BREAKING NEWS

Berkunjung Ke Pantai Segar Lombok : Dijamin Anda Akan Segar Kembali


Melengkapi perjalanan Anda dari pantai Kuta, mampirlah ke pantai Segar yang jaraknya hanya 2 km dari arah timur. Keindahannya tidak kalah dan view dari atas bukitnya sungguh menggoda.

Naiklah ke atas bukit yang ada disekitar pantai, Anda akan menemukan titik sempurna untuk menikmati keindahan Pantai Segar dari atas. Keluarkan kamera Anda dan abadikan momen yang bisa kita lihat dari situ. Anda akan melihat hamparan pantai dan pasir putihnya yang kontras.

Pasir di pantai Segar berjenis pasir merica seperti yang bisa kita lihat di pantai Tanjung A’an.  Belum lagi gugusan bukit hijuanya yang indah. Benar-benar panorama yang menyegarkan mata. Air lautnya masih sangat jernih sehingga Anda tidak perlu repot-repot untuk snorkling jika ingin melihat keindahan bawah laut. Anda tinggal membungkukkan bada untuk melihat lumut dan batu karang yang menjadi rumah bagi ikan-ikan kecil. Bila air laut sedang surut, Anda bisa bermain agak ketengah untuk melihat indahnya panorama laut. Saat air laut pasang, pantai Segar banyak dikungjungi wisatawan yang ingin menaklukkan ombak. Banyak surfer asing yang datang untuk menjajal kelihaian mereka. Fasilitas pendukung pantai Segar sudah cukup mumpuni. Toilet dan kamar ganti serta beberapa tempat peristirahatan sudah tersedia.


Pantai segar tidak hanya menyimpan keindahan namun juga cerita legenda yang sampai kini masih dipercaya oleh masyarakat setempat yakni legenda Putri Mandalika. Itu mengapa sebagian orang menyebut pantai Segar sebagai “Pantai Legenda Putri Nyale”.  Legenda ini bercerita tentang putri cantik jelita bernama Mandalika anak seorang Raja Tonjang Beri. Karena kecantikannya dan kebaikan perangainya inilah banyak pangeran yang bermaksud memperistri. Namun anehnya, setiap pangeran yang melamar tidak ada satupun yang ia tolak. Para pangeran tersebut tentu tidak menerima jika sang putri diperistri oleh banyak pangeran. Maka, mereka pun bersepakat untuk mengadu keberuntungan lewat peperangan. 

Siapa yang memenangi perang tersebut dialah yang berhak menjadi suami Putri Mandalika. Kabar ini akhirnya sampai juga ke telinga sang putri. Ia pun berpikir selama sehari semalam untuk menemukan jalan keluarnya. Akhirnya ia memutuskan untuk merelakan jiwanya demi menghindari terjadinya peperangan yang akan memakan korban lebih banyak lagi. Setelah melakukan semedi, maka Putri Mandalika mengundang semua pangeran pada tanggal 20 bulan 10 penanggalan Sasak. 

Bertempat di pantai Segar mereka berkumpul untuk mendengarkan siapa pangeran yang akhirnya akan menjadi suami Putri Mandalika. Saat itulah putri berkata bahwa tidak ada satupun pangeran yang dia pilih karena dia telah ditakdirkan menjadi Nyale (cacing laut) yang dapat dinikmati oleh seluruh rakyat pada bulan dan tanggal saat munculnya Nyale di permukaan laut. Sesaat setelah mengatakan hal itu, putri-pun menceburkan diri ke laut. Ia pun menghilang tanpa jejak. Tak lama kemudian, di permukaan laut bermunculan binatang kecil yang jumlahnya sangat banyak. Binatang yang berbentuk cacing laut itu memiliki warna yang indah, perpaduan antara warna hitam, hijau, kuning dan coklat. Binatang itulah yang kemudian disebut sebagai “Nyale” jelmaan Putri Mandalika.

Nah kini, Bau (nangkap) Nyale menjadi event tahunan yang digelar, salah satunya di pantai Segar. Setiap digelar Bau Nyale, warga setempat beramai-ramai ke pantai dengan membawa peralatan untuk mengambil Nyale yang ada di pantai. Konon katanya, Nyale ini memang tidak setiap hari keluar. Nyale tersebut tidak hanya ditangkap namun bisa diolah menjadi makanan yang enak dan gurih.

Untuk mencapai tempat ini dari pantai Kuta, kita bisa menyewa mobil atau menumpang ojek dengan ongkos Rp. 15 ribu hingga Rp. 20 ribu. Selain pantai Segar, di kawasan pantai Kuta ini masih ada beberapa pantai lainnya yakni pantai Tanjung A’an dan pantai Gerupuk yang juga layak Anda kunjungi.

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg