BREAKING NEWS

Bahaya Mendaki Gunung Saat Menstruasi


https://www.nusapedia.com/2018/05/bahaya-mendaki-gunung-saat-menstruasi.html

Saat ini dunia petualangan mendaki gunung tak hanya digandrungi kaum lelaki saja, perempuan pun makin banyak yang menyukai kegiatan ini. Bahkan, sampai ada seloroh di kalangan pendaki, “Dahulu pendaki gondrong itu menyeramkan, sekarang pendaki gondrong cantik-cantik.” Maksudnya dahulu pendaki gondrong umumnya laki-laki, sekarang wanita.Tengok saja di media sosial Instagram.

Bukan hal aneh banyak kita jumpai foto-foto eksis perempuan berada di puncak gunung, berlatar pemandangan pegunungan, di tenda, atau membawa ransel yang berukuran besar. Namuan sebagaimana kodrat perempuan, yang tak bisa dihindari adalah menstrusai. Apa jadinya jika perempuan mengalami menstruasi tapi ingin mendaki, apakah diperbolehkan? Banyak yang mengatakan wanita yang mengalami menstruasi atau haid dilarang mendaki karena hal-hal yang berkaitan dengan mistis, seperti mudah kesurupan.

Tapi sebelum kita mempercayai hal tersebut, mari kita pahami bagaimana kondisi perempuan saat menstruasi. Dan apakah kondisi tersebut baik untuk mendaki gunung? Saat mengalami menstruasi perempuan akan mudah lelah, lemas dan pusing dikarenakan tubuh kehilangan sebagian zat besi. Dinding rahim yang meluruhkan darah pun akan melemah, sehingga mudah mengalami kram perut dan sakit punggung. Hal ini akan sangat berbahaya jika ia melakukan aktifitas berat seperti mendaki, terlebih jika membawa beban berat. Itu akan menyulitkan dan menyiksa dirinya sendiri.

Saat mengalami menstruasi perempuan akan mudah lelah, lemas dan pusing dikarenakan tubuh kehilangan sebagian zat besi. Dinding rahim yang meluruhkan darah pun akan melemah, sehingga mudah mengalami kram perut dan sakit punggung. Hal ini akan sangat berbahaya jika ia melakukan aktifitas berat seperti mendaki, terlebih jika membawa beban berat. Perempuan yang sedang menstruasi harus rajin menjaga kebersihan, terutama area kewanitaan, karena mudah terserang bakteri. Saat mendaki, kadang bisa berhari-hari tidak mandi karena air terbatas. Hal itu yang dikhawatirkan menjadi sumber berkembangnya bakteri.

Selain itu, mood juga akan terpengaruh. Biasanya akan lebih sensitif dan mudah marah. Perempuan yang sedang menstruasi pun harus rajin menjaga kebersihan, terutama kebersihan area kewanitaannya karena mudah terserang bakteri. Saat mendaki, kadang bisa berhari-hari tidak mandi karena air terbatas. Hal itu yang dikhawatirkan menjadi sumber berkembangnya bakteri. Jadi sangat tidak baik perempuan menstruasi mendaki. Tunggulah sampai menstruasinya selesai dan tubuh kembali normal.

Biasanya menstruasi terjadi setiap 4 minggu sekali (masa datang bulan). Meski terkadang ada yang lebih cepat atau lebih lambat. Jika perempuan sudah mengetahui masa datang bulannya, perhitungkanlah waktu pendakian.

Lalu bagaimana jika menstruasi terlanjur terjadi saat mendaki?

Jika sudah terlanjur menstruasi saat mendaki alias saat berada di gunung, segeralah istirahat. Hal ini pulalah yang membuat perempuan harus membawa perlengkapan pribadi tambahan yakni pembalut sebagai jaga-jaga.

Lepaskan barang bawaan yang memiliki beban. Mintalah teman seperjalanan untuk membawa perlengkapan. Namun jika kamu merasa masih kuat, bawalah sebagian yang bisa kamu bawa. Bersihkan area kewanitaan dan pastikan tidak kotor. 

Kompres perut dengan air hangat untuk menenangkan perut, jika perlu pijat perlahan ke arah bawah. Minum obat anti-nyeri atau pereda sakit kepala. Perbanyak makan-makanan berprotein, berenergi, dan berzat gizi tinggi. 

Sampaikan kepada kawan-kawanmu atau pendaki perempuan lain jika ada, bahwa kamu mengalami menstruasi, supaya mereka memahami kondisimu. Jangan sembunyikan.Sebaiknya jangan lanjutkan pendakian. Istirahat yang cukup dan turunlah setelah tubuh nyaman. Jangan memaksakan tubuh mendaki, demi keamananmu.Itulah penjelasan mengapa perempuan yang sedang menstruasi jangan mendaki gunung. Hal itu dikarenakan kesehatan, sama sekali bukan karena hal mistis.

Berikut adalah beberapa tips melakukan kegiatan alam bebas, khususnya pendakian gunung di masa haid :
 

1. Bawalah Suplemen dan Pereda Nyeri

Ketika haid, wanita akan kehilangan darah sekaligus zat besi yang akan berpengaruh pada metabolisme tubuh dan ini membuat lebih rentan kelelahan. Bawalah suplemen untuk menjaga kebugaran dan juga pereda nyeri. Mempersiapkan pereda nyeri ketika hendak melakukan perjalanan di masa haid bisa mengantisipasi kram perut.

2. Jangan Malu

Pria tentu mengerti tentang haid dan pemimpin perjalanan telah diberitahu dan dilatih untuk menghadapi situasi seperti ini. Setiap pria tentu akan mengerti tentang hal ini dan dia tidak akan menjauh, tetapi akan tetap peduli. Jika ragu, berbicaralah dan meminta solusi.

3. Tetaplah Terhidrasi

Berada di alam bebas pegunungan tentu membutuhkan banyak air. Namun untuk masa haid, tentu membutuhkan lebih banyak air. Beristirahatlah jika lelah, jangan terlalu memaksakan diri dengan kemampuan fisik dan tetaplah terhidrasi. Buatlah perjalanan menjadi seenjoy mungkin.

4. Menjaga Kebersihan

Jagalah kebersihan yang layak. Bawalah pembalut yang cukup dan menggantinya secara berkala untuk mencegah proliferasi kuman, hand sanitizer, serta pakaian yang cukup. Pastikan kebersihan tidak terganggu dalam kondisi apapun.

Berenang di sebuah danau gunung bukan pilihan yang tepat untuk membasuh keringat dan kotoran dari aktivitas hiking, mengingat danau merupakan sumber air melimpah bagi para pendaki. Bawalah tissu basah wangi sebanyak-banyaknya. Menggunakan tissu basah bisa membersihkan apapun yang diperlukan.

5. Buang Pembalut Dengan Benar

Jangan meninggalkan pembalut di sekitar alam karena akan mencemari lingkungan. Membawa turun sampah haid tentu membuat hidung 'menggeliat' ngeri dengan bau yang akan menjadi bayang-bayang setiap waktu, apalagi jika perjalanan masih berakhir dalam waktu beberapa hari. Hal itu tidak bisa dijadikan alasan untuk meninggalkan sampah di alam. 
Bawalah ziplock, yaitu plastik kemasan yang ada clip'nya dan biasa digunakan untuk plastik obat. Masukkan bekas pembalut dalam ziplock agar aman dari debu, kuman dan bakteri, sekaligus mencegah bau tersebar keluar.

6. Jauhkan Pikiran Negatif

Perubahan lingkungan, ketinggian dan kegiatan fisik bisa menyebabkan bergesernya masa haid. Haid bisa datang lebih cepat atau lebih lambat. Persiapkan semuanya untuk mengantisipasi haid yang datang mendadak dalam waktu masa haid, tapi anda tidak perlu kuatir berlebihan jika haid tak kunjung datang pada masa 'pastinya'.
Tetap berfikirlah positif meski banyak mitos seperti hewan buas akan mudah mencium bau darah, wanita haid rawan kerasukan, hingga gangguan mistis pada kelompok perjalanan akibat adanya wanita haid dalam kelompok. Mitos-mitos tersebut akan membuat pikiran terganggu dan menimbulkan ketidaknyamanan, berakibat adanya sugesti-sugesti negatif yang bisa merugikan diri sendiri maupun kelompok. Tetaplah tenang dan berdoa.

7. Taati Prosedur Pendakian

Secara ilmiah, melakukan kegiatan alam bebas seperti pendakian gunung ketika haid cukup mengganggu kenyamanan pendakian, meski hal ini tetap bisa nyaman dilakukan dengan beberapa hal diatas. Secara adat budaya dan kepercayaan masyarakat setempat, haid benar-benar bisa membatalkan perjalanan anda.

Beberapa gunung di Indonesia melarang wanita haid untuk mendaki gunung karena berhubungan dengan hal mistis. Peraturan seperti ini wajib ditaati oleh semua para pendaki untuk mencegah hal-hal mistis yang mungkin bisa mengganggu. Gunung Arjuno dan Gunung Agung adalah contoh gunung yang disakralkan dimana pendaki wanita yang sedang haid dilarang keras melakukan pendakian karena alasan mistis. Carilah info atau bertanyalah pada penduduk sekitar tentang prosedur pendakian sebelum melakukan pendakian jauh-jauh hari.
Selain faktor mistis, berkurangnya kondisi fisik, biologis dan emosi yang cenderung labil dari wanita haid, maka sebagian besar pos pendakian gunung melarang wanita haid untuk melakukan pendakian karena dikawatirkan akan membahayakan diri sendiri.

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg