BREAKING NEWS

8 Camilan Ekstrem dari Berbagai Penjuru Dunia


Setiap negara pasti memiliki camilan khas masing-masing. Namun yang biasanya diburu oleh para wisatawan adalah camilan yang aneh cenderung ekstrem. Ya, di beberapa negara memang terdapat camilan yang membuat bergidik.

Cemilan Extrem
Salah satu hal yang harus kita lakukan agar tetap hidup adalah makan. Sebagai mahluk hidup, kita memerlukan makanan untuk memberi asupan energi bagi tubuh. Jika kita lupa untuk makan, maka akan muncul berbagai komplikasi penyakit seperti maag, kelaparan, kedinginan, lemah lesu dan lain-lain. Sekarang coba sebutkan makanan apa saja yang biasa kamu konsumsi setiap harinya! Sebagian besar pasti akan menjawab makan nasi, daging, ikan, tempe, mie instan, dan macam-macam lagi.

Tapi jika merasa bosan tiap hari menu makanan yang dijumpai itu-itu saja, ingin mencoba sesuatu yang berbeda? Yang jarang sekali orang mengetahuinya. Ada baiknya jika kamu mencoba makanan kuliner super extrim berikut ini.

Banyak orang mengira hanya Jepang, Vietnam, dan Thailand yang sering menyajikan kuliner ekstrem yang tidak lazim untuk dimakan. Tapi ternyata bukan hanya negara itu saja, di berbagai belahan dunia juga terdapat kuliner tidak lazim yang dihidangkan.Kali Ini NusaPedia ingin mengajak anda semua untuk melihat aneka cemilan ekstreme dari berbagai negara

Roti dari Tepung Kecoa – Brazil

cemilan extreme
Kalau banyak orang Indonesia takut sama kecoa, di Brazil, Kecoa justru disulap jadi tepung untuk roti. Tapi jangan khawatir, bahan kecoanya aman kok. Kecoa yang dijadikan tepung bukan kecoa yang kalian temukan di kamar mandi, melainkan jenis Nauphoeta Cinerea.

Banyak ahli mulai memanfaatkan serangga untuk produk masa depan. Bahkan dua orang mahasiswa mengembangkan tepung berbahan kecoa!

Kekurangan pangan diperkirakan akan jadi salah satu masalah besar dalam beberapa dekade mendatang. Para ahli meyakini serangga bisa jadi sumber nutrisi utama saat kelangkaan makanan terjadi di masa depan.Karena itulah banyak produk makanan dan menu restoran yang mulai memanfaatkan serangga. Tepung berbahan serangga termasuk salah satu yang makin banyak diproduksi.

Jenis ini dikembangbiakkan di peternakan dengan makanan khusus, yaitu sayuran dan buah-buahan. Jadi kecoa ini lulus persyaratan kebersihan ANVISA, lembaga pengawasan kesehatan di Brazil. Menurut penelitinya, Andressa Lucas dan Lauren Menegon, tepung kecoa ini memiliki protein yang tinggi yaitu sekitar 70%. Nahloh, berani coba?

Casu Marzu – Italia

cemilan extreme
Larva lalat alias belatung seringkali jadi tanda kalau sebuah makanan udah tercemar dan membusuk. Tapi, hal itu nggak berlaku pada keju jenis Casu Marzu asal Italia ini.

Keju yang namanya secara harfiah berarti "Keju Busuk" ini justru menggunakan belatung hidup untuk memperkaya rasanya. Jadi, kamu akan menemukan ribuan belatung hidup yang menggeliat saat memotong keju satu ini. Dalam tradisi Italia, keju ini memang dinikmati langsung bersama belatung yang tinggal didalamnya hidup-hidup. Biasanya bakal disajikan bersama segelas wine atau minuman beralkohol lainnya.

Casu marzu (disebut juga casu modde, casu cundhĂ­du atau formaggio marcio) adalah keju tradisional dari Sardinia yang terbuat dari susu domba.Casu marzu berarti "keju busuk" dalam bahasa Sardinia dan keju ini juga dikenal sebagai keju belatung. Keju ini dilarang dikonsumsi di Uni Eropa, namun dapat ditemukan di pasar gelap di Sardinia, Italia. Keju ini dibuat dengan menggunakan larva dari lalat keju yang termasuk keluarga Piophila casei. Lalat ini dikenal juga dengan istilah cheese skipper.

Gurita Hidup (Sannakji) – Korea Selatan

cemilan extreme
Makan gurita memang enak, apalagi yang sudah diolah menjadi Sushi, misalnya. Tapi gimana kalau kamu makan gurita yang masih hidup? Nah, makanaan berbahan gurita hidup bernama Sannakji ini merupakan makanan ekstrem yang berasal dari Korea Selatan.

Oh iya, waktu makan Saknnakji, Untuk mengkonsumsi sannakji tidak boleh sembarangan. Perlu diketahui teknik memakan gurita hidup utuh ini bagi mereka yang tidak berpengalaman. Sebab jika salah teknik, hal ini dapat membahayakan nyawa. Tentakel dari gurita bisa tersangkut di tenggorokan hingga menyebabkan gangguan pernapasan dan bahaya tersedak.Cara yang paling aman mengkonsumsi sannakji adalah Anda harus mengunyah sebanyak 100 kali sebelum menelannya. Dan jangan berbicara saat mulut Anda penuh dengan Sannakji.. Menurut data di Korea Selatan, setidaknya udah ada 6 orang yang meninggal akibat tersedak saat makan ini. Hiy, ngeri juga ya.

namun bagi orang Korea makanan ini dianggap lezat dan nikmat, serta tidak aneh sama sekali. Ada sensasi di dalam mulut seperti ada yang mengeliat-geliat.

Balut – Filipina

cemilan extreme
Balut atau embrio bebek adalah makanan ekstrem selanjutnya yang harus kamu coba. Pada Balut, embrio bebek dalam telur harus berusia 15-19 hari. Jadi telah terlihat bentuk janin bebeknya. Biasanya balut disajikan dengan air cuka, irisan bawang putih, dan irisan cabai. Tapi kalau kalian tidak mau kehilangan rasa asli balut, langsung makan juga bisa. Katanya sih, rasanya seperti telur rebus biasa.

Rupanya, orang Filipina sendiri benci-benci cinta sama balut. Ada yang suka banget, ada yang gak mau nyentuh. Makanan yang dipercaya jadi obat kuat karena mengandung protein tinggi ini biasanya udah diperkenalkan sejak kecil. Anak-anak sekolah di Filipina yang ngelakuin penelitian biologi biasanya menggunakan balut buat mengamati anatomi unggas. Nanti, begitu jam pelajaran selesai, bapak/ibu guru bakal nyuruh murid buat makan balut supaya gak mubazir. Bahkan, kalau ada murid yang nolak, bisa-bisa nilai mereka bakal dikurangin. Hmmm agak heran kalau semua orang Filipina pernah ngerasain makanan ini!

Hampir di setiap sudut pasar, terutama pasar yang aktif pada malam hari, pedagang menjajakan tumpukan telur dalam wadah berlubang yang di bawahnya terdapat uap air panas agar kehangatannya terjaga. Namun ada juga yang meletakkannya di suatu wadah biasa dan telur menjadi dingin.

Sebagian pedagang tidak hanya menjual balut, melainkan telur rebus biasa. Tanda telur rebus biasa diberi garis. Di samping tumpukan telur tersedia botol cairan berisi bawang dan cuka, serta satu wadah garam halus untuk menambah cita rasa balut.

Century Egg – Tiongkok

cemilan extreme
Telur ekstrem lain yang bisa dicoba selain Balut adalah Century egg. Eits, meski namanya Century Egg, bukan berarti telur ini berusia satu abad. Telur ini hanya mengalami proses tiga hingga lima minggu. Pembuatannya menggunakan telur bebek atau ayam yang direndam dalam campuran kapur, sekam padi, dan abu. Bentuk century egg memang agak menjijikkan karena warnanya. Tapi katanya rasanya nikmat kok. Putih telur akan bertekstur seperti agar-agar, dan kuning telur akan terasa lebih lembut.

Century egg ini memiliki banyak nama lain, seperti Hundred-year egg, thousand-year egg atau millennium egg. Tapi apapun sebutan dari makanan ini, cemilan ini dapat dengan mudahnya ditemukan di toko kelontong, restauran-restauran China dan di dalam toko bubur sederhana. Dengan tidak berwarna putih dengan kuning atau oranye terang, makanan ini lebih terlihat seperti jelly dengan warna coklat gelap dan dengan warna yang kurang menarik selera dan berwarna hijau rawa, belum lagi dengan aroma ammonia yang sangat tajam, telur ini juga memiliki julukan sebagai “telur urin kuda”. Di samping penampilannya, banyak anak-anak di China tumbuh dengan makanan ini dan belajar untuk mencintai rasa dari telur ini pula.

Tikus Panggang – Indonesia

cemilan extreme
Makanan Indonesia yang gak kalah ekstrem adalah tikus panggang. Makanan ekstrem ini bisa kamu dapatkan di Manado lho. Tapi tenang, tikus yang dipanggang bukan tikus got yang biasa kamu temui. Tikus ini adalah tikus sawah yang suka makan batang padi. Jadi sedikit lebih bersih daripada tikus got. Berani coba nggak?

Jika Anda mengunjungi beberapa pasar di Manado, Anda akan menemukan tikus panggang dengan mudah. Tapi tikus yang dikonsumsi masyarakat Manado bukan lah tikus sembarangan. Tikus yang biasa disantap adalah jenis tikus hutan berekor putih.

Warga Manado hanya mau membeli tikus yang ekornya masih utuh dan warnanya putih. Agar pembeli percaya bahwa tikus itu bukan lah tikus rumahan atau tikus got. Sebab tikus ini hanya mengonsumsi tumbuh-tumbuhan.

Sebelum dimasak, tikus dibersihkan terlebih dulu dengan cara dibakar dan sebagian isi perutnya dikeluarkan. Maka dari itu tikus yang dijual warnanya terlihat kehitaman akibat dibakar. 

Black Pudding – Inggris

cemilan extreme
Nah makanan ekstrem yang terakhir adalah black pudding. Eh, pudding ini gak sama dengan blackforest lho. Black pudding merupakan pudding yang dibuat dari olahan darah babi atau sapi, yang dibungkus dengan usus sapi atau babi itu sendiri. Campuran lain yang ada didalamnya adalah soun dan sayuran.

Walaupun bernama Pudding, bukan berarti demikian. Black Pudding adalah salah satu jenis sosis tradisional asal Inggris. Berbahan dasar darah babi kering dan lemak. Banyak orang yang menganggap sosis ini terasa lebih enak jika dibuat dengan darah segar yang belum menggumpal. Pada umumnya, para pecinta makanan ini menyukainya karena rasa darah yang kuat dari sosis ini. Black puding merupakan jenis makanan yang mudah rusak dan sangat halus, oleh karena itu walaupun dibekukan, setelah beberapa hari, sosis ini sudah dianggap tidak layak lagi dikonsumsi.Mmakanan ini sering disantap orang Inggris saat sarapan dan berbagai kesempatan. Dalam penyajiannya, Black Pudding  sering disajikan dengan bumbu pedas


Selain di Inggris, makanan ini juga populer di Korea Selatan sebagai jajanan kaki lima lho. Ada yang mau mencoba?

Snack Meets Fire – India

cemilan extreme
Kalau makan panas banget aja bagimu udah ekstrem, kamu perlu coba makanan yang ini. Makanan yang lagi trending di India ini membawa sensasi yang unik dan menakutkan banget. Gimana enggak, kamu ditantang untuk memakan snack yang dibakar. Bukan cuma dibakar, tapi bara apinya juga harus ikutan masuk ke mulut kamu. Waduh! Makanan yang terbuat dari biji adas, daun kapulaga, parutan kelapa dan sirup ini kemudian dibakar, dan dimasukkan langsung ke mulut pembeli. Nah loh, kebayang gak sensasinya?

Nah kira-kira, itulah makanan ekstrem dari berbagai belahan dunia. Kamu mau coba yang mana nih?

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg