sebagai pembawa wabahnya yang pertama, namun karena dia adalah korban pertama yang meninggal dunia ketika terjadinya wabah besar Pes di London pada tahun 1965-1966. 

Berkat hasil kerja dari seorang John Graunt, yang memiliki keahlian Statistik, maka seluruh kematian akibat wabah Pes pada saat itu dapat ditulis dan didokumentasikan secara cermat. Dari total penduduk sebanyak 450.000 orang, sebanyak 68.000 orang tercatat meninggal dunia saat itu akibat Pes, yang berarti sekitar hampir 15 % dari populasi kota. 

Menurut cerita warga London saat itu, wabah yang menimpa kota itu disebabkan adanya dua kejadian penting yang terjadi yakni : penampakan komet di langit London dan penobatan Raja charles II. 

Warga menganggap komet yang melintas itu sebagai pertanda buruk yang akan membawa dunia ke akhir zaman dan penobatan raja Charles II sebagai tanda bahwa raja tidak mendapat restu dari Tuhan. 

namun kini kita bisa belajar kalau wabah besar London yang terkenal itu terjadi sebagai hasil dari kondisi kehidupan yang kumuh yang membuat orang hidup dekat dengan tikus yang terinfeksi dari kutunya.

6. Albert Gitchell - Pandemik Flu 1918 (Flu Spanyol)

Logo Baru kemenkraf
Images Source : (Historical Archives National Museum of Health & Medicine )

Flu Spanyol adalah salah satu pandemik paling dahsyat yang pernah terjadi di dunia dan diperkirakan telah membunuh sebanyak 20 sampai 40 juta orang. 

Pada tahun 1918, dimana sebagian besar dunia masih menderita akibat Perang Dunia I, Flu Spanyol menyebar tanpa suara dari orang ke orang, yang akhirnya menginfeksi hingga hampir sepertiga populasi dunia. 

Semuanya bermula pada hari Senin, 11 Maret 1918, hanya dengan batuk. Batuk yang sangat parah yang diidap oleh Albert Gitchell, seorang tentara juru masak di Pangkalan Angkatan Darat AS di Fort Riley, Kansas. 

Petugas medis militer tahu seberapa cepat virus bisa menyebar didalam kondisi kamp militer dan meminta agar Gitchell segera dikarantina. 

Tapi hal itu sepertinya sedikit terlambat karena Gitchell ternyata telah memasak makan malam untuk ratusan tentara yang ditempatkan di kamp tersebut pada malam sebelumnya. 

Dan tepat tengah hari, lebih dari 100 tentara yang bertugas mengeluh sakit mengakibatkan hampir setengah dari tentara meninggal dunia dan flu pun menyebar tanpa ampun ke seluruh AS dan Eropa, melintasi garis musuh, dan akhirnya ke seluruh dunia.

7. John Harnold : seorang pelaut asal german yang diduga suspect pertama virus kolera di dunia


Logo Baru kemenkraf
Images Source : (media.npr.org )

Pada tahun 1854, hanya dalam waktu 10 hari, 500 orang tewas dalam satu wilayah di pusat kota London. Gejala - gejala seperti muntah-muntah, diare, kram perut, dan dehidrasi ekstrim menandai epidemik tersebut. Bahkan seorang pasien yang hanya merasa mual bisa saja meninggal pada hari yang sama. 

Kolera pun menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat London zaman Victoria saat itu. Setelah penanganan epidemi, 10.000 orang berada dibawah tanah dan para ilmuwan langsung menyelidiki asal epidemi ini, dan mereka berhasil menemukan ground zeronya pada kain popok seorang bayi mungil berusia 5 bulan bernama Frances Lewis. 

Seorang dokter bernama John Snow berhasil menemukannya dengan mengikuti pola tempat kematian korban kolera. 

Menggunakan metode yang dikenal dengan "Peta Hantu", Snow menemukan fakta bahwa kebanyakan korban yang meninggal tinggal dekat dengan pompa air di Broad Street. 

Sepertinya ibu Frances Lewis menyuci popok Frances Lewis di sekitar tempat tersebut yang kemudian bekas air cuciannya meresap dan langsung bocor masuk ke sumber air setempat dan memicu keracunan ribuan penduduk di daerah tersebut. Segera setelah pompa ditutup, epidemi pun berakhir.

8.Gaetan Dugas, Pria Asal AS yang Diduga Menjadi Penyebar Virus HIV AIDS Pertama di Dunia


Logo Baru kemenkraf
Images Source : ( dailymail.co.uk)

Mungkin pasien zero yang paling terkenal adalah pria bernama Gaetan Dugas. Dia adalah seorang pramugara maskapai Air Canada dan berhasil diidentifikasi oleh para ilmuwan pada akhir 1970-an sebagai orang pertama yang membawa epidemi HIV / AIDS ke AS. 

Nama Dugas disebutkan secara resmi ke publik pertama kali oleh wartawan Randy Shilts pada tahun 1987 dalam bukunya "And The Band Played On." Ketika bukunya dirilis, Surat kabar New York Post meliput berita tersebut sebagai tajuk utama dengan judul "Orang yang Memberikan kita AIDS," dan menjadikan nama Gaetan Dugas melekat sebagai orang yang menyebarkan epidemi HIV / AIDS selamanya. 

Namun, para ilmuwan zaman sekarang baru mengetahui bahwa sangatlah tidak mungkin seorang Gaetan Dugas menjadi pasien zero dalam kasus epidemi HIV / AIDS. 

Sebuah studi genetika baru-baru ini yang menggunakan sampel darah yang diambil pada akhir 1970-an sepertinya menunjukkan bahwa virus tersebut kemungkinan datang ke New York City pada tahun 1970 dan memiliki kaitan dengan virus yang ada di Haiti dan negara-negara Karibia lainnya.

9.Fransisco de Egula : sang penderita virus cacar pertama di dunia


Logo Baru kemenkraf
Images Source : ( idntimes.com)


Di masa kini, cacar bukanlah penyakit menakutkan. Orang bisa dengan tenang menghadapinya lantaran akses layanan kesehatan sudah terjangkau dan makin mutakhir. Paling banter, orang akan merisaukan bekas lepuhan yang berubah jadi koreng lantaran sulit hilang.

Pada 5 Maret 1520, satu rombongan kecil kapal-kapal Spanyol bertolak meninggalkan Pulau Kuba dalam perjalanan menuju Meksiko. Kapal-kapal itu membawa 900 tentara Spanyol bersama kuda-kuda, senjata api, dan sejumlah budak Afrika. Salah satu budak itu, Fransisco de Egula, membawa satu kargo pasukan yang jauh lebih mematikan di dalam tubuhnya.

Fransisco tidak mengetahuinya, tetapi di suatu tempat di antara triliunan sel dalam tubuhnya berdetik satu bom waktu biologis: virus cacar (smallpox). Setelah mendarat di Meksiko, virus itu mulai berbiak cepat dalam tubuhnya, akhirnya meletup keluar dari kulitnya dalam rupa ruam-ruam mengerikan.

Fransisco yang menggigil ditidurkan di rumah seorang keluarga pribumi Amerika di kota Cempoallan. Dia menulari anggota keluarga, yang kemudian menulari tetangga-tetangganya. Tak kurang dari 10 hari, Cempoallan berubah menjadi sebuah lahan kuburan. 

Para pengungsi menyebarkan penyakit itu dari Cempoallan ke kota-kota terdekat.Pada September 1520, wabah virus tersebut sudah mencapai lembah Meksiko dan pada bulan Oktober memasuki gerbang-gerbang ibu kota Aztec, Tenochtitlan, sebuah kota metropolitan megah berpenduduk 250 ribu jiwa. Dalam kurun dua bulan, sepertiga penduduknya musnah, termasuk Kaisar Aztec, Cuitlahuac.

Pada Maret sebelum wabah, saat armada Spanyol tiba, penduduk Meksiko sekitar 22 juta jiwa. Pada akhir tahun yang sama, jumlah penduduknya menyisakan 14 juta jiwa yang masih hidup. 

Cacar barulah awal. Saat para tuan baru dari Spanyol itu sibuk memperkaya diri dan mengeksploitasi masyarakat pribumi, gelombang maut flu, kutu, dan berbagai penyakit menular lainnya menyerang Meksiko secara bergantian, hingga pada 1580, jumlah penduduknya tak sampai satu juta.

10.Rombongan pelaut pimpinan Christopher Columbus di duga penyebar penyakit siflis di dunia

Logo Baru kemenkraf
Images Source : ( insider.com)


Sifilis / sipilis (syphilis) adalah kata yang membuat siapapun bakal merinding ngeri. Pasalnya itu adalah nama dari penyakit kelamin yang menyebabkan sekujur tubuh penderita dipenuhi oleh ruam & bisul yang terasa perih. 

Namun bahaya yang ditimbulkan oleh sifilis belum berhenti sampai di sana. Jika penderita sifilis tidak menerima pengobatan yang layak, penyakitnya bisa bertambah parah & menimbulkan aneka komplikasi seperti kebutaan, gangguan mental, & bahkan kematian. 

Bagi yang selamat sekalipun, sifilis bisa mengubah penampilan korban secara permanen akibat bekas-bekas borok yang ditinggalkannya.Sifilis / raja singa ditimbulkan oleh bakteri Treponema pallidum yang bentuknya menyerupai spiral. 

Bakteri tersebut menyebar antar manusia melalui hubungan seksual. Bayi yang belum lahir juga bisa terjangkit oleh sifilis jika ibunya hamil dalam kondisi mengidap sifilis. 

Di masa kini, walaupun sifilis tetap memiliki resiko menimbulkan kematian bagi korbannya, keberadaan antibiotik & kian majunya teknologi pengobatan menyebabkan penyakit ini tidak sampai meledak menjadi wabah berkepanjangan. 

Namun tidak demikian halnya jika kita mundur ke masa lampau.Di Eropa sejak masa Renaissance hingga abad ke-20, sifilis merupakan penyakit yang amat ditakuti. 

Kendati jumlah korban tewas yang ditimbulkan oleh sifilis tidak sebanyak jumlah korban yang ditimbulkan oleh wabah pes, penyakit ini tetap menjadi momok karena penderitanya bakal merasakan perih di sejumlah bagian tubuhnya. 

Untuk mengobati sifilis, metode yang paling lazim digunakan pada masa itu adalah dengan menggunakan obat berbahan logam cair merkuri. 

Namun metode pengobatan ini juga membawa bahaya terselubung karena jika dikonsumsi terlalu sering, pasien yang menggunakan obatnya justru bisa tewas akibat keracunan logam.

ASAL-USUL YANG SIMPANG SIUR

Ada 3 teori mengenai awal mula kemunculan sifilis di Eropa, yaitu teori Amerika, teori non-Amerika, & teori campuran. Menurut teori pertama, sifilis awalnya merupakan penyakit yang hanya ditemukan di kalangan penduduk pribumi Amerika (Indian). 

Saat rombongan pelaut pimpinan Christopher Columbus melakukan penjelajahan ke Amerika, mereka bukan hanya menularkan penyakit cacar secara tidak sengaja kepada penduduk setempat. Ketika Columbus & rombongannya kembali ke Eropa, mereka tanpa sadar juga turut membawa bibit penyakit sifilis ke Eropa.

Teori ini merupakan teori yang paling banyak diyakini oleh ilmuwan karena teori ini bisa menjelaskan mengapa kasus penyakit sifilis mendadak banyak terjadi di Eropa sejak abad ke-15. 

Alasan lain mengapa teori ini dianggap sebagai teori paling meyakinkan adalah karena penyakit dengan ciri-ciri yang serupa sifilis sudah ada di Pulau Hispaniola - pulau yang sekarang menjadi lokasi negara Haiti & Republik Dominika - sejak beberapa abad sebelum kedatangan bangsa Eropa. 

Kemudian berdasarkan temuan fosil, suku Indian di Amerika Utara diketahui sudah pernah terserang penyakit dengan ciri-ciri serupa sifilis sejak 8.000 tahun yang lalu.Menurut teori kedua (teori non-Amerika) yang pertama kali dicetuskan pada tahun 1934, penyakit sifilis sebenarnya sudah ada di Eropa jauh sebelum Columbus & rombongannya melakukan pelayaran ke Amerika. 

Dasar dari teori ini adalah karena tokoh-tokoh dari Yunani Kuno seperti  Aurelius Cornelius Celsus (abad ke-2) & Paul dari Aegina (abad ke-7) dalam catatannya pernah menjelaskan suatu penyakit yang gejala-gejalanya serupa dengan gejala penyakit sifilis. 

Namun teori ini tidak bisa menjelaskan kenapa wabah sifilis berskala besar baru terjadi pada abad ke-15.Teori ketiga merupakan teori alternatif yang menggabungkan teori Amerika & non-Amerika. 

Menurut teori ini, bakteri penyebab penyakit sifilis aslinya terdiri dari beberapa varian dengan tingkat keganasan yang berbeda-beda. Bakteri yang pernah ditemukan jauh sebelum bangsa Eropa (Spanyol) melakukan pelayaran ke Amerika mungkin merupakan varian yang tidak begitu ganas. 

Namun varian yang dibawa oleh rombongan pimpinan Columbus ke Eropa merupakan varian yang jauh lebih ganas & mudah menular, sehingga kemudian timbullah wabah penyakit yang menyebar luas hingga ke seantero Eropa.Rombongan pimpinan Columbus kembali ke Spanyol dari Amerika pada tahun 1493. 

Dari sana, bibit penyakit sifilis kemudian menjangkiti orang-orang Spanyol & menyebar semakin luas ketika mereka yang sudah terjangkit sifilis melakukan perjalanan keluar Spanyol. Kota Napoli di Italia adalah salah satu kota pertama di luar Spanyol yang terkena wabah sifilis karena kota ini banyak dihuni oleh imigran & tentara bayaran asal Spanyol. 

Karena gejala sifilis sepintas mirip dengan gejala cacar (smallpox), penyakit sifilis sempat dikenal dengan nama "cacar besar" (great pox).

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg