BREAKING NEWS

Menikmati Indahnya Pantai Gandoriah


Pantai Gandoriah - Pantai Gandoriah Sebagai salah satu daerah tujuan wisata andalan di Indonesia, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional (Divre) II Sumbar memang cukup jeli memanfaatkan Pantai Gandoriah peluang yang terbentang di depan matanya.

Pantai Gandoriah

Setelah perusahaan milik negara itu tidak lagi dipakai untuk mengangkut batubara dari Sawahlunto ke Teluk Bayur Padang, kini PT. KAI Sumbar memanfaatkan jalur kereta api yang ada untuk transportasi pariwisata yang murah dan meriah.

Pukul 07.00 WIB, seluruh peserta sudah berkumpul di stasiun kereta api Simpang Haru untuk bersiap-siap menuju Pariaman. Sebelum berangkat, semua peserta diberi baju kaus gratis merah menyala yang disponsori Telkomsel oleh panitia. Dan menjelang keberangkatan,

Sekitar pukul 09.00 WIB, lokomotif yang membawa 7 gerbong berisikan lebih dari 700 penumpang itupun beranjak meninggalkan stasiun Simpang Haru Padang menuju Pantai Gandoriah, Pariaman.

Banyak pengalaman dan pemandangan yang saya lihat. Ketika melewati persawahan, tampak orang sedang menyabit padi yang telah menguning. Moment ini tak luput dari peserta yang membawa kamera untuk diabadikan.

Dan yang sangat menyenangkan, selama dalam perjalanan yang memakan waktu sekitar 2 jam itu, 
Tepat pukul 11.00 WIB di jam tangan saya, kereta api yang kami tumpangi sampai di depan pintu gerbang Pantai Gandoriah.

Pemko Pariaman tampaknya memang sangat memfokuskan pembenahan pariwisata di Pantai Gandoriah itu. Buktinya, di kawasan itu didirikan sebuah posko wisata dengan menugaskan beberapa personil Satpol PP untuk pengamanan, baik pengamanan dari para pemeras ataupun pengamanan bagi pengunjung yang mandi-mandi di Pantai. Ya, tak obahnya seperti penjaga pantai seperti diterapkan pada beberapa negara maju di dunia. Luar biasa memang!

Bagi pengunjung pantai ini, banyak pilihan makanan untuk dinikmati sambil memandang indahnya pantai serta menikmati lembutnya semilir angin pantai. Mencari makananpun tidak susah. Namun dari kebanyakan pengunjung, terutama rombongan keluarga, sepertinya lebih memilih membawa makanan dari rumah dan menyantapnya dengan lahap di pinggir pantai atau di taman, dengan menggelar tikar atau duduk di bawah rindangnya pohon pelindung beralaskan rerumputan taman. Saya jadi teringat ketika berkunjung ke Pantai Samila di Songkhla, Thailand, meski pantai di negara gajah putih itu sedikit landai, namun suasananya tak jauh beda.

Di taman Pantai Gandoriah itu, juga dilengkapi dengan tempat bermain anak. Sambil bersantai menikmati indahnya suasana pantai, pengunjung yang membawa anak-anak juga bisa melepaskan anak-anaknya bermain ayunan atau seluncuran yang ada di taman itu. Sehingga jadilan Pantai Gandoriah sebagai sebuah objek wisata keluarga yang benar-benar memiliki banyak pilihan.

Sekitar pukul 14.00 WIB, setelah semua peserta disuguhi makan siang oleh panitia, kereta api wisata yang membawa rombongan peserta wisata blogger dan masyarakat umum lainnya pun meninggalkan pantai yang penuh dengan kenangan manis itu. Suasana di dalam gerbong tak berkurang meriahnya. Berbagai joke yang membuat peserta wisata blogger susah menahan tawa, masih saja dilontarkan pembawa acara, hingga kereta api sampai lagi di stasiun Simpang Haru sekitar pukul 16.00 WIB.

Kini perjalanan wisata dengan kereta api itu hanya tinggal kenangan yang tak mudah dilupakan begitu saja. Namun, sepertinya saya masih ingin lagi untuk menikmati perjalanan wisata dengan kereta api di Sumbar. Apalagi, seperti disampaikan Kepala Divre II PT. KAI Sumbar, Hussein Nurroni sebelum berangkat, bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan mendatangkan gerbong baru menjalanyi trayek Padang – Padang Panjang dan diharapkan Desember 2009 ini sudah bisa beroperasi. Tentunya bagi wisatawan yang ingin mandi-mandi di Minifan Padang Panjang tak perlu lagi kuatir untuk mendapatkan angkutan murah dan menyenangkan. Semoga saja

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg