BREAKING NEWS

Teluk Kiluan : Melihat Atraksi Ratusan Lumba-Lumba Di Laut Nan Jernih


Teluk Kiluan - Sahabat TravelEsia Sepertinya Tidak Bisa Kita Pungkiri Bahwa Indonesia merupakan Destinasi Wisata Bahari Terbaik Di Dunia,Mengapa Tidak,Indonesia Memiliki Garis Pantai Nan Eksotis Yang Memanjang Dari Sabang Hingga Marauke.Tidak Hanya Itu,Indonesia Juga Di Anugrahi Bentangan Alam Nan Indah Yang Menjadi Surga Bagi Mereka Yang Ingin Mendapatkan Keindahan Dan Keramahan Dari Sebuah Negara.Tidak Lain Dan Tidak Bukan Itu Adalah Kita "INDONESIA"

Pada Kesempatan Kali Ini Sahabat TravelEsia Ingin Memperkenalkan Kepada Anda Sebuah Aktraksi Alam Dan Tarian Nan Unik,Mungkin Bila Kita Melihat Sekelompok Orang Melakoni Tarian Mungkinlah Sudah Biasa,Namun Bila Ada Ratusan Lumba-Lumba Beratraksi Dan Menari Menyambut Anda Melompat Dan Berlenggak-lenggok Bak Seorang Peragawati Siap Membuat Anda Berdecak Kagum.

Teluk Kiluan

Merupakan Sebuah tempat yang terpencil tetapi penuh pesona, bukan halangan untuk wisatawan berkunjung ke sana. Begitu halnya yang terjadi di Teluk Kiluan, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Walaupun berjarak 67 km dari Kota Bandar Lampung melewati jalan berliku dan di beberapa titik tidak mulus, namun bukan menjadi halangan untuk beberapa kalangan wisatawan berkunjung ke sana.

Teluk Kiluan terletak di Propinsi Lampung, yang terkenal dengan banyaknya lumba-lumba, ikan paus disekitaran Teluk Kiluan. Daerah ini juga terkenal dengan keindahan alam dan surga bagi para pemancing handal. Setiap tahun diadakan lomba memancing di Teluk Kiluan yang diikuti oleh master-master pemancing seluruh Indonesia.

Kiluan terkenal dengan destinasi wisata bahari dan akan dikembangkan menjadi desa wisata.  Obyek unggulan yang masuk dalam wilayah Pekon Kiluan Negeri (Desa Kiluan Negeri), Kecamatan Lulumbayan, Kabupaten Tanggamus ini sangat banyak. Mulai dari Pantai Teluk Kiluan, Pulau Kiluan dengan pantai pasir putihnya, kegiatan snorkeling,  melihat kawanan Lumba-Lumba berenang, memancing, dan masih banyak lagi Kegianatan yang Dapat Anda Lakukan Disini

Mengapa Saya Harus Kesana ?

Mendengar Teluk Kiluan yang terbayang adalah atraksi ratusan lumba-lumba di laut lepas , menari Dan Berlenggak - Lenggok Siap menyambut Para pengunjung di atas Perahu . Teluk Kiluan mulai dikenal sebagai tujuan ekowisata bahari di ujung selatan pulau Sumatra. Konon tempat ini merupakan habitat lumba-lumba terbesar di Asia, bahkan dunia. Maka tidak mengherankan semakin  banyak wisatawan domestik dan mancanegara berkunjung di teluk kecil.

Tidak Hanya Bagi anda pecinta makanan laut di sini surganya. Kapan saja  bisa menikmati ikan segar  dibeli dari nelayan atau memancingnya langsung di laut. Pada musim tertentu  dapat menikmati lezatnya udang atau cumi-cumi. Jika menyukai tantangan lebih,  menombak kepiting atau gurita bersama nelayan lokal , mengulik karang di dasar laut. Atau ingin menikmati lobster dengan cara instant. Nelayan  setempat menyediakan menu ala hotel bintang lima . Lobster segar hasil buruan di laut dalam biasanya dikumpulkan di keramba sebelum dipasarkan. Dan untuk harga pasti lebih bersahabat.

Tak Lengkap rasanya di Teluk Kiluan tidak menceburkan diri ke birunya laut. Melongok indahnya biota laut aneka warna dengan snorkling gear. Beragam ukuran ikan dan species melenggak - lengok di antara karang dan soft coral. Banyak spot snorkling cantik bertebaran di kawasan Teluk Kiluan.Hanya berjalan beberapa langkah dari bibir pantai sudah bisa menikmati indahnya dunia bawah laut. Jika anda seorang diver, akan lebih banyak pilihan spot . Pada kedalaman 20-30 meter ragam species biota laut lebih banyak. Jika beruntung bisa menjumpai penyu hijau atau penyu sisik berenang bebas.

Setelah puas pesta barbeque seafood  biasanya pengunjung duduk santai di dermaga kayu. Menikmati indahnya malam di tepi pantai sambil memandang  bulan atau menyapa  bintang di angkasa.

Malam ini  Pada Saat Sahabat TravelEsia Berkunjung memang cuaca Sedikit mendung,  tidak terlihat pendar cahaya di angkasa. Tapi lampu-lampu kapal nelayan pencari ikan berkelip indah,    sayang untuk dilewatkan. Semakin malam kerlip lampu kapal semakin banyak di antara pekat   malam. penduduk lokal - menjelaskan bahwa sekarang musim ubur-ubur. Para nelayan memburu hewan tanpa tulang belakang dari sore hingga dini hari.

wisatawan mancanegara biasanya lebih memilih tinggal di tenda dibandingkan di Tinggal Dirumah Penduduk Atau Yang Akrab Di Sebut homestay. Suara deburan ombak dan angin akan lebih terdengar, benar-benar menyatu dengan alam. Pepohonan rindang di halaman homestay mengingatkan Sahabat TravelEsia akan hutan tropis di Bukit Barisan. Sebuah rumah pohon dengan dahan dan ranting menjuntai saling bertautan menambah eksotika suasana. Dari balik ranting tupai berlari malu bersembunyi di balik dedaunan. Samar-samar suara siamang membahana dari balik bukit. Menjelang malam,suara jangkrik berpadu dengan deru angin malam. Ketika pagi menjelang kicau burung menyambut sang surya di Teluk Kiluan.

Pertama kali menjejakan kaki di Teluk Kiluan Sahabat TravelEsia akan merasakan de ja vu seperti di pulau Dewata, Bali. Beberapa pura  terlihat di rumah penduduk datu di tepi pantai Inilah salah satu keunikan Teluk Kiluan, ketika penduduk multi etnis bisa hidup berdampingan. Penduduk Teluk Kiluan terdiri dari beberapa etnis diantaranya: Bugis, Lampung Pesisir, Sunda dan Bali. Mereka bekerjasama bahu membahu dan bergotong royong membangun jembatan dan jalan rusak akibat abrasi secara swadaya. Pesona  kearifan lokal warga setempat.

Pernahkah membayangkan terombang-ambing di tengah samudra lepas hanya dengan sebuah perahu kecil. Jukung sebutan perahu tradisional setempat, bentuknya panjang langsing dengan sudut lancip di kedua sisinya. Sangat aerodinamis, tidak mengherankan bisa melaju kencang di antara gulungan ombak samudra. Diseimbangkan dengan rangakain bilang bambu dikedua sisinya agar tidak mudah terguling. Inilah alat transportasi untuk bisa melihat lumba-lumba. 

Karena mamalia laut ini lebih nyaman  bertemu perahu tradisional dibandingkan kapal besar. Sebuah jukung bisa memuat 4 orang termasuk juru kemudi. Debar jantung yang Sahabat TravelEsia rasakan mungkin tidak jauh beda ketika naik jetcoaster. Ombak setinggi dua meter menghadang di depan, tapi dengan lincah jukung menapaki  puncak tertinggi ombak. Berikutnya kembali berada di titik terendah, begitu seterusnya. Ujian terberat untuk  melihat lumba-lumba di laut lepas

Ketika Sahabat TravelEsia menunjukan foto Pulau Kelapa kepada beberapa rekan Anda. Mereka menyangka Bahwa Anda habis berlibur ke Phi-Phi, Thailand. Siapa menyangka pantai pasir putih dengan lautan gradasi biru tiga warna ini berada di Lampung. Aksen jukung warna-warni di pantai memperkuat kesan etnik tradisional. 

Pulau Kelapa menawarkan banyak pesona dari sebuah pulau. Bagian utara pulau ini berbatasan langsung dengan daratan dan merupakan pertemuan dua arus. Tidak mengherankan di kawasan ini biota laut tumbuh subur, tempat yang pas untuk bersnorkling. Bagian barat dan selatan langsung menghadap ke samudra lepas. Ombaknya cukup besar tapi indah, tempat yang pas untuk menikmati sunset. Sebuah laguna berbatu terjal berada di bagian barat. Sisi timur adalah pantai pasir putih tempat favorit pengunjung berenang. Menghadap langsung ke daratan dengan riak gelombang tak terlalu besar.

Bagaimana Cara Saya Kesana ?

Mulai memasuki daerah Lempasing, jalannya menyempit, berkelok-kelok dan naik turun. Kita harus ekstra hati-hati dalam mengendarai mobil ketika melalui jalur ini jika tak mau jatuh ke dalam jurang. Walaupun begitu, kita akan disuguhi pemandangan hijau hutan yang terletak di kanan kiri jalan yang menyejukkan mata. Sesekali akan terlihat lautan luas nan biru yang terlihat dari sebelah kiri tebing-tebing jalan yang kita lalui. Tambak udang juga banyak terlihat di sisi kiri jalan yang langsung berhadapan dengan lautan.

Sebelum memasuki desa terakhir dengan jalanan yang dapat dilalui dengan mobil, perkampungan khas Lampung dengan rumah panggungnya menjadi daya tarik tersendiri dalam perjalanan menuju Teluk Kiluan. Setelah itu barulah kita memasuki desa Bawang, dimana jalanan yang kita lalui berubah menjadi jalan tanah yang bergelombang dan berbatu-batu. 

Kemudian Perjalanan dilanjutkan dengan naik ojek dikarenakan mobil tidak mungkin bisa melintas lagi. Mobil yang kita bawa pun terpaksa harus dititipkan di balai desa agar aman selama kita pergi ke Teluk Kiluan.Ternyata tidak sulit untuk menemukan tukang ojek di daerah ini, karena memang mereka sudah siap setiap waktu untuk mengantar tamu ke Kiluan.

Untuk sewa mobil Avanza, Xenia, APV dengan sopir di kisaran harga Rp 400.000 sampai Rp 600.000 per hari, sudah termasuk bensin. Namun, pastikan kembali biaya yang termasuk di dalam sewa mobil tersebut, apakah sudah termasuk bensin, parkir, dan uang makan sopir.

Transportasi umum dari Jakarta menuju Teluk Kiluan:
1. Kalideres – Pelabuhan Merak (ekonomi) Rp.15.000,-, sekitar 1.5 jam
2. Ferry penyebarangan Merak – Bakahueni (ekonomi) Rp.15.000,- (AC Rp.30.000,-), sekitar 2 jam
3. Bakahueni – Bandar Lampung (ekonomi) Rp.15.000,-, sekitar 2 jam
4. Travel Bandar Lampung (kali balok) – Kiluan (AC) Rp.45.000,-, sekitar 3-4 jam
5. Penyebrangan (kapal jungkung kecil) dari Teluk Kiluan menuju Pulau Kiluan, Rp.15.000,- /org sekitar 15 menit.
6. Jungkung untuk ’berburu’ Lumba-lumba : Rp.250.000/kapal, bisa diisi 3 orang, lama seluruh perburuan sekitar 2-3 jam.

Bagaimana Dengan Akomodasinya ?

Akomodasi penginapan di Teluk Kiluan sangat terbatas. Di Pulau Kiluan hanya terdapat 1 rumah panggung yang digunakan sebagai homestay, yang memiliki 4 kamar yang disewakan. Harga sewa semalam Rp.150.000,- perkamar, yang bisa diisi sampai 5-6 orang. Fasilitas amat sangat minim, listrik yang digunakan adalah generator sederhana yang menerangi sangat terbatas (110V). Alternatif lain adalah menginap di homestay yang berada di Teluk Kiluannya (daratan), dengan kondisi yang mestinya lebih bagus. Saya prefer menginap di Pulau Kiluan dengan pertimbangan supaya pagi buta bisa langsung naik kapal jungkung ’berburu’ lumba-lumba.
Makanan yang disantap adalah makanan yang disediakan oleh pemilik homestay dengan biaya Rp.15.000,-/makan/orang dengan lauk ikan segar seadanya.
Sebagian besar gratis, kecuali untuk pantai yang sudah dikomersialkan seperti pantai Klara Rp.5.000,-, pantai Mutun Rp.5.000,-.

Kapan Sebaiknya Saya Kesana ?

Waktu terbaik untuk berkunjung ke Teluk Kiluan Mei – Agustus, karena dikhawatirkan apabila musim hujan, akan membuat jalan rusak menuju Teluk Kiluan akan semakin parah sehingga semakin menyulitkan perjalanan.

Know Before You Go

  • Sangat bijak bila Anda selalu menyediakan air untuk diminum dalam kemasan yang mudah dibawa.
  • Krim pelindung atau tabir surya hendaknya selalu dibawa dan dipakai sesuai kebutuhan karena di daerah ini udara sangat panas walau angin berhembus cukup menyegarkan.
  • Anda perlu juga membawa pelindung anti nyamuk.
  • Kenakan sepatu atau sandal saat berjalan-jalan di pesisir pantainya untuk menghindari bulu babi yang kadang tidak terduga terinjak.
  • Pastikan Anda membawa peralatan untuk aktivitas bahari meski demikian di disni tersedia peralatan yang dapat disewa. Hal ini juga akan sangat membantu untuk mengurangi pengeluaran uang di lokasi.
  • Rencananya kawasan ini dilengakapi beragam fasilitas pendukung : sarana MCK, aula serba guna, lapangan bola volli dan fasilitas outbond. Tak sabar rasanya ingin melihat Teluk Kiluan makin berkilau mempersiapkan diri menyambut wisatawan di penghujung tahun ini. Apakah anda salah satunya?
  • Bekali diri Anda dengan makanan. Mulai dari makanan kecil untuk di perjalanan sampai air mineral yang banyak. Agak sulit mencari warung-warung di Teluk Kiluan.
  • Perjalanan mengarungi perairan Teluk Kiluan biasanya menggunakan jukung, sebuah perahu tradisional nelayan setempat yang sudah bermotor. Bentuknya ramping dan panjang.
  • Jukung ini hanya memuat tiga orang, ditambah pengemudi maka total penumpang di dalamnya hanya empat orang. Tarif sewa per perahu adalah Rp 250.000. Biasanya, perjalanan yang ditawarkan adalah melihat lumba-lumba dilanjutkan mampir di Pulau Kiluan.
  • Karena lumba-lumba muncul di pagi hari, sebaiknya memulai perjalanan pagi sekali, sekitar jam enam pagi. Sementara di Pulau Kelapa perlu diingat ada pengunjung dikenakan biaya masuk sebesar Rp 5.000 per orang.
  •  Penyedia perahu juga menyewakan jaket pelampung. Namun, Anda harus menyewanya dengan harga Rp 15.000 per jaket.
  • Karena penerangan yang minim tanpa listrik, jangan lupa membawa senter. Bawa pula obat-obatan pribadi termasuk obat antiseptik. Karena air bersih agak susah, bawa juga jel antiseptik untuk tangan dan tisu basah.
  • Untuk kamera, sebaiknya bawa kamera bawah air serta kamera tele untuk mengabadikan lumba-lumba. Bawa plastik kedap air untuk menaruh barang-barang agar tak terkena air. Lotion anti nyamuk juga tak salahnya dibawa. Selain juga pelembab tabir surya.
Jadi bagaimana Sahabat TravelEsia Apakah Anda tertarik Melihat Atraksi Ratusan Lumba-Lumba Di Laut Nan Jernih Melakoni Tarian Dan Berlenggak-lenggok Bak Seorang Pragawati.Jika Anda berkunjung ke Provinsi Lampung.Sempatkanlah Untuk Mengunjungi Teluk Kiluan sebagai destinasi wisata anda.Mari Kita Dukung Indonesia Untuk Menjadi Destinasi Wisata Dunia

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg