BREAKING NEWS

Mengenal 6 Wisata Sejarah Surabaya


Wisata Sejarah Surabaya - NusaPedia - Sahabat NusaPedia pada rubrik #WisataSejarah Kali Ini,NusaPedia akan mengajak anda untuk mengenal 6 Wisata Sejarah Surabaya.Surabaya merupakan kota terbesar kedua setelah Jakarta. Dengan populasi penduduk sekitar 3 juta orang, Surabaya telah menjadi kota Metropolis dengan beberapa keanekaragaman yang kaya di dalam nya. Selain itu, Surabaya saat ini juga telah menjadi pusat bisnis, perdagangan, industri, dan pendidikan di Indonesia.
Wisata Sejarah Surabaya

Wisata Sejarah Surabaya

dikenal sebagai Kota Pahlawan, hal ini terjadi sejak adanya pertempuran rakyat Surabaya melawan tentara Belanda dalam revolusi kemerdekaan Indonesia. Nama Surabaya, sesuai dengan etimologinya, berasal dari kata Sura ata Suro dan Baya atau Boyo, dalam bahasa Jawa. Suro adalah jenis ikan hiu, sedang boyo adalah istilah bahasa jawa untuk buaya. Menurut mitos, dua hewan ini adalah binatang paling kuat yang juga menjadi simbol kota Surabaya sampai saat ini. Pendapat lain mengatakan, bahwa nama Surabaya juga diambil dari istilah Sura Ing Baya, yang berarti "berani menghadapi bahaya".

Sesuai dengan sebutannya Surabaya dikenal sebagai Kota Pahlawan yang memiliki banyak lokasi wisata sejarah,berikut 6 Wisata Sejarah Surabaya NusaPedia Rangkum untuk anda.

1.Museum Surabaya

Wisata Sejarah Surabaya
Museum yang di resmikan oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini berisikan koleksi benda-benda bersejarah terkait perjalanan Kota Surabaya, yang berada di lantai I Gedung Siola Surabaya, Minggu 3 Mei 2015.Sekitar 1.000 benda-benda memiliki nilai sejarah bagi Surabaya tempo dulu.Koleksi museum, di antaranya arsip kependudukan sejak tahun 1837, baju dinas Pemadam Kebakaran sejak zaman Belanda dan dua becak yang berwarna biru dan putih.Kenapa becak biru dan putih ? Ada sejarah unik dari becak yang dipajang di dalam museum ini. 

Dulu, becak berwarna biru merupakan becak untuk mengangkut penumpang pada pagi hari. Sementara becak yang berwarna putih digunakan pada malam hari.Dan yang menarik adalah salah satu sudut terdapat deretan foto Wali Kota Surabaya, mulai dari Wali Kota pertama, Mr A Meyroos, yang menjabat pada 1916 hingga 1920, sampai era Tri Rismaharini sekarangKoleksi yang ada di dalam museum ini dibuat dengan tema-tema khusus. Misalnya, tentang sejarah daftar Wali Kota Surabaya, catatan kependudukan, penanganan kebakaran (contohnya mobil pemadam kebakaran era 60-an yang dulunya dipakai untuk memadamkan kebakaran yang terjadi di SIOLA), juga pengelolaan kota dan transportasi.

2.Museum HOSSampoerna

Wisata Sejarah Surabaya
Terletak di "kota Surabaya lama", bergaya kolonial Belanda.Bangunan ini dibangun pada tahun 1862 dan sekarang menjadi museum sejarah yang menjadi salah satu icon Surabaya. Sebelumnya digunakan sebagai panti asuhan yang dikelola oleh Belanda, dan dibeli pada tahun 1932 oleh Liem Seeng Tee, pendiri Sampoerna, dengan tujuan digunakan sebagai fasilitas produksi rokok Sampoerna.

Sisi bangunan dikonversi untuk tempat tinggal keluarga dan kerabat di tambah struktur gudang untuk mengakomodasi fasilitas untuk tembakau dan pengolahan cengkeh,blending, tangan-rolling dan kemasan, percetakan dan pengolahan akhir.Bangunan ini masih berfungsi sebagai pabrik produksi untuk rokok paling bergengsi di Indonesia, Dji Sam Soe.Auditorium sentral asli sekarang menjadi museum dan toko. Sisi timur telah berubah menjadi struktur yang unik yang berisi kafe dan galeri seni. Bangunan di sisi barat tetap tinggal keluarga resmi. Dalam peringatan ulang tahun ke-90 Sampoerna di tahun 2003, kompleks utama telah susah payah renovasi dan sekarang terbuka untuk umum.

3.Monumen KapalSelam (Monkasel)

Wisata Sejarah Surabaya
Monkasel adalah sebuah museum kapal selam yang tentunya kapal selamnya asli yaitu KRI Pasopati 410, salah satu armada Angkatan Laut Republik Indonesia buatan Uni Soviet tahun 1952 memiliki panjang 76,6 meter dan lebar 6,30 meter dilengkapi dengan gas uap torpedo berjumlah 12 buah. Kapal selam ini juga dulunya digunakan Pertempuran Laut Aru untuk membebaska Irian Barat dari pendudukan BelandaMonkasel ini ada di pusat kota tepatnya di Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya tepat di sebelah Plaza Surabaya. 

Selain itu ditempat wisata ini juga terdapat pemutaran film, di film itu nanti akan ditampilkan proses peperangan yang terjadi di Laut Aru.Ditambah disana terdapat persewaan kayak, ditambah lagi belakang Monkasel terdapat taman Skate jangan sampai anda kelewatan untuk mampir.

Kayak adalah sebuah perahu kecil bertenaga manusia, biasanya dengan bagian depan dan belakang tertutup, sehingga hanya menyisakan lubang seukuran awak. Kayak dilengkapi dengan dayung berkepala tunggal atau ganda.

4.Tugu Pahlawan

Wisata Sejarah Surabaya
Tugu Pahlawan adalah sebuah monumen yang menjadi markah tanah Kota Surabaya. Monumen ini setinggi 41,15 meter berbentuk lingga atau paku terbalik. Tubuh monumen berbentuk lengkungan-lengkungan (Canalures) sebanyak 10 lengkungan, dan terbagi atas 11 ruas. Tinggi, ruas, dan canalures mengandung makna tanggal 10, bulan 11, tahun 1945. 

Suatu tanggal bersejarah, bukan hanya bagi penduduk Kota Surabaya, tetapi juga bagi seluruh Rakyat Indonesia. Tugu Pahlawan dibangun untuk memperingati peristiwa Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, dimana arek-arek Suroboyo berjuang melawan pasukan Sekutu bersama Belanda yang hendak menjajah kembali Indonesia. Monumen Tugu Pahlawan menjadi pusat perhatian setiap tanggal 10 November mengenang peristiwa pada tahun 1945 ketika banyak pahlawan yang gugur dalam perang kemerdekaan

5.Museum Kesehatan

Wisata Sejarah Surabaya
Dalam rangka untuk menyelamatkan dan melestarikan warisan budaya bangsa, Departemen Kesehatan Indonesia melalui Pusat Pengembangan Riset Teknologi dan Pelayanan Kesehatan di Surabaya, memprakarsai sebuah museum kesehatan sejak tahun 1990.Museum ini mengumpulkan dan menampilkan beberapa peralatan kesehatan bersejarah sejak waktu awal waktu sampai sekarang. Secara formal pada tanggal 14 September 2004, Menteri Kesehatan meresmikan museum ini dan bernama "Museum Kesehatan Dr Adhyatma dari, MPH - Depkes".

Dalam perkembangannya, mungkin saat ini kita selalu dilayani dengan alat-alat medis dengan tehnologi tinggi dan canggih, tapi kita juga perlu tahu bahwa di waktu-waktu awal, terdapat alat-alat medis sederhana yang turut berperan dalam hal medis.Oleh karena itu, melalui Museum Kesehatan ini diharapkan menjadi media pendidikan atau pusat pembelajaran bagi masyarakat dan komunitas yang peduli tentang upaya kesehatan.Tujuan dari museum ini dibangun untuk menyimpan dan melestarikan benda-benda bernilai historis dalam hal kesehatan sampai sekarang. 

Selain itu museum ini juga berfungsi memberikan informasi kepada generasi sekarang dan generasi mendatang tentang seluk-beluk kesehatan, budaya ilmu pengetahuan sejarah, dan sebagainya.Sementara ruang pameran secara teknis dalam museum ini dipertunjukkan dalam ruangan yang berbeda yang disebut 'Sasana ", yaitu:
1. Sasana AdhyatmaSasana ini menyajikan berbagai koleksi Adhyatma MPH Dr an ketika ia menjabat sebagai Menteri Kesehatan pada tahun 1988 hingga 1993. Ada juga koleksi prasasti.
2. Sasana KencanaDi ruangan ini dipamerkan berbagai benda bersejarah dari dekorasi, lencana dari logam mulia, surat penghargaan dan sebagainya. Di ruangan itu juga disajikan sejarah dan profil kesehatan pelopor museum.
3. Sasana Kespro (Kamar Kesehatan Reproduksi)Ruangan ini menyimpan dan menampilkan berbagai item / peralatan kesehatan reproduksi termasuk; kesehatan ibu dan anak-anak dari berbagai budaya, kesehatan kehamilan, persalinan dan keluarga berencana.
4. Sasana Genetika (Kamar Genetika)Dalam ruangan ini menunjukkan garis keturunan dan silsilah, seperti silsilah keluarga kerajaan di Indonesia.

Wisata Sejarah Surabaya
5. Sasana Kesehatan Budaya (Kamar Budaya Kesehatan)Di ruangan ini, menampilkan beberapa alat medis yang terkait dengan kepercayaan atau supranatural dan dunia gaib yang berkembang di masa lampau.
6. Sasana FaunaKita harus tetap waspada terhadap hewan di sekitar kita. Berbagai binatang bisa menjadi mediator penyakit (vektor), tetapi ada juga beberapa binatang yang berkhasiat sebagai obat dan membantu kita semua. Untuk semua informasi tersebut, terdapat di ruangan ini.
7. Sasana Medik dan Non Medik (Kamar Medis Dan Non Medis)Berbagai peralatan kesehatan medis dan non-medis yang disimpan dan ditampilkan di ruangan ini. Benda-benda yang digunakan oleh lembaga kesehatan di masa lalu dan menjadi layanan historis yang besar bagi kesehatan masyarakat kita.

6.Museum Loka Jala Crana

Wisata Sejarah Surabaya
Pada awal mulanya, Museum Loka Jala Crana dibangun pada 19 September 1969 dengan nama Museum Angkatan Laut, yang disahkan oleh Ibu R Mulyadi. Sesuai dengan namanya, museum angkatan laut didedikasikan untuk kadet angkatan laut dan sebagai pembelajaran dalam hal sejarah. Dengan berjalannya waktu, museum ini berubah nama menjadi Museum TNI-AL pada tanggal 10 Juli 1973. Akhirnya, pada perubahan terakhir museum ini sudah berubah menjadi Museum Angkatan Laut Loka Jala Crana pada tanggal 6 Oktober 1979.

Museum Loka Jala Crana ini terletak di Morokrembangan, di Kecamatan Krembangan, Surabaya dan di bawah naungan Akademi Angkatan Laut dan Komando, Pendidikan & Pengembangan Angkatan Laut untuk tentara, petugas dan sersan.Museum ini mengingatkan sejarah tentang Angkatan Laut, yaitu tentang Revolusi Fisik, ditambah lagi museum ini memiliki koleksi yang berhubungan dengan revolusi, termasuk kapal perang dengan meriam, pesawat, helikopter, Tank Amfibi PT 76, bidang artileri dan pertahanan udara, senjata api; dari pistol kuno laras panjang sampai otomatis yang mungkin tidak dapat ditemukan di tempat lain. 

Selain itu, ada juga miniatur kapal perang KRI yang lengkap dengan bingkai cerminnya. Miniatur ini dibuat sesuai dengan armada asli yang digunakan untuk memperkuat Republik Indonesia.Setelah itu, terdapat juga replika kapal Dewaruci yang terkenal, dimana kapal aslinya masih beroperasi sampai sekarang. 

Kapal ini difungsikan untuk melatih kadet untuk berlayar selama berbulan-bulan, sebelum akhirnya mereka di tugaskan di lautan lepas.Keberadaan Museum Al Loka Jala Crana ini ibarat sebuah album kenangan yang berisi tentang perjuangan Angkatan Laut Indonesia yang berjuang mempertahankan wilayah nusantara.Secara umum museum ini dapat diklasifikasi dalam dua bagian. Pertama, bagian gedung yang terdiri dari Anjungan Utama, Planetarium dan Anjungan Joang. Kedua, pameran taman yang berisi pesawat Gannet, meriam kapal De Zeven Provincien, tank Amphibi PT-76, meriam peninggalan VOC, meriam Bofors L.60 penembak Allan Pope, meriam instruksi dan monumen pendidikan perwira.

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg