BREAKING NEWS

Taman Nasional Lore Lindu : Vegetasi Hutan Hujan Nan Eksotis di Sulawesi Tengah


Taman Nasional Lore Lindu - Sulawesi Tengah - Vegetasi Hutan Hujan Selawesi Merupakan Salah Satu Hutan yang Memiliki Tingkat Curah Hujan Yang Sangat Tinggi di indonesia.Taman Nasional Lore Lindu memiliki curah hujan antara 2000-3000 mm per tahun di bagian utara dan 3.000-4.000  mm per tahun di bagian Selatan. Suhunya bekisar antara 22-34°C dengan  kelembaban udara rata-rata 86% serta kecepatan angin rata-rata 3,6 km per jam. Puncak tertinggi kawasan ini berada di Gunung Rorekatimbu sekira 2.600 mdpl.Diperkirakan ada 117 jenis mamalia, 88 jenis burung, 29 jenis reptilia, dan 19 jenis amfibia yang hidup di kawasan Taman Nasional Lore Lindu.

Dari jumlah tersebut 50% merupakan endemik Sulawesi, seperti kera tonkean (Macaca tonkeana tonkeana), babi rusa (Babyrousa babyrussa celebensis), tangkasi (Tarsius diannae dan T. pumilus), kuskus (Ailurops ursinus furvus dan Strigocuscus celebensis callenfelsi), maleo (Macrocephalon maleo), katak Sulawesi (Bufo celebensis), musang Sulawesi (Macrogalidia musschenbroekii musschenbroekii), tikus Sulawesi (Rattus celebensis), kangkareng sulawesi (Penelopides exarhatus), ular emas (Elaphe erythrura), dan ikan endemik yang berada di Danau Lindu (Xenopoecilus sarasinorum).
Fauna yang tumbuh di kawasan ini juga beragam

Mengapa Saya Harus Kesana ?
http://1.bp.blogspot.com/_ZSsDmw9l6zU/TP3U5c2YL6I/AAAAAAAAADk/ZH3RDIWJ2w4/s1600/wisata1.jpgSelain menjelajahi alam liar di Taman Nasional Lore Lindu, Anda juga dapat menyaksikan atau melakukan penelitian keanekaragaman flora dan fauna di sini.
Taman Nasional Lore Lindu dapat juga menjadi lokasi yang tepat untuk lintas hutan, pengamatan satwa, jungle tracking, foto hunting, hiking, berkemah, memancing, air terjun.

Danau Lindu, Gimpu, Wuasa, dan Bada, adalah beberapa lokasi untuk  bersampan sembari mengamati berbagai jenis burung. Gunung Nokilalaki, Gunung Rorekatimbo, dan Sungai Lariang, adalah lokasi untuk merasakan sensasi berkemah di hutan liar sekaligus berarung jeram. Di Dongi-dongi dan Kamarora, Anda bisa berkemah, berendam di air panas dan melakukan pengamatan satwa. Di Danau Lewuto Anda dapat melihat peninggalan mayat Moradino.

Kunjungi juga Desa Pakuli berjarak 40 km ke arah Selatan dan kota Palu. Di sini Anda dapat menyaksikan burung maleo, burung gosong, cabak sulawesi, kapasan sulawesi, kepodang ungu, dan tungging putih. Desa Pakuli merupakan wilayah penyangga Taman Nasional Lore Lindu yang menjadi rumah dari sekira 287 dan 415 jenis bahan tumbuhan obat tradisional. Tersedia Pondok pengobatan tradisional, kebun obat, jembatan gantung, penangkaran Maleo, dan shelter.

Bagaimana Cara Saya Kesana ?
Taman Nasional Lore Lindu dapat dicapai dengan kendaraan roda empat melalui rute Palu-Kamarora (50 km) dengan waktu tempuh 2,5 jam, Palu-Wuasa (100 km) lima jam dan Wuasa-Besoa (50 km) empat jam. Palu- Kulawi (80 km) enam jam.
Perjalanan di kawasan taman nasional dapat dilakukan dengan jalan kaki ataupun dengan naik kuda melalui rute Gimpu-Besoa-Bada selama tiga hari dan Saluki (Sidaonta)-Danau Lindu selama satu hari.

Bagaimana Dengan Akomodasinya ?
Salah satu akomodasi yang paling dekat dengan Taman Nasional Lore Lindu berada di Desa Wuasa. Di sini terdapat dua penginapan yakni penginapan Sendy dan Monalisa, kedua penginapan tersebut bertarif antara Rp75.000,- hingga Rp 100.000,-

Tips..!!!
Kunjungan terbaik ke Taman Nasional Lore Lindu adalah bulan Juli hingga September.Anda juga bisa menyaksikan atraksi budaya di luar Taman Nasional Lore Lindusaat Festival Danau Poso pada bulan Agustus.

Maps
Jadi Bagaimana Sahabat TravelEsia.Apakah Tertarik Untuk Mengunjungi Taman Nasional Lore Lindu
namun bila hendak mengynjungi Taman Nasional Lore Lindu Terlebih dahulu haruslah Mendapatkan ijin dari Balai Taman Nasional Lore Lindu.Untuk mendapatkan izin masuk TNLL, sebelumnya Anda harus pergi ke Balai Taman Nasional Lore Lindudi Palu di alamat berikut.
KantorTaman Nasional Lore Lindu
Jl. Mawar No. 10
Palu, Sulawesi Tengah
Telp./Fax.: (0451) 423608,-

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg