BREAKING NEWS

10 Fakta Dibalik Keindahan Danau Toba


Keindahan Danau Toba - NusaPedia - Keindahan Danau Toba yang terletak di Sumatera Utara ini merupakan salah satu danau vulkanik terindah yang dimiliki Indonesia. Dengan luas yang mencapai 1.145 kilometer persegi, Danau Toba tampak seperti sebuah lautan yang berada di ketinggian 900 meter di atas permukaan laut. Selain disebut sebagai danau terluas di Asia Tenggara, danau yang memiliki kedalaman 450 meter ini juga menjadi danau terdalam di dunia.
http://www.nusapedia.com/2018/02/10-fakta-dibalik-keindahan-danau-toba.html

Namun dibalik Keindahan Danau Toba terdapat fakta yang harus kamu ketahui,berikut 10 Fakta Dibalik Keindahan Danau Toba yang NusaPedia rangkum Untuk Anda

1.Danau Toba Berada di Tiga Lempeng Tektonik

Letak Gunung Toba (kini: Danau Toba), di Indonesia memang rawan bencana. Hal ini terkait dengan posisi Indonesia yang terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik, yakni Eurasia, Indo-Australia dan Lempeng Pasifik. Sebanyak 80% dari wilayah Indonesia, terletak di lempeng Eurasia, yang meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Banda.

Lempeng benua ini hidup, setiap tahunnya mereka bergeser atau menumbuk lempeng lainnya dengan jarak tertentu. Lempeng Eurasia yang merupakan lempeng benua selalu jadi sasaran.

Lempeng Indo-Australia menumbuk lempeng Eurasia sejauh 5-7 cm per tahun
Lempeng Indo-Australia misalnya menumbuk lempeng Eurasia sejauh 5-7 cm per tahun. Atau Lempeng Pasifik yang bergeser secara relatif terhadap lempeng Eurasia sejauh 11 cm per tahun. Dari pergeseran itu, muncullah rangkaian gunung, termasuk gunung berapi Toba.

Jika ada tumbukan, lempeng lautan yang mengandung lapisan sedimen menyusup di bawahnya lempeng benua. Proses ini lantas dinamakan subduksi atau penyusupan.

2.Terdapat 5 Pulau Vulkanik Di Dalam Danau Toba

1.Pulau Samosir
Pulau Samosir adalah sebuah pulau vulkanik di tengah Danau Toba di provinsi Sumatera Utara. Sebuah pulau dalam pulau dengan ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut menjadikan pulau ini menjadi sebuah pulau yang menarik perhatian para turis. Pulau ini menyimpan sejuta manikam pariwisata di Sumatera Utara yang sangat layak untuk dikunjungi, berbagai keindahaan alam dan cagar budaya menjadi pengikat bagi masyarakat baik lokal maupun domestik untuk berkunjung

2.Pulau Tao
Pulao Tao adalah sebuah pulau yang amat kecil (dibandingkan dengan pulau samosir ini) yang terletak sangat dekat dengan pulau Samosir. Pulau Tao yang sering juga disebut sebagai pualau Malau ini terletak persis di kawasan kecamatan Simanindo, jaraknya kira-kira 10 menit dengan kapal dari kota Simanindo  yang berada di pulau Samosir.  Kota Simanindo sendiri terletak dipertengahan antara Pangururan dengan Tomok (tempat kapal ferry berlabuh untuk masuk ke pulau ini).
3.Pulau Sibandang
Pulau Sibandang yang berada di ketinggian lebih kurang 1173 meter dari atas permukaan laut dapat di akses dari Kota Muara, Balige dan Huta Nainggolan Pulau Samosir dengan menggunakan kapal motor.Pulau ini juga terkenal sebagai penghasil buah mangga yang enak dan manis rasanya.
Untuk menjelajahi Pulau Sibandang sangat disarankan pada pagi hari yang cerah.Selama ini masyarakat luas hanya mengetahui kalau wisata yang menarik di kawasan Danau Toba hanyalah pulau Samosir saja, ternyata banyak pulau pulau kecil yang sangat menarik dan enggan rasanya kalau dilewatkan begitu saja.
4.Pulau Tulas
Sebuah pulau kecil yang masih perawan, dan belum tersentuh sedikitpun oleh manusia, inilah pulau Tulas yang berada di kawasan Danau Toba, Kabupaten samosir, perairan darat terluas di asia tenggara yang akan dijadikan sebagai wisata geopark of lake toba oleh badan UNESCO.Jika anda sedang mendaki atau menaiki pussuk Buhit, atau sedang menaiki transportasi air seperti kapal very atau speedboat, Pulau ini nampak sangat jelas dengan hamparan warna hijau yang menyelimuti keseluruhan pulau ini. Selain itu air danau yang berwarna kehijauan seolah memberi nuansa yang sangat eksotis dan mengagumkan mata.

5.Pulau Tolping
Pulau ini terletak di kabupaten Dairi, tepatnya disebuah desa wisata yang lebih dikenal denagn sebutan sebagai desa Silalahi. Masyarakat di kawasan danau Toba sendiri menyebutkan bahwa daerah silalahi merupakan ujung dari danau toba, karena hanya di daerah inilah danau toba dapat diukur kedalamannya.
Pulau ini memang terlihat kecil, namun sangat mengagumkan karena dihubungkan oleh bebatuan kecil yang tersusun secara rapi oleh alam, batuan ini membujur sampai menuju pulau eksotis ini.

Tak hanya dipengaruhi oleh aktivitas vulkanik dari dapur magma, Kaldera Toba ternyata juga sangat dipengaruhi oleh kegiatan tektonik yang mengimpitnya sehingga kalangan geolog menyebutnya sebagai vulkano-tektonik.

Tumbukan lempeng bumi yang sangat kuat dari lempeng Indo-Australia telah memicu terbentuknya sesar geser besar yang disebut sebagai Zona Sesar Besar Sumatera (Sumatera Fault Zone/SFZ). Sesar ini memanjang hingga 1.700 kilometer dari Teluk Lampung hingga Aceh. Hampir semua gunung berapi di Sumatera berdiri di atas sesar raksasa ini. 

3.Danau Toba, danau indah dengan luas lebih dari Singapura

Indonesia memiliki ragam keindahan alam luar biasa yang tidak dimiliki negara-negara lainnya. Salah satunya, yang bisa Anda jadikan destinasi liburan tahun ini adalah Danau Toba.Danau Toba terletak di pegunungan Bukit Barisan, Sumatera Utara. Luasnya 1.145 kilometer persegi yang menjadikannya danau terluas se-Asia Tenggara dan luasnya lebih besar dari Singapura (716 km).

Danau Toba juga menjadi danau terluas di dunia yang terbentuk dari erupsi gunung berapi, dan masuk dalam daftar Guinness World Records. Latar belakang Danau Toba terbentuk karena letusan gunung berapi yang memuntahkan 2.800 km kubik material letusan, sehingga membuat kawah yang lambat laun dipenuhi air menjadi danau.Di tengah Danau Toba terdapat pulau bernama Samosir. 

Pulau tersebut sekiranya mendekati luas dari negara Singapura dan memiliki beberapa desa dengan wisata alam luar biasa, seperti pegunungan dan air terjun.

4.Gunung Toba telah meletus sebanyak 3 kali

Letusan 1 terjadi sekitar 800.000 tahun lalu. Letusan ini menghasilkan kaldera sisi selatan gunung, meliputi daerah Prapat dan Porsea, Sumatera Utara. Letusan ke-2 memiliki kekuatan lebih kecil, terjadi 500.000 tahun lalu. Letusan ini membentuk kaldera di sisi utara,yaitu di daerah antara Silalahi dengan Haranggaol. Letusan ket-3 terjadi 74.000 tahun lalu yang menghasilkan kaldera, mengubah Gunung Toba menjadi Danau Toba yang sekarang dengan Pulau Samosir di tengahnya.

Magma yang di bawah itu terus mendesak ke atas, pelan-pelan. Dia sudah tidak punya daya untuk meletus. Gerakan ini berusaha untuk menyesuaikan ke normal gravitasi.Ini terjadi dalam kurun waktu ribuan tahun. Hanya Samosir yang terangkat karena daerah itu yang terlemah. Sementara daerah lainnya merupakan dinding kaldera.
  • Letusan pertama terjadi sekitar 800 ribu tahun lalu. Letusan ini menghasilkan kaldera di selatan Danau Toba, meliputi daerah Prapat dan Porsea.
  • Letusan kedua yang memiliki kekuatan lebih kecil, terjadi 500 ribu tahun lalu. Letusan ini membentuk kaldera di utara Danau Toba. Tepatnya di daerah antara Silalahi dengan Haranggaol. Dari dua letusan ini, letusan ketigalah yang paling dashyat.
  • Letusan ketiga 74.000 tahun lalu menghasilkan kaldera, dan menjadi Danau Toba sekarang dengan Pulau Samosir di tengahnya.
Gunung Toba ini tergolong Supervolcano. Hal ini dikarenakan Gunung Toba memiliki kantong magma yang besar yang jika meletus kalderanya besar sekali. Volcano kalderanya ratusan meter, sedangkan Supervolacano itu puluhan kilometer.

5.Letusan Gunung Toba Terbesar Sepanjang Sejarah

Gunung berapi raksasa Toba meletus pada 73 ribu tahun silam. Kerusakan yang ditimbulkannya dahsyat dan sangat luas. Letusan gunung rasaksa yang dinamakan supervolcano ini, menyebabkan terjadinya perubahan iklim global.
Terkait erupsi luar biasa tersebut, para ahli telah menyimpulkan pemicunya, sebagaimana yang dilaporkan dalam jurnal Scientific Report.

Letusan supervolcano Toba adalah letusan gunung berapi terbesar dalam sejarah, yang menutupi 2.800 kilometer kubik daerah sekitarnya dengan abu vulkanik. Menyebabkan terjadinya hujan sangat besar di Indonesia dan India.

Sebagaimana diberitakan Business Insider, bagaimana magma dalam jumlah besar terkumpul (dan mengapa letusannya begitu dahsyat) telah menjadi penyebab perdebatan antar-ilmuwan sejak lama.Telah diketahui, gunung berapi meletus karena kepadatan dan tekanan, yang umumnya adalah cara planet bumi melepaskan kelebihan panas dan tekanan. Namun, pemicu yang pasti akan letusan Toba memang akan tetap menjadi misteri.

6.Terjadinya anomali gravitasi di Danau Toba

Terlihat pemandangan kaldera gunung Toba yang kini bernama Danau Toba dan ditengahnya terdapat pulau Samosir yang terbentuk karena adanya gaya up-lifting (pengangkatan). Inilah yang menyebabkan munculnya Pulau Samosir. Yang menarik adalah terjadinya anomali gravitasi di Toba. Menurut hukum gravitasi, antara satu tempat dengan lainnya akan memiliki gaya tarik bumi sama bila mempunyai massa, ketinggian dan kerelatifan yang sama.Jika ada materi yang lain berada di situ dengan massa berbeda, maka gaya tariknya berbeda. Bayangkan gunung meletus.

Banyak materi yang keluar, artinya kehilangan massa dan gaya tariknya berkurang. Lalu yang terjadi up-lifting (pengangkatan). Inilah yang menyebabkan munculnya Pulau Samosir.

Magma yang di bawah itu terus mendesak ke atas, pelan-pelan. Dia sudah tidak punya daya untuk meletus. Gerakan ini berusaha untuk menyesuaikan ke normal gravitasi.

Ini terjadi dalam kurun waktu ribuan tahun. Hanya Samosir yang terangkat karena daerah itu yang terlemah. Sementara daerah lainnya merupakan dinding kaldera.

7.Debu Letusan Gunung Toba Tersebar Hingga India

Debu Riolit (rhyolite) yang seusia dengan batuan Toba di Malaysia, bahkan juga ditemukan sejauh 3.000 kilometer ke utara hingga India Tengah, selain itu ditemukan pula di Samudera Hindia.

Seperti dimuat situs Badan Antariksa AS, NASA, dalam waktu sekitar dua minggu, ribuan kilometer kubik puing dimuntahkan dari Kaldera Toba di Sumatera Utara. Aliran piroklastik--awan yang merupakan campuran gas panas, serpihan batu, dan abu--mengubur wilayah sekitar 20.000 kilometer persegi di sekitar kaldera.Di Pulau Samosir, tebal lapisan abu bahkan mencapai 600 meter. Abu Toba juga menyebar ke seluruh dunia. Di India misalnya, ketebalan abu sampai 6 meter.

Pasca letusan, Gunung Toba kolaps, meninggalkan kaldera modern yang dipenuhi air--menjadi Danau Toba. Sementara, Pulau Samosir terangkat oleh magma di bawah tanah yang tidak meletus. Gunung Pusuk Buhit di dekat danau itu juga terbentuk pasca letusan.Awalnya ilmuwan menduga, letusan Toba menyebabkan penurunan suhu global hingga 10 derajat Celcius selama hampir satu dekade dan membinasakan sebagian besar umat manusia. Meski penelitian terbaru menyebut, efek cuaca yang disebabkan letusan Toba tak sedahsyat itu.

8.Letusan Toba memusnahkan  60% dari jumlah populasi manusia bumi

Meletusnya Gunung Toba menyebabkan kematian massal dan pada beberapa spesies yang juga diikuti kepunahan.Menurut beberapa bukti DNA, letusan ini juga menyusutkan jumlah manusia sampai sekitar 60% dari jumlah populasi manusia bumi saat itu, yaitu sekitar 60 juta manusia. Letusan itu juga ikut menyebabkan terjadinya zaman es.

Tim peneliti multidisiplin internasional, yang dipimpin oleh Dr. Michael Petraglia, mengungkapkan dalam suatu konferensi pers di Oxford, Amerika Serikat bahwa telah ditemukan situs arkeologi baru yang cukup spektakuler oleh para ahli geologi di selatan dan utara India. Di situs itu terungkap bagaimana orang bertahan hidup, sebelum dan sesudah letusan gunung berapi (supervolcano) Toba pada 74.000 tahun yang lalu, dan bukti tentang adanya kehidupan di bawah timbunan abuGunung Toba.

Padahal sumber letusan berjarak 3.000 mil, dari sebaran abunya.Selama tujuh tahun, para ahli dari oxford University tersebut meneliti projek ekosistem di India, untuk mencari bukti adanya kehidupan dan peralatan hidup yang mereka tinggalkan di padang yang gundul. Daerah dengan luas ribuan hektare ini ternyata hanya sabana (padang rumput). Sementara tulang belulang hewan berserakan. Tim menyimpulkan, daerah yang cukup luas ini ternyata ditutupi debu dari letusangunung berapi purba.

 9.Danau Toba memiliki Hewan Endemik Yang Tidak Dimiliki Dimanapun

Danau Toba banyak menyimpan spesies endemik yang sangat beragam. Terutama berupa ikan Batak  (Neolissochillus thienemanni ) yang hanya ada di Danau Toba. Berdasarkan kriteria IUCN (International Union for the Conservation of Nature), jenis ikan ini sudah diklasifikasikan sebagai terancam punah (Vulnerable).

Ikan batak sekilas mirip sekali dengan ikan jurung, semah, kancra atau ikan dari Marga Tor. Perbedaannya, pada ikan batak terdapat 10 baris pori-pori yang tidak teratur (masing-masing memiliki tubus atau titik yang keras) pada masing-masing sisi moncong dan di bawah mata serta alur dari bagian belakang sampai ke bibir bawah terputus di bagian tengah.

Jenis ikan dari keluarga Cyprinid ini di alam hidup di sungai yang berarus deras terutama di daerah dataran tinggi yang berpasir dan berbatu. Kondisi tersebut juga sangat perperan dalam proses memijah ikan batak. Berdasarkan pengamatan, pada gonad ikan batak terdapat ukuran telur yang bermacam-macam, hal tersebut menunjukkan bahwa ikan batak dapat memijah sepanjang tahun terutama di musim hujan.

Fekunditas ikan dengan ukuran 212 mm, berat 88,50 g mencapai 765 butir dengan diameter telur berkisar antara 1cm-2,5 cm. Pelestarian ikan batak di alam perlu mendapat perhatian karena nilai ekonomis dan sosial ikan tersebut sangat tinggi di masyarakat. Kearipan lokal yang ada pada masyarakat harus tetap dipertahankan, di samping dengan tetap menjaga habitat alaminya di alam agar tidak rusak sehingga ikan batak tidak punah di tanah batak. (bp3ulitbang)

10.Danau Toba memiliki 12 air terjun Di sekelilingnya

Benar sekali bahwa Danau Toba di kelilingi 12 Air terjun yang indah yaitu
1.Air terjun sipiso-piso
2.Air terjun situmurun
3.Air terjun Janji
4.Air Terjun Efrata
5.Air terjun Bidadari
6.Air terjun sigura - gura
7.Air terjun Binanga Bolon
8.Air terjun Hadabuan Nasogop
9.Air terjun Sigarattung
10.Air terjun siboruon
11.Air terjun siarsam
12.Air terjun Simamora

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg