BREAKING NEWS

Taman Nasional Alas Purwo : Keindahan Surga Hutan Hujan Di Ujung Pulau Jawa


Taman Nasional Alas Purwo - Jawa Timur - Taman Nasional Alas Purwo Merupakan Pembahasan NusaPedia Magazine Kali Ini.Taman Nasional Alas Purwo merupakan Taman Nasional Ketiga Setelah Taman Nasional Meru Betiri , Taman Nasional Baluran yang berada di Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi,Jawa Timur.Taman Nasional Alas Purwo hutan masuk dalam katagori hutan hujan tropis alami dan termasuk yang tertua di Pulau Jawa.

Taman Nasional Alas Purwo

Taman Nasional Alas Purwo

merupakan salah perwakilan tipe ekosistem hutan hujan dataran rendah di Pulau Jawa. Kawasan ini sedikitnya memiliki 5 tipe ekosistem, yaitu hutan bambu, hutan pantai, hutan mangrove, hutan tanaman dan padang rumput. Hutan bambunya diperkirakan mendominasi sekitar 40 % kawasannya.

Disamping itu letak Alas purwo sangat strategis karena berada dekat obyek-obyek wisata alam lain seperti Pulau  Bali, Taman Wisata Alam Kawah Ijen, Taman Nasional Baluran dan obyek-obyek wisata agro. Beragamnya budaya Banyuwangi merupakan komponen strategis dalam upaya meningkatkan kepariwisataan di Banyuwangi.

Mengapa Saya Harus Kesana ?

Taman Nasional Alas Purwo merupakan hutan tropis alami dan termasuk yang tertua di Pulau Jawa. Taman nasional ini merupakan hutan hujan paling alami di Indonesia, bahkan mungkin di Asia. Di Taman Nasional Alas Purwo, Anda dapat melihat banteng jawa, burung merak, babi hutan, rusa, serigala hutan, ular pyton, dan hewan lainnya termasuk macan tutul dan  harimau jawa.

Taman Nasional Alas Purwo
Taman Nasional Alas Purwo merupakan habitat dari beberapa satwa liar seperti lutung budeng (Trachypithecus auratus auratus), banteng (Bos javanicus javanicus), ajag (Cuon alpinus javanicus), burung merak (Pavo muticus), ayam hutan (Gallus gallus), rusa (Cervus timorensis russa), macan tutul (Panthera pardus melas), dan kucing bakau (Prionailurus bengalensis javanensis). Satwa langka dan dilindungi seperti penyu lekang (Lepidochelys olivacea), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), dan penyu hijau (Chelonia mydas) biasanya sering mendarat di pantai Selatan taman nasional ini pada bulan Januari s/d September.

Pada periode bulan Oktober-Desember di Segoro Anakan dapat dilihat sekitar 16 jenis burung migran dari Australia diantaranya cekakak suci (Halcyon chloris/ Todirhampus sanctus), burung kirik-kirik laut (Merops philippinus), trinil pantai (Actitis hypoleucos), dan trinil semak (Tringa glareola).

Pepohonan menjulang tinggi berdiameter besar dengan umur ratusan tahun. Pohon tersebut berdiameter rata-rata 30 cm dan tinggi 10-15 meter. Tanaman yang berhasil diidentifikasikan di Alas Purwoada sekitar 580 jenis. Anda akan menikmati indahnya hutan sawo kecik (manilkarakauki), bumbu manggong, dan pohon lainnya termasuk nyamplung (calophyllum inophyllum), ketapang (terminalia cattapa), serta kepuh (stercullia foetida).

Taman Nasional Alas Purwo
Menyusuri jalanan hutannya Alas Purwo maka Anda akan disambut suara kicau burung trucak bali, trucak hijau, hingga merak dan rusa (cervus timorensis) yang dengan mudahnya terlihat mengendap di antara pepohonan. Sesekali Anda mungkin menemui beberapa kijang (muntiachus muncjak) bertanduk gagah, kera ekor panjang, lutung, ayam hutan, burung kangkareng (antracoceros coronatus), rangkong, cekakak jawa abu-abu (macaca fascicularisl), ayam hutan (ghalus ghalus), rangkong (buceros undulatus), dan bisa juga banyak burung merak (pavomuticus).

Anda dapat memuaskan kegemaran berpetualang menembus hutan, mengamati satwa di Sadengan atau berkunjung ke gua-gua yang sejak zaman dahulu sudah sering dijadikan tempat bersemedi.  Gua-gua di wilayah ini di antaranya adalah Gua Istana, Gua Putri dan Gua Padepokan. Ada pula Gua Macan yang dianggap memiliki nuansa mistis tinggi. Menurut cerita masyarakat setempat, di tempat tersebut Bung Karno pernah bertapa. Gua-gua tersebut dapat dicapai dari Pos Pancur sejauh 2 km dengan berjalan kaki.

Plengkung termasuk empat lokasi terbaik di dunia untuk kegiatan berselancar dan dapat disejajarkan dengan lokasi surfing di Hawai, Australia, dan Afrika Selatan.Menyelusuri pantai pasir putih dari Trianggulasi ke Plengkung akan menemukan daerah pasir gotri. Pasir tersebut bewarna kuning, berbentuk bulat dan berdiameter sekitar 2,5 mm.

Ombak Pantai Plengkung
Pantai Plengkung yang berada di sebelah Selatan Taman Nasional Alas Purwo telah dikenal oleh para perselancar tingkat dunia dengan sebutan G-Land. Sebutan G-land dapat diartikan, karena letak olahraga selancar air tersebut berada di Teluk Grajagan yang menyerupai huruf G. Ataupun letak Plengkung berada tidak jauh dari hamparan hutan hujan tropis yang terlihat selalu hijau (green-land). Plengkung termasuk empat lokasi terbaik di dunia untuk kegiatan berselancar dan dapat disejajarkan dengan lokasi surfing di Hawai, Australia, dan Afrika Selatan. 

Menyelusuri pantai pasir putih dari Trianggulasi ke Plengkung akan menemukan daerah pasir gotri. Pasir tersebut bewarna kuning, berbentuk bulat dan berdiameter sekitar 2,5 mm.Taman Nasional Alas Purwo benar-benar hutan tua, tempat yang dapat menginspirasi cerita-cerita kuno komik dan film silat. Sejatinya memang dahulu hutan ini menjadi tempat orang tertentu menguatkan kesaktian ilmu kanuragan atau bagi mereka yang ingin melepaskan diri dari kemewahan kehidupan duniawi.

Selain Gua meditasi, ada juga Situs Kawitan dan pura Hindu yang juga berumur tua. Uniknya tempat peribadatan ini berada di tengah hutan Taman Nasional Alas Purwo. Pura tersebut bernama Pura Luhur Giri Salaka dan masih banyak dikunjungi pemeluk Hindu pada hari suci Pager Wesi setiap 210 hari.

Masyarakat yang tinggal di sekitar Alas Purwo mayoritas berasal dari Mataraman Kuno yang berbudaya Jawa Tradisional. Oleh karena itu, tradisi kejawen masih lestari di sini seperti bertapa atau bersemedi yang masih sering dilakukan masyarakatnya. Pada hari-hari tertentu seperti malam 1 Suro, bulan purnama, atau bulan mati, masyarakat Hindu Bali dan ahli kebatinan Jawa sengaja datang ke taman nasional ini untuk meditasi atau melaksanakan upacara keagamaan.

Lokasi Wisata Lainnya

Taman Nasional Alar Purwo
Sadengan : Padang rumput seluas 80 ha dengan rumput dominan jenis  lamuran. Di tepi padang rumput ini terdapat menara pengintai untuk melihat satwa  antara lain banteng, kijang, rusa, kancil, babi hutan dan burung-burung.

Trianggulasi : Nama yang diambil dari sebuah  tugu Triangulasi (titik ikat pengukuran dan pemetaan) merupakan pantai landai berpasir putih  dengan formasi hutan pantai yang didominasi oleh pohon Bogem dan Nyamplung. Di pantai ini tidak dapat digunakan untuk berselancar  (surfing)  dan juga berbahaya untuk direnangi. Fasilitas pengunjung yang tersedia yaitu  wisma tamu dan pesanggarahan.
Pancur :  Terletak ± 3 Km disebelah Timur Triangulasi. Pancur merupakan lokasi bumi perkemahan (camping ground) dan tempat yang dikenal untuk bersemedi/bermeditasi.  

Dua kilo meter sebelah utara Pancur terdapat goa yang disakralkan yaitu Goa Istana.  Terdapat pula Sendang Srengenge yang sangat terkenal dikalangan supranatural. Tidak jauh dari Pancur terdapat karang hitam (karang mati) yang lebih dikenal dengan sebutan Karang Ireng dan dilokasi ini pantainya berpasir kasar yang terkenal dengan sebutan   pasir gotri.

Batu Lawang : Dipantai ini terdapat batu  yang menonjol dipinggir pantai yang menyerupai pintu (lawang). Keberadaan pantai Batu Lawang sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pantai Plengkung. Plengkung terkenal dengan ombaknya yang sangat baik untuk berselancar,  sedangkan Batu Lawang merupakan alternatif kedua  bilamana ombak pantai Plengkung sedang kurang baik. Batu lawang ini juga dikenal dengan sebutan pantai twenty-twenty  karena untuk mencapainya  hanya membutuhkan waktu sekitar  20 menit dari Plengkung.

Taman Nasional Alas Purwo
Pantai Ngagelan : Terletak 7 km dari Trianggulasi. Pantai ini merupakan tempat bertelurnya  beberapa jenis penyu.Bedul Segoro Anak : Ditempat ini pengunjung dapat bersampan, berenang, ski air dan mengamati burung migran dari Australia.

Goa : Terdapat 40 buah tempat, baik alam maupun buatan yang dapat disebut goa , antara lain Goa Jepang dengan 2 buah meriam sepanjang 6 meter peninggalan tentara Jepang.  Goa-goa lainnya seperti Goa Istana, Goa Padepokan biasa untuk kepentingan wisata budaya dan wisata petualangan goa.

Pura Luhur Giri Salaka : Tempat persembahyangan umat Hindu, berada di jalan masuk ke Triangulasi. Pura ini merupakan  salah satu pura peninggalan sejarah yang sampai sekarang masih dipakai oleh umat Hindu untuk acara keagamaan yaitu upacara Pager Wesi yang diadakan setiap 210 hari sekali. Acara sakral tersebut yaitu upacara penyelamatan ilmu pengetahuan penolak ancaman raksasa bagi umat manusia yang diturunkan oleh para dewa. Dalam upacara tersebut ada yang disebut Prosesi Palemahan yaitu membuang sesaji ke tanah agar dimakan oleh Raksasa Betarakala. Pawongan yaitu upacara  umat Hindu tanda syukur kepada Sang Dewa yang telah memberikan ilmu pengetahuan.

Bagaimana Cara Saya Kesana ?

Taman Nasional Alas Purwo berada di Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi. Letaknya di perlintasan jalur yang menghubungkan Banyuwangi dan Situbondo. Dari arah Banyuwangi dapat ditempuh sekira 14 km ke arah utara atau sekitar 5 km dari Pelabuhan Ketapang.

Taman Nasional Alas Purwo
Dari Banyuwangi sekitar 5 jam ke selatan melewati Kecamatan Rogojampi-Srono-Muncar-Tegaldlimo. Dari Banyuwangi sampai ke Tegaldlimo sekitar 2 jam. Jalanannya cukup bagus beraspal. Dari Tegaldlimo lanjut ke Taman Nasional Alas Purwo sekitar 1 jam, jalannya sedikit rusak. Akhir perjalanan Anda akan tiba di Pos Perhutani Taman Nasional Alas Purwo. Dari sini kendaraan Anda dapat dititipkan di Pos Perhutani.

Dari Surabaya menuju Jember sekitar 4-5 jam, lalu dilanjutkan ke timur selatan melewati Gunung Kumitir-Kalibaru-Glenmore-Genteng-Rogojampi sekitar 2 jam. Lanjutkan perjalanan dengan rute.. yang sama dari Banyuwangi ke Taman Nasional Alas Purwo.

Dari Denpasar menuju Gilimanuk sekitar 2 jam, kemudian menyebrang ke Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, lalu rutenya sama dari Banyuwangi ke Taman Nasional Alas Purwo. Untuk memesan  speedboad dari Bali Anda dapat memanfaatkan operator surfing di sana.

Bagaimana Dengan Akomodasinya..??

Ada tiga cottage dan jungle camp yang berada dekat pantai di ujung timur Plengkung. Anda juga dapat memilih Pantai Grajagan untuk penginapan. Di surfcamp G-Land harga sewa kamarnya sekitar Rp150.000,00 hingga Rp500.000,00. Akan tetapi, Anda jangan berharap mendapat kamar dengan fasilitas hotel bintang. Kamar tersebut hanya tersedia 2 tempat tidur, 1 kipas angin kecil, kelambu, dan tembok dari triplek. Listrik hanya ada malam hari melalui genset. Ada jatah makan malam, makan pagi, dan makan siang. Kesederhanaan ini tidak akan mengurangi pengalaman luar biasa yang akan Anda peroleh di hutan yang mengagumkan Alas Purwo.

Taman Nasional Alas Purwo
Kawasan Taman Nasional Alas Purwo telah dilengkapi fasilitas pemandu, yaitu para Jagawana (penjaga hutan) atau asisten Jagawana yang dapat dimintai bantuan untuk memandu penjelajahan. Untuk jasa pemandu ini, wisatawan harus merogoh kocek antara Rp 75.000 sampai Rp 150.000 per hari. 

Di kantor pengawasan taman nasional juga terdapat beberapa mobil Jeep untuk patroli serta sepeda motor trail yang dapat disewa untuk keperluan penjelajahan. Apabila membawa kendaraan pribadi, wisatawan juga dijamin tidak akan kesasar menyusuri hutan karena telah dilengkapi papan-papan petunjuk menuju berbagai obyek wisata di dalam taman nasional ini. Papan petunjuk tersebut juga dilengkapi keterangan jarak yang harus ditempuh (berapa kilometer), serta sarana menuju lokasi (misalnya dapat ditempuh dengan mobil, sepeda motor, atau jalan kaki). 

Kapan Sebaiknya Saya Kesana ?

Untuk Sahabat NusaPedia Yang Ingin Berkunjung Ke Taman Nasional Alas Purwo Musim kunjungan terbaik bulan Juni s/d September. dan Desember Setiap Tahunnya.

Know Before You Go...!!!!

1. Pengunjung untuk tujuan khusus, yaitu dalam rangka memperoleh data dan informasi tentang keanekaragaman hayati dan ekosistemnya.
Pengunjung untuk tujuan khusus ini, diantaranya adalah pengunjung yang melakukan kegiatan:
a. Penelitian dan pengembangan.
b. Ilmu pengetahuan dan pendidikan.
c. Pembuatan film komersial.
d. Pembuatan film non komersial.
e. Pembuatan film dokumenter.
f. Ekspedisi, dan
g. Jurnalistik. Pengunjung untuk tujuan khusus tersebut,kontribusi pungutan masuk kawasan melalui mekanisme pemberian SIMAKSI yang dapat dilayani di Kantor Balai Taman Nasional Gunung Merapi

2. Pengunjung untuk tujuan berwisata atau wisatawan, salah satunya adalah wisatawan pendakian.Pengunjung untuk tujuan berwisata atau wisatawan dapat membayar pungutan karcis masuk kawasan di pos-pos pungutan masuk obyek wisata yang telah ditentukan.Prosedur pelayanan dan pengawasan pendakian ini, berlaku khusus untuk pengunjung yang ingin melakukan kegiatan berwisata di Jalur Pendakian.
  • Di Taman Nasional Alas Purwo, Anda dapat menyewa kendaraan milik Perhutani. Harga sewanya Rp150.000,00 hingga Rp250.000,00, untuk itu Anda diperkenankan bernegosisasi. Sebenarnya trekking akan lebih menyenangkan karena melewati jalur hutan lindung yang cukup lebat.
  • Anda yang ingin melakukan pengamatan aneka satwa paling baik adalah antara pukul 06.00 sampai 09.00 di pagi hari, atau pukul 14.00 hingga 17.00 di sore hari. Siang hari biasanya hewan akan masuk ke hutan untuk mencari tempat teduh.
  • Anda memerlukan informasi perizinan sebelumnya dengan menghubungi kantor Balai Taman Nasional Alas Purwo, di Jalan Achmad Yani No. 108 Banyuwangi 68416, Jawa Timur. Anda juga dapat menghubungi kantor tersebut melalui saluran telepon 0333-410857, fax. 0333-428675, atau E-mail: alaspurwo@telkom.net
Jadi bagaimana Sahabat NusaPedia Apakah Anda tertarik Untuk Menjelajahi Surga Hutan Hujan Di Ujung Pulau Jawa,Jika Anda Berkunjung ke provinsi Jawa Timur Jadikanlah Taman Nasional Alas Purwo , Taman Nasional Meru Betiri , Taman Nasional Baluran ,Pantai Plengkung ,Gunung Bromo Sebagai Destinasi Wisata Anda.mari Kita Dukung Indonesia Untuk Menjadi destinasi Wisata Dunia

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg