BREAKING NEWS

Dataran Tinggi Dieng: Negeri Tempatnya Para Dewa


Dataran Tinggi Dieng Sahabat TravelEsia.com Kali Ini TravelEsia Akan Membahas Potensi Dan Keindahan Alam Yang Ada Di Provinsi Jawa Tengah.Sebelumnya TravelEsia.co Membahas Potensi Dan Keindahan Alam Yang Ada Di Jawa Barat.Kali Ini TravelEsia Mencoba Mengenailkan Potensi Keindahan Alam Yang Ada Di Jawa Tengah

Dataran Tinggi Dieng


Dalam Kesempatan Ini TravelEsia.com Akan Membahas Keindahan Alam Dataran Tinggi DiengYang Ada di perbatasan antara Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah

Dataran Tinggi Dieng terletak di tengah gugusan pegunungan yang terbujur dari barat ke timur pulau Jawa. Dataran tinggi ini ada di ketinggian sekitar 2.080 meter di atas laut, dengan hawa dingin (0 - 20 derajat Celcius) tetapi terik matahari yang tetap menusuk.

Jika kita pergi ke Dieng sekitar musim kemarau Juni - Agustus, maka nanti bakalan bisa merasakan suhu sekitar 0 derajat Celcius, plus salju dan es yang turun sekitar jam 4 - 6 pagi. Karena kemarin kami pergi pertengahan bulan penghujan Mei, maka suhu hangatlah yang kami dapat. Suhu terendah hanya sekitar 5 - 6 derajat Celcius.

Jangan salah. Suhu di Dieng lebih ekstrem daripada di Gunung sekitar pulau Jawa lainnya. Meski puncak-puncak gunung seperti Merapi, Merbabu, Sindoro, Sumbing, Gede, Salak, dsb memiliki puncak yang jauh lebih tinggi daripada Dieng, tetapi suhu di Dieng ini lebih rendah mengingat dataran tinggi yang  sangat luas mampu menginkubasi suhu dingin tetap pada tempatnya.





[How to Reach Dieng]
  1. Jika berasal dari luar propinsi atau pulau, sebaiknya tentukan meeting point paling mudah. Letakkan Jogja atau Semarang. Dari kota asal, bisa memakai pesawat, bis, kereta api atau mobil pribadi menuju meeting point 1 ini.
    http://rovicky.files.wordpress.com/2011/05/dieng-merah-putih1.jpg
  1. Meeting point kedua ialah Wonosobo. Perjalanan dari Semarang atau Jogja ke Wonosobo bisa dicapai lewat beberapa jalur: Parakan, Borobudur, atau Purworejo. Jalur paling disarankan ialah Parakan yang melewati kaki gunung Sindoro dan Sumbing. Meski jaraknya paling jauh dari Jogja, pemandangan di sana tiada duanya. Kita bisa berhenti dan istirahat di kebuh teh atau sawah yang banyak membentang. Boleh berkendara dengan motor, mobil, maupun bis. Lama perjalanan sekitar 3 - 5 jam. Mudah saja berkendara menuju Wonosobo. Stay saja di jalan raya, dan perhatikan arah "Wonosobo" di setiap persimpangan besar. Ada baiknya pada saat hari mulai senja, kita masuk ke jalur dalam kota saja ketika melewati kota-kota kecil antara meeting point 1 ke Wonosobo.

  2. Meeting point ketiga ialah Dieng. Perjalanan Wonosobo - Dieng itu dekat saja, sekitar 1.5 - 2 jam menanjak dan berkelok. Boleh berkendara motor, mobil, maupun bis. Tanda bahwa Anda sudah sampai di Dieng adalah papan batu besar yang menyatakan "Selamat Datang di Dataran Tinggi Dieng".
[Model perjalanan apa saja yang bisa dilakukan?]
  • Camping dengan membawa peralatan dan tenda sendiri. Kita bisa aja membangun tenda di tepi Telaga, tepi hutan, maupun di beberapa titik camping. Hati-hati suhu dingin menyengat. Siapkan fisik benar-benar baik.
  • Backpacking dengan membawa pakaian, peralatan survival standar dan berkendara motor ke Dieng. Kita bisa mencari banyak banget homestay di areal Dieng secara langsung dengan harga yang relatif murah (mulai dari Rp 150ribu per kamar). Harga segitu udah dapet kamar yang hangat dan nyaman ala urban city.
  • Piknik dengan membawa mobil, memesan hotel/ paket wisata sebelumnya, dan juga membawa makanan sendiri dari rumah. Sangat disarankan melakukan perjalanan model ini jika membawa orang tua, anak-anak ataupun banyak temen cewek dan ibu-ibu yang biasanya ribet minta ini dan itu. hahaa...

[Fasilitas di Dataran Tinggi Dieng]
  • Banyak homestay dan standard hotel di areal Dieng maupun Wonosobo. Fasilitas homestay paling buruk pun akan menyediakan kamar mandi dengan heater, selimut, tempat tidur, dispenser dengan air hangat, plus berbagai sachet teh dan kopi dalam dapur.
  • Banyak objek wisata dalam satu areal yang sangat luas. Sebut saja air terjun, kawah, telaga, mata air panas, gugusan candi, puncak-puncak bukit, dan sumber uap bumi.
  • Bisa berkuda dan naik ATV di beberapa titik wisata.
  • Pemandangan lanskap pegunungan menakjubkan dengan langit yang kadang dramatis.
  • Banyak toko oleh-oleh dengan harga yang stabil.
  • Banyak toko yang menjual barang penghangat tambahan.
[DO! Apa saja yang perlu dilakukan?]
  • Membawa penghangat tambahan. Hotel atau homestay hanya menyediakan selimut tebal aja. Sebaiknya membawa sleeping bag, selimut, syal, kupluk, sarung tangan dan kaos kaki, baik untuk tidur maupun pada saat perjalanan ke obyek wisata.
  • Bawa 2 alas kaki, terutama jika memutuskan untuk memakai sepatu kets pada awal perjalanan. Sempatkanlah membawa sandal gunung atau sandal jepit sebagai alas kaki tambahan, karena medan yang panjang dan agak berat dapat membuat alas kaki utama basah kena hujan maupun rusak di tengah jalan.
  • Bawa kamera, baterai cadangan, charger, dan memory card/ film cadangan. Ada obyek tak terhitung sepanjang perjalanan Parakan hingga di dataran tinggi Dieng. Kami bahkan molor sampai 8 jam perjalanan gara-gara banyak berhenti dan memotret. He he he
  • Bawa masker. Area Dieng penuh dengan belerang... dan pupuk kandang. Sayang sekali di hampir sepanjang perjalanan Wonosobo - Dieng, bau pupuk kandang merebak di mana-mana. Kadarnya lebih menusuk daripada di gunung lainnya yang pernah kukunjungi. Eskpektasiku untuk menghirup udara sejuk pupus sepanjang perjalanan Dieng ini.
  • Bawa suncreen lotion dan pakailah ketika bepergian. Jangan tertipu dengan hawa dinginnya. Terik matahari tetap menusuk walaupun suhunya dingin. Meskipun kami sudah memakai sunscreen lotion, tetap saja gosong dan pecah-pecah meski tidak parah. Bayangin kalo nggak pake sama skali. Hiy. Perawatan intensif ke dokter kulit deh! Berlaku buat cowok juga, soalnya sun burn itu menyakitkan lho.
  • Selalu bergerak ke tempat wisata yang bisa diraih karena ada banyak sekali titik yang sangat seru untuk dikunjungi.
  • Pilih tempat makan yang didatangi oleh banyak supir bus atau truk, karena dengan demikian harga di sana relatif lebih masuk akal daripada di rumah makan utama di pinggir jalan besar. Itupun masih relatif mahal daripada makanan keseharian di Jogja. Kami rata-rata menghabiskan 15 - 25.000 sekali makan di Dieng.
  • Siapkan duit receh di handbag. Karena setiap obyek wisata mengharuskan Anda membayar bea masuk. Bea masuk yang diperlukan berkisar dari 5.000 - 10.000 rupiah.

[DON'T! Apa saja yang jangan sampai dilakukan?]
  • Makan makanan warung selama beberapa hari non-stop. Sempatkan untuk memasak sendiri, karena makanan warung di Dieng tidak terlalu bersih. Ini berkaitan erat dengan rendahnya kesadaran penduduk pada makanan higienis dan kebersihan diri.
  • Merepotkan teman perjalanan dengan cara tidak membawa bahan makanan, cemilan sendiri, maupun pakaian yang cukup.
  • Melepas masker di tempat wisata dengan kadar belerang tinggi karena terbukti dapat menimbulkan rasa mual sehari penuh.
  • Memamerkan gadget mewah, dan berbahasa sok Jakarta-nese. Tidak ada penduduk lokal yang tidak akan mencibir jika melihat wisatawan yang hanya bergaya mentereng. Anda gak akan bisa merasakan kehangatan mereka, gak bisa merasakan harga murah, dan gak bisa merasakan beberapa gratisan yang diberikan cuma-cuma jika saja Anda menjadi orang yang rendah hati.
  • Membawa kendaraan yang belum di-service atau ban tipis. Mendingan tinggal aja di rumah daripada sepanjang perjalanan hanya diributkan dengan masalah macet dan ganti ban. Perjalanan lumayan berkelok, naik turun dan kadang juga melalui jalanan yang berlubang dan berbatu tanpa aspal.
  • Meninggalkan P3K atau cemilan di homestay. Mengingat sekali perjalanan membutuhkan waktu panjang, maka ada baiknya untuk selalu membawa cemilan dan obat yang sudah dibeli sebelumnya. Dieng tidak menyediakan supermarket seperti di kota.
 Jika Anda berkunjung Ke Provinsi Jawa Tengah Khususnya Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo,Datanglah melihat Eksotisme Ke indahan Alam Dataran Tinggi Dieng

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg